Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 22: Ayo pergi ke kota



Jors adalah yang pertama maju untuk mencoba coklat hasil buatan ku. saat ini aku hanya membuat dua jenis coklat yaitu, coklat susu dan Dark coklat. Jors mengambil sebutir coklat dan menilai tampilannya.


Jors:"apa ini bisa di makan?. ini terlihat seperti bola tanah".


Filia:"sepertinya kamu meragukan masakanku"


Jors:"tidak. hamba tidak akan berani"


Jors menjawab dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya. Jors menutup matanya dan segera memasukkan coklat itu ke dalam mulutnya dalam satu kali gigit.


setelah dia mengunyah coklat itu, matanya terbuka lebar karena terkejut.


Jors:"aroma yang luar bisa. rasanya manis tapi bercampur dengan sedikit pahit yang unik. ini, pertama kali saya merasakan makanan seperti ini"


Filia:"coklat bukan hanya bisa di makan seperti ini, coklat juga bisa di padukan dengan berbagai jenis makanan yang lain".


Jors:"benarkah nona?, jika punya kesempatan bisakah nona mengajarkannya?. saya tahu ini tidak sopan, tapi..."


Filia:"tidak apa, aku tahu apa yang kamu rasakan. bagaimana?, apakah akan ada banyak yang menyukai makanan ini?".


Jors:"saya yakin akan ada banyak yang menyukainya".


setelah Jors mencoba coklat, pelayan dan koki lain yang ada di dapur juga ikut maju untuk merasakan coklat yang belum pernah mereka makan.


mereka menunjukkan ekspresi bahagia di wajahnya, mereka juga saling membahas coklat yang mereka makan menurut pendapat masing-masing.


ada yang menyukai Dark Coklat dan ada juga yang lebih menyukai coklat susu. mereka saling membicarakan waktu yang tepat untuk mengkonsumsi coklat. namun bagiku, coklat bisa di konsumsi kapan saja.


di tengah obrolan, aku mendengar dua langkah kaki yang menuju ke dapur di iringi dengan suara dua orang yang saling berbincang-bincang. ke dua sosok itu adalah Ilma dan An yang entah darimana sambil membawa keranjang bunga di tangannya.


Ilma dan An sepertinya memperhatikan ada sesuatu di dapur lalu melihatku dengan tampang luar biasa.


Ilma:"p, putri?. apa yang anda lakukuan?"


Ilma langsung bergegas ke arahku dan melihat pakaian yang aku kenakan. sepertinya dia baru pertama kali melihat ku memakainya.


Filia:"bagaimana?. apa ini bagus?"


aku menunjukkan pakaian maid itu sambil berputar sehingga membuat rok itu mengembang dengan anggun.


An:"saya tidak pernah tahu bahwa bahkan pakaian pelayan akan seperti gaun yang indah jika di kenakan oleh putri"


Jors:"itu benar".


tanpa banyak berfikir, Jors langsung menyetujui pernyataan An. Ilma juga menyetujuinya dan berulang kali memuji pakaian ku.


selesai melakukan perbincangan yang menyenangkan, aku mengajak Ilma untuk menemui ayah dan ibu, sementara Jors dan lainnya melanjutkan acara memasak mereka dan menyiapkan sarapan. matahari baru terbit, ini masih terlalu pagi bagi ayah dan ibu untuk bangun. aku kira begitu, tapi saat aku mengetuk pintu, ibu membiarkan ku masuk.


aku melihat pemandangan yang membuatku meragukan pertengkaran kemarin. disana, ayah sedang menata rambut ibu dan memakaikan sebuah liontin di depan cermin sambil berbincang dengan bahagia.


mungkin karena kesalahpahaman kemarin sudah di atasi, jadi mereka kembali seperti semula atau bahkan lebih mesra daripada biasanya. ini adalah pemandangan yang membahagiakan untukku. pemandangan seperti ini juga bisa membuat orang tersenyum tanpa di duga.


Harnas:"sayang. kenapa kamu sudah bangun?"


itu benar. ini masih terlalu pagi untuk bangun, biasanya aku bangun saat waktu sarapan, dan saat ini sarapan sedang di masak. untuk Ilma, dia memang selalu bangun pagi untuk segera mempersiapkan kebutuhanku. Ilma dan para pelayan benar-benar bekerja keras setiap hari.


Filia:"saya menyiapkan sesuatu untuk ayah dan ibu".


aku mengeluarkan sebuah kotak yang terbuat dari kayu dan di ukir dengan indah. aku menyerahkannya kepada ibu.


Harnas:"apa ini?".


ibu nampak penasaran dan membuka kotak itu, itu adalah kotak coklat dengan banyak coklat kecil berbentuk hati yang di susun dengan rapi di dalamnya. karena penasaran, ayah juga menjulurkan lehernya hingga wajahnya menempel di bahu ibu. apa tidak masalah menunjukkan kemesraan kalian di depan anak-anak?!.


Filia:"ini disebut coklat. ayah dan ibu bisa mencobanya"


sebelum ibu merespon, ayah sudah mengulurkan tangannya lalu memasukkan Dark coklat ke dalam mulutnya.


Rovell:"ini enak. ini memiliki rasa dan aroma yang unik. tapi, bukankah ini agak terlalu pahit?"


Filia:"ayah. yang ayah makan adalah Dark coklat, rasanya memang agak pahit. kalau ayah mau yang lebih manis ayah bisa mencoba yang coklat susu"


aku menunjukkan coklat susu kepada ayah. di dalam kotak itu aku memasukkan coklat susu dan Dark coklat dengan jumlah yang sama. ayah mengambilnya dan dia tampaknya menikmati rasanya.


Harnas:"aku lebih menyukai yang Dark coklat"


yah Dark coklat memang cocok untuk karakter ibu yang merupakan wanita dengan watak tegas di hari kerja.


Harnas:"oh sayang".


ibu langsung beranjak dari tempat duduknya dan memelukku dengan lembut. aroma ibu sangat harum, sepertinya ibu baru selesai mandi.


Filia:"ibu. hari ini saya akan pergi ke kota melakukan sesuatu, bisakah ibu mengizinkannya?"


aku tidak mau terus menyelinap pergi. aku bisa dapat masalah jika suatu saat aku ketahuan menyelinap pergi, jadi sebaiknya aku meminta izin ibu untuk pergi.


mendengar apa yang aku katakan, ibu melepas pelukannya sambil tersenyum lembut ke arahku, sementara ayah nampak kaget dan segera menolak permintaanku.


Rovell:"tidak boleh. bagaimana jika_"


sebelum ayah menyelesaikan kata-katanya, ibu mengangkat tangannya sebagai isyarat untuk tidak berbicara.


Harnas:"tentu. tapi aku akan menyuruh orang untuk menjagamu"


Filia:"terima kasih ibu"


selama ibu mengizinkannya, maka ayah tidak akan memiliki pendapat apapun tentang apa yang ingin aku lakukan. ini akan mempermudah ku sangat banyak.


aku segera pergi ke kamar untuk bersiap untuk pergi ke kota. karena masih pagi, jadi Felmina masih tidur dengan nyenyak. aku yakin mentalitasnya kelelahan setelah banyak hal yang terjadi. aku meninggalkan sebuah wadah kaca kecil yang indah dan di isi dengan coklat bon-bon kecil di dalamnya.


setelah persiapannya beres, aku segera berangkat bersama Ilma tanpa sarapan terlebih dahulu. tapi sampai di depan pintu, hanya ayah dan ibu yang menungguku dan tidak ada orang lain yang akan menjadi pengawal ku. ada apa ini?.


Filia:"ayah, ibu. ada apa ini?"


Harnas:"tentu saja aku dan ayahmu akan secara pribadi ikut dengan mu sebagai pengawal"


apa!!!!. jika ayah dan ibu yang ikut, bagaimana aku akan melakukan semua yang aku rencanakan?. bukannya aku tidak ingin mereka tahu, tapi jika ayah dan ibu mengetahuinya aku tidak tahu apa yang akan mereka pikirkan tentangku.


dan bagaimana jika ayah dan ibu mengetahui bahwa aku selama ini menyelinap pergi keluar tanpa sepengetahuan mereka?. aku pasti akan mendapatkan masalah besar.


Filia:"bukankah Eden sudah cukup?!"


Rovell:"tidak. aku tidak akan melupakan kegagalannya melindungimu waktu itu"


Filia:"t, tapi, bukannya ayah dan ibu harus pergi ke istana untuk bekerja?. dan lagi, ayah dan ibu belum sarapan kan?"


Rovell:"ayah dan ibu sudah terbiasa tidak sarapan"


aku harus mencoba untuk membujuk ayah dan ibu supaya mereka membatalkan niatnya untuk mengikuti ku ke kota.


Harnas:"dan untuk pekerjaan, hari ini ibu rasa tidak apa-apa. kami bisa meminta libur hari ini"


jawaban ibu sangat ringan dan santai seperti tanpa beban sedikitpun. ini adalah kebiasaan ayah dan ibu yang akan meninggalkan pekerjaan demi diriku.


karena semua bujukan ku tidak berpengaruh, jadi lupakan saja, rencana hari ini harus tetap berjalan seperti yang sudah aku rencanakan.


akhirnya aku, ayah dan ibu menaiki sebuah kereta kuda putih empat roda yang di tarik oleh empat kuda putih berkualitas terbaik. di bagian samping dan belakang kereta kuda itu terdapat lambang keluarga Rosefield.


Ilma juga naik ke dalam kereta kuda berwarna coklat bersama dengan Eli dan Harold, pelayan pribadi dari ibu dan ayah. kereta kuda ini lebih sederhana, tapi juga termasuk ke dalam kelas menengah di jenisnya.


kami melaju di sepanjang jalan ke kota. ini lebih lambat dibandingkan saat aku terbang.


Harnas:"sayang. kita mau pergi kemana?"


Filia:"pertama saya ingin pergi ke guild perdagangan"


Harnas:"apa yang akan kita lakukan di sana?"


Filia:"ada sesuatu yang penting"


tanpa penjelasan yang lebih banyak, kereta terus melaju menuju ke guild perdagangan. seperti biasa, di Guild Perdagangan selalu ramai oleh orang-orang.


orang-orang yang semula bising langsung diam dan tenang setelah kami masuk ke dalam ruangan. aku menghampiri resepsionis dan dia langsung mengantarkan kami ke ruang VIP.


aku duduk tidak lama dan suara langkah kaki yang cepat segera terdengar dari luar ruangan. pintu terbuka dengan cepat dan Lidia datang dengan tergesa-gesa.


Lidia:"putri anda sudah_"


sebelum kata-katanya selesai, Lidia langsung membeku di tempat karena terkejut melihat kami. terutama karena ada ayah dan ibu yang duduk dengan anggun di samping kanan dan kiriku.


(akhir dari chapter ini)