
(sudut pandang Aneria)
kecelakaan, benar-benar kecelakaan. karena seorang tetua menolak dan bahkan memiliki rencana jahat untuk nona Filia, tidak. kurasa sekarang aku harus memanggilnya Yang Mulia Filia. komunikasi kami yang di ketahui oleh komandan Arkne membawa masalah besar bagi kami. hingga kami dibawa keruang takhta dan menghadapi eksekusi. masih sangat beruntung di saat terakhir masih ada yang menghentikan hal itu kalau tidak, maka kami semua akan mati ditempat ini.
meskipun kali ini kami selamat, tapi kami dijadikan sebagai tawanan sampai Yang Mulia Filia terbangun dari tidurnya. aku juga tidak menduga bahwa hal ini akan terjadi. dengan melihat kekuatan yang telah mereka tunjukkan, bahkan seluruh kerajaan pasti tidak akan mampu melawan salah satunya. sejak awal aku memang tidak berniat mengkhianati Yang Mulia Filia, tapi karena Duke Orsten mengatakan hal itu, dan komunikasi kami di ketahui, hal itu menimbulkan masalah dan bahkan bencana untuk negara.
sangat sulit untuk menyakinkan Duke Orsten karena dia berniat menggunakan reruntuhan itu untuk meningkatkan kekuatan dan pengaruh politiknya.
kami diseret oleh beberapa kesatria berarmor emas ke dalam sebuah sangkar besi besar di bagian dalam kapal. mereka melepaskan semua armor dan melucuti semua persenjataan kami.
Aneria:"maaf, ini semua salahku karena membuat perjanjian seenaknya tanpa memperkirakan ketamakan dari para bangsawan itu. aku sudah menyeret kalian kedalam hal seperti ini"
Lusi:"ini semua bukan salah anda, Putri. tolong jangan salahkan diri anda sendiri"
Aneria:"meskipun begitu, dengan kekuatan mereka, aku tidak yakin bahwa akan cukup hanya dengan mengeksekusi kita. jika aku menjadi penguasa yang memiliki kekuatan seperti ini, aku akan menghancurkan kerajaan dari orang yang mengingkari perjanjian"
Lusi:"tapi bukan anda yang melanggar perjanjian, anda sudah berusaha untuk menyakinkan para tetua itu"
Aneria:"apakah menurutmu mereka juga akan berfikir seperti itu!?"
aku hanya bisa tersenyum ironis karena hal ini. mereka memiliki kekuatan, teknologi, dan sumberdaya yang jauh melampaui kami. mereka memiliki kekuatan absolut yang tidak dapat di tentang. mungkinkah keberadaan seperti itu akan mendengarkan penjelasan dari yang memiliki kedudukan lebih rendah Dimata mereka!?. omong kosong.
Lusi:"tapi.."
Aneria:"tidak apa. kita hanya harus melihat apa yang akan terjadi. jika memang yang terburuk terjadi,. maka terjadilah"
aku hanya duduk dan memikirkan bagaimana aku bisa menyakinkan Yang Mulia Filia saat nanti dia telah terbangun. bukan hanya aku, tapi semua kesatriaku juga terlihat murung. satu-satunya impian kami saat menjadi kesatria adalah untuk melindungi seluruh negeri ini, tapi sekarang kami bahkan tidak mampu melakukan apapun. hanya harapan kosong yang tidak berarti.
.....
Selama beberapa waktu ini, akan selalu ada kesatria yang menghantarkan makanan untuk kami. meskipun tawanan, tapi perlakuan mereka cukup baik. sangat berbeda dari yang aku tahu. ini membuktikan bahwa mereka memiliki sumber daya yang cukup bahkan untuk menunjang para tawanan dengan hidangan yang layak.
tiba-tiba aku merasakan suasana yang membuat seluruh tubuhku merasa tidak nyaman. perasaan ini sulit di jelaskan, tapi aku bisa merasakannya dengan jelas dan aneh.
Lusi:"mana mulai mengamuk"
aku mendengar kata-kata Lusi dan sedikit mengerti. aku memang tidak terlalu peka akan mana, tapi Lusi yang juga mampu menggunakan sihir, dia mampu merasakan mana.
Aneria:"apa yang terjadi?"
Lusi:"saya tidak tahu. saya belum pernah merasakan kejadian seperti ini, tapi saya pernah melihat mana mengamuk dan akhirnya meledak"
Aneria:"apa maksudmu adalah pelatihan kejam dari Astium Union?"
Lusi:"benar, tapi ini jauh lebih besar daripada saat itu. ini agak mirip saat Yang Mulia Filia mengeluarkan sabit itu, bahkan lebih intens"
pelatihan yang dilakukan oleh Astium union adalah pelatihan yang sangat kejam dan berdarah. ratusan anak-anak yang telah dibesarkan sebagai agen akan dilepaskan di tengah hutan setelah beberapa tahun pelatihan. mereka harus bertahan hidup dan saling membunuh di dalam hutan itu. pelatihan itu akan berlangsung enam bulan, siapapun yang dapat bertahan selama itu dan keluar hidup-hidup, mereka adalah agen yang akan langsung di tugaskan dalam berbagai misi.
anak-anak yang melewati pelatihan dan kekejaman itu akan mengalami gangguan mental yang sangat serius. sebab itulah Union akan menghapus ingatan tidak penting mereka menggunakan sihir dengan konsentrasi tinggi dan menjadikan anak-anak itu sebagai mesin pembunuh yang sempurna. kelemahan dari metode ini adalah, kontitusi. konstitusi anak-anak umumnya sangat lemah, jadi mereka akan mengalami amukan mana yang menyebabkan kematian dan membuat tubuh mereka meledak menjadi gumpalan daging. setidaknya anak-anak yang mampu selamat dari seluruh rangkaian proses mengerikan itu tidak lebih dari sepuluh persen dari semua peserta pelatihan.
perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh amukan mana itu bertahan selam beberapa saat lalu menghilang. entah perasaanku atau apa, tapi aku samar-samar mendengar makhluk yang meraung dengan keras.
"kapten, apakah anda merasakannya?"
para kesatria itu terlihat bingung dan salah satu dari mereka mengajukan pertanyaan itu kepadaku. nampaknya bukan hanya aku yang merasakannya,. jika memang seperti itu, itu berarti bahwa ini bukanlah perasaanku semata.
Aneria:"iya"
hanya beberapa saat setelah hening, mungkin selama waktu mendidihkan air, dua orang kesatria emas dengan senjata lengkap masuk dan membuka kunci sangkar besi menggunakan sihir.
"kalian ikut dengan kami. kami akan menghadapkan kalian kepada Yang Mulia"
apakah Yang Mulia Filia sudah sadar?. aku langsung memimpin kesatria milikku untuk pergi mengikuti seorang kesatria emas yang sedang memimpin jalan sementara satunya lagi sedang mengawasi dari belakang kami. karena ruang penahanan dan dek kapal berjarak lumayan jauh dengan jalan yang berliku-liku, kami baru sampai setelah beberapa saat berjalan.
saat kami sampai di dek kapal, pemandangan yang menyambut kami adalah horor. kami tiba di sebuah ruangan yang sangat-sangat luas. berbagai jenis kapal perang yang canggih berada dalam ruangan ini. jika semua kapal-kapal ini memiliki daya tembak yang sama dengan kapal ini, maka bahkan menaklukan seluruh benua Helior bukanlah sekedar hayalan. bahkan yang lebih mengejutkan adalah sebuah kapal yang jauh lebih besar. meskipun kapal itu terlihat sangat indah dan bermartabat, tapi kapal udara itu bisa di sebut sebagai monster sesungguhnya yang berada di udara.
ukurannya sangat-sangat besar. sekarang aku menyadari musuh seperti apa yang telah dibuat oleh kerajaan ku. ini adalah musuh yang tidak mungkin bisa dilawan. sangat mustahil...
banyak makhluk-makhluk yang belum pernah aku lihat membentuk barisan dan menyisakan jalan ditengah. aku bisa melihat bahwa mereka memiliki kebahagiaan yang besar di wajah mereka, tapi setelah melihat kami, mata sinis dan nampak jijik itu, tidak. itu bukan mata yang memandang dengan jijik, tapi itu adalah mata yang penuh dengan permusuhan.
aku tentu saja tahu bahwa pelaku kejahatan akan selalu mendapatkan tatapan menghina atau mencemooh, terlebih lagi jika yang mereka singgung adalah pemimpin mereka, tapi aku belum pernah melihat mata yang penuh kebencian sampai seperti ini. itu membuktikan betapa tingginya Yang Mulia Filia di hati mereka.
tidak ada banyak waktu untuk mengagumi semua ini. segera, wanita yang mengaku sebagai komandan kesatria Phoenix itu membawa kami untuk menuju ke istana.
karena mengikutinya, kami mengetahui perasaan asing yang kami rasakan. itu semua berasal dari tempat ini. tempat ini sangat berbeda dari yang aku ketahui. langit berwarna biru cerah dan daun-daun hijau serta berbagai macam bunga dengan warna yang berbeda di seluruh tempat. jalan yang halus serta bangunan-bangunan tinggi menjulang menggapai langit. jika diperhatikan dengan seksama, dinding bangunan-bangunan itu terbuat dari material asing dan kaca yang merupakan barang mahal.
kami menunggu di sebuah tempat kecil dengan pintu dan dinding-dinding yang terbuat dari kaca transparan yang tebal dan kuat. dari kualitas yang di tampilkan oleh kaca ini, ini merupakan sebuah karya seni dengan nilai jual yang sangat tinggi. kekutan ekonomi dari tempat ini benar-benar mengerikan.
kami dibawa langsung ke istana menggunakan sebuah kendaraan yang sangat aneh. kendaraan itu tidak di tarik oleh kuda ataupun keledai dan mampu bergerak sangat cepat menuju ke sebuah istana raksasa berwarna putih dan indah. setelah aku tiba di istana dan melihatnya, aku tidak bisa menahan diri untuk terkejut. ukuran istana ini selayaknya gunung yang sangat besar. dinding yang mengelilinginya terbuat dari batu putih yang berkilau seperti permata. aku tidak tahu bahan apa yang mereka gunakan, tapi dari yang terlihat, ini merupakan bahan-bahan yang bisa dijadikan perhiasan mahal di dunia luar. seberapa kaya negeri ini?. hatiku bergetar hanya dengan memikirkannya.
hanya di depan gerbang, komandan Arkne memimpin kami untuk memasuki sebuah gerbang aneh yang menakutkan. meskipun aku agak takut, tapi aku hanya masuk dan mengikuti komandan Arkne. pemandangan selanjutnya yang menyambut kami adalah sebuah lorong panjang yang sangat luas dan besar dengan hiasan yang indah. di sepanjang lorong terdapat lampu gantung kristal yang memancarkan kilau indah.
di ujung lorong terdapat sebuah pintu raksasa yang beroperasi dengan tenaga magis. aku tahu karena aku melihat kesatria wanita yang menjaga pintu itu seperti menggunakan sihir untuk membukanya.
kami mengikuti komandan Arkne memasuki ruangan. ruangan itu sangat-sangat besar. didalamnya terdapat jendela-jendela besar yang di penuhi oleh kaca patri dengan berbagai macam motif yang indah, tapi meskipun begitu, kaca-kaca patri itu sama sekali tidak mengganggu pencahayaan di dalam ruangan.
ruangan ini masih cerah dengan cahaya putih dan terlihat indah. ada sebuah karpet yang panjang sekitar dua puluh meter yang mengarah ke singgasana raja. di sisi kanan dan kiri berjajar puluhan kesatria wanita dengan wajah yang cantik berarmor perak dengan tombak di tangan mereka. mereka mengenakan jubah perak bersulam emas membentuk pola yang rumit. melihat lebih jauh, ada sebuah kursi singgasana emas yang indah dan tinggi yang terletak di platform tinggi dengan tangga berlapis karpet merah bersulam emas.
di kursi singgasana duduk seorang gadis kecil dengan penampilan yang menawan dan bermartabat. cantik, cantik sekali. dia seperti seorang Dewi yang menduduki singgasana raja..
gaun itu asing, tapi memancarkan semacam keagungan dan keanggunan seorang penguasa. rambut platinum dengan kilau tujuh warna seperti pelangi, bercahaya seperti mimpi dan pemandangan fiksi. senyumnya seakan melembutkan dunia. dia memancarkan semacam aura yang mendominasi dan bijaksana. pemegang keadilan yang tak terbantahkan.
Arkne:"hormat kami, Yang Mulia...!!"
(akhir dari chapter ini)
selanjutnya: "menyerah atau pertumpahan darah". see you next time...;)
pengumuman: kondisiku sangat tidak baik saat ini. aku minta maaf karena mungkin tidak bisa update. jika besok aku merasa lebih baik, aku akan update lagi. maafkan aku 🤒😞