
Aku tidak menduga sama sekali bahwa yang di maksud sebagai 'Yang Mulia' adalah seorang gadis kecil yang cantik. Gadis itu memiliki pupil mata berwarna emas dengan aura biru yang sangat jelas di bawah langit merah.
Dia memakai pakaian yang sangat mewah berwarna putih dengan aksen berwarna hitam dan merah. Di setiap sudut kain terdapat sulaman berbentuk burung aneh dengan leher dan paruh yang panjang.
Dia berjalan perlahan di bawah naungan para malaikat bersayap emas dengan di iringi oleh musik yang mengalun merdu yang langsung mengetuk hati seseorang. Rambut peraknya yang panjang, memantulkan kilau berwarna-warni yang sangat indah, seakan semua warna di dunia ada pada satu orang.
Setiap langkah yang dia ambil, memancarkan aura bangsawan yang sangat lekat.
Saat gadis itu melangkah semakin dekat dengan kami, Kaisar maju dan langsung berlutut di tanah. Dengan di pimpin oleh kaisar, semua orang juga membentuk dua baris dan menyisakan jalan di tengah untuk di lewati oleh Yang Mulia, lalu langsung berlutut tanpa berani mengangkat kepala.
Jianlin:"Hormat kami pada kaisar yang baru."
"Aku menghargai sambutan mu."
Yang Mulia hanya membalas dengan kata-kata sederhana dan langsung melewati kami menuju ke ruang Takhta. Tidak ada yang berani berdiri sebelum seluruh rombongan Yang Mulia lewat dan menghilang ke dalam ruang takhta.
Jianlin:"Ayo pergi."
Mantan kaisar memimpinnya semua orang untuk berdiri dan pergi ke ruang Takhta untuk menemui Yang Mulia kaisar yang baru. Begitu sampai di runga takhta, aku melihat barisan Kesatria biru berkilau dan wanita bersayap itu yang membentuk dua baris yang sangat mengagumkan.
Yang Mulia duduk di singgasana tinggi dan memandang semua orang dengan tenang. Di sebelah Yang Mulia berdiri seorang wanita cantik yang mengenakan armor serba hitam dengan aksen ungu yang berkedip dengan cahaya redup.
"Semua berlutut...!"
Wanita berarmor hitam itu berkata dengan tenang. Semua orang, tanpa terkecuali langsung berlutut dan menundukkan kepala.
Filia:"Aku Filia Rosefield. Aku yakin kamu tidak puas denganku yang mengambil takhta mu. Tapi, inilah nasib bagi yang lemah."
Suasana menjadi hening dan sangat tertekan. Meskipun itu adalah suara seorang gadis yang lembut, tapi dalam kata-katanya ada tekanan yang sangat kuat dan menakutkan.
Jianlin:"T, tidak. Hamba sama sekali tidak berani memiliki ketidakpuasan."
Mantan kaisar berkata dengan suaranya yang bergetar.
Filia:"Meskipun kamu memiliki ketidakpuasan, apakah kamu bisa melakukan sesuatu?. Tapi, meskipun aku mengatakan demikian, aku tidak bermaksud untuk mengambil pemerintahan di negeri ini. Biarkan saja pemerintahan di negeri ini tetap berjalan apa adanya. Hanya saja, negeri ini akan menjadi bawahan dari Moon Palace."
Kata-kata itu sangat mengejutkan. Biasanya negara yang kalah dalam perang akan langsung di ambil alih oleh pemenang. Tapi ini. Pemerintahan benar-benar di biarkan apa adanya tanpa perubahan dan membiarkan negeri ini di jalankan seperti sebelumnya.
Meskipun negeri ini menjadi negara bawahan, tapi kaisar bisa memerintah dan tetap mengendalikan kerajaan ini. Dengan kata lain, saat kerajaan ini pulih, mungkin kaisar dapat melancarkan kudeta kembali. Apakah Yang Mulia begitu percaya diri pada kekuatannya?.
Tentu saja hal itu dapat di cegah dengan memberi banyak batasan dan monopoli sumber daya supaya kekuatan negara bawahan tidak membengkak dan akhirnya melawan negara atasan.
Filia:"Namun bagaimanapun juga, negara bawahan harus mengikuti syarat dan aturan dari negara atasan. Arkne..!"
"Saya, Yang Mulia."
Wanita berarmor hitam itu bangkit dari posisinya berlutut dan menghadap kami. Meskipun matanya tertutup, aku masih bisa merasakan sensasi pandangan yang merendahkan berasal darinya.
Arkne:"Syarat dan ketentuan dari Moon Palace sangat sederhana, yakni: 1. Moon Palace berhak atas seluruh tanah, wilayah, dan sumberdaya dari kekaisaran Xuan Ming, 2. Xuan Ming wajib untuk membayar pajak kepada Moon Palace dengan jumlah yang telah di tentukan, 3. Moon Palace berhak untuk mengganti setiap pejabat yang di anggap tidak bisa melakukan tugasnya, 4. Moon Palace berhak untuk mengubah dan menentukan peraturan dan undang-undang di Xuan Ming Empire, 5. Segala bentuk dekrit atas nama Yang Mulia Filia Rosefield adalah wajib untuk di jalankan tanpa penolakan. Selain kelima hal ini, kekaisaran Xuan Ming bisa berkembang seperti biasa."
Meskipun aku tidak tahu banyak tentang hal seperti ini, tapi aku telah menjadi pelayan Yang Mulia permaisuri untuk waktu yang lama, jadi aku masih bisa mengerti satu atau dua.
Meskipun aturan yang di katakan oleh Yang Mulia Arkne sangat membatasi kekaisaran, tapi Moon Palace sama sekali tidak membatasi jumlah kekuatan militer yang dapat di miliki oleh kekaisaran. Dengan kata lain, kekaisaran bisa mengembangkan kekuatan mereka sebesar mungkin. Bukankah ini adalah lubang?.
Filia:"Tidak ada penolakan. Sekarang, kalian bisa pergi dan hadir kembali saat pesta di esok hari."
"Mohon undur diri, Yang Mulia."
Semua orang berkata dengan serempak dan siap untuk pergi. Sebagai pelayan permaisuri, kami harus selalu berada di sampingnya. Jarak dari ruang takhta ke istana perak cukup jauh, setidaknya perlu beberapa saat untuk sampai.
Di sepanjang jalan, aku memperhatikan bahwa Yang Mulia permaisuri terus berjalan dengan wajah tenang dan senyum kecil yang terus tergantung di sudut mulutnya. Ada beberapa kali kaisar mencoba untuk berbicara dengan Yang Mulia permaisuri, tapi Yang Mulia hanya menjawabnya dengan jawaban yang umum dan santai, seakan tidak ada minat sedikitpun untuk berbicara dengan kaisar.
Kaisar juga memberikan ajakan berbicara dan minum teh untuk permaisuri, tapi permaisuri mengatakan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bersantai seperti itu. Apalagi, permaisuri mengatakan bahwa kondisinya sedang tidak terlalu baik dan harus kembali untuk beristirahat sesegera mungkin.
Namun karena aura Yang Mulia permaisuri yang lembut dan menyenangkan bagi orang-orang, nampaknya kaisar tidak mempermasalahkannya dan membiarkan permaisuri kembali ke istana untuk beristirahat.
Sampai di gerbang istana perak, nampak tidak ada perubahan dalam berbagai hal. Namun, begitu kami melewati gerbang dan datang ke bangunan utama, aku melihat bahwa ada enam kesatria berarmor biru yang menjaga pintu dengan senjata semacam tombak di tangan mereka.
Aku benar-benar bingung dengan apa yang terjadi. Ada perasaan takut dari lubuk hatiku saat melihat prajurit berarmor biru itu, terutama karena aku tahu bahwa prajurit berarmor biru itu adalah pasukan khusu yang menjaga Yang Mulia Filia.
Aku melihat wajah permaisuri yang tetap tenang dan memimpin kami untuk mendekati bangunan utama yang di jaga oleh prajurit itu. Saat kami mendekat, seorang prajurit berarmor biru melangkah dan berkata kepada permaisuri dengan suara yang lembut.
"Masuklah..."
Zhang Zilin:"Saya mengerti..."
Melihat interaksi prajurit dan permaisuri yang nampak seperti hal yang seharusnya terjadi benar-benar membuatku terperanga karena terkejut. Apakah para prajurit ini sudah menunggu permaisuri, dan permaisuri juga tahu bahwa akan ada orang yang menunggunya?.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi pikiranku beralih ke hal yang lain. Aku ingat bahwa baik itu wanita bersayap ataupun kesatria biru semuanya adalah wanita yang cantik. Bahkan apakah aku sudah melihat sosok laki-laki di antara mereka?. Seingat ku aku belum melihatnya. Jadi, apakah perempuan lebih mendominasi dari pada laki-laki di tempat itu?.
Ini mungkin. Atau tebakanku yang lain, apakah Yang Mulia Filia tidak menyukai laki-laki, atau bahkan dia mungkin membenci laki-laki.
Aku berhenti berfikir hal yang berbahaya seperti itu dan mengikuti Yang Mulia berjalan masuk ke dalam bangunan utama. Ruangan itu sangat luas dan cerah. Di tengah ruangan ada dua orang berjubah hitam yang berlutut menghadap ke dalam satu sisi ruangan. Saat aku mengikuti sudut pandang mereka, aku melihat Yang Mulia Filia duduk, bersandar di sebuah kursi kayu sederhana.
Permaisuri terus berjalan maju dan akhirnya berlutut di depan dua orang berjubah hitam itu. Wajah permaisuri tetap tenang, tapi ada sedikit cahaya yang bersemangat di matanya.
Zhang Zilin:"Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa bertemu secara pribadi dengan anda, Yang Mulia."
Filia:"Bangun!."
Semua orang yang berlutut langsung bangkit dan memandang gadis kecil yang duduk santai di salah satu sisi ruangan. Matanya menatap semua orang dengan sedikit senyum lembut yang menyegarkan.
Filia:"Aku sudah mendengar mu dari Tia. Awalnya aku ingin menyusupkan beberapa orang untuk mengendalikan kaisar, tapi sepertinya itu tidak perlu. Aku merasa bahwa akan lebih mudah untuk mu mengambil alih takhta kaisar atas namaku, tapi aku hanya memerlukan orang yang setia terhadapku."
Wajah permaisuri menunjukkan senyum yang sangat bersemangat dan bahagia. Nampaknya, permaisuri sudah menantikan hal ini sejak lama.
Zhang Zilin:"Saya... Saya bersumpah setia pada anda, Yang Mulia Filia Rosefield."
Ada senyum puas di wajah Yang Mulia Filia setelah mendengar apa yang di katakan oleh permaisuri. Kemudian, aku melihat bahwa ada api putih yang menyala di dahi permaisuri dan mengukir sebuah simbol melengkung berwarna perak di dahinya. (Bulan sabit.)
Zhang Zilin:"Saya tidak akan mengingkari sumpah saya kepada anda, Yang Mulia."
Filia:"Aku tahu bahwa dengan kamu yang akan mengambil alih takhta kaisar di bawah namaku, akan memiliki banyak kesulitan dan berlawanan. Tapi, aku sudah memberikan esensi darah Rubah Anggrek Hati Tier 3 padamu. Dengan menggabungkan darah itu, sekarang kamu telah mewarisi kekuatan dari binatang buas itu. Fox Orchid Heart tidak terlalu baik dalam pertarungan langsung, tapi dia memiliki kemampuan yang sangat kuat dalam serangan jiwa dan kontrol jiwa. Terutama, dia sangat pandai dalam manipulasi hati dan ilusi. Kemampuan itu akan sangat membantumu dalam tugas ini."
Zhang Zilin:"Saya sangat bersyukur atas karunia Anda, Yang Mulia. Saya pasti tidak akan mengecewakan anda."
Filia:"Itu bagus!. Benar, selama aku tinggal di sini, aku akan beristirahat di istana mu."
Zhang Zilin:"Saya sangat menyambut anda."
Filia:"Bagus, aku akan beristirahat sebentar."
Dengan kata-kata itu, Yang Mulia terbakar oleh api perak dan menghilang dalam ketiadaan. Dalam ruangan itu selain kami dan Permaisuri, masih ada dua orang berjubah dan seorang wanita dengan armor hitam pekat.
Arkne:"Yang Mulia mempercayaimu, jadi jangan sampai mengkhianati kepercayaannya. Aku tidak bisa memberi tahumu hukuman macam apa bagi pengkhianat, namun aku dapat memastikan bahwa kamu tidak akan pernah mau melihatnya."
Setelah itu, wanita itu juga menghilang bersama dengan asap hitam.
"Oh, aku adalah pengawal gelap mu. Namaku Tia. Jika kamu memerlukan sesuatu, cukup memanggil namaku."
Wanita berjubah hitam itu tersenyum dan memperkenalkan dirinya. Setelah perkenalan, dua orang berjubah itu juga ikut menghilang tanpa bekas.
Setelah melihat bahwa hanya kami dan Permaisuri yang tersisa di ruangan, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada permaisuri tentang apa yang terjadi.
Zhu Cai:"Y, Yang Mulia... Itu..."
Zhang Zilin:"Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan. Yah, aku mengetahui mereka."
Zhu Cai:"S, saya hanya ingin tahu, bagaimana anda bisa mengetahui mereka, Yang Mulia."
Dengan pertanyaan ku, permaisuri mengatakan semua yang terjadi. Lagi pula tidak ada yang perlu di sembunyikan dari kami bertiga.
Singkatnya, sebelum perang terjadi, ada seorang wanita berjubah hitam yang datang menemui permaisuri. Wanita itu mengatakan bahwa dia sudah mengawasi permaisuri, dia menawarkan bantuan kepada permaisuri untuk membantunya membalas dendam kepada kaisar.
Awalnya, wanita itu memberikan tugas supaya permaisuri dapat mengendalikan Harem istana dan menjaga keteraturan di Harem.
Aku jug tahu bahwa kekuatan di istana kekaisaran bukan hanya terdiri dari pejabat, tapi juga dari Harem istana yang setidaknya memegang 30-40% kekuatan kekaisaran dan opini masyarakat. Jadi mungkin Moon Palace berencana untuk mengendalikan seluruh kekaisaran dari dalam sambil menghindari kritik dan ketidakstabilan masyarakat.
Memang, daripada membuat seseorang mengendalikan kekaisaran dari balik layar, lebih baik mengganti kaisar dengan orang yang loyal, sekaligus dapat di terima oleh sebagian besar masyarakat. Dan jawabannya adalah permaisuri, yang memiliki dendam pada kekaisaran dan ambisi yang besar. Dengan mengontrol dan mendapatkan loyalitas dari permaisuri, maka rencana pengendalian itu akan sangat mudah di lakukan.
Setelah permaisuri berhasil mengendalikan Harem istana dan meredam kerusuhan Harem setelah perang, permaisuri akan di beri perintah lanjutan sebagai pengendali kekaisaran, atau singkatnya adalah kaisar baru.
Aku tidak menyangka bahwa yang di sebut sebagai Moon Palace sudah menjangkau bagian kekaisaran sejak lama. Perang itu hanyalah sebuah sandiwara untuk tujuan yang lebih besar. Aku tidak tahu apa tujuan mereka, tapi aku hanya merasa bahwa setelah ini pasti akan ada gerakan lain.
(Filia).
Istana Perak...
Sepertinya tinggal di kamar permaisuri itu tidak buruk juga. Kamar ini cukup luas dan memiliki tempat tidur yang nyaman. Selain itu, ada dupa harum yang di bakar. Meskipun itu hanya dupa biasa, tapi itu memiliki aroma yang harum.
Hampir di seluruh kamar ini di dominasi oleh warna merah yang mencolok, sangat berbeda dengan kamarku yang biasanya di dominasi oleh warna putih.
Aku duduk di tempat tidur dan melihat peta holografik di depanku. Di peta itu di gambar berbagai garis pemisah dan wilayah setiap negara yang telah di selidiki sejauh ini.
Arkne:"Yang Mulia, sepertinya anda sangat percaya pada permaisuri itu?."
Aku mengangkat kepalaku dan melihat Arkne yang bertanya padaku.
Filia:"Dia memiliki hati yang di penuhi dendam dan putus asa karena dendamnya itu. Kondisi seperti itu adalah saat paling rapuh baginya karena tidak memiliki dukungan. Kitalah yang akan memberikan dukungan untuknya dan dia akan memberikan kesetiaan pada kita."
Saat kamu sedang rapuh dan merasa di tinggalkan, jika ada orang yang tiba-tiba memberikan dukungan kuat untuk, maka secara tidak langsung kamu akan mempercayai orang itu dan menganggapnya sebagai penolong. Dengan hati permaisuri Zhang Zilin, dia akan mempersembahkan kesetiaannya padaku, asalkan ku bisa mendukung dendam dan ambisinya. Dan hal yang paling mudah aku lakukan, adalah memberinya dukungan untuk ambisinya. Dengan kata lain, aku bis mendapatkan lengan baru (Bawahan) tanpa biaya.
Arkne:"Saya mengerti. Pikiran yang rapuh, adalah pikiran yang paling mudah untuk di manipulasi."
Itu kata-kata yang kasar untuk di gunakan, tapi sepertinya itu juga kata-kata yang tepat. Meskipun aku lebih suka menyambutnya imbal balik. Kami memberikan dukungan saat dia dalam kondisi paling putus asa, dan kami memintanya untuk setia di bawah tangan kami dan melakukan tugas yang aku inginkan. Bukankah itu seimbang?.
Arkne:"Lalu Yang Mulia, apakah kita akan segera menjalankan rencana berikutnya?."
Sambil berbicara dengan Arkne, aku menyentuh salah satu titik di peta dan memberi tanda pin merah di atasnya, dan menjawab pertanyaan Arkne.
Filia:"Apakah kamu tahu permainan catur?."
Arkne:"Ya, Yang Mulia."
Filia:"Catur adalah permainan yang di mainkan oleh dua orang dengan menggerakkan bidak secara bergantian. Saat ini, kita baru saja menjalankan pion, jadi mari kita tunggu lawan menggerakkan pion mereka, dan setelah itu kita bisa bergerak kembali."
Kenapa aku tidak langsung menyerang semua kekuatan dengan kekuatan yang lebih besar dan lebih memilih melakukan beberapa konspirasi?. Itu mudah, tidak peduli seberapa kuat kekuatan kita, kita hanya akan terbalik di selokan jika kita bergerak dengan ceroboh.
Aku lebih suka melakukan sesuatu secara perlahan dengan kekuatan seminimal mungkin dan hasil semaksimal mungkin.
Beri contoh dalam permainan catur. Ratu adalah bidak terkuat yang dapat bergerak ke segala arah di area papan catur, tapi untuk mendapatkan kemenangan dalam permainan catur, kita tidak bisa hanya berharap pada ratu. Kita perlu memajukan pion dan bisk lainnya. Kita juga perlu menggerakkan ratu dengan hati-hati, karena pion kecil pun, dapat menelan ratu jika kita bergerak ke kotak yang salah.
Itulah yang ingin aku lakukan. Aku tidak bisa hanya selalu berharap pada kekuatan kasar untuk mendapatkan sesuatu. Aku perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk meraih kemenangan yang paling sedikit kerugian. Aku tidak mau mengambil resiko yang akan membahayakan orang-orang ku sendiri. Jadi, aku harus menggerakkan pion sebelum budak besar.
Dengan kata lain, aku perlu banyak pion sebagai pembuka permainan di awal.
Namun dalam menggunakan pion, aku juga haru berhati-hati. Karena, jika sekali pion maju, dia tidak akan bisa mundur atau berbelok tanpa memangsa bidak yang lain...
Lalu saat waktunya tepat, promosikan pion itu menjadi ratu...!
(Akhir dari chapter ini.)
Aku tidak tahu apakah chapter ini cukup baik atau membingungkan, tapi aku hanya bisa menulis seperti ini dengan kemampuanku. Jadi, selamat menikmati.
Setiap kesalahan dalam pengetikan, saran, atau pertanyaan bisa langsung di laporkan ke author melalui kolom komentar. Pasti akan di tanggapi segera.