
Kondisi Yang Mulia semakin membaik, dan terus membaik, tapi bagian tangan kirinya yang kosong masih terlihat sedikit menyedihkan. Ini adalah hasil dari ketidakmampuan kami untuk melindungi Yang Mulia, tapi meskipun begitu, Yang Mulia bahkan tidak mengatakan apapun pada kami. Suatu saat, aku harus menebus kegagalan ini, bagaimanapun caranya.
Aku dan Upirina terus menunggu hingga Yang Mulia terbangun dari tidurnya. Selama waktu ini, kapal udara terus melayang di udara. Selain itu, tubuh monster dan berbagai macam item drop telah di temukan dan menumpuk di gudang penyimpanan.
Karena belum yakin bahwa semua item drop telah di temukan, aku masih memerintahkan mereka untuk terus mencari dan sedikit memperluas area pencarian.
Pencarian terus dilakukan hingga waktu dua hari berlalu. Tubuh Yang Mulia bersinar dengan cahaya keemasan yang kuat seperti cahaya mentari pagi yang mampu menyilaukan mata. Apakah akhirnya bangun?. Perlahan, mata Yang Mulia yang telah tertutup selama dua hari mulai terbuka. Melihat kondisi seperti ini, aku dan Upirina langsung berlutut untuk menyambut Yang Mulia.
Bersama dengan cahaya keemasan yang mulai meredup dan menghilang, kilau mata yang seperti langit berbintang terlihat indah dan polos, tapi tetap memancarkan tekanan dan keagungan yang selayaknya penguasa sejati.
Dengan sadar, aku dan Upirina menundukkan kepala dan menghadap lantai untuk memberikan kehormatan tertinggi pada Yang Mulia yang baru saja tersadar dari kondisi tidurnya.
Filia:"Angkat kepala kalian!."
Mendengar suara Yang Mulia yang terdengar agung meskipun kekanak-kanakan, aku mengangkat kepala dan menyaksikan Yang Mulia sedang duduk di singgasana dengan tenang.
"Selamat datang kembali Yang Mulia!."
Kata-kata seperti itu datang dari ku dan Upirina. Ini bukan hanya perasaan menghormati, tapi juga kata-kata yang keluar langsung dari hati ku yang paling dalam. Rasa kekaguman, rasa hormat, dan rasa senang bercampur menjadi satu untuk Yang Mulia.
Filia:"Ya. berapa lama aku tidak sadarkan diri?."
Arkne:"Menurut waktu, seharusnya anda tertidur selama dua hari, Yang Mulia!."
Meskipun di dunia ini tidak terdapat pembagian siang dan malam yang jelas, tapi waktu di kapal udara dengan jelas menghitung waktu yang sesuai.
Filia:"Jadi begitu. Aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian."
Arkne:"Tolong katakan Yang Mulia."
Filia:"Sepertinya aku merasakan jejak kekuatan Selene yang diaktifkan. Apa yang terjadi?."
Arkne:"Saya akan menjelaskannya Yang Mulia. Sebenarnya seperti ini...."
Aku menjelaskan semuanya yang telah terjadi dalam dua hari ini kepada Yang Mulia dan meminta Yang Mulia untuk mengambil keputusan tentang hal ini.
Filia:"Lakukan saja itu nanti. Untuk sekarang, bagaimana keadaan monster itu?."
Arkne:"Kami dapat memastikan bahwa monster itu telah mati, Yang Mulia. Selain itu, kami telah mencari dan mengumpulkan item drop sekaligus tubuh monster itu dan menyimpan semuanya dalam gudang, menunggu Yang Mulia untuk mengambil keputusan."
Filia:"Kerja bagus. Maaf telah merepotkan kalian."
"Tidak Yang Mulia. Kami sama sekali tidak merasa di repotkan. Ini adalah tugas dan kewajiban kami."
Yang Mulia benar-benar baik hati. Inilah sebabnya kami semua bangga melayani Yang Mulia. Karena itu juga, seluruh Moon Phoenix Guild telah menyerahkan semua kepercayaannya kepada Yang Mulia. Bisa dikatakan bahwa Yang Mulia adalah penguasa mutlak dari semuanya bagi kami. Oh... Yang Mulia.
Yang Mulia berdiri dari singgasananya dan berjalan melewati ku.
Filia:"Antarkan aku ke gudang penyimpanan."
"Baik Yang Mulia!!."
Aku dan Upirina berjalan mengikuti Yang Mulia dengan seksama. Aku memperhatikan punggung kecil itu yang memberikan perasaan keanggunan yang tak terbatas. Dalam ingatanku, penampilan Yang Mulia adalah seorang penguasa yang bermartabat dan tangguh, tapi dengan penampilannya saat ini, yang mulia memberikan kesan lebih anggun dan cantik meskipun dia terlihat seperti seorang gadis kecil.
Jika penampilannya yang dulu menggambarkan seorang kaisar yang transenden, maka sekarang penampilannya dengan jelas menggambarkan sebagai seorang putri yang mulia seperti gadis suci.
Beberapa saat kemudian, kami tiba di sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh empat kesatria Tier dua dengan peralatan lengkap siap tempur mereka. Di bagian kiri dan kanan pintu menuju ruangan itu, terdapat patung malaikat bersayap empat yang memegang tombak di tangan kanan dan perisai perisai di tangan kirinya. Mungkin patung itu hanya terlihat seperti patung marmer biasa, tapi sebenarnya patung-patung itu adalah Golem yang dibuat menggunakan bahan-bahan tulang monster dan berbagai macam metal langka dengan kekuatan tidak kurang dari Tier tiga. Saat bertarung, bahkan Tier tiga akan kesulitan melawan salah satu dari mereka karena Golem memiliki pertahanan yang kuat.
Pintu besar itu perlahan berderak dan terbelah menjadi dua, menunjukkan bagian dalam yang dipenuhi oleh barang-barang tertata rapi di setiap sudut dan dinding. Yang Mulia berhenti dan memperhatikan seluruh ruangan.
Filia:"Arkne, apakah kamu sudah mulai melakukan identifikasi?."
Arkne:"Tidak Yang Mulia, kami menunggu keputusan anda."
Filia:"Sebenarnya tidak masalah jika kamu mengidentifikasinya terlebih dahulu. Jadi, apakah kamu menemukan Soul Orb dari monster itu?."
Arkne:"Sudah Yang Mulia."
Aku memimpin Yang Mulia menuju ke tengah ruangan. Disana terdapat sebuah platform tinggi yang dia atasnya diletakkan mutiara bundar dengan cahaya putih samar. Di sekeliling platform itu terdapat formasi sihir pelindung untuk menjaga keamanan dari Orb itu.
Yang Mulia berhenti beberapa saat sambil melihat sebuah kerangka yang tidak lengkap di bagian kiri tumpukan item. Kerangka itu memiliki bentuk tengkorak yang aneh dan sepasang tanduk besar berwarna hitam. meskipun tanduk yang melekat di tengkoraknya berwarna hitam, tapi tulang-tulang yang lain berwarna putih bersih seperti mutiara tiram yang diambil dari lautan dalam.
Filia:"Material legendaris. apakah ini sisa dari Soul Eater?."
Kekuatan monster Tier lima benar-benar menakutkan, bahkan dengan serangan yang dilancarkan oleh Yang Mulia, Monster itu masih menyisakan kerangka dan tulang-tulangnya. Tidak bisa dibandingkan dengan monster-monster lainnya yang menyerang kami, bahkan mereka tidak meninggalkan residu yang tersisa. Hanya item drop yang terlempar ke kejauhan yang dapat diambil. Sisa item drop dibawah tingkat puncak yang masih tersisa di medan perang ikut musnah menjadi debu bersama dengan serangan itu. Sebab itulah item yang dapat dikumpulkan jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jumlah yang seharusnya kami dapatkan. Setidaknya hanya ada ribuan yang dapat diambil dan dimanfaatkan.
Filia:"Simpan peralatan tingkat epik ke atas serta material yang kita dapatkan. Untuk item dibawah itu, kamu bisa membagikannya kepada kesatria emas."
Arkne:"Sesuai keinginan anda Yang Mulia."
Filia:"Oh, aku melupakan sesuatu. Jika ada item yang menurut kalian cocok untuk digunakan sendiri atau yang bisa digunakan oleh legiun Phoenix, kalian bisa mengambilnya, tapi jika ada item Legendaris, sebaiknya disimpan untuk kebutuhan dimasa depan."
"Baik Yang Mulia"
Aku juga melirik ekspresi Upirina yang terlihat bahagia dan penuh rasa syukur atas pemberian Yang Mulia. Kebaikan yang telah diberikan oleh Yang Mulia kepada kami telah melebihi apa yang kami dapatkan sejak kecil.
Yang Mulia kembali berjalan menuju platform dan mengambil Soul Orb Tier lima itu dan membawanya. Sebelum Yang Mulia menyimpan Soul Orb itu, Upirina melangkah maju dan mengatakan sesuatu.
Upirina:"Maaf Yang Mulia. Apakah anda ingin menggunakan Soul Orb itu?."
Filia:"Ya, jika aku tidak menggunakannya, maka cidera yang ada di tanganku tidak akan bisa disembuhkan."
Upirina:"Tolong tunggu sebentar Yang Mulia, dengan kondisi anda saat ini, rasio keberhasilan akan menurun. Jika, jika sampai gagal maka...."
Filia:"Tidak apa-apa. Aku tidak akan gagal."
Upirina:"Tapi..."
Filia:"Tenang saja. Aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa kepastian."
Yang Mulia melangkah maju dan menyakinkan Upirina. Meskipun aku juga tidak ingin Yang Mulia mengambil resiko, tapi jika Yang Mulia sudah memutuskan sesuatu, maka tidak ada yang bisa menghentikannya.
Filia:"Aku hanya akan menyerap Orb ini. Selama satu atau dua bulan, aku harus mengandalkan kalian untuk menjagaku."
"Sesuai keinginan anda, Yang Mulia."
Saat kami dibutuhkan oleh Yang Mulia adalah saat yang paling membahagiakan bagi ku. Tidak ada yang melebihi hal ini.
Arkne:"Tapi Yang Mulia, dimana anda akan melakukan penyerapan?. Jika dilakukan di kapal ini, energi yang tersisa di kapal ini hanya cukup untuk mendukung selama sepuluh hari."
Mendengar apa yang aku katakan, Yang Mulia nampak merenungkan sesuatu. Hanya beberapa detik, Yang Mulia mengangkat kepalanya dan menampakkan mata yang berkilau.
Filia:"Bawa kapal ini ke ketinggian maksimalnya!."
Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Yang Mulia, tapi jika itu adalah perintah Yang Mulia, maka Yang Mulia pasti sudah memikirkan rencana yang tepat. Tanpa menunda, aku langsung menghubungi bagian kontrol dan memberikan perintah kepada mereka yang sesuai dengan instruksi Yang Mulia.
Meskipun samar, aku bisa merasakan kapal yang semakin menambah ketinggiannya. Beberapa menit kemudian, kapal udara berhenti menambah ketinggiannya. Aku bersama dengan Upirina mengikuti Yang Mulia keluar dari kapal dan berdiri di bagian dek kapal.
Yang aku lihat disekitar adalah langit yang kosong dengan langit merah kehitaman yang lebih gelap dari yang aku lihat di awal. Aku melihat sebuah layar hologram biru transparan kecil yang muncul dari tanganku. Membaca data dan statistik yang ditampilkan dilayar itu lalu melaporkannya kepada Yang Mulia.
Arkne:"Saat ini kita berada di lapisan Mesosphere, Yang Mulia."
Yang Mulia mengangguk dan menjawab dengan 'um' samar tanpa berbalik dan masih memandang ke hamparan langit di kejauhan yang kosong tanpa ada apapun di sejauh mata memandang.
"*K*epingan dari surga yang abadi dan jatuh ke dunia fana. tempat impian bagi para makhluk fana yang menganggap diri mereka mulia. hadirlah «Moon Palace»"
Aku mendengarkan lantunan mantra yang diucapkan oleh Yang Mulia dengan rapi seperti nyanyian yang indah bergema di kehampaan langit.
Aku bisa melihat energi yang sangat besar berkumpul di kejauhan. Energi itu kejam dan mengamuk. Jika ada yang berani memasuki badai energi itu, tubuh mereka akan meledak karena energi yang keruh dan kasar akan menyusup dan memasuki tubuh mereka.
Energi yang berkumpul semakin padat hingga ruang mengalami keretakan hitam yang sangat besar. Beruntung bahwa celah itu hanya menghisap energi di langit yang berbintik, jika itu menyerap semuanya, bahkan mungkin seluruh daratan akan masuk kedalam keretakan itu karena ukuran lubang yang sangat besar dan menganga di langit.
Perlahan, dari bagian dalam keretakan ruang hitam itu muncul ujung dari pulau terbang. Ujung itu berbentuk mengerucut kebawah seperti gunung yang terbalik dengan semakin lama bagian yang terlihat semakin besar. Banyak akar-akar raksasa yang menjuntai di bagian bawah pulau itu. Di beberapa ujung akar terdapat pulau-pulau kecil yang dapat menampung sebuah kota kecil yang dapat menampung beberapa ribu orang.
Saat seluruh pulau, ah... tidak. Saat seluruh benua terbang terlihat, benua itu memiliki dua tingkat, atas dan bawah. Kedua bagian itu disatukan oleh akar-akar pohon yang sangat besar. Akar-akar itu merupakan rangkaian dari jutaan akar pohon yang lebih kecil dan menyatu menjadi ratusan ribu akar yang lebih kuat dan besar.
Tingkat bawah lebih kecil dan berisi hutan serta perumahan kecil yang berbeda dengan tingkat atas yang berisi dengan rumah serta gedung pencakar langit berdinding putih atau metalik. Berbeda dengan bagian bawah yang lebih kecil dan seperti pemandangan desa, di bagian atas terdapat banyak sekali bangunan tinggi berdinding putih yang berada di dalam dinding melingkar yang tinggi dan tebal. Hutan yang sangat lebat mengelilingi dinding pembatas setinggi dua kilometer dan tebal lebih dari tujuh ratus meter. Sebuah istana raksasa yang berdiri di tengah benua terbang itu sebagai pusat benua terbang. Di bagian bagian dalam didinding juga terdapat banyak tanaman dan pohon-pohon besar yang dirawat dengan rapi tanpa merusak keindahan dari lingkungan kota dan istana. Kota itu sendiri sangat luas dan di bagi menjadi tujuh lapisan. Setiap lapisan akan dibatasi oleh dinding sebagai pembatas yang mengelilingi seperti cincin.
Seluruh benua terbang dilindungi oleh semacam pelindung biru transparan yang mengelilingi seluruh tempat tanpa menyisakan ruang untuk menerobos. Pemandangan terbaiknya bukan hanya itu. dari kejauhan sudah terlihat banyak naga putih dan emas yang terbang di sekitar benua terbang. Beberapa dari naga-naga itu sedang bertengger di pulau-pulau kecil di ujung-ujung akar itu sambil mengaum ke arah langit.
Moon Palace, surga yang jatuh...
(akhir dari chapter ini)
satu lagi nanti malam. see you next time:)