Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 4: Kecurigaan Eden



Kesatria:"Lapor komandan, kami menemukan kuda yang membawa Putri Filia."


Eden:"Bawa aku ke sana."


Kesatria:"Baik!."


Petunjuk sekecil apapun adalah harapan di hatiku. Jika bahkan mayat dari kudanya masih utuh, berarti ini lebih menguatkan dugaan ku sebelumnya. Bahwa Putri memang berjalan pergi, dan bukannya di mangsa binatang buas.


Umumnya indera penciuman binatang buas sangat tajam, terutama serigala.


George:"Lapor komandan, saya menemukan jejak kaki yang menuju ke arah Utara. Diperkirakan itu adalah jejak kaki tuan Putri."


Eden:"Lalu apa yang kita tunggu!. Cepat ikuti jejak itu."


Aku harap Putri akan baik-baik saja. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu kepadanya.


Karena pecahan darah dan sobekan kain, aku yakin bahwa Putri pasti mengalami luka yang cukup serius, lagi pula Putri tidak dapat menggunakan sihir untuk melindungi diri.


Saat memikirkannya, aku benar-benar ingin menampar diriku sendiri karena ceroboh dan kurang hati-hati saat melindungi Putri.


Kami berlari kencang dan menguatkan kewaspadaan kami untuk merasakan lingkungan sekitar. Tidak akan kami biarkan petunjuk sekecil apapun terlewatkan.


Eden:"Berhenti!."


Jejaknya terhapus dan telah digantikan oleh jejak perkelahian monster besar. Ini adalah jejak dari Ferro dentes. Ferro dentes adalah monster ganas yang haus darah.


Karena ketangguhan dan kekuatannya ferro dentes dianggap sebagai mahluk tingkat bahaya level A.


Aumm....!!


Terdengar Auman keras yang membuat kami sangat terkejut. Itu suara Ferro dentes. Apa mungkin bahwa Putri bertemu dengan Ferro dentes.


Eden:"Cepat cari dan ikuti suara itu!."


Dilihat dari jumlah kami, akan sangat sulit untuk mengalahkan Ferro dentes. Tidak ada waktu untuk memikirkannya aku hanya berharap dia belum membangkitkan spiritualitas.


Monster yang belum mendapatkan spiritualitas dapat di anggap sebagai binatang buas yang sangat kuat, tapi ia hanya mengandalkan insting untuk  bertarung.


Sementara yang sudah membangkitkan spiritualitas, dia dapat menggunakan skill dan magic untuk bertarung, dan memikirkan tindakannya.


Kami berlari untuk mengikuti asal dari suara Ferro dentes dan mendapati bahwa binatang itu sedang merawat lukanya setelah berburu.


Kami memperhatikan dari balik semak-semak yang jauh supaya tidak terdeteksi. Indra dari binatang buas itu sangat peka, beruntungnya dia belum membangkitkan spiritualitas.


Aku memperhatikan bahwa di depan monster itu terdapat seekor Hel varken berukuran besar. Syukurlah bahwa Putri tidak bertemu dengan mahluk itu.


Eden:"Mundur secara perlahan dan tinggalkan tempat ini!."


Mendengar perintahku, para kesatria mengangguk dan mundur secara perlahan agar tidak menarik perhatian Ferro dentes.


Kami kembali ke jalur awal untuk melanjutkan pencarian.  Sesampainya kami di tempat semula, aku memperhatikan bahwa langit sudah hampir gelap.


Kami berjalan hingga langit berubah menjadi gelap dan akhirnya kami tiba di sebuah sungai. Kalau ingatan ku tidak salah ini adalah sungai Edelstein.


Eden:"Cari petunjuk di sekitar sungai!."


Tanpa sepatah katapun, para kesatria langsung berpencar dan mencari di setiap sudut. Aku bisa melihat bahwa semakin lama kami mencari semakin panik dan khawatir mereka.


Seperti bukan cuma mereka tapi aku juga. Dimana, dimana Putri, kenapa aku belum menemukannya?. Apa memang sudah tidak ada kesempatan untuk menemukannya?. Tidak, pasti masih bisa di temukan.


Aku mohon, aku mohon, meski hanya secercah harapan, berikanlah kepada kami.


Kesatria:"Komandan kami menemukan gaun tuan putri."


Eden:"Cepat dan bawa kemari!."


Seperti menjawab keinginan ku, setelah mencari selama berjam-jam akhirnya kami menemukan petunjuk lain.


Aku memegangi gaun yang telah compang camping dengan banyak noda darah di seluruh gaunnya. Dari jejak ini aku dapat membayangkan betapa parahnya luka yang di derita Tuan Putri.


Tanpa sadar aku mengeratkan genggaman ku di atas gaun itu dan urat hijau segera menyembul di atas kulit.


Tapi tunggu, jika gaun tuan Putri ada di sini lalu dimana dia?. Tidak mungkin Putri akan berjalan di tengah hutan dengan tidak mengenakan busana kan?.


Atau ada orang lain yang sudah menemukannya?. Jika sampai orang itu berani melakukan sesuatu pada Putri, aku berjanji bahwa aku akan menghapuskan seluruh garis darah keluarganya selama tujuh generasi.


Aku menoleh dan mendapati sepertinya bukan cuman aku yang berfikir seperti itu. Aku merasakan niat membunuh dan haus darah dari anak buahku.


Eden:"Ayo kembali. Jika memang ada orang lain yang menemukannya, dia akan berbalik ke arah kita datang. Karena di sana adalah satu-satunya arah keluar hutan."


Kesatria:"Baik komandan."


Beruntung kami tidak menemukan bahaya di jalan, jika kami menemukan halangan seperti itu di perkirakan kami akan sampai pagi keesokan harinya.


Setibanya kami di lereng, itu sudah jauh melewati tengah malam. Aku harus cepat naik ke atas lereng dan merencanakan pencarian lanjutan dengan yang lain.


George:"Komandan lihat di sebelah sana!."


Memperhatikan arah yang di tunjuk George, aku melihat di tengah tanah lapang terdapat benda aneh seperti rumah kain.


Kami berjalan mendekat dan di bawah cahaya cyan dari bunga bintang malam dan kunang-kunang, ada seorang gadis kecil dengan rambut perak berkilau den warna metalik rainbow seperti benang sutra dari surga yang terbaring dengan wajah berkerut.


George:"Ini, ini putri Filia..."


Kekhawatiran dari para kesatria juga nampaknya telah di gantikan dengan kelegaan dan rasa syukur yang teramat dalam.


Aku berjalan mendekat dan mencoba untuk membangunkan tuan Putri, tapi saat aku ingin menyentuhnya ada sebuah penghalang tipis yang sangat kuat.


Magic barrier ?, Tidak, bukan. Ini adalah formasi pelindung. Seingatku formasi pelindung di anggap sebagai rahasia negara. Dimana nona mendapatkan nya?.


Ataukah ini di berikan oleh tuan Rosefield?. Yah apapun itu akhirnya aku bisa lega sekarang.


Eden:"Kalian bisa beristirahat tapi jangan longgarkan kewaspadaan kalian."


Aku memerintahkan para kesatria dengan suara pelan agar tidak mengganggu tidur dari tuan Putri.


Para kesatria mengangguk dan mulai beristirahat di sekitar Putri sambil menjaga jarak tertentu.


Seorang gadis kecil yang menawan terbaring di tengah-tengah taman bunga yang bercahaya. Gadis itu di kelilingi oleh kunang-kunang kecil yang terbang berlalu-lalang seperti taburan bubuk peri. Benar-benar seperti pemandangan negeri dongeng.



(Hanya ilustrasi)


Pantas saja para bangsawan selalu mengirimkan surat lamaran ke rumah keluarga Rosefield.


Aku tidak tahu akan secantik apa saat tuan Putri tumbuh dewasa nanti. Aku hanya berharap untuk terus melindungi dan menjaga Putri sebagai seorang kesatria.


Dari dulu Putri sudah aku anggap sebagai adikku sendiri.


(Sudut pandang Filia)


Aku mengikuti Eden dan para kesatria menaiki lereng, dan entah berapa lama, kami tiba di rombongan.


Pertama-tama yang menyambut ku adalah dua buah kereta kuda. Kereta yang pertama adalah kereta putih yang cukup besar dengan ornamen berwarna emas. Di bagian belakangnya terdapat gambar perisai dan bunga mawar yang di latar belakang bunga itu terdapat dua buah pedang yang di silangkan. Kereta itu di tarik oleh empat kuda putih yang memiliki Surai panjang nan indah.


Kereta kuda yang ke dua lebih sederhana, dan lebih mirip dengan kereta pengangkut barang.


Terdapat sekitar tujuh orang kesatria yang di balut menggunakan kain di beberapa bagian tubuhnya. Apa mereka terluka saat pertarungan itu?.


Filia:"Terima kasih atas kerja keras kalian."


Kesatria:"Kami tidak pantas atas ucapan baik tuan Putri putri. Kami telah gagal untuk menjalankan tugas kami."


Filia:"Itu semua adalah kecelakaan dan tidak ada hubungannya dengan kalian. Karena ada beberapa yang terluka jadi kalian bisa beristirahat untuk malam ini, kita akan melanjutkan perjalanan besok pagi!."


Eden:"Itu tidak perlu tuan Putri."


Filia:"Tidak, itu perlu. Aku tidak ingin kalian kelelahan. Akan sangat beresiko jika kita bertemu bahaya di jalan dengan kondisi kalian saat ini. Dan lagi Eden, jangan memanggilku Tuan Putri!."


Eden:"Maafkan saya Putri Filia."


Filia;"Hm."


Heh Eden, apa kamu pikir aku tidak mengetahui bahwa kamu sedang menguji ku. Jika ingatanku tidak salah, dulu pemilik tubuh ini memiliki rambut berwarna pirang.


Dan aku sekarang berwarna perak.


Sejak dulu aku meminta Eden supaya tidak memanggilku tuan Putri, tapi dia menolak karena dia menganggap bahwa memanggilku sebagai tuan Putri adalah suatu kehormatan baginya. Karena dia menolak, akhirnya aku menyuruhnya untuk memanggil namaku, tapi dia masih menambahkan Putri di namaku.


Dan lagi, kamu pasti curiga bahwa aku bukan Filia yang dulu. Filia yang dulu walaupun baik hati, dia adalah gadis yang naif dan tidak pernah melihat dunia luar. Selain itu dia tidak mampu menggunakan magic dan martial art.


Faktanya Filia yang sekarang memang bukan Filia yang dulu. Dengan tubuh dan statusku saat ini, aku mampu mengalahkan mu dalam hitungan detik.


Tidak, tunggu. Jika aku menggunakan  seluruh ke kekuatanku dengan tubuh saat ini, bukankan beban pada tubuh akan terlalu besar?.


Mungkin aku harus melatih tubuh ini sedikit. supaya mampu menahan beban fisik karena penggunaan kekuatan yang berlebihan.


Aku tidak akan memikirkannya jika itu di dalam game, tapi saat ini aku ada di dunia nyata dan tubuh ini belum pernah terlatih.


Sebaiknya aku berhati-hati untuk menghindari kemungkinan ini.


Aku melihat sekeliling dan melihat seorang gadis kecil sekitar dua belas atau tiga belas tahun berlari sambil menangis ke arah ku. Dia menerkam ku seperti binatang buas yang kelaparan.


Ilma:"Syukurlah, syukurlah anda baik-baik saja. Saya sangat mengkhawatirkan anda Putri. Huuu.."


Dari ingatan Filia yang dulu, sepertinya gadis yang menangis ini adalah maid pribadinya, dan namanya adalah Ilma. Ilma adalah gadis yang baik dan selalu menjaga Filia yang naif.


Sekarang karena aku menjadi Filia aku akan menjagamu. Itu juga keinginan dari Filia yang dulu.


Aku menggosok punggungnya dengan lembut dan menghibur nya seperti anak kecil. Bagaimanapun di duniaku yang dulu, aku berusia enam belas tahun.


Filia:"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja".


Aku melepaskan diri dari pelukannya dan masuk ke dalam kereta untuk mengganti pakaian. Pakaian kurang cocok untuk identitas ku sebagai seorang putri Duke of Rosefield.


Bukan karena pakaiannya tidak bagus, justru aku menyukai pakaian dengan model ini, hanya saja orang-orang di dunia ini belum terbiasa dengan modelnya.


Jadi, mari kita cari gaun dengan model putri Eropa.


-------Akhir dari chapter ini---------