Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 50: Golem



aku hanya melatih ke dua tanganku tanpa memperhatikan banyak hal di sekitar, aku juga tidak menggunakan teknik bertarung yang dapat menyebabkan kerusakan. latihan ku bisa di katakan sebagai latihan tenaga kasar, tanpa keterampilan dan tanpa teknik.


saat aku menghentikan semua gerakanku, aku merasa kehangatan yang menimpa punggungku. saat itulah aku menyadari bahwa matahari sudah terbit dan ada banyak kesatria yang terengah-engah di sisi lain dari tempatku dan Ilma berlatih. bahkan aku tidak sadar kapan para kesatria ini kembali dari latihannya.


huh....


aku menghembuskan nafas dan memperkuat konsentrasiku. padatkan mana dan alirkan ke sepanjang pedang. lapisi ke dua pedang kayu dengan mana untuk memperkuat dan mempertajam. bimbing mana tipe udara untuk berputar dengan kecepatan tinggi di sekitar bilah pedang.


perlahan, angin berputar membungkus bilah pedang kayu yang sudah aku perkuat dengan sihir. putaran angin semakin cepat dan cepat, bahkan suara angin menjadi tajam seperti membelah udara. suaranya mirip seperti pedang logam yang bergesekan dengan pasir, suaranya tajam dan memilukan hati.


sambil menahan dua buah pedang yang di lapisi angin, aku menghentakkan kaki kananku ke tanah. «Golem Creation».


tanah yang semula keras berubah bergelombang seperti permukaan air yang beriak. gumpalan lumpur mulai terangkat dan membentuk sekitar dua puluh sosok humanoid. Golem yang aku ciptakan berbentuk seperti manusia, hanya saja mereka tidak memiliki hidung dan mulut. mereka hanya memiliki sepasang mata merah.


Filia:"lakukan!"


setelah aku mengucapkan kalimat itu, Golem-golem yang berdiri seperti patung tiba-tiba memiliki kilau seperti permata merah di mata mereka. mereka mulai bergerak maju dan menyerang ku.


tidak seperti Golem yang biasanya ada di cerita fantasi yang bertubuh besar dan bergerak lambat, sebaliknya Golem-golem ini seukuran manusia biasa dan bergerak sangat cepat dan lincah. setidaknya standar Tier dua level menengah.


aku dan Golem-golem itu berjarak sekitar seratus meter, tapi jarak seperti itu dapat di lalui hanya dalam beberapa lusin detik.


«Air Disc»


saat Golem-golem itu mulai mendekat, aku mengayunkan ke dua pedangku dan cincin angin yang berputar dengan kecepatan tinggi, berdiameter 60cm terbang ke arah Golem dari masing-masing bilah pedang.


ke dua cakram udara itu menimbulkan suara tajam yang membelah udara. mereka dengan cepat berbenturan dengan sekelompok Golem yang ada di jalurnya. dengan suara memotong yang memilukan, lebih dari setengah Golem terpotong dan jatuh ke tanah, sementara Golem yang tersisa terus maju ke arahku.


ke dua tangan Golem-golem itu berubah menjadi bilah sabit tajam yang terbuat dari tanah yang padat. mereka mengayunkan sabit-sabit tajam itu ke arahku. aku menghindar dan menangkis tanpa menggunakan skill.


inilah tujuanku. aku ingin melatih kelincahan dan refleks dari tubuh ini. meskipun hanya Golem, Golem yang sudah setingkat ini mulai memiliki insting bertarung seperti binatang. mereka terus menyerang secara terkoordinasi, mirip dengan sekelompok serigala yang memburu mangsanya.


aku terus menangkis dan menghindari serangan dari Golem-golem itu. karena senjataku terbuar dari kayu, maka benturan antara pedang dan cakar Sabit dari Golem hanya menimbulkan suar benturan kayu dan tanah. jika itu adalah pedang logam, aku yakin itu akan menimbulkan suara benturan logam.


sambil menghindar dan menangkis, aku juga mendaratkan serangan ke dada dari Golem. dada adalah tempat di mana inti dari Golem tersimpan, jika inti di hancurkan, maka Golem akan di nonaktifkan.


prinsip penciptaan Golem pada dasarnya mirip dengan pengoperasian sebuah mesin dengan program tertentu. inti di dada Golem merupakan prosesor sekaligus penyuplai daya pada Golem. selama inti belum hancur, maka Golem akan tetap bisa bergerak dan memperbaiki diri.


inti di dalam Golem juga merupakan penyuplai mana yang akan mengikat elemen, seperti: bumi (Golem tanah), logam (Golem metal), den elemen yang lainnya sehingga membentuk struktur tubuh dari Golem. itulah sebabnya jika inti di hancurkan, tubuh Golem yang tidak solid, seperti Golem api akan runtuh dan menghilang. hal itu di sebabkan karena prosesor yang memberikan perintah kepada elemen untuk menyatu dan bergerak menghilang.


sebenarnya Golem mirip dengan manusia. mereka juga memiliki berbagai macam jenis yang mirip dengan jobs yang di miliki Players. salah satu jenis Golem seperti yang aku buat, merupakan jenis assassin. mereka dapat dengan sesuka hati merubah bagian tubuh mereka menjadi senjata, dan selain itu juga, mereka memiliki kecepatan dan kelincahan yang luar biasa. ini sangat cocok untuk melatih kelincahan ku. kurasa ku juga bisa menggunakan Golem-golem seperti ini untuk melatih Ilma.


saat aku sedang menangkis serangan Golem di depanku, tiba-tiba aku merasakan bahaya di benakku. aku langsung menghindar ke samping dan sebuah sabit tajam menghantam tanah tempatku berdiri semula. karena hantaman itu, tanah dimana aku tadi berdiri terdapat bekas terbelah oleh sabit yang tajam.


kurang dari setengah detik, aku langsung berbalik dan menebas bagian leher dari Golem itu dengan menggunakan pedang kayu yang sudah aku perkuat dengan sihir. kepala Golem itu melayang di udara dan terjatuh ke tanah. melihat itu, aku langsung membelah tubuh Golem itu secara vertikal. saat tubuh Golem terbelah, ada juga kristal merah yang ikut terbelah di dalamnya. satu lagi selesai.


karena level mereka jauh lebih tinggi dari level ku saat ini, aku jadi agak kewalahan menghadapi semua Golem ini secara bersamaan. namun, karena pengalamanku selama ini, aku masih tidak dalam bahaya melawan Golem-golem lemah ini.


aku terus bergerak, menghindar, menangkis, dan menyerang Golem-golem lainnya. sekitar lima menit kemudian, aku selesai membersihkan semua Golem. aku merasa bahwa ada beberapa bagian ototku yang sobek karena memaksakan gerakan-gerakan yang ekstrim dengan tubuh ini. segera, cahaya keemasan menyelimutimu dan menyembuhkan semua lukaku.


huh....


aku mulai memperhatikan sekitar dan melihat Ilma yang meneteskan air mata tidak jauh dari kami. sebenarnya apa yang terjadi?.


Filia:"nenek, apa yang terjadi?"


nenek melepaskan pelukannya dan menatapku dengan wajah marah, tapi aku bisa melihat matanya yang penuh ke khawatiran.


Trainee:"apa yang kamu lakukan menempatkan dirimu dalam bahaya seperti itu?"


Filia:"bahaya?"


apa bahayanya?, aku benar-benar bingung dengan apa yang terjadi. bisakah seseorang menjelaskannya kepadaku?.


Trainee:"nenek mengetahui bahwa kamu akan berlatih di pagi hari dari Harnas, tapi saat nenek mencarimu, nenek melihat kalau kamu berlatih menggunakan hal-hal berbahaya seperti itu. bahkan kamu beberapa kali hampir terkena oleh senjata tajam dari mahluk-mahluk aneh itu"


oh. sekarang aku mengerti. nenek dan yang lainnya melihatku berlatih dengan Golem dan mereka khawatir dengan keselamatanku. sejujurnya aku sama sekali tidak merasa melawan beberapa Golem tingkat rendah seperti itu dapat membahayakan ku. palingan aku hanya akan terkena beberapa luka lecet yang bisa di sembuhkan dengan mudah. tapi aku juga merasakan kehangatan di lubuk hatiku karena perhatian yang mereka berikan.


Trainee:"berjanjilah bahwa kamu tidak akan melakukan hal-hal berbahaya seperti itu lagi!"


Filia;"tapi_"


Trainee:"janji?!"


Filia:"i,iya"


nenek mengangguk sambil tersenyum. dia memelukku lagi sebentar, lalu melepaskan pelukannya. begitu nenek melepaskan pelukannya, aku berjalan ke arah Ilma untuk meminta maaf, aku yakin aku sudah membuatnya khawatir.


Filia:"maaf sudah membuatmu khawatir Ilma"


Ilma:"Putri, tolong jangan lakukan hal-hal yang membahayakan diri anda seperti itu. saya sangat khawatir melihatnya"


Filia:"iya. maafkan aku"


Ilma:"um..."


setelah Ilma kembali tenang, aku ingin melanjutkan untuk melatih Ilma. Ilma masih perlu banyak pelatihan dasar. untuk melatihnya, aku mungkin memerlukan latihan yang intens selama beberapa bulan hanya untuk melatih fisiknya. kurasa aku hanya bisa melanjutkan latihannya saat di akademi nanti.


untuk saat ini, karena fisik Ilma yang belum memadai, jadi aku hanya menyuruhnya untuk berlari lagi mengelilingi lapangan pelatihan beberapa kali putaran. lapangan pelatihan ini sangat luas, jadi hanya dengan setengah putaran saja dia sudah kehabisan nafas.


aku terus melatih Ilma sampai nenek yang telah memperhatikan di pinggir sejak tadi, mengingatkan ku kalau ini sudah waktunya sarapan. aku segera menghentikan latihannya dan pergi bersama nenek kembali ke mansion.


aku membersihkan diri dan mengganti pakaianku. saat keluar kamar, Ilma sudah menungguku di depan pintu dengan pakaian maid yang rapi. rambutnya masih agak basah setelah membersihkan diri. aku berjalan menuju ruang makan bersama Ilma yang mendampingiku


saat aku memasuki ruangan,.aku merasakan firasat yang tidak enak. firasat apa ini...?


(akhir dari chapter ini)