
Ruangan yang akan kami tempati adalah sebuah ruangan yang sangat besar. Ruangan itu di hias dengan sangat indah dengan sofa panjang di tengah. Sofa panjang itu setidaknya bisa menampung hingga lima belas orang tanpa masalah. Di depan sofa, terdapat sebuah meja panjang dengan camilan dan teh yang telah di sediakan.
Ruangan ini memiliki jendela besar yang menempati salah satu dinding, menghadap tepat ke arah ruang pelelangan. Pemilik ruangan bisa memilih apakah jendela itu akan menjadi jendela tertutup satu arah sehingga isi dalam ruangan tidak terlihat dari luar, atau jendela tanpa penghalang yang tidak di batasi oleh apapun sehingga isi dalam ruangan dapat terlihat dari luar atau sebaliknya.
Mode pertama biasanya di pilih oleh orang yang ingin mempertahankan kerahasiaan, sementara para bangsawan cenderung memilih mode ke dua untuk menunjukkan identitas mereka. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat bangsawan, maka akan semakin sedikit pula yang menjadi saingan. Bagaimanapun, tidak layak untuk menyinggung bangsawan tingkat atas hanya untuk barang lelang. Mereka lebih suka berada di sisi baik bangsawan kelas atas dan memupuk hubungan yang baik.
Para pelayan berdiri di belakang sofa, sementara aku duduk di tengah. Di sebelah kiri ku ada Felmina dan ibu, sementara di sisi kanan ada ayah dan mama. Aku memberi isyarat kepada pelayan yang berdiri di samping pintu agak jauh dari kami. Pelayan itu adalah pelayan yang di siapkan oleh guild perdagangan untuk melayani para tamu.
Melihat isyaratku, pelayan itu maju ke depan kami dan membungkuk dengan hormat. Aku menjentikkan koin emas Alterion, yang nilainya setara dengan lima puluh koin benua saat ini. Koin itu berputar di udara menuju ke arah pelayan itu. Melihat ada benda yang datang ke arahnya, pelayan itu mengulurkan tangan untuk menangkapnya.
Saat dia membuka tangannya, dia terkejut melihat koin emas di tangannya. Tangannya gemetar dengan mata terbelalak kaget. Pelayan itu tidak berbicara seakan roh nya telah menghilang.
Filia:"Aku ingin membeli daftar barang lelang."
Baru setelah mendengar permintaanku, pelayan itu tersadar dan memegang koin itu dengan erat.
"S, saya akan memberitahu nyonya Lidia. Tolong tunggu sebentar."
Aku mengangguk dan membiarkan pelayan itu pergi. Ayah dan yang lainnya melihat tindakanku, tapi tidak mengatakan apapun selain sedikit terkejut di awal.
Bagi orang biasa tidak mungkin untuk membeli daftar lelang, namun jika kamu memiliki posisi dan uang yang cukup, kamu bisa membeli daftar lelang dengan mudah. Daftar lelang bukan hanya berisi benda-benda yang akan di lelang, tapi juga berisi semua informasi dari benda-benda itu dan penjualnya. Pelanggan yang membeli daftar lelang akan memiliki informasi lengkap tentang pelelangan. Dengan begitu, pelanggan dapat memilih benda yang akan di beli terlebih dahulu dan tidak menyia-nyiakan uang.
Selain itu, dengan mengetahui siapa orang yang melelang benda itu, pelanggan bisa langsung menghubungi penjual untuk berdiskusi secara pribadi sehingga pelanggan tidak perlu bersaing dalam pelelangan.
Beberapa saat kemudian, nona Lidia datang bersama dengan pelayanan itu. Pelayan itu berjalan di belakang nona Lidia sambil membawa sebuah nampan perak yang di atasnya terdapat sebuah buku yang cukup tebal.
Lidia:"Saya penasaran siapa yang berani mengeluarkan harga yang begitu tinggi, ternyata itu adalah tuan Duke dan keluarga. Maafkan saya karena tidak memberikan penyambutan yang layak."
Nona Lidia berhenti di samping tempat duduk kami dan membungkuk untuk memberi hormat.
Rovell:"Tidak ada. Kami datang karena menemani Filia yang ingin melihat pelelangan."
Lidia:"Ternyata seperti itu."
Nona Lidia memberi isyarat kepada pelayan itu menggunakan jarinya. Pelayan itu maju dan membungkuk dengan hormat di depanku sambil menyodorkan nampan itu. Aku hanya mengangguk dan mengambil alih buku di atas nampan.
Buku ini setidaknya memiliki lebih dari seratus halaman.
Pada halaman pertama hingga ke tiga buku ini terdapat dua puluh daftar barang yang akan di lelang serta urutan pelelangannya. Mungkin karena mereka tidak tahu nama barang yang akan di lelang, beberapa hal memiliki nama yang sangat sederhana, seperti bongkahan batu merah atau yang lainnya. Hanya dari nama saja, sulit bagiku untuk mengetahui benda apa itu.
Namun aku tidak khawatir. Tepat di halaman ke empat, terdapat gambar dari benda yang akan di lelang pada urutan pertama, dan di halaman lima terdapat deskripsi lengkapnya termasuk nama penjual dan tempat benda itu di temukan. Kemudian di beberapa halaman berikutnya terdapat gambar benda lelang kedua dan di halaman selanjutnya adalah deskripsi lengkap. Seluruh buku berisi hal seperti itu sesuai urutan pelelangan.
Aku perlahan membaca setiap deskripsi benda-benda pelelangan itu. Meskipun adalah beberapa hal yang menarik di awal, tapi menurutku itu hanya beberapa sampah.
Hingga pada halaman ke lima belas, aku melihat gambar sebuah batu berwarna merah gelap. Batu itu terlihat biasa saja dan tidak mencolok, tapi di katakan bahwa batu ini di dapatkan dari dalam hutan kabut di utara yang sangat berbahaya. Di sana terdapat reruntuhan kuno yang terlihat sangat tua yang baru-baru ini di temukan oleh beberapa tim petualangan kuat.
Reruntuhan itu bukan reruntuhan kota atau istana, tapi reruntuhan itu adalah reruntuhan sebuah kuil. Menurut apa yang tercatat di deskripsi benda ini, kuil itu adalah kuil para pejuang darah yang menyembah dewa perang. Pejuang darah memadukan darah dari monster atau makhluk lain yang lebih kuat untuk mendapatkan kekuatan.
Penyatuan mereka tidak sempurna, sehingga mereka perlu terus menambahkan berbagai darah untuk dapat naik ke tingkat selanjutnya. Sebagai contoh, seorang manusia biasa memadukan darah monster Tier satu, maka jika mereka ingin meningkatkan kekuatan ke Tier dua, mereka harus menggunakan darah monster Tier dua, baik monster yang sejenis dengan Tier satu ataupun monster yang berbeda. Itulah kenapa darah mereka sangat tercampur dan pada akhirnya akan merusak tubuh mereka sendiri. Bagi pejuang darah seperti itu, sangat tidak mungkin bagi mereka untuk mencapai Tier lima, bahkan untuk menjadi Tier empat akan sangat kesulitan karena ketidak murnian pada darah mereka.
Berbeda dengan player darah sepertiku. Player darah sepertiku memadukan darah dengan sempurna dan membuat darah itu tumbuh bersama kami. Itulah kenapa saat menjadi Tier empat, seluruh darahku akan bisa di murnikan dan di satukan menjadi esensi darah sejati, karena tidak terlalu rumit dan darah itu sudah menjadi darahku sendiri, bukan eksistensi terpisah seperti para pejuang darah cacat itu.
Aku tidak tahu kapan konsep pejuang darah itu muncul, tapi menurut ayah, pejuang darah itu muncul sekitar dua puluh ribu tahu lalu saat masa kekacauan dimana semua ras saling bertarung dan elf masih di perbudak dan di buru oleh manusia.
Batu yang di temukan di sisa kuil itu tidak mencolok selain aroma darahnya yang sangat kuat. Jika batu itu tidak di letakkan di altar pemujaan, para petualang itu tidak akan membawa batu itu.
Mereka sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan manfaat dari batu itu, termasuk menempanya. Namun sifat dari batu itu sangat tidak cocok untuk di jadikan senjata, jadi mereka mengurungkan ide itu dan lebih memilih mengirimkannya ke tempat ahli tertentu untuk di teliti. Menurut peneliti itu, batu merah ini merupakan esensi darah beast yang sangat kuat sehingga di sembah oleh para pejuang darah.
Merasa bahwa batu itu tidak ada gunanya untuk mereka, para petualang itu akhirnya mengirim batu itu ke rumah lelang yang akan di lelang pada urutan kelima.
Orang lain tidak tahu, tapi mungkin aku tahu batu apa ini. Jika tebakanku tidak salah, batu itu harus «Blood Stone» yang berharga. Sepertinya sebelum para pejuang darah punah, mereka menemukan cara yang lebih baik untuk menjadi lebih kuat daripada harus terus menyatukan darah makhluk buas lain yang akhirnya akan membuat mereka menjadi gila dan mati.
Batu darah hanya akan terlahir di tempat dimana pernah ada banyak orang yang mati di tempat itu. Dengan kata lain, batu darah terlahir di bekas Medan perang atau tempat yang sengaja di buat untuk melahirkan batu darah demi kepentingan beberapa pihak.
Batu darah adalah kumpulan dari esensi darah banyak makhluk hidup yang paling murni. Untuk menggunakan esensi darah itu memerlukan cara khusus. Jika di encerkan menggunakan air khusu, maka cairan esensi darah itu dapat memurnikan atau memperkuat darah. Jika aku menggunakan cairan itu untuk berendam, maka darahku akan menjadi lebih kuat. Namun presentasi keberhasilannya hanya sekitar 10% karena semakin kuat darah, semakin sulit pula menaikkan kemurniannya.
Tapi cara penggunaan itu adalah cara yang paling boros. Darahku sendiri termasuk gabungan dari tiga jenis darah yang sangat murni, jadi aku hanya bisa memurnikannya dengan terus menjadi lebih kuat. Cara terbaik untuk menghilangkan batu darah adalah dengan memberikannya kepada ras darah. Dalam hal ini, maka Upirina adalah pilihan terbaik.
Meskipun terlihat sama dengan batu darah, tapi aku belum terlalu yakin karena aku belum melihatnya sendiri. Sudahlah, aku bisa tetap membelinya. Lagi pula aku tidak kekurangan uang.
Aku terus membolak-balikkan halaman pada buku ini dan melihat beberapa herbal bahan obat Tier empat dan lima yang berharga. Setidaknya ada selusin dari mereka yang di jual dalam paket.
Banyak benda-benda atau perhiasan yang di temukan di reruntuhan kekaisaran kuno, tapi aku tidak peduli dengan sampah-sampah itu. Aku mengabaikan hal-hal itu dan langsung menuju ke halaman terakhir. Di halaman terakhir terdapat gambar sebuah botol kaca dengan cairan putih di dalamnya.
Deskripsi mengatakan bahwa cairan itu adalah potion penyembuh dari zaman kuno yang sangat kuat. Di buku ini tertulis, cairan ini mampu menumbuhkan kembali anggota badan yang telah terputus sehingga efeknya sedikit lebih kuat dari potion militer tingkat atas yang ada pada saat ini.
Filia:"Nona Lidia!."
Lidia:"Tolong katakan putri Filia."
Filia:"Lelang terakhir, kenapa benda seperti ini di lelang?."
Nona Lidia melihat halaman buku yang aku lihat yang masih menunjukkan gambar potion itu. Nona Lidia tersenyum dan menjelaskan:
Lidia:"Pemilik awal dari potion itu menjualnya karena terdesak. Dia sedang di buru oleh rumah judi karena memiliki sangat banyak hutang. Dia berharap bisa menjual potion dengan harga bagus dan melunasi hutangnya. Tapi, orang itu adalah maniac judi. Dia sudah menggadaikan rumah istrinya untuk berjudi. Orang itu benar-benar sampah... Oh, maaf saya kurang sopan."
Filia:"Tidak apa, saya mengerti. Kalau begitu, saya menginginkan benda lelang kelima, ke sepuluh hingga ke dua belas. Saya akan menawarnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga lelang tertinggi."
Nona Lidia membuat beberapa catatan di buku kecil yang dia keluarkan dari sakunya. Daripada aku perlu mendiskusikan harga dengan penjual aslinya yang pasti merepotkan, aku lebih memilih untuk menawar lebih tinggi dari harga lelang tertinggi.
Untuk yang terakhir, aku akan ikut pelelangan dan menekan harga serendah mungkin. Aku tidak masalah untuk uang, tapi memberikan uang pada maniak judi?. Maaf aku tidak mau melakukannya.
Aku menyerahkan buku itu kepada ayah untuk melihat. Ayah nampak tertarik dengan beberapa hal termasuk beberapa perhiasan dan beberapa bahan-bahan sihir. Untuk mama dan ibu, mereka berdua sangat bersemangat untuk membahas perhiasan dan lainnya, nampak sangat rukun. Setelah semuanya beres, nona Lidia pergi meninggalkan ruangan kami.
Setelah menunggu beberapa saat, lelang akhirnya di mulai. Aku berjalan ke jendela dan melihat venue secara langsung. Di lantai bawah banyak orang yang duduk untuk mengikuti lelang. Mereka berasal dari beberapa orang yang tertarik atau bangsawan kelas rendah yang tidak kebagian tempat.
Di beberapa jendela ruang VIP lain, aku bisa melihat beberapa keluarga bangsawan yang pernah aku temui di pesta. Mereka tersenyum kepadaku, jadi aku menanggapi mereka dengan membungkuk sopan. Bagaimanapun, aku adalah anak keluarga Duke yang tentu saja posisinya lebih rendah dari bangsawan sesungguhnya. Namun mereka masih harus menghormati ku karena latar belakang
keluargaku jauh lebih kuat dari mereka.
Seorang pria tua datang ke venue. Pria tua itu adalah orang guild perdagangan yang bertugas sebagai juru lelang pada malam ini.
"Selamat malam bagi para pengunjung, selamat datang pada lelang musim semi tahun ini. Pada malam ini, guild perdagangan telah mengumpulkan benda-benda berharga dan langka dengan nilai historis tinggi untuk anda..."
Setelah selesai memberikan beberapa kata sambutan, lelang akhirnya benar-benar di mulai. Lelang pertama adalah sebuah batu permata berwarna biru sebesar kepalan tangan bayi. Batu permata itu hanya murni sebagai perhiasan tanpa fungsi tertentu. Namun batu permata warna biru dengan ukuran seperti itu sangat langka dan hampir mustahil di jumpai di pasaran. Mampu mengumpulkan hal seperti itu, guild perdagangan benar-benar memiliki hubungan yang kuat.
"Batu permata biru ini di tambang langsung dari tambang laut kekaisaran. Melihat dari warna dan kecerahan serta ukurannya, batu permata seperti ini tidak mungkin di jumpai di pasaran... Tanpa saya banyak menjelaskan, tentu anda sudah tahu nilai dari batu ini. Maka dari itu, mari kita langsung memulai penawaran. Harga awalnya adalah satu koin emas dan kanaikan harga lima puluh persen dan di atasnya."
"Tentu saja kami tahu berapa nilainya. Menurutku, harga ini terlalu rendah. Aku menawar dua koin emas."
"Humph. Keluargaku sudah lama masuk dalam bisnis perhiasan, tentu saja aku tahu berapa bernilainya permata itu. Aku menawar dua emas lima perak."
"..."
Kata-kata memancing dari juru lelang itu benar-benar membangkitkan kesombongan dari beberapa orang yang membuat mereka ingin menonjolkan diri dan menawar dengan harga tinggi ambil memamerkan pengetahuan mereka sendiri. Aku harus mengatakan bahwa caranya cukup bagus untuk memancing penawaran.
Pada akhirnya, batu permata itu berhasil di beli oleh orang dari toko perhiasan terbesar di ibu kota dengan harga lima emas dan delapan perak. Harga itu sudah sangat tinggi dan tidak terjangkau untuk orang-orang biasa. Namun meskipun mahal, toko perhiasan itu tidak akan pernah merugi. Selain dari publisitas gratis, mereka juga akan mampu menarik lebih banyak perhatian pelanggan untuk datang ke toko perhiasan mereka.
Tentu saja para bangsawan mampu menawar, namun para bangsawan tidak kekurangan hal-hal seperti itu. Bahkan jika mereka tidak punya, mereka bisa mendapatkan permata yang mirip dengan mengandalkan relasi mereka yang kuat.
Benda kedua yang di lelang adalah sebuah lukisan yang di buat oleh pelukis terkenal beberapa ratus tahun lalu. Hasil lukisannya memang sangat di minati oleh para bangsawan. Maka dari itu, lelang kedua ini di kuasai oleh kaum bangsawan yang akhirnya di menangkan oleh bangsawan dari kekaisaran dengan harga sepuluh koin emas, atau satu koin benua. Harga yang sangat tinggi demi kepuasan pribadi.
Aku melihat bangsawan kekaisaran itu. Dia adalah seorang lelaki tua sekitar tiga puluhan tahun dengan wajah yang sombong. Di sampingnya ada seorang gadis berambut pirang dengan mata hijau yang seusia denganku. Entah kenapa, saat aku melihat gadis itu aku merasa seperti ada hubungan tertentu. Aku tidak tahu kenapa dan berhenti memikirkan hal yang tidak relevan seperti itu.
Grab...!
Tiba-tiba aku merasa seperti ada seseorang yang menarik lengan pakaianku. Saat aku menoleh, aku melihat Felmina yang memegang lengan bajuku. Dia memandang ke arah gadis itu dengan tatapan aneh dan terkejut.
Filia:"Felmina, ada apa?."
Felmina:"Ah... Tidak, tidak ada."
Aku merasa aneh dengan Felmina, tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku memandang lagi ke arah gadis itu dan dia memberikan senyum kepadaku. Aku hanya membalas senyumnya dan kembali fokus pada pelelangan.
Mama dan ibu juga bergabung dalam pelelangan dan berhasil mendapatkan barang lelang ketiga dan keempat. Kedua benda itu adalah beberapa perhiasan indah yang di temukan dari reruntuhan kekaisaran kuno. Mampu bertahan hingga saat ini, itu membuktikan bahwa perhiasan itu bukan benda biasa. Maka dari itu, tidak kurang dari lima koin benua berhasil mereka bakar untuk setiap perhiasan itu.
Akhirnya yang aku tunggu tiba. Pada lelang kelima, batu darah akhirnya muncul. Seorang pelayan wanita mendorong troli yang di atasnya terdapat nampan. Di atas nampan, batu itu tergeletak di sana dan di tutup menggunakan kain berwarna merah.
Saat penutup kain di buka, aku langsung bisa mencium aroma darah dari batu itu. Batu itu cukup besar dengan aura yang kuat. Ini membuatku terkejut karena seharusnya blood stone normal tidak akan memiliki aura sekuat itu.
«Omnicient eye»
...----------------...
«Blood Stone»
Batu yang terbentuk akibat akumulasi darah dari makhluk hidup tingkat tinggi yang tak terhitung jumlahnya sekitar 10 miliar tahun yang lalu. Batu ini mengandung blood origin energi yang sangat bermanfaat bagi ras darah dan mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap penciptaan dunia.
...----------------...
Bang...!
Tepi jendela yang aku pegang hancur berantakan karena cengkraman tanganku yang terlalu kuat.
Tidak mungkin...!!.
Terlalu mengejutkan...!!.
Melihat deskripsi seperti itu, aku benar-benar terkejut. Apa artinya mampu meningkatkan pemahaman tentang penciptaan dunia?.
Itu berarti batu itu dapat membantu ras darah untuk maju ke Tier enam God. Bukan hanya Tier enam biasa, tapi Tier enam dengan dunia. Perbedaan antara Tier enam dengan dunia dan Tier enam biasa seperti perbandingan antara kunang-kunang dan matahari, sangat jauh berbeda.
"Batu darah ini di dapatkan dari_"
Filia:"Sepuluh koin kuno...!"
(Akhir dari chapter ini.)
Jika ada kekurangan, mohon saran supaya bisa lebih baik di masa depan.
Setelah kerusuhan di akademi, akan ada time skip. Aku tidak tahu bagaimana pendapat kalian...