Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 172: Kembali Ke Mansion.



Filia:"Ilma, apa kamu melihat orang-orang ini?."


Aku bertanya pada Ilma yang berdiri di belakangku. Dia mengangguk yang mengartikan bahwa dia melihat orang-orang itu.


Karena aku tidak menggunakan fungsi privasi, jadi bukan hanya aku yang bisa melihat orang-orang di layar, tapi Ilma juga melihat mereka. Hanya saja, Ilma tidak tahu apa yang di bicarakan orang-orang itu karena suara mereka langsung ditransmisikan kepadaku.


Ilma:"Apa ada sesuatu dengan mereka, Putri?."


Filia:"Level berapa kamu saat ini?."


Sebenarnya setelah mendapatkan Embrio, Ilma terus mendapatkan quest untuk meningkatkan kemampuannya. Banyak quest dari yang paling sederhana hingga berbahaya telah di lalui oleh Ilma secara rahasia. Bagaimanapun, dengan bakatnya yang berupa deteksi mental, dia sangat berbakat sebagai seorang Assassin, jadi kebanyakan quest yang ia dapatkan berlangsung pada malam hari.


Ilma:"Saat ini saya berada di level 98 (E 80%)."


Sangat bagus. Dia berkembang sangat cepat dalam kurun waktu yang singkat ini. Memikirkan hal itu, aku tiba-tiba teringat Felmina, apakah kemampuannya juga sudah berkembang sangat baik?!.


Filia:"Bagus. Aku ingin kamu melakukan sesuatu..."


Grip...!


Sebuah pisau hitam pekat jatuh dari pergelangan tangan Ilma dan langsung ke telapak tangannya. Aura dingin seketika mencuat menyembur dari tubuh Ilma dengan suasana berbahaya.


Ilma:"Perintah anda, Putri."


.....


Kami pergi setelah puas mencicipi makanan dan minuman yang di hidangkan. Aku mendapatkan banyak pujian dari mereka atas hidangan yang ada.


Elion:"Saya tidak menyangka, bahwa kita bisa bebas bepergian seperti ini di musim dingin."


Sophia:"Ini semua berkat nona Filia. Oh, tapi ngomong-ngomong, saya tidak melihat Ilma?."


Filia:"Ilma masih harus melakukan sesuatu, jadi dia akan kembali nanti."


Aku tidak bisa mengatakan apa yang sedang di lakukan Ilma saat ini, jadi aku hanya menjelaskan seadanya. Tapi, karena semua orang adalah orang yang berpendidikan bangsawan, jadi tidak ada pertanyaan lebih lanjut untuk menanyakan keberadaan Ilma.


Stern:"Ah... Salju turun."


Tiba-tiba Stern berseru sambil menyibak tirai untuk melihat keluar.


Liris:"Benarkah, mana?."


Stern:"Sangat indah."


Sophia:"Benar. Melihat salju sambil terbang seperti ini memilki sensasi yang berbeda."


Liris juga ikut bergabung untuk melihat keluar jendela. karena jendela berada di pinggir, jadi beberapa orang harus berdesakan untuk melihat salju yang turun.


Filia:"Kalian tidak perlu berdesakan seperti itu."


Plak...!


Dengan tepukan tangan yang ringan, tiba-tiba seluruh dinding kereta kuda menjadi transparan sehingga semua orang bisa langsung melihat keluar.


Transparan ini hanya terjadi di bagian internal, sementara di bagian eksternal kereta akan tetap terlihat seperti biasa. Begitu kereta menjadi transparan, semu yang berada di dalam kereta seakan duduk di udara kosong dan bisa melihat semua yang ada di luar kereta.


Ah...


Terjadi seruan dari yang lainnya karena terkejut dengan apa yang terjadi. Jika tidak terbiasa, memang kejadian ini akan sedikit mengejutkan.


Filia:"Jangan khawatir. Ini hanya sihir tembus pandang."


Sophia:"B, benarkah."


Filia:"Tentu saja. Coba lihat ke bawah."


"Uwahh...!"


Elion:"Ini luar biasa."


Sophia:"Aku merasa seperti terbang di antara salju."


Dari dalam kereta, aku bisa melihat atap-atap rumah yang di selimuti oleh salju putih yang indah. Di beberapa rumah, ada cerobong asap yang mengepulkan asap ke udara, tanda bahwa tungku sedang di panaskan


Karena hawa yang dingin, hanya sedikit orang yang keluar ke jalanan dengan pakaian tebal. Semua yang terlihat, membuat suasana musim dingin menjadi sangat kental.


Melihat pemandangan seperti itu dari ketinggian beserta kepingan salju yang turun secara perlahan, membawa perasaan seakan aku adalah peri yang terbang bersama dengan kepingan salju. Ini benar-benar pengalaman baru bagiku.


Aku mengingat musim dingin di bumi, dimana aku hanya bisa melihat salju turun dari balik jendela rumah sakit.


Setelah terbang beberapa saat kereta tiba di depan kediaman keluarga Rosenfield. Sudah lama aku tidak pulang, jadi aku sekalian mampir sebelum kembali ke akademi.


Begitu kereta mendarat, beberapa penjaga gerbang langsung mendekat dengan tombak di tangan mereka. Armor besi para kesatria itu sekarang di lapisi dengan mantel bulu yang tebal untuk melindungi tubuh mereka dari udara dingin. Mantel itu juga bukan mantel biasa, melainkan mantel yang telah di lapisi menggunakan sihir yang dapat menahan dingin dari udara luar supaya tugas para kesatria itu tidak terganggu oleh musim dingin.


Mereka menghampiri kereta kudaku dengan wajah yang sangat waspada. Bagaimanapun, kereta kuda ini sangat asing. Bagian belakang dan samping kereta kuda yang seharusnya terukir lambang keluarga, memiliki lambang Moon Palace yang tidak mereka kenal, jadi mereka sangat waspada terhadap orang asing.


"Tolong tunjukkan identitas anda!."


Salah satu kesatria maju untuk mengkonfirmasi identitas kepada kusir. Yang maju adalah komandan yang menggantikan Eden selama Eden berada di Medan perang.


Kenapa komandan kesatria harus maju secara pribadi?. Itu karena kereta kuda ini tidak di kenali. Jika kereta kuda ini berasal dari salah satu keluarga bangsawan asing terhormat atau yang lain, maka itu juga merupakan sebuah penghormatan saat komandan kesatria menyambut secara pribadi.


Dan jika yang di dalam kereta adalah orang yang memiliki maksud jahat, komandan kesatria akan segera bertindak. Itulah tujuannya kenapa komandan maju secara pribadi untuk mengkonfirmasi identitas kereta yang tidak di kenali yang masuk ke dalam wilayah keluarga Rosenfield.


Filia:"Ini aku, tidak perlu waspada."


Sebelum kusir menjawab, aku membuka pintu kereta dan keluar dari dalam untuk menemui komandan kesatria.


"Putri."


Mereka segera berlutut di ubin yang dingin dengan postur yang sangat hormat.


"Maafkan kelancangan kami."


Komandan itu meminta maaf kepadaku. Yah aku sebenarnya tidak keberatan. Justru aku sangat menghargai mereka karena tetap menjalankan tugasnya dengan baik di cuaca dingin seperti ini.


Filia:"Tidak apa. Lagi pula ini adalah tugas kalian."


"Tapi Putri, kereta ini?."


Komandan kesatria itu mempertanyakan keretaku yang sangat asing tanpa lambang keluarga Rosenfield.


Filia:"Ini kereta pribadiku, jadi aku tidak memasang lambang keluarga."


"Ternyata demikian."


Filia:"Jika sudah beres, maka aku akan masuk, diluar agak dingin."


"Sebelum itu_."


Filia:"Aku tahu."


Sebelum masuk, aku menunjukkan emblem keluarga Rosenfield yang pernah di berikan ibu padaku. Tentu saja aku harus melakukannya. Di dunia ini adalah dunia fantasi yang penuh sihir dan hal-hal aneh, jadi wajar untuk dapat meniru wajah orang lain, jadi aku harus menambahkan bukti bahwa aku adalah Filia.


Di belakangku, pangeran dan yang lainnya juga turun dan mengkonfirmasi identitas mereka. Komandan kesatria dan kesatria yang mengikutinya terkejut saat semua orang turun. Ini bukanlah barisan orang biasa, tapi sebuah barisan generasi bangsawan teratas dan keluarga kerajaan, jadi wajar untuk terkejut.


"Kakak...!"


Saat aku masuk ke dalam rumah, tiba-tiba ada suara bersemangat dari kejauhan. Aku melihat seorang gadis kecil yang berlari dan langsung memelukku.


Filia:"Felmina."


Di belakang Felmina, Rurui dan An yang di pimpin oleh Sebas.


Sebas:"Putri, anda kembali tanpa pemberitahuan, maafkan saya karena tidak memberikan sambutan yang layak.".


Filia:"Itu tidak perlu. Oh benar, aku punya oleh-oleh untuk kalian."


Aku mengeluarkan empat kotak coklat dan menyerahkannya kepada Sebastian.


Sebastian:"Terima kasih atas kebaikan anda, Putri. Sebas akan selalu mengingatnya."


Filia:"Tidak perlu berlebihan."


Sebas menyerahkan kotak-kotak itu kepada An supaya dia membawanya ke belakang untuk di bagikan dengan yang lain. Meskipun itu hanya empat kotak, tapi itu berisi cukup banyak coklat. Setidaknya cukup untuk di bagikan dengan semua pelayan yang ada di mansion.


Setelah penyambutan selesai, akhirnya kami semua pergi ke ruang tamu untuk saling mengobrol dan membicarakan sesuatu. Sebenarnya tidak banyak yang perlu di bicarakan. Mereka hanya membicarakan tentang perjalanan tadi yang bagi mereka itu adalah perjalanan yang mengejutkan.


Aku bisa melihat mata Felmina yang berkilau setelah mendengarkan cerita pangeran dan yang lainnya. Aku menepuk kepalanya dan menjanjikan untuk mengajaknya lain kali.


Filia:"Saya akan tinggal di mansion untuk saat ini, bagaimana dengan kalian?."


Elion:"Sepertinya kurang baik jika saya menginap, jadi saya akan ke istana."


Sophia:"S, saya ingin menginap, tapi saya juga sudah lama tidak bertemu ayahanda dan ibunda. Jadi, saya juga akan pergi ke istana."


Filia:"Um... Jika demikian, saya akan mengantarkan anda berdua. Dan untuk yang lain?."


Aku juga menanyakan pendapat yang lain. Aku tidak mau membuat mereka merasa di kecualikan.


Khaim:"S, saya mungkin akan kembali ke akademi."


Filia:"Aku menolak...!"


Setelah kata-kata ku, mereka melihatku dengan terkejut. Sebenarnya aku bertanya kepada mereka hanya untuk formalitas belaka. Aku sebenarnya sudah memiliki rencana untuk mereka.


Khaim:"T, tapi_"


Filia:"Liris, Stern, kalian sama-sama pengguna pedang, kalian akan berlatih bersama dan mengajari Felmina cara berpedang. Khaim, kamu akan tinggal di tempat para kesatria dan belajar cara menggunakan tongkat dari Durrand."


Durrand adalah salah satu kesatria Rosenfield yang menggunakan senjata tongkat panjang. Dia akan sangat cocok untuk mengajari Khaim.


Tentu saja aku bisa mengajari Khaim dan Felmina lebih baik daripada orang lain, tapi teknik pertarungan mereka masih rendah sementara aku sudah jauh di depan mereka. Jadi, agak sulit bagiku untuk memahami kesulitan tingkat rendah yang mereka alami. Lebih baik jika mereka saling berkomunikasi dan saling belajar. Itulah rencanaku.


Hari sudah menjadi semakin sore, aku meminta kusir kereta kuda untuk mengantar putri dan pangeran pergi ke istana. Tidak perlu bagiku untuk mengantarkan mereka secara pribadi Karena kereta itu sudah sangat aman dan kecil kemungkinannya mereka akan di serang selama perjalanan.


Malam datang dengan cepat. Saat ini aku sedang berada di kamar sambil memandang keluar jendela. Salju menjadi semakin lebat dan udara menjadi semakin dingin. Sepertinya akan ada badai salju malam ini. Entah kenapa, aku tiba-tiba merindukan ibu dan ayah yang mungkin saat ini mereka sedang berada di benteng perbatasan.


Huh... Aku harap musim dingin segera berakhir dan mereka bisa segera pulang.


Tok... tok... tok...!


Saat aku sedang melamun, tiba-tiba ada tiga suara ketukan pintu yang membangunkan ku dari lamunan.


Ilma:"Putri, saya kembali."


Filia:"Masuk."


Ilma masuk dan membungkuk hormat kepadaku. Setelah memberi penghormatan, dia menyeka sisi wajahnya dengan sapu tangan putih. Di ruangan yang remang-remang seperti ini, wajah Ilma terlihat bersih dan tidak berbeda dengan biasanya, tapi samar-samar, aku bisa melihat jejak merah di sapu tangan putih itu setelah dia menyeka wajahnya.


Dan lagi, bagaimana aroma darah yang pekat itu bisa di sembunyikan dari hidungku. Meskipun bagi orang lain mungkin tidak mencium aromanya, tapi di hidungku, aroma darah itu begitu pekat.


Filia:"Kerja keras untukmu."


Ilma:"Ini sudah menjadi tugas hamba, Putri."


Ilma telah di latih untuk menjadi seorang Assassin yang terampil. Pelatihan itu berat dan menyakitkan, tapi dia berhasil melaluinya. Sejak seorang pelayan di ambil oleh keluarga Rosefield, mereka harus memiliki kesadaran untuk menjalani latihan yang berat, tidak terkecuali untuk Ilma.


Mungkin jika ada orang yang datang ke keluarga Rosefield, mereka mungkin akan melihat banyak pelayan yang memiliki wajah hangat dan lembut seperti tidak berbahaya bagi siapapun. Tapi, dalam keluarga Rosefield, tidak ada seorangpun yang belum pernah mencium aroma darah. Bahkan mungkin pelayan perempuan yang paling halus dan lembut, mereka menyembunyikan pisau dingin yang di arahkan ke lehermu tanpa kamu sadari.


Filia:"Kamu bisa beristirahat dengan baik malam ini!."


Ilma:"Baik Putri."


Filia:"Kamu bisa pergi."


Ilma:"Saya permisi."


Meskipun dia sudah berlatih dengan baik, tapi mungkin tugas ini masih akan membebani mentalnya yang masih rapuh, jadi aku memintanya untuk beristirahat malam ini dan memulihkan kondisi mentalnya. Aku tidak mau seorang gadis yang begitu baik memiliki kerusakan mental karena tekanan.


Setelah Ilma pergi, aku berbaring di tempat tidur sambil memandang ke atap yang kosong.


Kling...


Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul dalam kepalaku.


[Embrio No:179108A, melakukan Aktifasi.]


Aku tiba-tiba terduduk dan bingung. Embrio seri 179108A adalah embrio yang menghilang karena percobaan ku dengan mata ruang waktu itu. Sekarang embrio itu tiba-tiba di aktifkan. Itu berarti bahwa ada seseorang yang mendapatkannya.


Aku benar-benar tidak dapat merespon untuk beberapa saat. Siapa, siapa yang mendapatkannya?!.


Filia:"Frey!."


Frey:"Hadir desu~"


Filia:"Tentukan posisi dari embrio 179108A!."


Frey:"Oke..."


Fray berhenti melayang di udara. Pupil matanya tiba-tiba berderak dengan banyak data yang terus berkelebat dengan sangat cepat.


Setelah beberapa saat, matanya kembali normal dan Frey melayang ke arahku dengan wajah yang tidak menentu.


Filia:"Ada apa Frey?."


Frey:"Embrio 179108A berada di kuadran menengah, jadi aku tidak dapat menentukan posisi pastinya."


Aku benar-benar terkejut. Kuadran menengah?. Apa artinya ini?. Artinya aku tanpa sengaja melemparkan embrio ke kuadran lain.


Ini... Aku tidak tahu apa yang akan di timbulkan oleh embrio yang datang ke kuadran tingkat menengah. Aku berharap tidak akan menyebabkan kekacauan...


Aku tidak tahu apakah orang yang mendapatkan embrio itu teman atau lawan, tapi yang pasti.... Itu akan membuatnya menjadi lebih menarik..


Aku menantikannya...


(Akhir dari chapter ini).