
semua orang menjadi bodoh setelah mendengar Phirios berteriak. babi bodoh ini, sebenarnya apa yang ada di dalam pikirannya.
aku memperhatikan ekspresi Yang Mulia saat menanggapi Phirios. aku kira Yang Mulia akan langsung menyingkirkan orang itu, tapi tanpa di duga, ternyata Yang Mulia malah meminta maaf.
Filia:"maafkan orang yang rendah hati ini, Yang Mulia Pangeran."
meskipun meminta maaf, Yang Mulia tidak menundukkan kepalanya sedikitpun. ini membuktikan bahwa permintaan maaf yang dia utarakan tidak memiliki niat untuk merendahkan diri.
mungkin orang lain tidak melihatnya, tapi aku melihat bahwa tangan kanan Yang Mulia memegang tangan nona Arkne.
kratt...!
kratt...!
suara otot dan tulang yang berderit dapat aku dengar dengan jelas. suara otot itu berasal dari tangan nona Arkne yang mengepal dengan sangat erat untuk menahan amarahnya. dengan kekuatan seperti itu, aku merasa bahwa tangan orang biasa akan segera hancur menjadi bubuk jika di cengkeram olehnya.
meskipun aku tidak tahu, tapi aku menyadari bahwa ada yang salah dengan sikap Yang Mulia Filia. mungkinkah Yang Mulia sedang merencanakan sesuatu?!.
ya, itu hanya pikiranku. jika Yang Mulia tidak memberitahuku, maka Yang Mulia tidak menginginkanku untuk mengambil sikap atau melakukan tindakan tertentu. aku hanya bisa bertindak seperti biasa dan mencoba untuk tidak masuk dan mengacaukan rencana dari Yang Mulia.
Filia:"karena kalian akan membahas sesuatu yang lebih penting, saya akan segera pergi. juga, tolong izinkan saya mengirimkan bawahan untuk menjelajahi reruntuhan kuno di negeri ini."
Aneria:"tidak masalah, Yang Mulia."
Filia:"kalau begitu, saya akan permisi dulu."
dengan mengucapkan itu, Yang Mulia pergi dan meninggalkan ruangan bersama semua orang. saat akan melalui pintu, Yang Mulia berhenti sebentar dan menyerahkan kotak kepada seorang kesatria istana yang menjaga pintu. karena jaraknya agak jauh, jadi kami tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Yang Mulia terhadap kesatria itu.
kesatria itu hanya bisa gemetar dan membungkuk dengan sangat hormat. itu bukan kesatria dari Moon Palace, tapi kesatria dari kerajaan ini. aku yakin pasti ada sesuatu yang di rencanakan dalam tindakan Yang Mulia ini. tapi meskipun demikian, aku sama sekali tidak memiliki hak untuk bertanya jika Yang Mulia tidak berinisiatif memberitahukannya kepadaku.
.....
(sudut pandang Filia)
tidak aku sangka. aku kira waktu bertemu dengan Aneria, aku salah mengira. ternyata memang para Animanids sudah kehilangan warisan untuk menggunakan kekuatan jiwa sebagai serangan utama.
saat sampai di istana Dragonis Kingdom, aku bisa merasakan bahwa para Animanids ini masih memiliki kekuatan mental yang kuat, tapi mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mental mereka.
bagaimana aku tahu, aku melancarkan intimidasi mental tingkat sangat rendah. jika itu adalah para Animanids yang dulu, mereka akan mampu menggunakan penghalang mental supaya tidak terpengaruh. meskipun mungkin pertahanan mental itu tidak akan mampu menahannya, setidaknya aku akan merasakan gelombang kekuatan mental yang di gunakan.
namun, setelah aku menggunakan intimidasi, aku bahkan tidak bisa merasakan riak energi mental yang telah di gunakan. awalnya kedatangan ku kemari juga untuk memverifikasi tentang tebakanku, ternyata tebakanku sepenuhnya benar.
hanya monster yang masih bisa menggunakan kekuatan mental mereka. saat masih di Alterion, ras Animanids adalah ras yang sangat di takuti karena serangan mental mereka. sekarang, karena mereka tidak lagi mampu menggunakan kekuatan mental, mereka lebih mirip seperti kubis yang bisa di potong kapan saja.
aku ingin memverifikasi tebakanku itu karena aku harus sangat berhati-hati. jika aku segera menggerakkan pasukan ku dan ternyata ras Animanids masih memiliki pengguna serangan mental yang kuat, itu bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar terhadap pasukan ku.
meskipun sudah terverifikasi, tapi aku juga harus memiliki penyelidikan yang lebih mendalam lagi. tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada yang mampu menggunakan kekuatan mental, dan masih orang yang kuat. bahkan Tier lima sudah muncul. apa lagi yang mungkin bersembunyi di dalam kegelapan, aku harus bersiap untuk itu semua kan?!.
tidak ada gunanya lagi aku ada di sini, jadi aku pergi meninggalkan istana Dragonis Kingdom bersama dengan semua pasukan dan armada ku.
aku duduk di takhta utama di dalam kapal sambil menyandarkan kepalaku ke punggung tangan kanan, dan merenungkan rencana selanjutnya.
untuk reruntuhan, aku tidak perlu memeriksanya sendiri. aku bisa memerintahkan orang lain untuk melakukannya.
oh benar. dalam perjalanan ini aku juga menyadari bahwa NPC kesatria milikku juga berubah menjadi makhluk hidup sesungguhnya dengan perasaan layaknya manusia.
itu terbukti saat aku tanpa sengaja memergoki beberapa orang kesatria yang membicarakan maid dari Dragonis Kingdom dan membandingkannya dengan maid di Moon Palace. semua itu membuktikan bahwa saat ini bahwa semua NPC yang aku tahu telah memiliki perasaan manusia.
jika seperti itu, aku harus memperlakukan mereka dengan lebih hati-hati. selain perasaan, jika memang mereka berubah menjadi makhluk hidup yang sesungguhnya, itu juga berarti bahwa mereka telah menumbuhkan ambisi.
ambisi inilah yang harus aku jaga dan awasi. saat ini mereka masih sangat setia karena program di Alterion. tapi, hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan berubah di masa depan.
dan lagi, aku menjadi memiliki sebuah pemikiran. apakah sekarang mereka bisa memiliki keturunan?. jika memang bisa, bukankah itu akan menjadi hal yang baik?!.
tentu saja ada juga sisi negatif. jika mereka memiliki keturunan, akankah keturunan mereka juga memiliki kesetiaan padaku?!.
hal seperti ini tidak akan ada jawaban jika hanya di pikirkan. sepertinya aku harus memulai melakukan percobaan dengan hal ini. biarkan para kesatria ini memiliki keturunan, dan aku bisa melihat bagaimana perkembangannya.
Arkne:"Yang Mulia...!"
aku keluar dari lamunanku saat mendengar suara Arkne Yang memanggilku dari samping. aku mengangkat mataku dan melihat Arkne yang memasang ekspresi wajah marah sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
Filia:"apakah ada yang salah?."
Arkne:"maaf jika bawahan ini lancang. bisakah Yang Mulia memberi tahu bawahan ini, kenapa Yang Mulia melepaskan sampah yang tidak sopan kepada Yang Mulia?!."
aku bis merasakan kemarahan Arkne dengan sangat jelas. bukan hanya Arkne, bahkan Kaumala pun juga mengalihkan perhatiannya kepadaku.
Filia:"oh, Admiral Kaumala, apakah kamu juga ingin tahu?."
Kaumalahayati:"jika saya di izinkan, saya juga ingin mengetahui alasannya Yang Mulia."
Admiral Kaumalahayati adalah Admiral yang memimpin Sky Phoenix Fleet. salah satu yang terbaik dalam melakukan strategi tempur udara dan laut. selain itu, saat masih di Alterion, aku memerintahkannya sebagai pemimpin Armada ujung tombak saat terjadi perang antara Armada udara dari Guild Sky Finch, dan berhasil menenangkan pertarungan itu dengan kerugian yang sangat kecil.
Filia:"sebelum itu, bisakah kamu menggunakan wajah asli mu?. aku lebih nyaman melihat wajah asli mu."
Kaumalahayati:"sesuai perintah anda Yang Mulia."
segera, wajah lelaki yang yang tegas itu terlihat kabur untuk sesaat, dan saat wajahnya kembali menjadi jelas, wajah itu telah berubah menjadi wajah seorang wanita yang cantik dan halus. rambut hitam yang bergelombang, mata aprikot gelap yang berkilau dengan ketegasan, membuatnya menjadi seorang wanita cantik yang lembut, tapi tegas.
bagian tubuhnya juga berubah menjadi bentuk tubuh seorang perempuan yang sempurna.
inilah wujudnya yang sesungguhnya. dalam memerintah armada, dia biasanya menggunakan kemampuan menyamarnya untuk berubah menjadi laki-laki, hanya dalam keadaan seperti ini dia akan merubah kembali menjadi wujud seorang perempuan yang mempesona.
melihat perubahannya, aku mengangguk puas. bagaimanapun, aku sendiri yang mendesain custom dari karakternya, jadi aku lebih senang melihat wajahnya yang asli.
Filia:"itu lebih baik."
Filia:"aku tidak merencanakan apapun. aku hanya ingin melihat ngengat yang mengelilingi api dengan bahagia."
mendengar apa yang aku katakan, Arkne dan Kaumala merenung selama satu atau dua detik sebelum menyadari sesuatu.
Arkne:"oh... apakah anda ingin melihat ngengat itu terjun ke dalam api dengan sendirinya, lalu membakar diri dan mati, Yang Mulia?!."
Kaumalahayati:"dengan begitu, kita sebagai lilin tidak bersalah dan dapat membakar dengan ditutupi oleh topeng kebenaran."
Filia:"tepat sekali!."
aku benar-benar puas dengan mereka. hanya dengan petunjuk yang terbatas, mereka bisa menebak apa yang aku maksud dengan jelas.
Filia:"meskipun kita memiliki kekuatan yang cukup, kita harus selalu memperhitungkan untung dan rugi dalam melakukan sesuatu. sebelum kita memiliki lebih banyak informasi, kita akan berjalan di jalan cahaya dan kedamaian terlebih dahulu. untuk itu, kita perlu lampu yang akan memberi kita cahaya dan menyembunyikan bayangan kita dalam bertindak."
Kaumalahayati:"lalu, lampu yang tepat itu adalah kekaisaran Xuan Ming."
Filia:"tepat sekali."
Arkne:"seperti yang diharapkan dari Yang Mulia."
setelah semua di lakukan, aku hanya perlu menunggu hingga ngengat yang terpancing oleh cahaya api, akan terbang ke arah api dan membakar diri.
Karena menggunakan worm hole, perjalanan pulang dan pergi hanya akan memakan waktu yang singkat, jadi masih banyak waktu untuk kembali dan tidur.
meskipun aku bisa tahan untuk tidak tidur dalam waktu tertentu, tapi aku lebih suka tidur sesuai jadwal. aku pernah menjadi orang sakit, jadi aku berusaha untuk mengurangi segala tindakan yang dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh.
sebenarnya ada cara yang lebih cepat daripada menggunakan Worm Hole, yaitu dengan menggunakan Warp. hanya saja energi yang di perlukan lebih besar, jadi aku lebih memilih Worm Hole untuk saat ini.
sampai di Moon Palace, aku hanya membersihkan diri dan bersiap untuk beristirahat sebentar. saat itu aku melihat Arene yang sedang berlari ke arahku.
Arene ingin memelukku, tapi saat kami sudah berjarak beberapa langkah, tiba-tiba Arene berhenti dan menunduk memberikan hormat. aku agak tidak tahu apa yang terjadi dengannya.
Filia:"ada apa?."
aku melangkah ke arahnya dan mengusap rambutnya yang agak berantakan.
Arene:"s,saya di ajarkan untuk memberikan penghormatan saat bertemu anda, Yang Mulia!."
bukan hanya tindakannya, tapi cara bicaranya juga sangat berubah. meskipun cara bicaranya masih canggung, tapi aku bisa melihat bahwa dia sudah berusaha sangat keras.
melihatnya seperti itu, aku hanya tersenyum dan memeluknya. anak ini yang masih gadis kecil, dia telah kehilangan keluarganya. apalagi keluarganya berakhir tragis tepat di hadapannya. setidaknya aku bisa membuatnya tetap bahagia saat ini. aku berharap bahwa dia dapat melupakan hal yang menyedihkan itu.
aku tidak memahami seperti apa rasanya karena aku tidak pernah merasakan hal itu. baik di dunia ini sekarang atau di bumi sebelumnya, aku selalu bersama ke-dua orang tuaku dan bahagia.
meskipun demikian, aku juga tahu kesedihan seperti apa itu. lagi pula waktu di bumi, ibuku mendukung rumah sakit dan yayasan untuk anak-anak yang tidak mampu ataupun yatim. aku kadang-kadang melihat anak yatim-piatu di yayasan yang memandang anak lain dengan orang tua dengan mata yang penuh kerinduan.
meskipun aku tidak bisa memahami perasaan seperti itu, tapi aku bisa merasakan keadaan hati mereka.
aku memeluk Arene dengan lembut dan berkata.
Filia:"kamu sudah berusaha dengan baik. tapi, jika kamu mau memeluk, maka peluk saja. aku tidak keberatan."
setelah mendengar apa yang aku katakan, Arene juga menggerakkan tangan kecilnya, dan memelukku dengan erat.
setelah beberapa saat, dia melepaskan pelukannya. aku berdiri dan melihat wajahnya yang penuh dengan senyum kekanak-kanakan.
Filia:"bagaiman dengan latihannya?."
Arene:"s, saya berhasil menyatukan darah. bibi Selene berkata, bahwa saya cocok menjadi Puppet Master."
dengan perpaduan bakat serta Ancient Chaos Weaver Spider Bloodline, Arene memang Yang paling cocok untuk job Puppet Master.
aku mengeluarkan sebuah boneka yang berbentuk humanoid dengan tinggi 1,85cm. boneka petarung ini aku buat dari perpaduan antara logam dan kayu khusus. boneka itu seperti manusia dengan rambut panjang, punggung yang agak bungkuk, dan tangannya terkulai ke bawah hingga menyentuh lantai.
setiap kuku di tangannya berwarna hitam dan memancarkan kilau logam yang tajam. aku merasa agak kurang cocok jika seorang gadis kecil menggunakan boneka yang menakutkan seperti ini.
saat aku memikirkannya, aku melihat mata Arene yang berkilau setelah melihat boneka ini. Selene telah melatihnya untuk menggunakan boneka, tapi tetap saja, boneka pelatihan pasti standarnya akan kalah dengan boneka yang aku buat secara khusus ini.
aku hanya tersenyum dan berbicara pada Arene.
Filia:"meskipun boneka ini agak menakutkan, tapi ini adalah yang paling cocok untuk Tier satu, jadi jika kamu suka, kamu bisa membuat kontrak dan menggunakannya."
Arene dengan senang hati berjalan ke arah boneka itu dan menyentuhnya. di melihat boneka itu dari depan ke belakang, atas dan bawah. wajahnya terlihat sangat bahagia seperti seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru.
setelah mungkin dia puas memeriksa dan mengagumi boneka itu, Arene langsung menggunakan mentalnya untuk membuat kontrak dengan boneka.
klak...!
klak...!
suara gemeretak dan berderit datang dari boneka itu. mata boneka tiba-tiba terbuka dan memancarkan cahaya merah yang menyeramkan. karena boneka itu merespon, itu menandakan bahwa kontrak telah berhasil.
Filia:"Arene, setelah membuat kontrak, kamu bisa mencoba boneka ini di ruang pelatihan."
Arene langsung mengucapkan terima kasih kepadaku dengan wajah bahagia, dan berlari menuju ruang pelatihan bersama dengan boneka itu.
aku menggelengkan kepala tak berdaya sambil tersenyum saat melihat punggung gadis kecil itu yang menghilang di balik persimpangan.
aku langsung masuk ke dalam kamar dan beristirahat. aku berencana segera kembali ke dunia utama setelah beristirahat.
aku menunggu kejutan macam apa lagi yang akan ada di dunia penuh misteri ini...
(akhir dari chapter ini)
see you next time;)