
Pilar cahaya itu tidak menghilang dan tetap terpancar ke langit. Pangeran memandang cahaya itu cukup lama hingga langit benar-benar menjadi gelap.
"Ayo segera pergi dari sini. Aku merasakan sesuatu yang buruk."
"Ya, pangeran!"
Semua orang menjawab dengan serentak. Mereka memacu tunggangan mereka dan pergi dari tempat itu menuju ke ibu kota, tempat yang bagi mereka adalah tempat yang aman.
Beberapa jam setelah mereka pergi, sebuah benda perak melayang di tempat mereka awalnya berada. Benda melayang itu berhenti sesaat dan kemudian dengan sebuah kilatan, benda itu menghilang seperti tidak pernah ada di sana.
.....
Perjalanan dari hutan monster ke ibu kota akan memakan waktu sekitar tujuh hari dengan kecepatan penuh. Jarak yang sangat jauh dan melelahkan. Banyak bahaya yang bisa di jumpai di jalan. Tapi mungkin karena cahaya itu, beberapa monster yang biasanya muncul, mereka tidak terlihat saat ini dan entah pergi kemana.
Pangeran dan para pengawalnya segera memacu tunggangan mereka supaya segera tiba di ibu kota.
"Pangeran..!"
Di tengah perjalanan, tiba-tiba pangeran bertemu dengan sekelompok prajurit beranggotakan sekitar lima puluh orang yang menunggang kuda dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan asap debu di belakangnya. Sekelompok prajurit itu di pimpin oleh seorang jenderal yang memiliki tubuh kuat dan tegap.
"Apa yang terjadi?."
Pangeran itu bingung saat melihat pasukan yang memacu kuda ke arahnya. Tidak ada berita bahwa perbatasan sedang di serang, jadi tidak perlu untuk mengirim pasukan cadangan. Terlebih lagi, seorang jenderal utama harus secara pribadi di kirim. Sebenarnya apa yang terjadi?.
"Syukurlah anda sudah kembali, pangeran. Saya di perintahkan oleh Yang Mulia kaisar untuk mencari anda segera karena beliau tahu bahwa anda akan kembali dari Russi kingdom hari ini."
Jenderal itu turun dari kuda kemudian berlutut sebelum menjawab pertanyaan dari pangeran.
"Kenapa, Yang Mulia begitu khawatir?."
"Yang Mulia kaisar tahu bahwa anda akan melewati hutan monster. Awalnya Yang Mulia kaisar tidak terlalu khawatir, tapi tiba-tiba ada kejadian aneh, jadi kaisar sangat khawatir dan segera memerintahkan pasukan untuk segera menjemput anda."
Kejadian aneh yang di maksud oleh jenderal itu mungkin adalah pilar cahaya yang tiba-tiba muncul dari arah hutan monster. Itu memang sangat aneh dan mencurigakan. Terutama aura berbahaya yang terpancar dari cahaya itu, wajar jika ayahanda khawatir
"Hmmm.... Sekarang tidak perlu khawatir. Aku ingin segera kembali ke ibu kota. Ayo pergi."
"Baik, Pangeran."
Mereka segera kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar empat hari kemudian, mereka tiba di ibu kota yang di kelilingi oleh tembok tinggi.
Dia langsung pergi ke pusat kota menuju ke arah istana kekaisaran. Dia ingin segera bertemu dengan kaisar supaya kaisar tidak lagi khawatir. Dia bertanya pada seorang pengawal kaisar yang sedang menjaga pintu tempat tinggal kaisar.
"Aku ingin bertemu dengan ayahanda."
"Lapor pangeran. Kejadian aneh di hutan monster itu membuat kaisar dan leluhur khawatir, jadi mereka sedang mengadakan pertemuan di ruang takhta."
"Aku mengerti, aku akan segera ke sana."
"Bik pangeran."
Pangeran langsung pergi ke ruang takhta, tempat dimana semua orang berkumpul. Wajar jika banyak orang yang gelisah karena kemunculan dari pilar cahaya itu secara tiba-tiba dari arah hutan monster. Bagaimanapun, manusia tidak bisa mengalahkan hutan monster, jika terjadi sesuatu dengan hutan monster dan merugikan umat manusia, maka itu adalah sebuah bencana.
Terutama, Linchen Empire yang berbatasan langsung dengan hutan monster. Yang pasti, jika ada masalah pada hutan monster, Linchen Empire pasti akan menjadi negara pertama yang terkena imbasnya.
"Pangeran!" 2x
Saat pangeran mendekat ruang takhta, dia di sambut oleh dua orang prajurit yang menjaga ruang takhta.
"Bisakah aku masuk?."
"Tolong tunggu, pangeran."
Seorang prajurit segera masuk ke dalam ruang takhta untuk memberikan laporan. Meskipun dia adalah seorang pangeran, tapi etiket harus tetap di utamakan, terutama bahwa di dalam ruang takhta juga terdapat banyak sesepuh yang harus selalu di hormati, bahkan untuk kaisar sendiri.
Beberapa saat kemudian, prajurit yang melapor itu kembali dan dengan hormat menjawab pangeran, memberi tahunya bahwa pangeran telah di izinkan untuk masuk.
Selain kaisar yang duduk di kursi takhta tertinggi, di bawah juga ada banyak orang yang ikut menghadiri pertemuan ini. Ada tiga orang yang duduk di kursi bawah dengan posisi yang paling dekat dengan kaisar, bahkan lebih dekat daripada putra mahkota. Dua di antara ketiga orang itu adalah pria tua yang terlihat berusia lima puluh tahun atau lebih, namun semangat mereka masih sangat baik. Tubuh mereka sehat dan bugar. Satu orang memiliki badan tinggi besar, garis ototnya masih bisa di lihat dari jubah panjang yang dia kenakan. Sementara pria tua yang satu memiliki tubuh yang kurus, tapi juga sangat energik.
Dari ketiga orang yang duduk di kursi kehormatan itu, salah satunya adalah seorang wanita cantik berambut panjang yang terlihat seperti baru berusia sekitar dua puluh tahun dengan wajah yang putih dan bersih. Ekspresinya sangat tenang sambil menyesap teh yang di sediakan di atas meja.
Wanita itu hanya memakai pakaian putih dan emas, dengan perhiasan seadanya sebagai pelengkap. Meskipun terlihat sederhana dan tidak banyak gemerlap, tidak ada yang berani memandang rendah wanita itu karena dia adalah nenek dari kaisar saat ini, yang berarti bahwa dia adalah buyut dari sang pangeran. Usianya saat ini mungkin sudah lebih dari tiga ratus tahun.
Dua pria tua yang ada di sebelahnya juga tidak jauh lebih muda darinya. Setidaknya yang termuda di antara mereka bertiga berusia sekitar dua ratus tahun. Sementara yang tertua adalah pria dengan tubuh berotot yang saat ini usianya sudah hampir empat ratus tahun dan juga merupakan suami dari wanita itu. Mereka bertiga adalah pejuang terkuat yang menjaga seluruh kerajaan dari ancaman luar.
"Kaisar, kakek buyut, nenek buyut..."
"Lusian, kamu sudah kembali!."
Lusian:"Iya ayah."
"Syukurlah kamu baik-baik saja."
Wanita yang di panggil sebagai nenek buyut itu segera berdiri dan menghampiri Lusian yang berlutut di lantai. Dia membantu Lusian berdiri.
Nama wanita itu adalah Eleina Enclair, mantan ratu dari Linchen Empire. Jika Filia ada di sini, dia akan tahu bahwa Eleina merupakan petarung Tier satu level 81 yang cukup kuat untuk ukuran penduduk lokal di masa ini. Tentu saja karena ini hanya ruang independen tanah rahasia tingkat dua, maka kekuatan dari Eleina bisa di katakan salah satu yang kuat dan bisa masuk dalam jajaran orang-orang kuat di dunia ini.
Eleina:"Lusian, apa yang kamu temui saat melewati hutan itu?."
Eleina bertanya dengan penasaran. Informasi ini adalah informasi yang paling di butuhkan oleh kekaisaran saat ini. Dengan informasi ini, mungkin mereka akan tahu apa penyebab dari keanehan itu, dengan begitu kekaisaran bisa menyiapkan tindakan yang tepat untuk menanggapinya.
Mendengar pertanyaan itu, Lusian hanya menggelengkan kepalanya dan menceritakan apa yang terjadi saat dia berhenti di hutan untuk berburu.
"Cahaya itu tidak dari hutan monster?."
Lelaki tua berotot itu berdiri dan bertanya dengan penasaran.
Lusian:"Saya tidak tahu pasti, tapi saya rasa cahaya itu berasal dari tempat yang sangat jauh, lebih jauh dari posisi hutan monster."
"Lebih jauh dari hutan monster?."
Kaisar sedikit merenung setelah mendengar perkataan itu. Seperti memikirkan sesuatu, kemudian dia mengangkat kepalanya dan melihat ke lelaki tua berotot itu.
"Kakek, apakah menurutmu pilar cahaya itu berasal dari Padang rumput?."
Kaisar bertanya pada pria berotot itu. Meskipun dia tinggi besar, pria berotot itu memiliki wajah yang ramah dan penuh semangat. Mendengar pertanyaan dari kaisar, dia merenung sebentar dan sedikit mengangguk.
"Aku rasa, itu mungkin saja. Tapi kita tidak bisa memastikannya. Untuk mencapai Padang rumput, kita setidaknya harus melewati hutan monster. Dan perlu waktu setengah bulan untuk bisa melewati seluruh hutan monster dan mencapai pinggiran Padang rumput."
Eleina:"Jadi bagaimana, apakah kita tetap mengirim tim eksplorasi?"
"Kirim, tentu saja kirim."
Eleina:"Lowen, jangan lupa bahwa kamu dan Himmel hampir mati di Padang rumput itu."
Eleina menjawab dengan sangat kesal atas jawaban tanpa pikir panjang suaminya. Dimasa lalu, Lowen adalah orang yang sangat bersemangat dan penasaran. Saat dia baru saja mencapai tingkat Mystical Knight, dia begitu tak terkendali dan menyeret adiknya, Himmel untuk langsung pergi ke hutan belantara. Himmel adalah salah satu dari tiga orang yang duduk di kursi kehormatan saat ini.
Dia memang bisa melewati hutan belantara, tapi saat tiba di Padang rumput, dia hampir mati setelah bertemu seekor monster beruang. Dia dan saudaranya memang berhasil melarikan diri entah bagaimana, tapi mereka mengalami luka parah dan hampir lumpuh selamanya.
Mengingat hal itu, Eleina masih kesal dengan kecerobohan suaminya. Dia hanya melakukan apapun yang dia inginkan tanpa berfikir panjang. Dia mengira bahwa dia akan sadar setelah menjadi lebih tua dan juga bisa mendapatkan pelajaran dari pengalaman. Siapa yang sangka bahwa saat ini dia masih ingin masuk kedalam hutan dengan begitu semangat.
Lowen:"Hey... Itu di masa lalu."
Eleina:"Apakah sekarang berbeda, apakah kamu yakin bisa mengalahkan monster beruang itu?!."
Melihat Eleina yang akan semakin marah, Lowen tidak menjawab lagi dan hanya menyesap tehnya. Dia mengalihkan pandangannya seakan dia tidak terlibat dengannya.
Eleina:"Oke, bagus, sangat bagus. Sekarang kamu berani mengabaikan ku."
Eleina duduk dengan kesal dan tidak berbicara lagi. Bangsawan dan pejabat negara yang melihat hal ini mereka hanya bisa tersenyum pahit tanpa bisa melakukan apapun. Pejuang terkuat di kekaisaran, siapa yang bisa menghentikan mereka?!.
"Ehem.... Jadi kita harus membatalkan rencana ekplorasi?."
Kaisar merenungkan kembali rencananya. bagaimanapun, rencana itu terlalu berbahaya. Jika sampai kekaisaran kehilangan salah satu pejuang terkuatnya, maka stabilitas nasional bisa terganggu. Dan serigala bermata putih dari federasi Ugra pasti akan menunjukkan taringnya pada kekaisaran.
"Tidak ayah. Menurut saya, kita tidak akan bisa menghentikan rencana itu."
Seorang pemuda berambut hitam yang beberapa tahun lebih tua dari pangeran berdiri dan mengatakan pendapatnya. Dia adalah putra tertua sekaligus putra mahkota yang sah dari kekaisaran.
"Aku rasa kamu benar."
Kaisar juga menyadari apa yang dia maksud. Melihat fenomena itu, pasti bukan hanya Linchen Empire yang merasakan krisis, tapi negara lain juga pasti merasakannya. Mereka pasti akan segera mengusulkan pembentukan tim eksplorasi dari berbagai negara untuk mengurangi kerugian mereka. Dengan kata lain, tim eksplorasi dari Linchen harus tetap di bentuk. Jika tidak, maka negara lain akan mewaspadai dan bahkan mengucilkan Linchen Empire yang akan sangat merugikan bagi negara.
"Ayahanda, biarkan saya ikut dalam ekspedisi ini."
"Apa!!!.... Apa kamu gila...!!"
Mendengar usulan dari putra mahkota, raja langsung berdiri dan berteriak memaki. Bagaimana mungkin seorang putra mahkota pergi ke tempat yang berbahaya seperti itu. Bukan hanya raja, tapi juga ketiga tetua itu menunjukkan ekspresi tidak setuju di wajahnya.
Lusian:"Kakak, apa yang kakak bicarakan?!. Bagiamana mungkin kakak mengambil resiko seperti itu?."
"Adik, sepertinya kamu salah sangka. Jika tidak ada anggota keluarga Kerajaan yang ikut berpartisipasi, maka kita akan di pandang rendah oleh negara lain. Aku yakin dalam ekplorasi ini bahwa negara lain juga akan mengikutsertakan anggota keluarga Kerajaan mereka."
Lusian:"Tapi kak..."
"Tidak apa. Ini hanya ekplorasi. Dengan adanya kakek buyut, aku akan tetap aman. Setidaknya tidak ada masalah untuk melarikan diri."
Lusian:"Tidak. Jika memang keluarga Kerajaan harus ikut serta, maka biarkan aku yang pergi."
"Kamu, tidak. Aku tidak mengizinkannya."
Putra mahkota itu tidak akan menyetujui hal berbahaya itu untuk adiknya. Kelurga Kerajaan ini memang langka. Jika biasanya mereka ingin berebut takhta, maka kakak beradik ini tidak. Mereka lebih suka saling mendukung dan membantu demi masa depan negeri ini daripada bersaing tak berguna.
Lusian:"Kakak, sebagai seorang pejuang, aku lebih kuat darimu. Tapi jika sebagai pemimpin, aku tertinggal jauh darimu. Jadi, jika memang keluarga Kerajaan harus berpartisipasi, maka hanya aku yang lebih cocok. Mungkin kakak perempuan Liez bisa, tapi saat ini kakak perempuan berada di Sky Sword Academy dan tidak bisa pulang."
"Tapi kamu adalah orang berbakat yang di terima oleh Sky Domination Academy. Bagaimana bisa kita kehilangan bakat sepertimu?."
Lusian tidak memperhatikan kakaknya lagi dan berlutut menghadap kaisar.
Lusian:"Ayah, tolong izinkan saya untuk berpartisipasi dalam ekplorasi ini."
"Apakah kamu yakin?."
Lusian:"Ya ayah, saya yakin."
"Kalau begitu, jaga dirimu."
"Ayah... Bagaimana_"
"Ini sudah di putuskan."
Kaisar juga tidak mau melakukan ini. Tapi seperti yang di katakan Lusian, dia memang yang paling tepat untuk mewakili anggota keluarga Kerajaan saat ini. Kakak perempuannya, Liez, sedang tidak ada, jadi hanya dia pilihan saat ini. Sang kaisar juga tidak berdaya.
Setelah pertemuan panjang, akhirnya tim ekplorasi telah di putuskan. Lowen dan Eleina akan pergi dan memimpin tim ekplorasi. Sementara Himmel akan tetap berada di istana untuk menjaga kekaisaran.
Seperti yang di duga, keesokan harinya kekaisaran menerima surat dari kerajaan lain untuk membentuk tim ekplorasi. Seluruh tim ekplorasi akan berkumpul di kota perbatasan antara Linchen Empire dan hutan monster beberapa hari kemudian. Setelah tiga hari, pangeran Lusian dan rombongannya segera berangkat menggunakan kuda tercepat yang bisa di dapatkan.
Perjalanan dari ibu kota dan kota perbatasan akan memakan waktu sekitar lima hari, jadi mereka segera berangkat sebelum tim ekplorasi dari negara lain menunggu terlalu lama.
Tiba di kota perbatasan, banyak kesatria dan tokoh-tokoh kuat dari berbagai negara yang berkumpul di tempat ini. Selain dari berbagai kerajaan, semua pejuang kuat dari berbagai akademi juga ikut berpartisipasi.
Tidak banyak yang bisa diucapkan oleh orang-orang ini. Setelah saling menyapa secara singkat, mereka mulai mengatur pasukan mereka sendiri. Meskipun banyak kekuatan yang saling berkonflik, tapi dalam kondisi saat ini mereka harus terus mempertahankan sikap pura-pura sopan mereka satu sama lain.
Melihat orang-orang dari Sky Sword Academy, Lusian segera pergi untuk menghampiri mereka, berharap untuk tidak melihat saudara perempuannya. Tapi harapan itu pupus. Dia melihat seorang gadis bertubuh tinggi dengan rambut pirang yang sedang berdiri dengan menggunakan armor besi di dekat sebuah kereta.
Melihat itu, Lusian segera menghampirinya. Dia sedikit khawatir dengan eksplorasi ini. Dia tidak mau kakak perempuannya dalam bahaya. Sebelum dia mendekat, dia melihat kakak perempuannya memberikan hormat kepada seorang pria muda berambut coklat yang memiliki senyum ramah di wajahnya. Pria itu tidak lebih tua dari kakak perempuannya, tapi dia sudah mencapai General Knight di usia muda yang sangat mengagumkan.
Melihat pria itu, Lusian sangat akrab. Dia adalah senior dari Sky Domination Academy, yang merupakan induk akademik Sky Sword.
Pria itu juga melihat Lusian, dia segera melambaikan tangannya. Saat Liez melihat Lusian, dia terkejut dan ada sentuhan khawatir di matanya. Meskipun mereka lahir dari ibu yang berbeda, tapi hubungan mereka sangat baik. Kedua ibu mereka juga memiliki hubungan yang sangat baik.
Ini memang hal langka, tapi beredar kabar bahwa kedua ibu mereka memiliki hubungan yang aneh.
Lusian segera pergi menghampiri mereka berdua.
Liez:"Adik, kenapa kamu..."
Lusian:"Kakak, kenapa kamu..."
Mereka berdua berkata serempak. Mereka ingin saling menanyakan kenapa pihak lain ada di sini. Tapi sebelum mereka banyak bicara, tiba-tiba sebuah suara datang menganggu mereka.
"Oh, kecantikan Liez. Lama tidak bertemu..."
Mendengar suara ini, suasana hati Liez menjadi sangat mendung. Dia membenci pemilik suara ini dan berharap tidak akan pernah menemuinya.
Sungguh sial...
(Akhir dari chapter ini.)
Aku hanya bisa mengetik sampai sini. Ponselku masih bermasalah dan sering restart sendiri yang sangat menyulitkan ku untuk mengetik. Jadi aku minta maaf karena akhir-akhir ini menjadi jarang update...
Tingkat kekuatan di ruang independen dari yang terendah:
Beginner. (1-10)
Fighter. (11-20)
Warrior.b(21-30)
Knight. (31-40)
General Knight. (41-50)
King Knight. (51-60)
Emperor Knight. (61-70)
Great Knight. (71-80)
Holy Knights. (81-90)
Mystical Knight. (91-100)
Enlightened Soul. (101-110)
Transformation. (111-120)
Bishop. (121-130)
Cardinal. (131-140)
Pope. (141-150)
Blessed. (151-160)
Sky explorer. (161-170)
Sky Fighter. (171-180)
Angel. (181-190)
Archangel. (191-200)
God of War. (Tier 1).
Belum ada manusia di ruang independen yang mencapai Tier lebih dari satu, jadi belum ada nama untuk itu. Manusia di tempat ini, paling tinggi adalah Tier satu level 90, atau mereka menyebutnya sebagai God of War tingkat sembilan.