Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 3: Title



Di malam yang tenang dan pemandangan yang indah ini..... Huhh... Benar-benar nyaman.


Tapi kenyamanan itu pecah seketika.


Aku merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepala. Ini sangat menyakitkan seperti tengkorak ku terbelah.


Argh.....


Aku menggeram  berteriak rendah dan menekan kepalaku ke bawah. Bersamaan dengan itu banyak informasi yang mengalir ke kepalaku.


Ini benar-benar menyakitkan, bahkan dengan status ku saat ini, rasa sakit nya benar-benar parah.


Tiba-tiba tubuhku melemah dan entah kapan aku tertidur lelap dengan keringat dingin di seluruh tubuhku.


.....


"Putri... Putri...!!."


Siapa?.. ahh aku masih pusing. Pikiranku kacau, baiklah mari kita ingat-ingat apa yang terjadi.


Pemandangan indah, tengah hutan,dan....


Benar, aku sedang menunggu orang-orang itu. Benar-benar kacau, bagaimana bisa aku melupakan hal yang sepenting ini.


Perlahan aku mengangkat kepalaku sambil mengatur kenangan yang aku dapatkan dari tubuh ini dan memperhatikan sekeliling.


Aku melihat sekitar lima belas orang mengenakan baju besi perak yang agak kotor karena debu dan tanah.


Di samping ku, ada seorang lelaki besar sedang berlutut dengan satu kaki. Pakaian nya agak berbeda, meski dia juga mengenakan zirah perak, tapi desain nya lebih rumit, dan ada jubah merah di punggungnya.


"Putri... Tuan Putri, apakah anda baik-baik saja?."


Suara magnetis dan tegas itu ahhhh...


Di tambah wajah yang tampan dan kulit yang halus, tubuhnya tinggi, sekitar 1,8m, dan dia memiliki mata coklat gelap yang berkilau.


Alisnya panjang dan tegas, dan rambutnya berwarna kastanye.


Benar-benar tampan.


Filia:"Em.... Aku baik-baik saja."


"Syukurlah jika Tuan Putri baik-baik saja. Kami sangat khawatir. Selain itu Putri, mohon beri hamba hukuman karena tidak berguna .."


"Benar Putri!." Teriak para prajurit berbaju zirah yang lain sambil berlutut ke tanah dengan satu kaki.


Bagaimana cara memperlakukan orang seperti ini!, Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana bereaksi.


Ughh..... Aku bukan seorang putri,dan aku tidak terbiasa di perlakukan seperti ini. Baiklah, jangan panik, tetap tenang, pikirkan sesuatu.


Hm?. Benar title. Jika yang lain bisa berguna maka mungkin title juga bisa di gunakan.


Mari kita lihat, title mana yang cocok untuk kondisi saat ini.


Aku melihat log status ku dan mencari title yang tepat untuk di gunakan. Ahh... Kenapa aku punya banyak sekali title.


Ah, ini dia [HOLY QUEEN].


 



HOLY QUEEN (title)


Merupakan title yang diwariskan oleh para dewa kepada ratu yang adil dan baik hati. Memberikan aura kesucian kepada yang mewarisinya.


Effect 1:


     Mengaktifkan efek holy protection dimana dapat melemahkan 50% dari damage attribute dark.


Effect 2:


    Semua mahkluk dengan attribute dark dapat di lemahkan hingga 20%.


 


Aku harap ini dapat bekerja sesuai harapan.


Filia:"Eden, ini bukan lah kesalahanmu dan para anak buahmu. Kalian telah bekerja keras dan melakukan tugas melindungi ku dengan baik. Tapi, bencana seperti ini bukanlah sesuatu yang ada di dalam jangkauan mu. Dan jika kamu masih merasa bersalah, maka bekerjalah lebih giat lagi di masa depan."


Nama nya adalah Eden Schwertklinge. Di adalah komandan kesatria dari keluarga Rosefield dan salah satu dari tiga kesatria terbaik kerajaan REGALIA.


Aku mengetahui informasi itu setelah mendapatkan ingatan yang tersisa dari tubuh ini, meskipun tidak lengkap. Seperti contohnya, aku lupa beberapa bagian dalam ingatan masa kecilku.


Eden:"Tuan Putri... Atas nama kehormatan sebagai kesatria kerajaan Regalia dan penjaga keluarga Duke Rosefield, kami bersumpah untuk bekerja keras di masa depan demi melindungi keluarga Rosefield."


Prajurit:"Kami bersumpah."


Filia:"Em."


Aku hanya menganggukkan kepala dengan ringan dan memberikan 'em' sederhana, karena aku tahu sumpah kehormatan kesatria adalah sumpah tertinggi dari pada kesatria.


Filia:"sekarang kita bisa kembali ke ibu kota Regulus."


Eden:"baik, silahkan ikuti saya, Putri."


Aku melambaikan tangan ku dan menyingkirkan tenda dan kantung tidur ke dalam storage.


Disana ada pasang mata yang melihat dengan terkejut dan heran. Eh.... Apa kalian belum pernah melihat storage?.


Filia:"Batuk... Bisa kita berangkat sekarang?."


Aku memberikan batuk ringan untuk mengembalikan kesadaran mereka.


Eden;"Mari."


Tetap tenang dengan wajah datar, sungguh layak menjadi komandan kesatria.


(Sudut pandang Eden)


Kami melakukan perjalanan dari Duchy of  Rosefield menuju ibu kota Regulus untuk mengawal Putri pertama dari Duke Rosefield.


Sebenarnya karena permintaan dari Tuan Putri, kami harus berhenti di tengah jalan untuk melihat bunga bintang malam yang akan mekar.


Bunga bintang malam hanya akan mekar setiap tiga tahun sekali di hutan hitam. Dan kebetulan kami harus melalui hutan itu.


Aku harus melindungi tuan Putri.


Aku turun dari kuda dan mulai menghadapi gerombolan goblin itu bersama dengan para prajurit yang lain.


Aku menyisakan beberapa untuk melindungi Putri yang sedang berada di kuda dengan seorang prajurit yang duduk di belakangnya.


Pertarungan itu berjalan dengan lancar dan kami berhasil mengalah kan gerombolan goblin itu.


Sampai hal itu terjadi.


Terdapat goblin mage yang bersembunyi di semak-semak. Saat kewaspadaan kami tertuju pada mayat goblin yang tergeletak di tanah, goblin mage itu melancarkan serangan mendadak ke prajurit yang melindungi Putri menggunakan bola api.


Prajurit yang melindungi tuan Putri berhasil menangkis bola api itu dan membunuh goblin mage.


Tapi karena suara ledakan bola api yang keras, membuat kuda yang di tunggangi Putri menjadi panik dan mulai berlari dengan liar.


Karena kurang persiapan akan hal itu, prajurit yang duduk di belakang Putri terlempar dan jatuh ke tanah. Tuan Putri berhasil bertahan di punggung kuda itu dengan berpegangan erat ke surai kuda.


Tapi karena itu pula, kuda itu semakin gila dan membawa tuan Putri berlari memasuki hutan.


Buruk, ini sangat buruk. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Putri?.


Bagaimana jika tuan Putri terluka?.


Putri Filia tidak dapat menggunakan sihir dan dia masih sangat muda.


Aku, aku telah gagal dalam tugas dan kegagalan ini sangat tidak dapat dimaafkan.


"Komandan apa yang harus kita lakukan?."


Salah seorang prajurit bertanya dengan panik. Aku dapat melihat penyesalan dan kemarahan di matanya. Marah, marah pada diri sendiri karena tidak mampu untuk menjalankan tugas. Aku bisa memahami perasaan itu.


Dia adalah George. Dari keluarga biasa yang di selamatkan oleh Duke Rosefield dari perdagangan manusia. Mulai sat itu dia bertekad untuk melayani dan mengabdi kepada keluarga Rosefield. Tapi sekarang dia bahkan tidak mampu melindungi tuan Putri Rosefield.


Eden:"Kumpulkan semua prajurit yang terluka untuk pengobatan, dan sisanya yang masih sanggup untuk bergerak, ikut denganku untuk mencari tuan Putri Rosefield!."


" Baik komandan!!."


Para prajurit berteriak serempak dengan keras.


Eden:"Ayo berangkat."


" Tunggu.... Tunggu, hah..hah.. saya, saya akan ikut untuk mencari tuan Putri!."


Seorang gadis kecil sekitar 12 tahun turun dari kereta dan berlari ke arahku dengan wajah merah dan mata yang hampir menangis.


Gadis itu adalah Ilma. Pelayan pribadi dari Putri Filia. Gadis itu sudah di latih sejak kecil untuk menjadi pelayan para bangsawan.


Dia di bawa menjadi pelayan di rumah keluarga Rosefield sejak usia tujuh tahun dan ditugaskan untuk melayani nona Filia yang saat itu berusia tiga tahun.


Eden:"Tidak, kamu hanya akan menjadi beban jika kamu ikut, kamu tunggu saja di sini bersama prajurit yang lain!."


Bukan bermaksud jahat, tapi aku tidak pandai berurusan dengan gadis kecil yang akan menangis kapan saja.


Dan lagi, saat ini aku harus fokus dalam mencari nona. Aku tidak memiliki tenaga ekstra untuk melindungi gadis kecil yang lemah.


Ilma:"Tapi, tapi aku .... Huuu..."


Ilma duduk di tanah menutup ke dua matanya dengan tangan dan mulai menangis. Tidak ada waktu untuk memperhatikan tangisannya.


Aku membawa prajurit yang masih bisa bergerak untuk langsung mencari Putri Filia.


Kami harus menemukannya. Baik dalam keadaan hidup atau mati kami harus menemukannya dan siap untuk menerima hukumannya.


Paling paling hukumannya adalah pemotongan kepala. Sebenarnya kami bisa melarikan diri dan tidak pernah muncul lagi untuk menghindari hukuman.


Tapi setelah semua yang diberikan oleh Duke Rosefield selama ini kepada kami, kami lebih memilih mati daripada harus melakukan hal hina seperti itu.


Aku yakin bukan cuma aku yang memiliki pemikiran seperti itu, tapi semua prajurit yang mengikuti keluarga Rosefield akan berpikiran sama.


Kami memasuki hutan dan melacak jejak kuda yang berlari liar di antara pepohonan. Kuda dengan item sihir untuk mengurangi kelelahan benar-benar berlari sangat jauh ke dalam hutan. Kami berjalan selama Berjam-jam dan matahari sudah mulai terbit.


Sekitar tengah hari akhirnya kami melihat tanda-tanda, tapi hal itu justru meremukkan hati kami.


Lereng, kami melihat jejak itu menuju ke lereng bukit yang curam. Sial.... Sial... Aku harap nona baik-baik saja. Tenang, tenang, aku harus tenang dan tetap rasional.


Eden:"Cepat cari jalan dan turun ke dasar lereng!!."


Hati ku semakin kacau dan bergejolak saat ini. Panik, kesal, dan menyesal. Semua bercampur aduk dan mulai mengacaukan pikiranku.


Aku ingin segera turun dan mencari Putri, tapi lereng ini terlalu curam dan penuh rerumputan berembun yang licin.


Eden:"Gunakan sihir elemen kayu untuk membuat sulur dan turun."


"Baik komandan!!."


Kami turun menggunakan sulur untuk mengikuti jejak goresan tanah bekas kuda itu tergelincir dan jatuh ke bawah lereng.


Sobekan kain, sisa bulu kuda dan darah yang tersangkut di cabang dan semak-semak mulai menghancurkan harapan kami satu persatu.


Saat tiba di bawah lereng, yang kami lihat adalah bekas darah yang mulai mengering tapi tidak melihat Putri Filia. Harapan kami mulai menyala lagi.


Jejak darah tapi tidak ada tubuh yang di temukan. Ini memiliki dua kemungkinan.


Yang pertama adalah Putri di bawa oleh monster atau binatang buas.


Sementara yang ke dua adalah Putri masih hidup dan berjalan dengan lukanya.


Aku lebih percaya kepada pada kemungkinan yang ke dua dari pada yang pertama. Meskipun kemungkinan ini kecil, tapi aku lebih suka mempercayainya.


Karena jika tubuh tuan Putri di temukan oleh binatang buas, maka tubuh nya akan di cabik-cabik di tempat. Dan jika di ambil oleh monster, maka pasti ada jejak monster di sekitar.


Eden:"Periksa sekitar! Dan cari petunjuk apapun yang bisa kalian dapatkan."


"Ya!!."


(akhir dari chapter ini)


 


Ok, next lagi ya gues:)