Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 26: Pendapat Mengenai Pahlawan



terdengar suara wanita yang pelan dan lemah. saat kami menoleh, itu ternyata adalah ibunya Aria yang telah sadar dari koma nya. meskipun sudah sadar, tapi dia masih terlihat kurus dan lemah.


Aria:"ibu..huuu.. syukurlah ibu sudah sadar"


Aria langsung memeluk ibunya sambil menangis bahagia. ibunya juga ikut menangis bahagia dan mempererat perlukannya kepada Aria.


"iya. ibu baik-baik saja"


setelah pelukan yang mengharukan akhirnya mereka saling melepaskan. saat itulah ibunya memperhatikan bahwa banyak orang yang ada di ruangan itu. ketika ibunya Aria melihat ibuku, dia langsung mencoba bangun dengan susah payah untuk menyambut ibu.


ibu langsung menghampirinya dan mencoba untuk mencegahnya supaya tidak bangun dari tempat tidur. kondisinya masih sangat lemah, mungkin karena dia sudah terlalu lama terbaring di tempat tidur.


"Marshal"


Harnas:"Rogis. jangan memaksakan dirimu!. kamu harus beristirahat untuk memulihkan kondisimu!"


Rogis:"Marshal, saya..."


Harnas:"putriku baru saja menyembuhkan mu!. sekarang kamu akan baik-baik saja dan dapat berjalan seperti semula. untuk saat ini kamu hanya perlu memulihkan kondisimu"


Rogis:"di, di sembuhkan?".


saat bibi Rogis mendengar apa yang di katakan ibuku, bibi Rogis nampak sangat terkejut dan perlahan menatapku dengan penuh rasa syukur.


Rogis:"putri ini. saya sangat berterima kasih. jika ada sesuatu yang bisa saya lakukan, mohon untuk segera mengatakannya. rasa terima kasih ini tidak bisa hanya saya ucapkan, saya akan membalas budi pada sang putri"


ucapan seperti itu aku rasa mirip dengan sumpah kesatria. bibi Rogis ini memang layak sebagai seorang kesatria.


Harnas:"kalau begitu maukah kamu kembali untuk mengabdi sebagai kesatria kerajaan Regalia?"


Rogis:"saya akan sepenuhnya untuk mengabdikan hidup saya sebagai kesatria kerajaan Regalia"


Harnas:"mungkin ini egois, tapi aku ingin kamu secara pribadi mengabdi sebagai kesatria keluarga Rosefield daripada kerajaan"


Filia:"ibu!!. bukankah ini seperti pernyataan pemberontakan?"


secara pribadi ingin seorang kesatria untuk mengabdi kepada keluarga daripada kerajaan adalah sebuah bentuk penghianatan. bagaimana jika kerajaan mengetahuinya?. memang sih setiap keluarga akan memiliki pasukannya sendiri, tapi jumlahnya akan di batasi dan mereka tidak akan mengucapkan kata-kata seperti yang ibu ucapkan barusan. pernyataan yang ibu katakan tadi sebenarnya mengartikan bahwa keluarga akan lebih penting dari kerajaan.


Harnas:"tidak juga. aku hanya merekrut seorang mantan kesatria sebagai pengawal mu. itu bukan bentuk penghianatan, dan lagi kamu juga masih memiliki darah keluarga kerajaan. bagaimana Rogis?, apa kamu mau menerima tanggung jawab itu?".


Rogis:"saya akan sepenuhnya mengabdikan kesetiaan saya pada keluarga Rosefield dan juga tuan putri"


semangat juangnya sebagai seorang kesatria sepertinya mulai bergejolak kembali. meskipun bibi Rogis masih terbaring lemah di atas tempat tidur, tapi aku bisa merasakan betapa semangatnya dia saat ini. bukan hanya bibi Rogis yang bahagia, Aria dan paman Gaze sepertinya juga sangat bahagia. aku tidak tahu apa hubungan antara paman Gaze dan bibi Rogis, tapi sepertinya melihat mereka seperti melihat sepasang kekasih.


Rogis:"Gaze. terima kasih sudah menjaga Aria selama aku sakit"


Gaze:"ehem... tidak masalah. lagi pula aku sudah menganggap Aria sebagai putriku sendiri"


paman Gaze tersipu saat mendengar ucapan terima kasih dari bibi Rogis dan bibi Rogis juga tersenyum lembut padanya. ini musim semi.... kenapa di dunia ini penuh dengan musim semi orang-orang tua?, dimana musim semi antara putri dan pangeran yang ada di dalam novel?.


.....


tanpa di sadari kami berbicara cukup lama. langit sudah mulai memerah menandakan malam akan segera datang. kami membicarakan tentang banyak hal, termasuk rencana membiarkan Aria masuk ke akademi kerajaan dan kembalinya bibi Rogis menjadi kesatria.


sambil berbicara aku juga memberikan makanan yang dapat memberikan buff Stamina pada bibi, sekaligus mengembalikan staminaku yang telah hilang. kesembuhan bibi Rogis sangat cepat setelah memakan makanan yang aku berikan dan juga mengkonsumsi potion. saat ini bibi Rogis seperti seorang wanita muda yang cantik dengan kulit yang bersih. meskipun tubuhnya agak kurus, bibi Rogis sudah terlihat cukup sehat, aku yakin tidak perlu waktu lama bagi bibi Rogis untuk kembali ke kondisi puncaknya.


karena langit sudah mulai gelap, aku dan ibu serta Eli dan Ilma pamit dan segera kembali ke mansion dengan kereta kuda. sepertinya saat kembali ayah menunggangi kuda yang tadinya di bawa oleh kesatria patroli.


kesatria patroli biasanya akan berkelompok antara lima sampai enam orang, dan masing-masing akan menunggangi Kuda sendiri. aku jadi membayangkan dua orang kesatria laki-laki yang menunggangi satu kuda bersama..Puff... ini, ini pemandangan yang lucu..


Harnas:"sayang. kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?"


ugh... tanpa sengaja sepertinya aku tersenyum sendiri. ini gara-gara dua pria satu kuda...aku benar-benar ingin tertawa...


Filia:"tidak apa-apa ibu. saya hanya merasa sedikit senang karena bisa membantu seseorang".


Harnas:"oh. apa kamu mau menjadi seperti pahlawan?"


Filia:"tokoh yang paling aku benci adalah pahlawan. mereka selalu naif dan mencoba menyelamatkan semua orang, apa mereka kira kalau mereka itu Tuhan?. saat pahlawan melihat ada seseorang yang dalam bahaya pasti dia akan berkata 'aku harus menyelamatkannya' dan saat itu teman-temannya akan menghentikannya karena terlalu berbahaya, tapi pada akhirnya, teman-temannya akan berkata 'kami ikut dengan mu'. omong kosong!. demi satu orang dia mengorbankan lebih banyak nyawa. jika itu aku, aku akan membiarkan satu nyawa demi dua nyawa".


setelah selesai mengatakan itu aku menyadari bahwa aku menggunakan kata-kata yang biasa di gunakan untuk dialog sehari-hari dan terkesan kurang sopan bagi bangsawan.


Harnas:"sayang. ibu tidak tahu jika kamu memiliki pendapat seperti itu tentang pahlawan".


tapi seperti biasa, ibu tidak pernah mempermasalahkannya.


Filia:"yah. setidaknya setiap orang memiliki pendapat masing-masing"


Harnas:"itu benar"


kami terus berbicara dan tertawa sampai tiba di mansion. hari sudah gelap, dan kristal cahaya sudah mulai menyala dengan cahaya yang lembut. ini sudah lewat jam makan malam dan sepertinya Felmina dan ayah sudah makan malam terlebih dahulu.


saat kami tiba, kami di sambut seperti biasa oleh para kesatria yang menjaga dan para maid yang keluar untuk menyambut kami.


An:"nyonya dan putri. makan malam sudah di siapkan"


Harnas:"baik"


ibu langsung memimpin jalan menuju ruang makan yang cerah dan terdapat berbagai hidangan di atas meja. disana sepertinya aku melihat seorang gadis kecil seusia Ilma.


Ilma membantuku untuk menyiapkan piring dan peralatan lainnya, sementara Eli membantu ibu. aku melihat gadis kecil seusia Ilma yang sedang berdiri dengan sopan dan agak gugup di salah satu sudut ruangan bersama maid yang lain.


Filia:"sepertinya aku belum pernah melihatmu"


gadis itu terkejut saat mengetahui bahwa aku bertanya padanya dan menjawab pertanyaan ku dengan takut-takut.


"n, nama saya Rurui. s, saya adalah pelayan pribadi nona Felmina"


oh. jadi dia adalah pelayan pribadi Felmina!. pantas saja aku belum pernah melihatnya, sepertinya dia baru di rekrut hari ini saat aku sedang pergi.


"selamat datang tuan!!"


tiba-tiba para maid berkata serempak dan membungkuk dengan hormat ke arah pintu. saat aku menoleh, ayah masuk dengan pakaian baju putih biasa.


Filia:"ayah.."


ayah menghampiri ku dan menepuk kepalaku dengan lembut lalu duduk di kursi sebelahku. Harold segera menyiapkan peralatan makan yang di butuhkan oleh ayah dengan cepat dan rapi.


Harnas:"sayang. apa kamu belum makan malam?".


Rovell:"bagaimana aku bisa makan duluan sebelum putri dan istriku makan?. aku dan Felmina sedang menunggu kalian dan ingin makan bersama".


sepertinya Felmina juga mengharapkan makan bersama keluarga barunya. padahal aku berjanji untuk menjadi kakak perempuan yang baik, tapi aku malah tidak bisa menemaninya seharian ini.


Filia:'lalu. bagaimana dengan Felmina?"


Rovell:"karena ayah melihatnya sudah mengantuk, jadi ayah menyuruhnya makan duluan dan pergi tidur. mungkin dia kelelahan setelah seharian pergi ke tempat pelatihan pekerja untuk mencari maid pribadi".


Harnas:"ayahmu sudah mengatur seseorang untuk menemani Felmina mencari pelayan hari ini".


jadi seperti itu!. bahkan sebelum pergi ayah sudah menyiapkan segalanya.


Filia:"mungkin nanti saya akan melihatnya"


Rovell:"ya. dia ada di kamar bersebelahan dengan kamar mu"


Filia:"baik ayah"


kami melanjutkan makan malam keluarga dengan suasana yang harmonis. mungkin karena ayah tahu aku kelelahan, ayah tidak bertanya lebih banyak soal rencana masa depan yang kami bicarakan di siang hari.


(akhir dari chapter ini)