
Aku menyadari bahwa kecelakaan "Filia" yang sebelumnya bukanlah kecelakaan. Itu adalah kesengajaan dari pihak tertentu yang memang ingin menyingkirkan "Filia". Lalu, siapa pihak yang paling di untungkan?.
Jawabannya adalah kekaisaran. Dari orang yang membawa serbuk penggila Monster itu, sampai banyak hal yang terjadi di sekitarku hampir semuanya berhubungan dengan kekaisaran. Aku sudah lama menyadari ini, tapi aku tidak terlalu memikirkannya sebelumnya.
Kekaisaran bermusuhan dengan kerajaan dan selalu ingin menjatuhkan kerajaan. Kedua negara itu adalah musuh hidup dan mati. Sebelumnya mereka bisa terus bersaing dengan sangat tenang karena ibu melepaskan statusnya sebagai seorang Putri dari Holy Kingdom.
Namun entah bagaimana, kekaisaran mengetahui bahwa Holy Kingdom tidak memiliki pewaris sehingga ibu harus kembali mengklaim posisinya sebagai Putri sehingga aku bisa mewarisi takhta Holy Kingdom.
Setelah mendapatkan berita itu, kekaisaran merasa terancam. Akan seberapa kuat kerajaan jika mereka mendapatkan bantuan dari Holy Kingdom?!.
Karena itu, kekaisaran harus mencoba segala cara untuk menghancurkan hubungan itu. Dan cara yang paling mudah adalah untuk membunuhku.
Namun, mereka menganggap rencana itu gagal karena aku tidak mati. Jadi setelah itu, mereka masih berusaha melakukan gerakan-gerakan kecil seperti mengirimkan pangeran itu untuk melamar ku, sehingga kekuatan kerajaan dan kekaisaran kembali diseimbangkan.
Saat pangeran itu melamarku, aku bisa melihat ketidak antusiasmenya padaku. Itu bukan karena dia tidak menyukaiku, tapi dia tidak menyukai cara ayahnya melakukan sesuatu. Dia seperti pangeran yang cerdas dan memiliki keadilan di hatinya. Sebenarnya pangeran itu sedikit menarik.
Cara itu juga gagal. Jadi kekaisaran memutuskan untuk perang sebelum aku secara resmi memasuki keluarga kerajaan Holy Kingdom. Tapi karena musim dingin sudah sangat dekat, itu hanya perang kecil. Itulah kenapa saat mata-mata yang di kirim ibu pergi ke perbatasan kekaisaran, mereka bertemu dengan banyak prajurit kekaisaran yang menjaga di perbatasan.
Aku akan sangat yakin bahwa begitu musim dingin berakhir, kekaisaran akan segera melakukan serangan penuh terhadap kerajaan. Bukan hanya khawatir, aku yakin bahwa kekaisaran takut bahwa rencana pembunuhan mereka terhadapku akan terbongkar, jadi mereka harus menyerang kerajaan terlebih dahulu yang setidaknya bisa mengalihkan perhatian kerajaan.
Jika sampai ketahuan bahwa mereka berusaha membunuhku, dengan perlindungan ras elf terhadap keturunannya, Holy Kingdom pasti akan segera melancarkan perang ke kekaisaran di daratan ini.
Tentu saja jika bisa mereka lebih ingin menyelesaikan hal ini dengan cara yang lebih halus dan tenang. Karena itu, mereka memberikan perintah kepada House of Margreve untuk mengajukan pernikahan kepadaku. Lagi pula dari segi kekuatan politik dan ekonomi, House of Margreve memiliki peluang yang besar.
Jika mereka berhasil, maka kekaisaran dapat menyingkirkanku dengan mudah karena aku masuk ke dalam sangkar yang mereka buat. Dan tidak akan ada yang mencurigai kekaisaran selama mereka melakukannya dengan bersih. Jikapun ada kecurigaan, semua kecurigaan itu akan mengarah ke House of Margreve dan menjadikan mereka sebagai kambing hitam bagi kekaisaran.
Benar-benar licik... Aku menyukai orang seperti itu. Setidaknya di masa depan tidak akan terlalu membosankan. Tapi perilaku mereka yang telah membunuh "Filia" benar-benar membuatku marah. Aku sangat ingin menghancurkan mereka.
Rovell:"Ayah akan bicara dengan Raja."
Ayah berdiri dengan marah. Kelima jarinya menggenggam erat hingga kuku-kuku jari itu membuat bekas yang dalam di telapak tangannya.
Filia:"Ayah, tenanglah."
Rovell:"Tapi_"
Harnas:"Rovell, tenang dulu."
Mendengar kata-kata ibu, ayah menghirup nafas panjang dan duduk dengan suasana hati yang sangat buruk. Meskipun suara ibu sangat tenang, tapi tidak ada orang di ruangan ini yang tidak menyadari kemarahannya. Semakin tenang ibu, maka akan semakin marah dia. Itu sudah sangat terkenal.
Harnas:"Sayang, apa yang ingin kamu lakukan dengan mereka?."
Filia:"Ibu tidak perlu terlalu khawatir. Tidak akan menyenangkan jika mereka di hancurkan dengan mudah. Aku yakin bahwa nenek juga sudah menyadari hal ini. Kita tunggu saja apa yang ingin di lakukan olehnya."
Mendengar itu, ayah dan ibu menjadi sedikit lebih tenang, tapi kemarahan mereka belum sepenuhnya mereda.
Filia:"Untuk saat ini, kita berperilaku saja seperti tidak ada yang terjadi. Jika kita membuat kekaisaran sadar bahwa kita mengetahui rencana mereka, maka kekaisaran akan benar-benar meluncurkan serangan skala penuh di musim semi."
Bagaimanapun, perang hanya akan merugikan kedua belah pihak. Kekaisaran hanya ingin menguji apakah kerajaan, khususnya House of Rosefield mengetahui apa yang telah mereka lakukan. Jika kerajaan mengetahuinya, maka kekaisaran tidak akan ragu untuk menyerang sebelum mereka menderita balas dendam dari kerajaan.
Jika kerajaan tidak mengetahui rencana mereka, maka kekaisaran hanya kan melakukan beberapa gerakan kecil di perbatasan supaya mengganggu fokus kerajaan untuk menyelidiki kecelakaan "Filia". Selain itu, paling-paling mereka hanya bisa menggerakkan beberapa jari untuk berusaha melakukan sesuatu terhadapku.
Rovell:"Ayah tidak menyangka bahwa kamu bisa menebak sebanyak itu hanya dengan mengetahui hubungan antara beberapa kekuatan."
Suisen:"Hari ini saya belajar sangat banyak hal dari anda, Putri. Sangat menakjubkan melihat anda bisa melihat banyak gerakan kekaisaran dan menghubungkan semuanya.".
Filia:"Suatu kehormatan bagi saya untuk menerima pujian dari anda, Baroness Suisen."
Rovell:"Huh... Andai saja kamu mewarisi keluarga Rosefield, ayah akan merasa tenang."
Ayah menghela nafas dan menyentuh kepalaku.
Harnas:"Humph... Anakmu dengan Arsh yang akan mewarisi keluarga Rosefield, sementara Filia, dia akan memimpin Holy Kingdom."
Ayah terlihat malu saat mendengar apa yang di katakan ibu. Tiba-tiba aku teringat sesuatu...
Filia:"Oh benar. Jika ayah menikah lagi, lalu bagaimana aku harus memanggil?."
Harnas:"Tentu saja kamu akan memanggilku Mama, sementara Arsh kamu bisa memanggilnya Ibu."
Aku mengangguk dan merasa bahwa itu baik-baik saja. Jika aku tetap memanggil keduanya dengan sebutan ibu, mungkin akan ada kebingungan. Meskipun aku merasa bahwa memanggil Mama akan terdengar seperti anak kecil, tapi itu akan baik-baik saja.
Tiba-tiba aku merasakan seseorang memasuki kamarku dari jendela. Saat aku memfokuskan kekuatan mentalku, aku tahu bahwa itu adalah Ilma yang baru saja kembali dari misinya.
Filia:Ilma, siapkan semua yang perlu aku bawa ke akademi."
Aku mengirim pesan ke Ilma yang berada di kamarku. Karena aku sering melakukan ini, jadi Ilma tidak terkejut saat aku mengirim pesan kepadanya melalui koneksi spiritual.
Tidak ada orang lain yang tahu bahwa aku berbicara pada Ilma. Semua orang berbicara dengan bahagia seperti tidak ada yang terjadi.
Tak lama kemudian, Ilma turun dari lantai dua dan menghampiriku. Tidak ada yang aneh dengan Ilma selain tangan kanannya yang di bungkus menggunakan perban putih. Ada sedikit bercak darah di perban itu yang menandakan bahwa luka itu masih baru atau lukanya terbuka saat memanjat jendela.
Harnas:"Ilma, ada apa dengan tangan mu?."
Ilma:"Saya hanya kurang berhati-hati."
Ibu tidak bertanya terlalu banyak. Tidak jarang pelayan akan melukai diri mereka sendiri saat melakukan tugas. Apalagi pelayan muda seperti Ilma yang dalam pelatihan militer di keluarga Rosefield.
Seperti yang di ketahui, bahwa setiap pelayan keluarga Rosefield harus memiliki kemampuan bertarung tertentu. Jadi wajar bagi Ilma untuk terluka karena beberapa hal. Hal itu juga sangat baik bagiku karena dengan begitu, maka tidak ada kecurigaan saat Ilma terluka karena menjalankan Quest dari Embrio.
Ilma:"Putri, semuanya sudah di siapkan."
Filia:"Hmm... Kalau begitu, kita bisa segera berangkat."
Rovell:"Berangkat?."
Filia:"Ayah, aku berencana untuk kembali ke akademi hari ini."
Rovell:"Apa!. Tidak bisakah kamu tinggal di rumah selama musim dingin ini?."
Aku menjelaskan kepada ayah bahwa aku tidak bisa tinggal terlalu lama di rumah. Terutama saat komite siswa terus di tingkatkan untuk menyesuaikan dengan keadaan akademi. Aku harus selalu ada di sana untuk mengawasi dan memberikan arahan kepada yang lain.
Saat aku pergi, biasanya Ibu yang akan mengurus komite siswa dan menggantikan ku. Saat ini tugas ibu pasti sangat banyak terutama penyambutan siswa baru di musim semi dan masalah akademi lainnya.
Aku tidak mau menambahkan beban untuk ibu, jadi aku berencana untuk kembali ke akademi.
Harnas:"Kalau begitu, biarkan aku yang mengantarmu."
Filia:"Tapi Bu.. Maksudku Ma. Apakah itu tidak apa-apa?."
Filia:"Oke kalau begitu."
Rovell:"Aku, aku juga akan pergi."
Harnas:"Tidak. kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu di istana. Aku yakin kamu lari dari tugas dan melimpahkan semuanya pada bawahanmu."
Mama menolak ayah tanpa belas kasihan. Mama segera berdiri dan memegang tanganku, membawaku ke kereta yang ada diluar. Kereta yang akan aku gunakan adalah kereta Moon Palace yang sama seperti yang pernah aku pakai.
Sama seperti pangeran dan yang lainnya, Mama juga sangat kagum saat pergi dengan kereta kuda.
Di dalam kereta, Ilma duduk bersama kusir sementara aku duduk di dalam bersama Mama. Sejujurnya aku agak kurang terbiasa saat memanggilnya Mama.
Tidak banyak yang kami bicarakan di dalam kereta. Hanya beberapa percakapan ringan seperti apakah aku sudah menyiapkan baju yang cukup dan yang lainnya. Mama meletakkan kepalaku di pangkuannya sambil terus mengelus rambutku. Matanya berkeliaran melihat sekeliling melalui Diding kereta yang berubah menjadi transparan.
Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya aku bisa melihat akademi. Aku bangun dari pangkuan ibu dan duduk di sebelahnya.
Di gerbang akademi, aku bisa melihat banyak siswa. Dari usia mereka, aku dapat menebak bahwa mereka adalah siswa tahun ke tiga tingkat tinggi yang baru kembali setelah pelatihan di luar.
Inilah salah satu alasan aku datang ke akademi hari ini. Ibu berencana untuk membuat komite siswa bisa mengontrol seluruh akademi dan terdiri dari perwakilan siswa dari semua kelas.
Karena aku yang memimpin dan. aku baru berada di tahun pertama kelas rendah, jadi akan ada banyak senior yang tidak bisa menerima keadaan ini. Jadi ibu menyuruhku untuk kembali ke akademi dan menyakinkan mereka.
Saat aku memperhatikan mereka, aku melihat bahwa yang terkuat di antara mereka adalah seorang anak laki-laki dan perempuan yang level mereka sedikit mirip, yakni level enam puluh dan enam puluh tujuh, Zero.
Dengan kekuatan seperti itu, bahkan Ilma bisa mengalahkan mereka dengan sedikit usaha. Aku tidak yakin bahwa aku harus bertarung dengan mereka, tapi kemungkinan itu cukup besar.
Kereta terbang langsung melewati mereka dan masuk ke dalam melalui atas tembok tanpa halangan sedikitpun. Bukan karena Barrier akademi tidak aktif, tapi pasif dari Stardust Pegasus sendiri dapat menembus Magic Barrier di depan mereka yang memiliki level sama atau lebih rendah. Itulah kenapa pegasus ini langka dan. sangat mahal. Selain untuk transportasi, pegasus seperti ini bisa di gunakan untuk melarikan diri dari pengejaran musuh.
Mata dari para siswa kelas tinggi itu menatap keretaku dengan mata terkejut dan kagum. Kereta mendarat di halaman akademi dengan di saksikan oleh banyak siswa. Banyak siswa perempuan yang menatap dengan mata yang penuh cinta. Bahkan fluktuasi mental mereka juga menjadi sangat bersemangat.
Para siswa yang sudah masuk ke halaman akademi mulai berkumpul dan berdiskusi sambil melihat kereta pegasus yang aku naiki.
Harnas:"Sepertinya kamu sangat suka menjadi pusat perhatian."
Mama mengelus kepalaku ambil tersenyum. Sebenarnya bukan begitu, hanya saja aku ingin sampai lebih cepat dan lebih mudah. Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum tidak berdaya.
Ilma turun dan membukakan pintu untukku. Aku dan Mama tidak terlalu memperhatikan anak-anak itu dan langsung masuk ke dalam akademi untuk bertemu dengan ibu.
Mama tidak mempedulikan dua kesatria yang menjaga pintu kantor kepala sekolah dan langsung mengetuk pintu.
Tok.. tok.. tok..!
"Masuk."
Mendengar tanggapan dari dalam, Mama langsung mendorong pintu terbuka dan masuk. Seperti yang aku duga, ibu sedang sibuk dengan banyak kertas di atas mejanya.
Harnas:"Sepertinya kamu sangat sibuk."
Ibu mendongak dan memandang kami. Dia melepas kacamatanya.
Arsh:"Nana, selamat datang kalian berdua."
Ibu berdiri untuk menyambut kami. Dia melambaikan tangannya untuk memberi isyarat kepada pelayan di sekitarnya supaya pelayan itu segera menyiapkan beberapa makanan kecil dan teh.
Arsh:"Jadi, ada apa ini. Kenapa kamu juga ikut datang?."
Harnas:"Tidak ada. Aku hanya mengantarkan Filia."
Mereka berdua adalah teman lama dan sangat akrab. Ibu mengangguk dengan jawaban Mama.
Arsh:"Filia, kamu bisa mengambil tumpukan kertas ketiga dari kanan."
Aku melihat tumpukan kertas yang di maksud ibu. Yang aku lihat adalah tumpukan kertas setinggi satu meter yang sudah pasti sangat banyak.
Filia:"Apa ini?."
Arsh:"Itu adalah berbagai macam surat dan ide dari semua siswa di akademi untuk Komite siswa. Karena kamu sudah datang, jadi kamu bisa mengurusnya sendiri."
Ini benar-benar keterlaluan. Adakah undang-undang yang bisa melindungi anak kecil sepertiku?. Aku baru sembilan tahun dan di berikan pekerjaan seberat ini. Aku merasa bahwa hati orang-orang di dunia ini sudah hilang.
Seperti melihat ketidakbahagiaan ku, ibu tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan membantuku jika aku mengalami kesulitan. Ini sedikit lebih baik. Aku segera pergi ke meja kerja ibu untuk melihat tugas-tugas yang ada.
Kertas pertama adalah usul dari seorang siswa bangsawan yang ingin supaya komite siswa hanya berisi bangsawan. Sekilas, aku sudah merasa jijik. Tolak.
Surat ke dua. Tolak..
Surat ke tiga. Tolak.
Surat ketiga berisi usulan supaya ada tempat pertukaran khusus bagi siswa. Yah, setujui dan bisa di bahas di pertemuan berikutnya.
.....
Aku melihat semua beberapa ratus surat. Dengan kekuatan mentalku, aku bisa membaca semuanya hanya dengan sekilas. Dari sekian banyak surat, hanya beberapa yang masuk akal dan bisa di terima atau di bahas di pertemuan mendatang.
Aku tidak memperhatikan ibu dan Mama yang sedang berbicara di meja tamu untuk fokus pada tugasku. Lagi pula pembicaraan orang dewasa tidak ada hubungannya denganku.
Saat itulah aku melihat surat terakhir. Surat ini di tulis oleh siswa kelas atas dan di setujui oleh seluruh siswa kelas atas dan menengah. Surat ini bukanlah surat usulan atau beberapa pendapat, tapi sebuah surat tantangan untuk membuktikan kelayakan ku.
Akademi ini adalah akademi terbaik kerajaan yang berisi banyak siswa berbakat. Dengan bakat dan masa depan mereka yang terjamin, sangat mungkin bahwa mereka akan sangat sombong dan angkuh sehingga mereka tidak akan menerima orang yang lebih lemah memimpin mereka. Dengan sikap seperti itu, hanya kedudukanku sebagai bangsawan tidaklah cukup. Aku harus membuktikan kemampuanku.
Jika aku menyetujui tantangan mereka, aku harus menemui mereka di arena pertempuran besok siang dengan di saksikan oleh semua siswa yang ada di akademi.
Aturan dalam pertandingan itu akan di putuskan di arena menurut persetujuan kedua belah pihak. Tanpa pikir panjang, aku langsung menyetujui tantangan itu. Selain untuk membuktikan diriku, aku mungkin bisa mendapatkan beberapa bakat yang sangat baik dalam pertempuran itu.
Selain para siswa, pertandingan juga akan di saksikan oleh seluruh instruktur dan perwakilan kerajaan supaya mereka bisa meresmikan Komite siswa secara resmi. Jika kinerja dari komite siswa tidak memuaskan atau tanpa tujuan yang jelas, kerajaan secara otomatis tidak akan menyetujui pembentukan komite siswa.
Filia:"Ilma, pasang surat ini di papan pengumuman."
Aku meminta Ilma untuk memasang surat tantangan yang telah aku setujui di papan pengumuman supaya pengirimnya tahu bahwa aku sudah setuju dengan tantangannya.
Setelah semua pekerjaanku selesai, aku meminta izin kepada Mama dan ibu untuk pergi ke kamar. Mereka berdua hanya melihatku pergi dengan wajah heran.
(Akhir dari chapter ini.)
Jika ada kesalahan pengetikan atau kebingungan, kalian bisa langsung memberi tahuku di kolom komentar.
Aku ingin beristirahat. Aku sangat lelah hari ini... ok, sampai jumpa besok.