
(pagi).....
Filia:"kepal.. maksud saya ibu, saya sudah baik-baik saja"
yah ini terjadi setelah banyak kejutan. aku mengatakan kepada mereka bahwa aku sudah baik-baik saja dan siap pergi ke akademi, tapi sepertinya nenek dan calon ibu ke dua ku terlalu khawatir dan menyuruhku untuk menunggu beberapa hari lagi kalau mau pergi ke akademi.
saat ini, aku sedang berbaring di tempat tidur dengan di kelilingi oleh Ilma dan yang lainnya. untuk ibu, dia menyuapiku dengan bubur. yah, rasanya tidak terlalu buruk, hanya saja agak terlalu hambar bagiku.
Arsh:"tidak. kamu masih belum pulih. sekarang bilang Aaa..."
ya, aku benar-benar diperlakukan seperti bayi di rumah ini. bahkan mungkin perlakuan ibu tidak kalah dengan ibu biologisku. aku hanya bisa membuka mulut dan menunggu untuk disuapi dengan bubur yang agak hambar. aku seperti anak burung. perasaan ini mengingatkanku saat aku sedang sakit di bumi. biasanya ibu juga akan melakukan ini.
setelah menelan bubur, aku kembali menyakinkan ibu dan yang lainnya supaya di berikan izin untuk pergi ke akademi.
Filia:"Bu, saya sudah baik-baik saja. bahkan dokter Rudolf juga sudah mengatakan bahwa saya sudah sembuh".
Arsh:"iya, tapi mungkin masih ada beberapa gejala sisa yang tidak di sadari oleh dokter Rudolf, jadi kamu harus istirahat terlebih dahulu hingga benar-benar pulih"
Filia:"saya mengerti..."
aku hanya bisa tanpa daya mengikuti pengaturan yang di berikan oleh ibu kedua ku ini. mungkin kalian bingung kenapa dia bersikap begitu peduli. sebenarnya ibu sudah sejak lama membayangkan memiliki seorang putri yang manis. lagi pula usianya sudah menginjak 40 tahun. di dunia ini manusia biasa dapat hidup lebih dari 200 tahun tanpa masalah, tapi jika manusia itu memiliki darah bangsawan, dia dapat melampaui jauh dari usia itu. seperti keluarga kerajaan saat ini, mereka dapat hidup 500 tahun atau lebih.
bangsawan di dunia ini mewarisi darah kuno dari leluhur mereka, maka dari itu, bangsawan biasanya memiliki hubungan yang rumit dengan keluarga yang lain. itu karena jika ada keluarga bangsawan yang baru terbentuk, itu biasanya merupakan keturunan dari keluarga lama. bisa di anggap bahwa mereka saling terhubung.
aku melihat Ilma yang sedang berdiri di belakang ibu dengan senyum di wajahnya. aku ingat saat dia mendengar bahwa aku sudah sembuh. dia langsung menerkam ku seperti harimau yang kelaparan sambil menangis. sekarang dia sudah stabil, jadi dia terus menemaniku di dalam ruangan.
Filia:"Ilma, bagaimana dengan latihanmu?"
Ilma:"i, itu... karena putri sedang sakit, jadi, jadi saya...."
Filia:"yah, aku tahu itu"
aku tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari dalam storage. itu berupa batu kristal abu-abu berbentuk persegi enam. dari kristal itu dapat dirasakan fluktuasi kekuatan mental yang samar-samar.
Filia:"ini adalah latihan untuk kekuatan mental tipe suport. jika kamu menggunakannya, kamu akan dapat satu set pelatihan mental dan juga kelautan mental mu akan lebih stabil. kenapa saat itu kamu merasakan sakit karena energi negatif yang sedang menyusup ke lautan mental mu. jika kamu tidak mau mengalaminya lagi, maka kamu harus mempelajari perisai mental dan melindungimu dari serangan mental"
Ilma:"i, ini..."
Filia:"aku membuatnya dari Monster Core, jadi tidak perlu merasa ragu. aku khusus membuat ini untukmu"
Ilma:"t, terima kasih, putri"
Ilma menerimanya dengan senyum Dan air mata yang menetes. apakah menerima sesuatu begitu mengharukan?. entahlah aku juga tidak terlalu mengerti. aku khusus membuat itu karena latihan mental sangat sulit dilakukan. sebentar lagi aku akan ke akademi dan tidak akan ada waktu untuk memberinya saran, jadi aku membuatkan set pelatihan ini supaya dia bisa belajar sendiri. membuat set pelatihan ini tidak sulit, apalagi setelah kekuatan mentalku sudah menembus Tier lima.
karena mangkuk bubur sudah kosong, ibu meletakkannya di nampan yang sedang di pegang oleh An. setelah mangkuk di letakkan, An langsung membawanya pergi ke luar dari ruangan. ibu menatapku sambil tersenyum dan mengelus rambutku.
Arsh:"aku akan pergi ke akademi dulu, kamu harus beristirahat dengan baik"
saat ibu mencoba berdiri, aku memegang sudut bajunya dengan mata yang sedikit memohon.
Filia:"Bu, izinkan saya ikut"
aku tidak akan menyerah. aku akan terus menyakinkan mereka supaya mengizinkanku pergi ke akademi.
Arsh:"tapi..."
Filia:"Bu, saya merasa kesepian jika semua orang pergi..."
ya, hampir semua orang pergi. nenek harus pergi mengerjakan beberapa hal yang bahkan aku tidak tahu, sementara Felmina, dia harus mengikuti pelajaran oleh pengasuhnya. sejujurnya meskipun banyak orang lain di mansion, tapi aku benar-benar merasa kesepian.
Filia:"saya mohon...!"
Arsh:"ugh.... baiklah, tapi aku harus meminta izin kepada Ratu Trainee"
Filia:"ya!!"
ibu keluar dari kamarku dan pergi menemui nenek. yah ibu masih agak canggung dengan nenek. sekitar lima menit atau lebih, ibu kembali.
Arsh:"ya, kamu dapat izin, tapi kamu tidak di izinkan melakukan aktifitas berat. sekarang ganti pakaianmu dan bersiaplah"
Filia:"baik"
aku segera melompat dari tempat tidur dan pergi untuk mengganti pakaian dengan bantuan Ilma.
Arsh:"jangan lari...!"
aku mendengar ibu yang mengatakan supaya aku tidak lari. oh, karena terlalu senang aku bahkan melupakan etiket yang tepat. melompat dari tempat tidur dan berlari menuju ruang ganti bukanlah sikap seorang putri, tapi apa yang bisa aku lakukan, aku terlalu senang.
di ruang ganti, Ilma sepertinya sedang memilih beberapa gaun yang harus aku kenakan. sekedar memberitahu, kebanyakan gaun di sini adalah gaun yang aku keluarkan dari storage. untuk gaun lama, aku menyuruh pelayan untuk memindahkan mereka ke ruang gaun. ruang gaun adalah ruangan khusus yang di gunakan untuk menyimpan gaun. luas dari ruangan itu tidak kalah dengan luas dua kali lapangan basket, jadi di dalamnya terdapat banyak gaun dan juga aksesoris.
dengan kebiasaan seorang bangsawan yang sering gonta-ganti gaun, lemari besarpun tidak akan muat di gunakan untuk menyimpan semua gaun itu, jadi biasanya akan ada ruang gaun terpisah.
Filia:"biarkan aku memikirkannya"
aku harus memikirkan hal ini dengan serius. kesan pertama di akademi adalah hal yang penting. aku ingin gaun yang indah dan mampu mewujudkan kesan bangsawan, tapi juga harus mampu melindungi dari suhu dingin dan tidak berat. setelah menyortir semua, yang muncul di pikiranku adalah sebuah hanfu musim dingin.
karena pakaian yang aku letakkan di sini bergaya putri Eropa, jadi tidak ada hanfu. maka dari itu aku mengeluarkan hanfu berwarna putih dengan gradasi warna biru langit yang ringan. selain hanfu, aku juga mengeluarkan jubah dengan bulu putih halus seperti buku rubah Arktik yang dapat menahan hawa dingin yang merupakan set dari pakaian ini. jubah itu berwarna biru langit dengan sulaman burung merak berwarna perak di belakangnya.
Ilma:"putri, saya... saya tidak bisa membantu anda memakai ini"
aku lupa bahwa pakaian seperti ini tidak ada di dunia ini. dan saat aku menggunakan pakaian seperti hanfu ataupun kimono dan yang lainnya, aku biasanya mengenakannya langsung. jadi wajar jika Ilma tidak bisa membantuku memakai pakaian ini. karena waktu terlalu sempit untuk mengajarinya, jadi aku langsung mengambil kembali hanfu itu dan langsung mengenakannya.
Filia:"bagaimana??"
Ilma:"sangat cantik. saya belum pernah melihat pakaian seperti ini, tapi pakaian seperti ini mampu menunjukkan sosok anda yang anggun"
Filia:"fufu... aku tahu itu"
aku menyadari bahwa Ilma sepertinya bisa memahami pesona dari pakaian tradisional yang di kenal sebagai zirah seorang Dewi ini.
Filia:"ini belum semuanya"
aku mengeluarkan hiasan rambut Buyao Zan dan rambutku secara otomatis tertata. setelah rambutku tertata secara otomatis, Buyao Zan juga terpasang dengan sendirinya. aku bisa melihat sedikit kejutan di mata Ilma, tapi selain kejutan, ada juga sedikit kilau yang aneh di matanya.
Ilma:"seperti yang di harapkan dari putri"
Filia:"bagaiman?"
Ilma:"sangat cantik seperti seorang Dewi, tapi saya merasa sedikit sedih"
Filia:"kenapa?"
Ilma:"seharusnya membantu dan melayani anda adalah tugas saya, tapi bahkan saya tidak bisa membantu putri mengganti pakaian"
Ilma menjadi sedikit murung. ini salahku, seharusnya aku tidak perlu melakukan hal itu, kan.
Filia:"tidak, tidak apa-apa. aku akan mengajarimu supaya kamu bisa membantuku lain kali"
Ilma:"benarkah!?"
Filia:"tentu"
mungkin hanya di dunia ini manusia akan bersikap seperti robot pelayan yang akan lebih senang jika di berikan pekerjaan. aku benar-benar tidak mengerti pada para workaholic ini.
Filia:"baik, ayo segera pergi. jangan sampai ibu menunggu"
Ilma:"iya putri"
aku memimpin Ilma untuk kembali menemui ibu setelah berganti pakaian. karena di dunia ini tidak ada pakaian resmi untuk siswa di akademi, jadi aku bisa memilih pakaian bebas.
Filia:"ibu...!"
aku memberikan hormat dengan anggun seperti seorang putri kerajaan.
Filia:"bagaimana??"
setelah itu, aku memamerkan pakaian ku kepada ibu. tentu saja aku ingin mengetahui pendapatnya. apakah pakaian asing terlalu aneh atau tidak.
Arsh:"ini... ini luar biasa. aku tahu bahwa keturunan elf akan selalu menjadi kecantikan duniawi, tapi aku tidak menyangka bahwa kecantikan akan sampai seperti ini..."
Filia:"jadi, bagaimana?"
Arsh:"sangat cantik. kamu bahkan lebih mirip dengan Nana. baiklah, ayo segera pergi"
aku segera mengikuti ibu dan masuk ke dalam kereta. dedaunan mulai menguning dan banyak berguguran di sepanjang jalan. bahkan bunga-bunga juga mulai kehilangan warnanya. itu karena musim gugur telah tiba dan suhu udara turun secara drastis. suhu dingin saat musim gugur di sini hampir dua kali lebih dingin daripada di bumi. lagi pula di bumi sudah ada satelit pengendali cuaca, jadi bisa di atur dengan bebas.
setelah menaiki kereta beberapa saat, aku tiba di akademi. di akademi jauh lebih ramai daripada saat tes waktu itu. banyak anak-anak yang berlalu-lalang. bukan hanya anak kesatria dan atau bangsawan.. disini juga ada anak-anak pedagang dan rakyat biasa yang di pilih langsung oleh akademi. biasanya anak-anak dari keluarga biasa itu di pilih karena memiliki sihir yang langka ataupun kemampuan yang di akui.
setelah kereta berhenti, Eden yang mengawal kereta kami membuka pintu dan membantuku turun. di belakangku, ibu juga mengikuti dengan wajah tegasnya. benar-benar berbeda dari saat bersamaku, saat ini wajahnya berubah menjadi tegas dan berwibawa.
Arsh:"ayo sayang, aku akan mengantarmu ke ruang kelas"
ibu mengulurkan tangannya sambil tersenyum. aku hanya bisa meraih tangannya dan mengikuti ibu. selama perjalanan, aku merasa banyak pasang mata menatap ke arahku. apakah seharusnya aku tidak menggunakan pakaian yang mencolok...
(akhir dari chapter ini)
arc akademi di mulai....
mungkin arc akademi akan lebih panjang daripada arc Helheim, jadi jangan bosan..
see you next time;)