Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 68: Putri Kesatria



(sudut pandang Aneria)


aku Aneria Klaus, aku adalah seorang putri pertama dari Dragonis Kingdom. meskipun aku adalah seorang putri, tapi aku kurang menyukai perilaku sebagai seorang putri yang terkekang oleh banyak aturan. sejujurnya aku lebih menyukai berpedang, menurutku orang yang memegang pedang untuk melindungi rakyatnya adalah orang yang berjasa sesungguhnya daripada menjadi keluarga kerajaan. bukannya aku tidak puas dengan kehidupanku saat ini, tapi aku juga ingin menjalankan kehidupanku sendiri tanpa kekangan sebagai keluarga kerajaan.


kerena itu aku memilih untuk memasuki divisi kesatria. jika seorang keluarga kerajaan ingin menjadi kesatria, maka dia akan di lepas dari jabatannya sebagai keluarga kerajaan. begitulah peraturan di negeri ini, lagi pula jika menjadi seorang kesatria harus siap kehilangan nyawa kapan saja, itulah sebabnya mereka harus melepaskan diri dari kelurga kerajaan.


meskipun begitu, saat aku menjadi kesatria, para tetua masih menginginkanku untuk menjadi keluarga kerajaan. meskipun aku tahu tujuan mereka, aku tetap tidak bisa mengambil suara dalam hal ini. tujuan kelurga kerajaan adalah untuk memperkuat pengaruh mereka terhadap rakyat saat sedang dalam masa perang. jika ada keluarga kerajaan yang memimpin kesatria untuk melindungi mereka, tentunya kepercayaan rakyat akan meningkat, dan pihak kerajaan dapat memanipulasi opini publik dengan mudah sekaligus menghalangi opini luar yang dapat merugikan kelurga kerajaan.


meskipun licik, tapi aku tidak akan menolak rencana seperti itu, aku berpura-pura tidak mengetahui hal semacam itu. rencana licik itu mungkin justru adalah rencana yang dapat melindungi rakyat sipil. alasannya mudah, jika opini luar yang menyebabkan ketidakpuasan rakyat terhadap kerajaan terjadi, hal tersebut dapat membuat kerusuhan dan yang terburuk adalah pemberontakan. jika pemberontakan terjadi, maka korban dari pihak kerajaan dan rakyat sipil tidak bisa di hindari. ini adalah cara terbaik saat ini.


aku merenung sambil melihat taman istana dari jendela. meskipun aku seorang kesatria, tapi saat ini aku harus mengenakan pakaian seorang putri yang berat dan membuatku sesak. aku melihat langit merah di kejauhan dan membayangkan sebuah kebebasan.


"putri, yang mulia sedang menunggu"


seorang maid datang dan berkata di belakangku. meskipun biasanya kesatria di pandang rendah oleh para bangsawan, tapi di hati rakyat biasa, seperti pelayan ini, kesatria adalah seorang yang terhormat.


Aneria:"baik, aku akan segera ke sana"


aku berbalik dan pergi, maid itu juga mengikuti di belakangku. saat sedang melewati sebuah koridor, aku melihat banyak kesatria yang terburu-buru dan sepertinya sedang sibuk. untuk sesaat aku cukup bingung dalam keadaan ini. apakah Astium union menyerang lagi?, tapi kenapa aku belum mendapatkan pemberitahuan soal ini?.


Aneria:"apakah ada sesuatu yang terjadi?"


aku bertanya pada pelayan yang sejak tadi berjalan di belakangku. meskipun pelayan, mereka bahkan lebih sering mendapatkan informasi tentang kesatria daripada kalangan atas. bahkan aku sering mendapatkan banyak informasi dari mereka. biasanya mereka mendapatkan informasi seperti itu saat mereka melayani petinggi militer dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka.


"sejauh yang saya tahu, ini berkaitan dengan kota gerbang iblis, tapi saya tidak mengetahui detailnya"


kota gerbang iblis adalah kota yang terletak di perbatasan antara Dragonis Kingdom dan wilayah hutan kuno terlarang. di kabarkan bahwa di hutan kuno itu terdapat makhluk yang memiliki kekuatan tidak terkira. bahkan satu diantara mereka dapat menjungkirbalikkan kerajaan. bahkan pernah tercatat monster tipe bencana pernah menghancurkan setengah dari negara ini, sementara kerajaan sebelah berubah menjadi tanah pembantaian. bahkan dalam catatan kuno, seluruh peradaban kuno pernah di musnahkan. dalam catatan kuno juga terdapat berbagai literatur tentang keberadaan para dewa yang sekarang telah pergi meninggalkan dunia ini.


setelah mendengar informasi dari pelayan itu, aku segera mempercepat langkahku menuju ke tempat pertemuan. hari ini tiba-tiba di adakan pertemuan mendadak yang biasanya tidak dilakukan kecuali keadaan darurat terjadi. sebenarnya aku ingin hadir dengan pakaian kesatria, tapi aku mendapatkan perintah untuk menghadiri pertemuan itu dalam identitas sebagai seorang putri kerajaan. kurasa ini adalah penegasan keluarga kerajaan di mata kesatria untuk memperoleh kepercayaan dari mereka.


setelah tiba dan memasuki ruangan, disana terdapat petinggi militer dan juga para bangsawan. ayahku, sang raja duduk di takhta dengan perdana menteri berdiri di sampingnya. aku segera duduk di tempat yang tersedia.


"karena semuanya sudah berkumpul, jadi lebih baik kita segera memulai pertemuan saat ini"


perdana menteri Martias mengucapkan kata itu dengan lantang. segera, seluruh ruangan menjadi sunyi. seorang pemuda yang mengenakan pakaian bagus dan topi bulat melangkah maju dan mulai berbicara.


"baru-baru ini kami dari divisi intelijen, kami telah menerima laporan terakhir dari penguasa kota gerbang iblis tentang serangan monster"


"bukankah itu hal yang biasa terjadi?"


seorang bangsawan botak mengutarakan pendapatnya. memang kota gerbang iblis adalah tempat yang paling rawan mengalami serangan monster. bisa di katakan, kota gerbang iblis adalah benteng pertama untuk melindungi wilayah kerajaan dari serangan monster dari hutan kuno.


"itu memang benar, tapi kali ini kondisinya berbeda. semua pasukan yang ada di kota itu tidak dapat bertahan sama sekali. saya memiliki rekaman sihirnya disini".


perwakilan dari divisi intelijen itu mengeluarkan sebuah disk hitam dengan berbagai huruf kuno yang tidak di kenal di atasnya. perangkat itu merupakan penemuan penting dari reruntuhan peradaban kuno. meskipun itu hanyalah duplikat yang tidak sempurna, tapi itu masih bisa di gunakan sebagai alat pengirim dan penerima pesan. para penyihir di seluruh kerajaan sudah berusaha untuk menciptakan item itu, tapi sejauh ini, mereka hanya dapat menciptakan tidak lebih dari selusin duplikat setengah jadi seperti yang di bawa orang itu.


perwakilan divisi intelijen itu meletakkan disk di atas meja dan memasukkan mana ke dalamnya, semua huruf kuno itu menyala dengan cahaya kuning lalu menyampaikan pesan.


"saya penguasa kota dari kota gerbang iblis, kami membutuhkan bantuan segera. seluruh pasukan hampir di musnahkan oleh monster. perkiraan kekuatan monster adalah kelas bencana. kami_ ah... aaaa.... 'krek' (retak)"


suara panik dan ketakutan keluar dari disk itu. pesan itu di akhiri dengan teriakan ketakutan dan suara hancur. itu menandakan bahwa disk komunikasi milik penguasa kota itu telah hancur. mendengar pesan itu, seluruh ruangan menjadi sunyi senyap...


kelas bencana, kelas yang sama seperti yang hampir meluluhlantahkan kerajaan dan negara di sekitarnya. aku memperhatikan bahwa ekspresi semua orang menjadi serius dan memiliki keringat dingin di dahi mereka.


"kita harus segera meminta bantuan dari negara lain dan mengalahkan monster itu. jika terus di biarkan, bukan hanya negara kita yang akan hancur, tapi juga berbagai negara di sekitar. saya yakin mereka akan mengirimkan bala bantuan"


seorang pria yang mungkin berusia tiga puluh tahun atau lebih, berdiri dan berkata dengan lantang. beberapa petinggi militer menggelengkan kepala saat mendengar saran dari lelaki itu.


"memang mungkin bahwa mereka akan mengirim bantuan, tapi apakah kamu yakin bahwa mereka tidak akan menghunuskan pedang ke arah punggung kita!?"


"itu benar, apakah kamu tidak menyadari ketegangan dan persaingan setiap negara saat ini!?"


diskusi berlanjut dan berbagai macam saran terus terlontarkan, tapi kami masih belum menemukan cara yang baik untuk mengatasi masalah ini. apapun saran yang di ajukan, semuanya memiliki kekurangan sendiri.


"semuanya tenang. bagaimana putriku, apakah kamu memiliki sebuah ide?"


raja menghentikan perdebatan dan bertanya tentang pendapatku. sejujurnya aku juga tidak bisa menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini. apapun solusinya yang aku pikirkan, aku merasa bahwa semua solusinya tidak tepat.


Aneria:"mungkin sebaiknya kita mengirimkan pasukan penyelidik bersekala kecil terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya"


"tapi itu sangat beresiko. jika memang itu adalah monster kelas bencana, itu dapat memusnahkan seluruh pasukan dengan cepat"


seorang petinggi militer langsung menolak gagasan yang aku berikan. tentu saja aku tidak menyalahkannya, karena apa yang dia katakan itu sepenuhnya benar.


Aneria:"saya mengerti yang anda maksud, Marshal Luik, tapi kita harus melakukannya. jika pasukan yang kita kirim itu di musnahkan, pasukan dari negara lain akan menyadari seberapa bahayanya masalah ini. saya yakin mereka akan mengirimkan pasukan untuk membantu menghilangkan ancaman itu".


Luik:"jadi maksud anda, kita mengirimkan pasukan sebagai pengorbanan?"


Luik:"saya mengerti"


Aneria:"ya, meskipun kita memang akan mengorbankan kesatria, tapi kerugian kita akan di minimalisir. kerugian ini bukan sesuatu yang dapat di bandingkan jika monster itu mulai bergerak dan menghancurkan negara ini. lagipula, saya sendiri yang akan memimpin pasukan itu"


"APA..!!!"


suara terkejut menggema di seluruh ruangan. keputusanku mendapatkan banyak penolakan dari berbagai pihak, tapi aku tidak mungkin berdiam diri saat kerajaan sedang dalam krisis. aku terus mencoba menyakinkan semua orang tentang keputusan yang aku ambil. hingga setelah perdebatan yang panjang, mereka menyetujui keputusanku.


Raja:"baiklah jika itu keputusan mu. segera persiapkan segala yang kamu butuhkan".


Aneria:"baik saya mengerti"


aku segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan. masalah seperti ini tidak bisa di tunda lagi, aku harus cepat mempersiapkan semuanya. aku segera mengganti pakaianku menjadi baju zirah kesatria dan pergi ke lapangan pelatihan. di sana sudah berbaris ribuan kesatria dari divisi pertama, divisi yang aku pimpin. aku maju dan berdiri di atas platform tinggi yang di sediakan.


Aneria:"kali ini aku akan menyampaikan sesuatu kepada kalian. kita mendapatkan misi untuk menjadi pasukan pelopor. kita akan menghadapi monster kelas bencana"


"apa!?"


"bukankah itu bunuh diri!"


banyak seruan kebingungan dari kesatria yang ada di bawahku. ya, ini adalah misi bunuh diri, jadi aku tidak akan marah pada pendapat mereka.


Aneria:"ya, kalian benar. ini adalah misi bunuh diri, jadi aku tidak akan memaksa bagi mereka yang tidak mau mengikutiku ke Medan perang. meskipun ini adalah misi bunuh diri, tapi kita akan berkorban demi melindungi masa depan negara ini, kita akan menjadi daun yang gugur dan menjadi pupuk bagi daun selanjutnya. pengorbanan kita kali ini, adalah pengorbanan untuk seluruh negara, tidak, seluruh dunia. jadi, siapa yang bersedia mengikutiku, kalian bisa tetap berdiri di lapangan setelah lima menit, sementara mereka yang tidak ingin mengikutiku, mereka dapat meninggalkan tempat ini"


selesai mengatakan itu, aku turun dari platform dan pergi meninggalkan tempat itu. saat aku pergi dan melewati sebuah koridor, aku melihat ayah yang berdiri di dekat jendela sambil memandang langit di kejauhan.


"apakah kamu yakin dengan keputusanmu?"


Aneria:"iya Yang Mulia, saya sudah sepenuhnya yakin"


setelah aku menjawab itu, suasana menjadi hening. kemudian aku mendengar ayah menghembuskan nafas berat. perlahan ayah berbalik dan berjalan ke arahku. tiba-tiba ayah memberikan pelukan yang tidak pernah aku harapkan.


"maafkan ayah karena tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu. aku yakin ini mustahil, tapi tolong kembalilah dengan selamat"


Aneria:"Y, Yang Mulia?"


"kali ini aku adalah ayahmu, jangan memanggilku yang mulia!"


Aneria:"A, Ayah"


aku merasa hidungku menjadi masam. aku sepeti ingin menangis, tapi aku menahan air mata yang akan jatuh.


Aneria:"maaf ayah, tapi sepertinya ini tidak mungkin"


ayah melepaskan pelukannya dan menatapku sambil tersenyum, tapi senyumnya mengandung kesedihan dan pencelaan untuk diri sendiri.


"ya, aku tahu. maafkan ayah"


ayah segera berbalik dan meninggalkanku sendirian di lorong itu. aku memperhatikan punggung ayah yang semakin menjauh dari hadapanku. aku mendongak ke atas untuk mencegah air mata tumpah membasahi pipi. sebentar lagi aku harus bertemu kesatriaku, bagaimana mungkin aku bisa menangis seperti gadis kecil.


setelah menenangkan semua perasaanku yang kacau, aku kembali ke tempat pelatihan. di lapangan besar itu masih di padati oleh prajurit, aku melihat bahwa semua kesatria masih berdiri di barisan mereka tanpa ada yang pergi.


Aneria:"apa yang kalian lakukan!?, aku tidak memaksa kalian untuk ikut, kalian bisa meninggalkan tempat ini jika kalian tidak berpartisipasi"


"kami semua bersedia untuk mengikuti sang 'putri kesatria' untuk pergi ke medan perang"


teriakan serempak datang dari para kesatria dan membuat tanah seperti bergemuruh. aku tidak menyangka bahwa mereka akan mengikutiku dalam misi bunuh diri ini. aku sangat tersentuh oleh hal ini.


Aneria:"terima kasih atas ketersediaan kalian. aku sangat menghargai keberanian yang telah kalian tunjukkan, tapi... aku hanya bisa membawa beberapa orang saja, karena kita akan pergi menggunakan satu kapal perang"


akhirnya karena semuanya ingin ikut, aku hanya bisa memilih beberapa untuk pergi. lagipula tempat di kapal perang terbatas, setidaknya aku hanya bisa membawa 60-100 orang.


setelah semua persiapan dan personil telah di pilih. kami semua segera menuju ke landasan penerbangan. disana sudah di sediakan kapal sebuah kapal perang terbaru. tanpa basa-basi lagi, aku segera memimpin mereka untuk menaiki kapal perang. perjalanan dari sini menuju ke kota gerbang iblis memerlukan waktu dua cahaya kuning, jadi aku tidak mau membuang lebih banyak waktu.


setelah semuanya beres, kapal udara langsung melayang ke udara. aku melihat ke bawah, tepatnya ke sebuah jendela. disana aku bisa melihat bayangan ayah dan ibu yang sedang menangis.


selamat tinggal...


(akhir dari chapter ini).


kemarin tidak bisa update. maafkan aku, aku tidak memiliki motifasi kemarin, jadi baru update hari ini.


semoga kalian suka. ok, see you next time:)