Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 105: Potensi



(sudut pandang Liris)


sangat kuat. aku melihat pertandingan kedua antara Abel dan Stern yang mengagumkan. meskipun Stern menempati posisi ke dua dalam kelas, aku tidak mengira bahwa dia akan memiliki kekuatan seperti itu. terlebih lagi cahaya perak itu, aku bahkan tidak tahu apa itu, tapi mendengar seruan Yang Mulia Putri Filia, sepertinya putri tahu apa itu.


sebelumnya aku mengira bahwa pertandingan ini sudah berakhir, tapi siapa yang menduga bahwa kejadian yang lebih mengejutkan terjadi. tiba-tiba aku mendengar derak petir yang menakutkan. saat aku melihat darimana asalnya, aku melihat Yang Mulia di kelilingi oleh bola cahaya putih kebiruan dengan busur petir biru yang ganas. dengan sadar, anak-anak menjauh dari jangkauan derap listrik itu karena takut terkena.


setelah cahaya yang mengelilingi Yang Mulia menghilang, pakaian yang tadinya asing dan indah itu telah berubah menjadi armor yang mengagumkan. dilihat sekilas sudah dapat di ketahui bahwa armor itu bukanlah armor biasa. penuh dengan ukiran dan terdapat pola petir biru di beberapa bagian yang membuat armor terlihat sangat megah. putri yang awalnya terlihat lembut dan anggun sekarang terlihat heroik dan bangga dengan senyum yang menawan di wajahnya.


"sangat cantik!"


aku mendengar kata-kata itu dari sampingku. saat aku melihat ke samping, ternyata itu adalah suara Sian yang menatap Yang Mulia dengan mata lebar tanpa berkedip.


Sian:"aku bahkan tidak tahu bagaimana pakaiannya tiba-tiba berubah menjadi armor"


Liris:"kedalaman Yang Mulia tidak bisa dilihat oleh orang biasa seperti kita"


memang sangat membingungkan. bahkan tidak ada yang tahu kapan pakaian yang di kenakan Yang Mulia tuan putri dapat berubah secara tiba-tiba.


Sian:"sebelum gaun itu berubah menjadi armor, bukankah ada kilatan petir!?. lalu, mungkinkah bahwa tuan putri dapat membuat armor dari petir?"


aku tidak tahu darimana pikiran anak itu berasal, tapi ini sangat mungkin terjadi. lagi pula aku pernah melihat komandan membuat armor dari tanah untuk melapisi tubuhnya. mungkin apa yang di lakukan tuan putri adalah hal seperti itu. atau mungkin Yang Mulia menggunakan armor khusus untuk memunculkan efek seperti itu.


"itu tidak mungkin!. sihir seperti petir, api dan sihir lainnya yang tidak berbentuk padat tidak bisa di ubah menjadi armor. jika tebakanku tepat, saat ini Putri Filia sedang menggunakan armor magis"


aku tidak tahu siapa yang berbicara. saat aku melihat asal suara itu ternyata berasal dari seorang anak perempuan dengan jubah penyihir dan berkaca mata. rambutnya di kepang dengan warna coklat gelap. melihat dari pakaiannya, sepertinya dia adalah anak dari divisi sihir, jadi penjelasannya dapat di percaya.


aku juga pernah mendengar tentang armor magis yang dia sebutkan. armor magis adalah armor yang di buat menggunakan logam tertentu dengan teknik tertentu dan akan memiliki efek tertentu pada penggunanya. biasanya armor magis merupakan peninggalan dari zaman kuno dan menjadi harta sebuah negara. aku tidak menyangka bahwa putri akan memiliki hal seperti itu.


Liris:"tapi armor itu terlihat sangat baru. apakah armor itu di renovasi?"


biasanya armor yang di dapatkan dari reruntuhan kuno akan memiliki beberapa bekas kerusakan atau memiliki beberapa goresan, tapi yang di kenakan oleh tuan putri terlihat mulus dan tanpa lecet sedikitpun. bahkan warnanya masih terlihat sangat baru tanpa pemudaran sedikitpun.


"itu mustahil. tanpa teknik dan bahan yang cocok tidak mungkin untuk memperbaiki armor dari zaman kuno. setidaknya aku belum pernah mendengarnya"


Liris:"Lalu??"


"entahlah. Putri Filia itu terlalu misterius, kita tidak bisa menebaknya dengan akal sehat"


aku juga setuju dengan itu. meskipun Yang Mulia adalah seorang putri, tapi aku bahkan belum pernah melihat Yang Mulia menghadiri sebuah perjamuan. aku datang ke negeri ini karena di tugaskan untuk menjaga dan mengawasi Yang Mulia saat berada di akademi. awalnya aku sangat penasaran dengan yang di sebut putri ini, bahkan aku baru tahu kalau keluarga kerajaan memiliki seorang putri. pertama kali aku bertemu dengannya, aku merasa melihat seorang gadis yang anggun dan tenang, tapi berwibawa. persis seperti Yang Mulia Ratu. namun semakin lama, aku mulai merasa bahwa putri ini menjadi lebih misterius dan tidak terduga.


aku mendengarkan percakapan Yang Mulia dengan instruktur tentang potion yang di keluarkan oleh tuan putri. mendengar evaluasi instruktur tentang potion itu membuat semua orang terkejut dan tidak bisa berkata-kata. saat aku mengira bahwa kejutan seperti itu telah berakhir, sekali lagi Yang Mulia menjatuhkan bom yang hampir menghancurkan seluruh pemahaman orang yang hadir.


Potion yang belum pernah ada dengan efek yang sangat kuat, ternyata di buat oleh kedua tangan Yang Mulia sendiri. kejutan yang di bawa oleh informasi ini jauh lebih besar dari saat perubahan kostum Yang Mulia. perlu di ketahui bahwa pembuatan potion saat ini di dasarkan oleh catatan yang di tinggalkanlah oleh peradaban kuno yang saat ini telah menghilang. meskipun catatan itu tidak lengkap, tapi dengan meraba-raba, kehidupan cerdas berhasil menemukan proses pembuatan potion, dan masih terus di sempurnakan hingga saat ini. aku tahu bahwa potion yang di bawa instruktur menggunakan teknologi terkini dan tercanggih untuk membuatnya, tapi di pandangan Yang Mulia potion itu di buat dengan cara yang kasar dan penuh kekurangan.


"seberapa baik tingkat pertama itu!?, bahkan mampu membuat potion yang belum pernah ada"


"apa benar bahwa potion itu di buat sendiri!?. aku agak tidak percaya"


"percaya atau tidak, tapi setelah mendengar pendapat dari instruktur, sepertinya memang itu di buat sendiri"


"sangat jenius!?"


"..."


anak-anak lain memiliki bahasan mereka tentang potion itu. dasar, bahkan jika yang menemukan potion seperti itu adalah peramu keluarga, tapi tidak mungkin untuk membiarkan Yang Mulia membuat klaim palsu seperti itu. selain hal itu dapat membuat marah peramu, hal seperti itu akan mendapatkan hukuman karena mengakui hak milik orang lain.


yang paling penting adalah, jika itu di temukan oleh peramu lain, mereka pasti akan langsung mengajukan hak paten ke istana dan paviliun peramu segera setelah mereka berhasil menciptakannya dan membuat gempar seluruh dunia. tapi aku belum pernah mendengar berita besar tentang seorang peramu yang berhasil menyempurnakan potion. jadi bisa di simpulkan bahwa 99% kemungkinan kata yang di ucapkan oleh Yang Mulia adalah sebuah kebenaran. seberapa menakutkan itu.


seorang gadis berusia kurang dari sembilan tahun memiliki prestasi seperti itu. hal ini akan membuat para orang tua yang telah meneliti dan mencoba menyempurnakan pembuatan potion menjadi gila dan meragukan kehidupan jika mendengarnya.


potion yang sebegitu berharga di berikan secara percuma!?.


menghentikan pikiranku tentang potion, aku melihat Yang Mulia mengambil posisi bertarung dengan santai. apakah kemampuan bertarungnya juga luar biasa!?.


Alison: "Mulai!!"


mendengar aba-aba dari instruktur, Stern langsung meluncurkan serangan kepada Yang Mulia. serangan itu cukup ganas. Stern mencoba menikam Yang Mulia, tapi Yang Mulia berhasil menangkisnya dengan mudah tanpa kesulitan sedikitpun.


karena tusukannya gagal, Stern menggunakan kaki kirinya sebagai tumpuan lalu dia berputar untuk meluncurkan serangan horizontal ke tubuh bagian kanan Yang Mulia. tangan kanan yang semula menangkis serangan awal Stern bergerak dengan santai. entah kapan pedang ramping di tangan Yang Mulia menjadi di pegang dengan posisi back hand. tubuh pedang itu menempel di siku yang mulia dan berhasil menangkis pedang dari Stern.


merasa usahanya sia-sia, Stern mundur dan mengambil jarak. sekarang aku tahu bagaiman Yang Mulia merubah posisi memegang pedangnya. Yang Mulia memutar pedang menggunakan jari-jari tangannya yang ramping dan fleksibel. dengan kemampuan seperti itu, Yang Mulia dapat merubah posisi pedangnya kapan saja. ini pertama kalinya aku melihat orang melakukan hal seperti itu saat pertandingan. jika ada kesalahan dalam gerakan atau timing yang tidak tepat, pedang itu bisa terjatuh atau terperangkap oleh serangan lawan. meskipun begitu, tapi sepertinya Yang Mulia tidak memiliki kekhawatiran tentang hal itu.


Filia: "ayo lagi. jangan mengecewakanku"


kata-kata yang sombong dan provokatif seperti itu pasti akan sangat mengganggu. jika orang lain yang mengatakannya, orang itu akan di anggap sombong, tapi jika itu Yang Mulia, maka sombong tidaklah tepat. sebut saja bangga. Yang Mulia memiliki modal untuk kebanggaan itu, baik dari segi latar belakang dan kemampuan pribadi, benar-benar tidak ada kekurangan.


Stern mengeratkan giginya dan maju menemui Yang Mulia lagi dengan bilah pedang ungunya. serangannya kali ini jauh lebih cepat, tapi tidak peduli seberapa cepatnya serangan itu, dihadapan Yang Mulia semua serangan itu terlihat seperti mainan. yang mulia hanya menangkisnya menggunakan pedang biru dinginnya tanpa mundur selangkah pun.


Trang...!!


suara tajam terdengar dan saat Yang Mulia menangkis serangan Stern. mungkin karena Yang Mulia menggunakan tenaga yang lebih besar, Stern mundur beberapa langkah karena hentakan dari benturan itu. tanpa menunggu Stern untuk menstabilkan tubuhnya, Yang Mulia langsung meluncurkan tikaman tajam ke arah Stern.


Srakkk...!!


Ahhh...!!


suara robek kain bersamaan dengan suara jeritan terdengar dari arena. bisa di lihat, Yang Mulia masih mempertahankan posisi menikamnya, tapi kali ini dari ujung pedang Yang Mulia mulai menjatuhkan darah merah ke lantai. darah merah itu berasal dari lengan atas Stern yang terluka karena tikaman pedang.


aku bisa melihat dengan jelas bahwa yang mulia mengincar bagian dada Stern, tapi karena refleks yang cepat atau karena terdesak, Stern berhasil menghindar dengan memiringkan tubuhnya ke sebelah kanan. meskipun berhasil menghindari serangan fatal, tapi lengan kirinya tergores oleh bilah pedang Yang Mulia.


Yang Mulia menarik kembali pedangnya. darah yang awalnya meluncur mengikuti bilah pedang dan menetes ke tanah mulai membeku menjadi es dan terjatuh. dengan hentakan ringan, darah yang membeku itu jatuh ke tanah seperti kepingan es merah, membuat bilah pedang itu kembali bersih seperti semula.


Yang Mulia memandang Stern yang terluka tanpa ekspresi. wajahnya yang tersenyum menghilang dan menjadi wajah dingin.


Filia:"aku bisa melihat bahwa kamu ragu-ragu saat bertarung. itu adalah hal terlarang dalam pertarungan. jika ini pertarungan yang sesungguhnya, kamu akan mati dengan cepat"


Instruktur menghampiri Stern untuk menanyakan kondisinya, tapi Stern hanya menggelengkan kepalanya dengan lembut yang mengisyaratkan bahwa dia tidak apa-apa.


Stern:"t, tapi ini hanyalah latihan"


Filia:"meskipun sebuah latihan, tapi kamu memegang sebuah senjata, maka kamu harus memiliki mentalitas untuk membunuh lawanmu. kamu harus menanamkan niat membunuh dalam pertempuran apapun dan tidak ragu untuk menyerang lawanmu. begitu kamu memasuki arena pertarungan, kamu harus memiliki keberanian untuk membunuh dan di bunuh. hal itu akan mengeluarkan potensi mu yang sesungguhnya"


Stern melepaskan diri dari instruktur yang memeriksa lukannya. sambil mengeratkan gigi, Stern kembali mengambil posisi bertarung dengan pedang ungu yang mengkilap dengan pantulan cahaya matahari.


Stern:"k, kalau begitu, s, saya mohon bimbingan tuan putri"


tiba-tiba bilah pedang Yang Mulia mengeluarkan kabut putih yang melapisi bilahnya. Yang Mulia menusukkan bilah pedangnya yang tipis itu ke platform pertempuran yang keras. tapi platform yang keras itu terlihat seperti tahu saat bertemu dengan pedang Yang Mulia. siapa yang menduga bahwa bilah tipis dan ramping seperti itu dapat memiliki kekuatan yang menakutkan.


Swoss...!!


bersama dengan bilah yang tertancap, kabut putih menyebar dan membuat lapisan es tipis di atas platform. lapisan es itu terus menyebar, tapi saat sampai di pinggir platform, lapisan es itu mulai merangkak naik seperti memanjat dinding yang tidak terlihat hingga akhirnya membentuk sebuah kubah putih yang menutupi platform pertandingan. karena penutup ini, orang di luar kesulitan untuk melihat bagian dalam.


Krak...!!


suara retak kembali mengejutkanku. aku melihat kubah es itu memiliki retakan yang halus dan semakin menyebar hingga menutupi seluruh permukaan kubah es.


prang...!!


kubah es itu pecah dan hancur seperti kaca. serpihan es dingin jatuh dan tersebar di tanah. aku mengerti bahwa es itu berusaha untuk menyebar, tapi keberadaan dinding pelindung yang melindungi penonton dari dampak serangan petarung menghalangi penyebaran lapisan es itu, sehingga lapisan es itu hanya bisa membekukan penghalang. penghalang yang tidak bisa menahan dampak seperti itu akhirnya hancur dan menghilang bersama dengan kehancuran kubah itu.


begitu pelindung hancur, udara dingin menyebar dan membuat lapisan es beku pada tanah berpasir. anak-anak lainnya yang menonton pertunjukan di bawah panggung segera menjauh. akhirnya lapisan es itu berhenti setelah sekitar lima meter dengan platform pertempuran yang menjadi pusatnya.


jika penghalang sihir itu menghilang maka, siswa yang bertanding tidak akan bisa mendapatkan perlindungan dari serangan fatal dan penonton di sekitar arena bisa terkena dampak dari pertempuran kapan saja. aku tidak tahu apa yang di rencanakan oleh Yang Mulia, tapi melihat wajah tersenyumnya, jelas Yang Mulia sengaja melakukan hal ini, tapi apa tujuannya?.


Filia:"ayo kita lanjutkan"


Alison:"tunggu...!"


instruktur segera menghentikan pertempuran ini. karena pelindung telah menghilang maka siswa yang sedang bertanding dapat terkena cidera fatal kapan saja.


Alison:"pertandingan tanpa pelindung itu sangat berbahaya..."


Filia:"tidak apa instruktur, saya akan menahan diri"


Alison:"tapi..."


Stern:"saya tidak keberatan"


aku tidak menduga bahwa Stern yang terlihat pendiam akan mengatakan itu dengan lugas. kemudian aku melihat mata Stern yang penuh tekat dan keyakinan. melihat ekspresi itu, aku tahu bahwa dia juga berharap untuk pertandingan ini.


Alison:"huh... baik, aku mengerti, tapi aku akan segera menghentikan pertandingan ini jika merasa terlalu berbahaya"


Filia:"saya mengerti"


Stern:"iya"


segera setelah instruktur mundur, pertandingan segera di mulai kembali. kali ini Yang Mulia tidak hanya menahan serangan, tapi Yang Mulia mulai menyerang tanpa belas kasihan.


setelah kurang lebih lima menit berlalu, Stern telah berulang kali terlempar dan bangkit lagi. bekas luka dan darah mulai mengalir dan membasahi pakaiannya. meskipun penampilannya mengerikan, tapi terlihat dari luka-lukanya bahwa itu bukanlah luka yang fatal. dalam pertandingan ini gerakan Stern menjadi semakin halus dan inisiatif menyerang menjadi semakin tajam.


Trang...!!


sekali lagi Stern terlempar dengan luka di lengan kanannya. saat mencoba berdiri, Stern kembali terjatuh karena tenaganya telah habis.


Filia:"jangan membuatku kecewa"


Yang Mulia langsung meluncurkan serangan. bilah biru es nya memancarkan aura dingin yang membuat suhu udara yang semula dingin menjadi jauh lebih dingin. cahaya biru menuju Stern dengan sangat cepat bersama dengan niat membunuh yang sangat kental.


Tidak...!!


Tidak...!!


dua teriakan yang tumpang tindih bergema secara bersamaan. suara itu berasal dari instruktur dan Stern yang putus asa. meskipun instruktur mencoba untuk menghentikan serangan itu, tapi serangan itu tidak terduga dan sangat cepat.


Bang...!!


serangan itu langsung menyapa Stern yang tidak berdaya di lantai platform. ledakan bersama dengan asap putih dingin segera terjadi. tempat semula dimana Stern berada sudah di penuhi dengan asap putih yang dingin. lapisan es tebal juga samar terlihat di lantai. jika memang ada yang terkena serangan itu, dapat di pastikan bahwa orang itu akan terpotong dan menjadi patung es beku.


apakah Yang Mulia begitu kejam!?. apakah Stern terbunuh!?. berbagai pertanyaan mengerikan muncul di dalam kepalaku. bukan hanya aku, bahkan anak-anak yang lain dan instruktur tidak bisa tidak menatap tempat Stern yang berkabut dengan mata yang bodoh.


Filia:"jangan hanya diam saja. ayo lanjutkan!!"


suara Yang Mulia yang lembut itu membuat kami sadar kembali. dan melihat Yang Mulia dengan tidak percaya. apa yang terjadi!?.


segera, pertanyaan itu terjawab. kabut putih dingin itu mulai semakin tipis dan memperlihatkan siluet aneh di dalamnya. setelah kabut itu menjadi jauh lebih tipis, semua orang dapat melihat pedang besar ilusif berwarna ungu dengan lebar lebih dari empat meter yang tertancap di platform. meskipun pedang itu lebar, dari platform hingga ke bagian gagang pedang hanya sepanjang sekitar satu meter. bisa di perkirakan bahwa pedang itu tidak lengkap. di bagian belakang pedang itu terdapat bayangan seseorang yang sedang menatap dengan bodoh.


permukaan pedang ilusif itu membeku. tanpa pengetahuan yang dalam pun, yang melihat pemandangan ini pasti tahu bahwa pedang ilusif itu yang melindungi Stern.


Filia:"akhirnya potensi mu keluar. Sword intent..!"


pedang ilusif ungu itu akhirnya menghilang dan Stern terlihat dengan jelas. wajahnya masih bingung, tapi pupil matanya memiliki cahaya perak yang bersinar. pedang dengan bilah ungu yang ada di tangannya kini bercahaya ungu yang indah.


Stern:"ini..."


Filia:"potensi mu tidak akan keluar jika kamu hanya menjadi vas bunga yang indah. karena kamu belum bisa menggunakan Sword Intent dengan benar, maka aku harus memaksa supaya sword intent mu keluar. cara termudah supaya sword intent itu keluar adalah dengan pengalaman hidup dan mati, jadi aku terpaksa harus melakukannya dengan agak keras. tolong maafkan aku"


tidak ada yang menyangka bahwa Yang Mulia akan memiliki tujuan seperti itu. semua tampak ternganga kaget. Yang Mulia berjalan perlahan mendekati Stern sambil tersenyum lembut seperti, sama sekali menghilangkan bekas kekejaman saat bertempur. bahkan niat membunuh yang keluar dari tubuhnya telah berubah menjadi aura yang hangat dan mudah di dekati. ini seperti dua orang yang berbeda sama sekali.


Filia:"maukah kamu menjadi kesatria ku?"


Stern:"k, kesatria?"


Filia:"itu benar. aku ingin kamu mengabdi kepadaku, hanya kepadaku, bukan kepada keluarga Rosefield, tapi kepadaku, Filia Rosefield"


Stern:"t, tapi apakah saya pantas?"


mendengar pertanyaan Stern, Yang Mulia mengangguk dengan senyumnya yang tulus. air mata seketika terjatuh dari wajah Stern dan segera berlutut di platform.


Stern:"s, saya bersedia"


wajar jika reaksi Stern akan seperti itu. menjadi kesatria pribadi bukanlah sesuatu yang sepele. apalagi Stern yang berasal dari keluarga miskin yang tidak memiliki apapun, bisa di katakan bahwa Stern berubah dari seekor burung Pipit menjadi seekor Phoenix dalam semalam. sungguh membuat orang menjadi iri.


Stern:"saya berjanji_"


Filia:"jangan katakan sumpah kesatria terlebih dahulu. untuk saat ini, kita bisa berteman"


(akhir dari chapter ini)


lelahnya... terlalu banyak yang harus di lakukan akhir-akhir ini. maafkan aku karena jarang update. see you next time