
Setelah buku itu benar-benar selesai, aku mengambilnya dan memeriksanya. Buku itu memiliki sampul berwarna emas dengan relief seorang yang melakukan teknik beladiri tongkat di bawah pohon.
Memang terkesan sederhana, tapi ini adalah teknik beladiri Saint Class yang sulit untuk di dapatkan. Buku skill di bagi menjadi enam tingkatan, yakni: Soul, World, Universe, Chaos , Saint, dan Divine.
Setiap tingkatan skill book di bagi menurut kekuatan destruktif dan efisiensi penggunaan energi. Dalam Alterion, energi di bagi menjadi tiga bagian, yakni: Eter, Mana, dan Origin energi.
Setiap energi memiliki kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing. Sebagai contoh, mana akan lebih mudah di gunakan daripada Eter. Tapi, Eter akan lebih banyak variasi daripada mana.
Seorang kastor yang menggunakan mana, mereka hanya mampu menggunakan sihir yang sesuai dengan mana dan masih ada kemungkinan bahwa mana dapat bercampur dengan elemen lain. Itulah kenapa aku melatih Aria untuk memisahkan mananya supaya tidak bercampur dan menyebabkan sihir kurang maksimal. Tapi, mereka bisa menggunakan sihir dan skill lebih ringkas dan cepat daripada kastor yang menggunakan Eter. Konsumsi konsentrasi dan stamina juga jauh lebih rendah.
Berbeda dengan mana, Eter merupakan bagian paling dasar mana, jadi Eter tidak memiliki atribut tertentu. Tapi Eter dapat berubah menjadi mana tergantung dari komposisi yang di inginkan oleh kastor. Dengan kata lain, seorang kastor yang menggunakan Eter tidak terbatas oleh atribut mana.
Hanya saja, kastor perlu mengeluarkan lebih banyak stamina dan konsentrasi saat mereka menggunakan Eter. Serta waktu casting yang lebih lama karena harus menghitung berbagai komposisi Eter dengan tepat.
Anggap saja seorang kastor yang ingin membentuk air yang terdiri dari komposisi unsur H2O. Kamu harus menghitung komposisinya dengan tepat. Kamu tidak bisa merubah H2O menjadi HO2 yang akan merubah senyawa tersebut menjadi bentuk lain. Itulah kesulitan dalam menggunakan Eter.
Namun, Eter juga lebih kuat daripada menggunakan mana. Dan juga, syarat untuk bisa masuk ke tier tiga juga harus menggunakan Eter setidaknya dengan tingkat kemahiran 40%.
Sementara origin energi, itu merupakan bentuk energi yang terpisah dan sulit untuk di sadari. Origin energi adalah energi yang di gunakan oleh God Tier player dan tidak bisa di gunakan oleh pemain di bawahnya.
Origin energi memiliki kelebihan pada kualitasnya dan jauh melampaui dua bentuk energi sebelumnya.
Selesai memeriksa isi buku itu, aku tidak bisa berhenti untuk mengaguminya. Bukan berarti aku tidak pernah membuat skill Saint Class, tapi aku hanya kagum dengan efektivitas skill ini. Bisa di katakan, bahwa skill ini merupakan tingkat atas dari Saint Class.
Ya, aku sangat puas dengan hasilnya...
Lean:"P, Putri bagaimana hasilnya?."
Lean bertanya padaku dengan pandangan gugup dan juga sangat berharap. Aku tidak tahu kenapa, tapi dia terlihat lebih bersemangat daripada aku yang membuat skill itu.
Filia:"Ya, hasilnya melampaui harapanku."
Aku menyerahkan buku itu kepada Khaim yang masih menatapku dengan bodoh.
Filia:"Apa yang kamu lihat, cepat ambil."
Khaim:"T, tapi..."
Filia:"Tidak apa-apa, ambillah. Tapi, jika kamu mengambil buku skill ini, kamu setuju untuk menjadi kesatria di bawah tanganku."
Mendengar syaratku, Khaim agak tidak pasti. Dia nampak berfikir sebelum mengambil skill book itu. Beberapa saat setelah pertimbangan yang berat, dia mengeratkan giginya dan mengangguk tegas ke arahku.
Aku langsung menyerahkan Skill Book itu kepada Khaim sambil tersenyum. Tujuanku untuk menariknya sebagai kesatria ku berjalan sukses.
Aku tidak mau melakukan hal yang berbahaya di dunia ini, tapi perasaanku sebagai seorang player kembali bangkit. Aku ingin tahu dan ingin menjelajahi kembali dunia Alterion saat ini. Perubahan apa yang terjadi, seperti apa Alterion sekarang, aku ingin mengetahui semuanya. Dengan ambisi seperti itu, Moon Palace tidaklah cukup, jadi aku perlu membentuk kekuatan yang bisa membantuku menjelajahi seluruh Alterion dan mengumpulkan semua relik yang bisa aku temukan.
Aku tidak tahu ingin ku apakan setelah menemukan semuanya, tapi aku perlu sebuah tujuan untuk hidup. Akan sangat sia-sia jika aku yang telah mendapatkan tubuh sehat, hanya bersantai dan bermalas-malasan.
Dulu aku memiliki tubuh sakit-sakitan dan sangat lemah, sekarang aku memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Haruskah aku hanya menjadi ikan asin?. Tidak, tidak mungkin. Aku harus menikmati kehidupan keduaku ini.
Lean:"Putri, jika saya boleh tahu, tingkat apa buku skill itu?."
Grant:"Lancang!. Seorang pelayan tidak seharusnya mengetahui urusan yang bukan tanggung jawabnya."
Kakek Grant mungkin juga penasaran, tapi dia tahu apa yang harus dan tidak harus dia ketahui. Dia memarahi Lean karena bertanya tingkat dari buku skill kepadaku. Aku tidak tahu kenapa kakek Grant begitu marah.
Filia:"Kakek Grant, tidak apa-apa. Itu hanya buku skill."
Kakek Grant menatapku dan menghela nafas tak berdaya. Aku tidak tahu kenapa, tapi dia seakan melihatku seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.
Grant:"Putri saya mengetahui bahwa anda memiliki pengetahuan yang sangat mengagumkan tentang berbagai hal, tapi anda sangat kurang dalam pengetahuan umum yang mengejutkan saya. Perlu anda ketahui, buku skill yang ada saat ini adalah sisa yang ditemukan di berbagai reruntuhan dan peninggalan era lama sebelum abad kegelapan. Jika ada buku skill pada era baru ini, itu juga skill tingkat rendah. Seperti buku skill yang ada di perpustakaan saat ini, itu jauh lebih buruk daripada buku skill terburuk yang di temukan di reruntuhan."
Setelah penjelasan kakek Grant, aku menyadarinya. Dan aku harus mengakui bahwa aku sedikit kurang dalam pengetahuan umum saat ini. Sebagai contoh saja, uang Alterion yang aku anggap sebagai recehan, di dunia ini di anggap sebagai uang yang sangat berharga di atas koin benua. Mungkin aku perlu belajar lebih banyak lagi tentang pengetahuan umum di masyarakat saat ini.
Filia:"Kakek, menurutmu tingkat berapa skill book «Rose Field»?"
Kakek Grant merenung sesaat dan nampak ragu untuk menjawab pertanyaan ku. Tentu saja dia ragu, lagi pula itu adalah buku sihir inti keluarga Rosefield yang sangat rahasia.
Aku tahu keraguan kakek Grant. Apalagi di ruangan ini juga ada orang luar.
Filia:"Tidak apa-apa kakek."
Grant:"Jika menurut anda begitu. Saya belum pernah melihat buku sihir itu secara langsung, tapi saya mengetahui dari tuan, bahwa buku sihir itu merupakan tingkat sepuluh."
Inilah yang membuatku harus bertanya terlebih dahulu. Klasifikasi era ini dan Alterion cukup berbeda. Tingkat Soul, World, dan sebagainya tidak di ketahui oleh orang awam. Untuk orang awam, biasanya mereka hanya mengetahui buku skill dari tingkat 0-10. Hanya para bangsawan yang menyebutnya sebagai tingkat dunia dan lain sebagainya.
Dan untuk skill book keluarga Rosefield, itu merupakan skill book Universe Class menengah yang jauh lebih buruk dari skill book yang aku buat untuk Khaim.
Filia:"Aku tidak akan mengatakan tingkat pastinya, tapi aku dapat mengatakan, bahwa skill book Khaim jauh lebih kuat dari skill book milik keluarga. Untuk informasi ini, tolong di rahasiakan."
Tentu saja aku harus mengambil langkah keamanan. Skill book yang sangat langka di era ini di miliki oleh seorang anak tanpa latar belakang, menurutmu apa yang akan terjadi pada Khaim?!. Aku harus mengantisipasi hal itu, jadi aku meminta mereka untuk merahasiakannya.
Mereka berdua mengambil pisau yang di sembunyikan di balik pakaian mereka dan mengiris telapak tangannya hingga darah menetes ke lantai. Setelah itu mereka berlutut dan bersumpah kepadaku.
"Selama darah yang menetes ke lantai di hadapan anda dan darah yang mengalir di tubuh kami masih sama, kami tidak akan pernah melanggar sumpah kami untuk tidak mengatakan hal ini kepada siapapun tanpa izin dari Putri Filia atau tubuh dan jiwa kami akan di lenyapkan dari dunia ini."
Aku tidak menyangka bahwa mereka bahkan mengambil sumpah darah. Tanpa sumpah itu, sebenarnya aku sudah percaya pada mereka. Tapi aku terlambat untuk menghentikan mereka sebelum mengambil sumpah.
Setelah sumpah selesai, sebuah lingkaran sihir merah darah bersinar di lantai. Dari lingkaran sihir itu, muncul rantai merah ilusif yang mengikat mereka dan akhirnya menghilang seperti tidak ada yang terjadi.
Filia:"Kakek Grant, sister Lean, kalian tidak perlu mengambil sumpah seperti itu, aku sudah percaya pada kalian berdua."
Grant:"Tolong jangan seperti itu putri. Ini adalah bentuk kesetiaan kami pada keluarga Rosefield."
Filia:"A, aku mengerti. Tapi tolong jangan lakukan lagi."
Aku mengalihkan pembicaraan dan melihat Khaim yang masih memegang buku itu dengan wajah bodoh.
Filia:"Kamu harus mempelajari skill book itu dengan baik dan menjadi kesatria ku."
Tentu saja aku tidak mau hal seperti itu terjadi. Maka dari itu, aku tidak mengehentikan sumpah kesetiaannya kepadaku.
.....
Saat aku keluar dari perpustakaan, aku tidak menduga bahwa hari sudah pagi. Meskipun langit masih nampak kelabu, tapi badai salju telah berhenti sepenuhnya. Dari jendela kaca, aku bisa melihat banyak kesatria dan pelayanan yang mengenakan mantel berjalan di sekitar mansion sambil membawa sekop untuk membersihkan salju yang menutupi jalan.
Ilma:"Selamat pagi, Putri."
Di sebuah lorong, aku bertemu dengan Ilma yang menyapaku dengan wajah datar.
Filia:"Pagi Ilma. Apa kamu baru bangun?."
Ilma:"Tidak. Saya hanya berjalan mengelilingi mansion tanpa menemukan di mana anda berada. Sejak pagi... Sejak pagi..."
Ilma menekankan kata 'Sejak pagi' kepadaku, menandakan bahwa sebenarnya dia marah padaku karena pergi meninggalkannya. Bukan benar-benar marah, dia hanya merasa bahwa dia melalaikan tugas. Lagi pula tugasnya adalah untuk selalu menemaniku kemanapun aku pergi.
Filia:"Maafkan aku Ilma, aku hanya pergi ke perpustakaan."
Ilma:"Tolong jangan meminta maaf, Putri. Saya hanya, hanya..."
Filia:"Tidak apa, aku mengerti. Ayo pergi, aku mau sarapan."
Aku memimpin Ilma pergi ke ruang makan. Di ruang makan, Felmina sudah mengambil tempat duduk sambil menikmati makanannya.
Felmina:"Selamat pagi, kakak."
Filia:"Pagi. Dimana yang lainnya?."
Felmina:"Mereka sudah selesai makan dan aku tidak tahu kemana mereka pergi."
Karena mereka sudah makan, jadi biarlah. Aku duduk dan melihat hidangan yang di sediakan untuk sarapan. Sesuai pesanan ku, Jors menyiapkan segelas susu putih hangat dan roti panggang telur. Hidangan yang sangat sederhana, tapi bisa memenuhi kebutuhanku untuk beraktivitas di pagi hari.
Yah, lagi pula aku sudah berada di Tier tiga yang tidak terlalu membutuhkan makanan.
.....
Sebastian:"Putri, anda mendapatkan surat."
Setelah selesai makan, tiba-tiba Sebas menghampiriku dan memberikan sepucuk surat yang di rekatkan menggunakan lilin merah berlambang keluarga Rosefield.
Tidak perlu banyak menebak, aku tahu bahwa surat itu datang dari ayah dan ibu. Melihat surat itu, aku sangat bersemangat dan segera mengambil alih surat itu dari Sebas.
Tidak banyak yang di tulis dalam surat ini. Isinya hanya mengatakannya bahwa ayah dan ibu akan segera kembali ke ibu kota. Ibu mengatakan bahwa perang sudah berakhir dan tidak ada yang bisa di lakukan lagi, jadi ibu ingin pulang lebih cepat dari jadwal. Ibu berencana untuk berangkat tiga hari setelah menulis surat ini.
Filia:"Sebas, berapa lama waktu untuk mengirimkan surat dari ibu kota ke perbatasan?."
Sebastian:"Jika itu normal, maka akan butuh waktu setengah bulan, tapi jika menggunakan cara khusus, surat dapat tiba dalam tujuh hari."
Filia:"Lalu, cara mana yang di pilih ibu untuk mengantarkan surat ini."
Sebastian:"Itu, sepertinya menggunakan cara khusus. Surat itu mungkin di kirim lima atau enam hari yang lalu."
Jadi lima atau enam hari yang lalu. Jika demikian, maka saat ini ayah dan ibu ada di perjalanan. Dan mereka berdua mungkin terjebak dalam badai tadi malam. Aku jadi sedikit khawatir.
Jika itu hanya badai salju, ayah dan ibu bisa melaluinya dengan mudah. Tapi yang membuatku khawatir bukan hanya badai itu, tapi monster di musim dingin. Monster di musim dingin jauh lebih sulit untuk di hadapi oleh manusia daripada monster normal.
Selain karena mereka memiliki level yang tinggi, mereka juga cenderung adalah monster es atau salju yang bisa mendapatkan bonus buff dari lingkungan bersuhu dingin.
Itu bukan yang terburuk. Yang terburuk adalah lingkungan yang dingin akan sangat mengurangi efektivitas pertarungan ayah dan ibu. Hal ini benar-benar membuatku sedikit khawatir.
Filia:"Sebas, jalur mana yang kira-kira akan di ambil oleh ayah dan ibu?."
Aku segera bertanya pada Sebas. Aku tidak terlalu akrab dengan jalan-jalan, jadi aku hanya bisa bertanya pada Sebas.
Sebastian:"Saya tidak yakin. Tapi kemungkinan besar tuan dan nyonya akan mengambil jalur dataran Haruhara. Putri, apa yang ingin anda lakukan?."
Sebas bertanya dengan khawatir saat aku bertanya padanya. Mungkin dia sudah menebak apa yang ingin aku lakukan.
Filia:"Aku akan pergi menjemput mereka. Sebas, kamu ikut aku."
Sebastian:"Tapi Putri, itu terlalu berbahaya."
Filia:"Jika kamu tidak mau ikut, maka aku akan pergi sendiri."
Sebastian:"Putri, tunggu."
Aku langsung pergi tanpa melihat ke belakang. Ilma langsung mengikutiku tanpa banyak bicara. Meskipun Sebas awalnya menolak, tapi mungkin karena khawatir denganku, dia juga mengikutiku sambil menyarankan untuk membawa kesatria.
Tentu saja aku menolaknya. Membawa rombongan kesatria akan memperlambat jalan. Aku lebih memilih pergi dengan kereta kuda Pegasus milikku untuk memotong waktu perjalanan.
Liris:"Yang Mulia."
Stern:"Putri."
Filia:"Kebetulan sekali, kalian segera ikut aku."
"Baik."
Mereka tidak banyak bicara dan langsung mengikutiku masuk ke dalam kereta. Aku berencana untuk mempertajam indera pertarungan mereka dalam perjalanan ini dengan melawan monster yang mungkin akan kami temui.
Singkatnya, kami berlima segera pergi dengan kereta kuda Pegasus menuju arah yang di tunjukkan oleh Sebas.
Mungkin ini hanya kekhawatiranku saja, tapi hatiku berdebar-debar.
Aku harap aku hanya terlalu khawatir...
(Akhir dari chapter ini).