Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 17: Stardust



Ilma:"seperti yang diharapkan dari tuan putri"


Lidia:"anu...ini, apa yang sedang terjadi?"


mereka kembali sadar dari keterkejutannya. Ilma tampak bersemangat dan segera menghampiriku, sementara Lidia nampak linglung dan bingung tentang apa yang terjadi.


Filia:"ini adalah salah satu sihir ku. sihir ini dapat memanipulasi tanah dan merubah struktur nya sekaligus menambah beberapa elemen yang dibutuhkan untuk menjadi berbagai material dengan bahan dasar tanah maupun batu."


Ilma:"ini luar biasa putri"


Lidia:"ini...ini benar-benar....huh... syukurlah bahwa hanya putri yang memiliki sihir seperti ini di seluruh ibu kota"


Lidia berbicara sambil memegangi dahinya yang berkerut.


Filia:"yah... aku tidak yakin, tapi selama ini sepertinya aku belum pernah melihat orang lain memakainya".


benar, jika banyak orang yang menguasai sihir seperti ini di seluruh ibu kota, maka bisa jadi bencana. bayangkan saja, jika banyak orang yang menguasai sihir seperti ini, maka kebanyakan orang akan menyewa penyihir dan meninggalkan pekerja kontraktor biasa yang bekerja lebih lambat dan tidak hemat biaya.


saat hal seperti itu terjadi, orang-orang biasa akan kehilangan pekerjaan mereka dan pengangguran akan semakin meningkat. semakin meningkatnya pengangguran maka akan meningkatkan pula rasio kejahatan di suatu wilayah baik bersifat lokal maupun regional. yang lebih parah adalah perselisihan antara para penyihir dan rakyat biasa, penyihir akan mengambil sebagian besar mata pencaharian orang-orang itu dan para penyihir akan menganggap rendah orang-orang biasa bahkan akan menganggapnya inferior.


sebaliknya, orang-orang biasa akan menganggap para pemilik kekuatan sihir sebagai ancaman. kondisi seperti ini adalah kondisi yang sangat tidak kondusif untuk sebuah negara. tapi itu belum semua, bisa saja orang-orang biasa akan melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan karena ketidak puasan ataupun karena dipengaruhi oleh pihak ke tiga.


orang yang tidak bisa menggunakan sihir bukan berarti mereka lemah. jika mereka mempelajari Martial Art dan mampu menggunakan kekuatan internal, mereka mampu mengalahkan para penyihir. bahkan mereka lebih fleksibel saat bertarung dan unggul dalam pertarungan jarak dekat.


walaupun hanya permasalahan kecil, itu dapat menyebabkan efek kupu-kupu yang mengerikan.


Lidia:"putri. anda tidak bermaksud menyebarkannya kan?"


Filia:"tidak. lagi pula untuk menggunakannya memerlukan konsumsi mana dan stamina yang tinggi"


tentu saja konsumsi mana nya tinggi bagi orang dengan level kalian, tapi bagiku bahkan tanpa terasa.


Filia:"meskipun bangunannya sudah jadi, tapi bagian interiornya belum ada apa-apanya. jadi saya meminta bantuan nona Lidia untuk mencarikan orang yang dapat mengurus bagian dekorasi interiornya".


Lidia:"tentu saja putri. tapi, dekorasi macam apa yang di inginkan tuan putri?"


Filia:"untuk bagian lantai pertama, saya ingin dijadikan tempat memajang berbagai makanan dengan berbagai lemari kaca untuk memajang makanan, tempat untuk resepsionis, dan harus nyaman untuk orang dari segala kalangan.


untuk lantai dua, saya lebih ingin menjadikannya sebagai tempat yang cocok untuk para bangsawan makan dan bersantai.


dan untuk lantai tiga, saya akan mengurusnya sendiri".


Lidia:"baik putri"


Filia:"untuk biaya, besok saya akan datang lagi ke guild"


setelah mengucapkan itu, aku berbalik dan pergi dengan Ilma mengikuti di belakangku.


Lidia:"putri...saya akan mengantarkan anda"


Lidia segera mengejar kami dengan langkah cepat dan menawarkan tumpangan.


Filia:"tidak perlu. saya masih ada sesuatu yang ingin di lakukan"


tanpa lebih banyak basa-basi aku segera meninggalkan tempat itu dan menuju ke distrik perdagangan bersama Ilma. di distrik perdagangan terdapat banyak sekali toko-toko dan kios-kios jualan di sepanjang jalan.


berbagai hal, mulai dari makanan, buah-buahan, sayuran dan berbagai aksesoris di jual. di jalan utama ini sangat ramai dengan berbagai jenis orang, baik pedagang maupun petualang dan mungkin akan ada beberapa penjahat.


aku melihat berbagai buah-buahan dan sayuran aneh yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. ada juga beberapa buah normal seperti yang ada di bumi yang tidak terlalu menarik buatku.


aku menghampiri sebuah kios yang menjual buah aneh mirip timun tapi berwarna ungu seperti terong. ini memiliki aroma yang agak seperti blueberry tapi juga seperti jeruk, buah ini mengingatkanku dengan jus yang pernah aku minum di tempat bibi waktu itu.


Filia:"permisi.... paman, buah apa ini?"


pedagang yang menjual buah ini adalah seorang paman berusia tiga puluhan dengan celemek dan ikat kepala kain berwarna coklat.


pedagang:"oh... ini adalah buah grul. biasanya ini akan di jadikan sebagai minuman di beberapa rumah makan"


pasti ini adalah bahan yang di gunakan bibi itu. aku menyukai rasanya, dan mungkin jika ini di jadikan perasa untuk kue, itu akan menghasilkan rasa baru yang enak. baiklah maka kita akan membelinya.


Filia:"aku mau satu kotak!"


pedagang:"satu, satu kotak...baik, harganya dua keping perak"


pedagang itu tampak agak terkejut dan dengan cepat berubah menjadi senang. kemudian masalah terjadi..


Filia:"Ilma.. apa kamu punya uang kecil. disini aku hanya memiliki platinum"


Ilma:"saya membawa beberapa perak putri"


aku mengambil perak dari Ilma dan memasukkan kotak berisi buah itu ke dalam storage. kotak itu cukup besar hingga memerlukan orang dewasa jika ingin mengangkatnya.


aku melihat sebuah bangunan yang cukup besar di tengah pasar. di bagian depannya terdapat papan yang bertuliskan 'tempat penukaran uang'. sepertinya pemilik tempat ini bisa melihat tempat yang strategis.


aku masuk ke dalam, di dalam terdapat cukup banyak orang yang menukarkan mata uang asing atau merubahnya menjadi tiket khusus. menurutku cara kerjanya mirip dengan bank moderen.


aku mendatangi meja resepsionis, seperti di guild, resepsionis di sini juga orang yang profesional.


resepsionis:"ada yang bisa saya bantu?"


Filia:"saya ingin menukarkan uang"


aku meletakkan dua koin perak Alterion yang setara dengan dua koin platinum. aku meletakkan nya di atas meja, membuat kakak perempuan resepsionis itu terkejut.


Filia:"saya ingin menukarnya dengan koin perak dan emas kecil"


resepsionis:"ini.. t, tolong tunggu sebentar!"


resepsionis itu langsung pergi ke belakang dan kembali tak lama kemudian dengan membawa dua kantung uang di tangannya. kantung di sebelah kiri lebih kecil daripada yang di sebelah kanan.


resepsionis:"ini 100 Small Gold Coin dan 1000 Silver Coin"


aku mengangguk dan memasukkan kembali kantung uang itu ke dalam storage dan pergi meninggalkan tempat itu dengan beberapa orang yang tampak terkejut.


kemudian kembali melanjutkan perjalanan menjelajahi seluruh distrik perdagangan dan membeli banyak lagi berbagai jenis buah dan sayur yang aneh.


Filia:"ilma.ikuti aku!"


aku menarik tangan Ilma, membawanya berjalan ke sebuah jalan kecil yang sepi.


Filia:"KELUAR!!"


aku berhenti dan berteriak. sejak tadi aku sudah bisa merasakan beberapa orang yang mengikuti ku sejak keluar dari tempat penukaran uang.


"hehehe.... sepertinya kita sudah ketahuan"


dari sudut muncul empat orang. dilihat dari pakaiannya sepertinya mereka adalah petualang. tidak semua petualang itu baik, ada juga beberapa yang berperilaku seperti bandit rendahan yang akan merampok orang lain.


"cepat serahkan uangmu dan kami tidak akan menyakitimu"


Filia:"kenapa kalian melakukan ini?"


"kenapa?. tentu saja demi uang. dan lagi sepertinya dari suaramu, kamu adalah gadis yang manis"


salah satu dari ke empat orang itu menjawab dengan ekspresi yang menjijikan dan seperti melihat mangsa empuk di depan mata.


"kami sudah sering menjual gadis sepertimu ke pelanggan kaya. sebaiknya kalian ikut tanpa perlawanan daripada kalian akan disakiti!"


Ilma ingin bergerak melindungi ku, tapi aku menghentikannya. aku tidak suka membuang terlalu banyak kata pada para bajingan seperti ini. mereka sering menculik dan menjual anak-anak kepada para orang kaya mesum dengan kelainan itu, mereka semua pantas untuk mati.


Filia:"⟨⟨Stardust⟩⟩"


aku mengibaskan tangan ku dan serbuk biru kristal yang berkilau langsung menerkam ke arah empat orang itu seperti pasir biru yang di tiup angin kencang bersama dengan aura dingin yang membekukan tulang.


semua yang dilalui oleh aura biru dingin itu membeku dan dilapisi dengan es yang sangat keras dan dingin.


Ahhhh.....


teriakan terdengar dan dengan cepat menghilang. serbuk biru itu juga menghilang dan hanya menyisakan lingkungan sekitar yang membeku dengan empat patung es yang berkilau dan mengepul dengan hawa dingin. ke empat orang itu sudah berubah menjadi es beku hingga ke tulang-tulang mereka.


krak...


suara retakan terdengar nyaring di lingkungan yang sepi itu. ke empat patung es itu retak dan hancur menjadi serpihan kecil es di tanah tanpa ada jejak darah sedikitpun.


Filia:"ayo pergi"


aku segera menarik lengan Ilma yang masih agak linglung itu dan berjalan pergi menjauh dari sana. aku tidak ingin memperlihatkan darah kepada Ilma. aku takut jika Ilma menjadi waspada dan mungkin akan mengalami gangguan mental karena kejadian ini.


(akhir dari chapter ini)