
(sudut pandang Filia)
dimana ini?. setelah aku melihat nenek terluka, tiba-tiba aku berada di tempat yang sangat gelap. aku tidak tahu apakah nenek baik-baik saja sekarang. entah kenapa waktu itu aku tidak bisa mengendalikan diriku dan melukai nenek.
pikirkan itu nanti, untuk sekarang, aku harus mencari jalan keluar dari tempat ini. aku terus berjalan tanpa tahu sudah berapa lama. satu hari, dua hari, atau bahkan berminggu-minggu. aku benar-benar tidak dapat mengetahui waktu pasti di tempat ini. tempat ini hanya berisi kekosongan yang gelap gulita tanpa ada apapun yang dapat di lihat selain kegelapan.
aku terus berjalan tanpa tahu waktu dan arah. entah berapa lama, aku mulai merasa kelelahan dan mengantuk. aku hanya bisa duduk dan beristirahat terlebih dahulu. entah kenapa, aku merasa seperti tidak asing dengan aura yang ada di sini. aku seperti pernah datang ke tempat ini, tapi aku tidak dapat mengingat kapan hal itu terjadi.
seingatku, setelah aku melihat nenek yang terluka, pandanganku menjadi gelap. mungkin aku sudah mati lagi, dan tempat ini adalah akhirat. tidak, tidak mungkin tempat ini adalah akhirat, menurut pengetahuanku, akhirat selalu di gambarkan sebagai tempat yang indah, kecuali... kecuali kalau aku masuk ke dalam neraka.
terserahlah, semua pikiranku mulai menjadi kacau karena berada di tempat yang sangat sunyi ini. bahkan aku tidak dapat mendengar detak jantungku sendiri. ruangan ini benar-benar sunyi, jika mental seseorang tidak cukup kuat, maka mungkin saja dia sudah menjadi gila sejak awal.
aku duduk dan menutup mataku. tidak ada bedanya juga sih, antara menutup mata atau tidak. biar bagaimanapun yang aku lihat hanyalah kegelapan dan kesunyian. argh... cukup!. aku harus segera mencari tahu tempat apa ini, dan jika mungkin, aku ingin keluar dari tempat terkutuk ini.
aku berdiri dan menepuk tubuhku yang entah kotor atau tidak. aku kembali berjalan tanpa arah, seperti lalat tanpa kepala. setelah berjalan tanpa henti, aku bisa melihat sebuah cahaya yang terlihat sangat terang di dalam kegelapan ini. aku segera berlari menuju ke arah cahaya itu, tapi tidak peduli seberapa cepat aku berlari, aku merasa jarak antara aku dengan cahaya itu tidak berkurang sedikitpun.
ayo Filia, jangan pernah menyerah. meskipun kecil, itu adalah harapanmu satu-satunya. aku berusaha menyakinkan diriku dan terus berlari menuju ke arah cahaya. tiba-tiba aku melihat sesuatu yang tidak pernah aku duga...
aku segera menghentikan langkah kakiku dan menatap lurus ke depan. sekitar jarak tiga meter dariku, aku melihat bayangan dua orang yang tidak akan pernah aku lupakan. perlahan, air mata mulai menetes dan mengaburkan pandanganku..
ayah, ibu...
aku segera berlari ke arah itu dan ingin sekali memeluk mereka, mereka yang tidak dapat aku bahagiakan, mereka yang selalu bekerja keras demi menyembuhkan anaknya yang sakit-sakitan dan tidak berguna...
Filia:"ayah, ibu...!"
sampai di dekat bayangan itu, aku berteriak dan memanggil dua bayangan yang ada di depanku itu. kedua bayangan itu berbalik dan memperlihatkan dua wajah yang sudah lama aku rindukan. wajah tersenyum yang familiar, kelembutan yang selalu menemaniku sejak kecil...
aku memeluk ke dua bayangan itu, dan kedua bayangan itu mengangkat tangannya untuk mengelus kepalaku.
Filia:"ayah, ibu... apa benar ini kalian?"
"benar sayang, ini kami. sekarang kamu sudah dewasa"
hatiku terasa sakit saat mendengar ucapan mereka. kerinduan dan perasaan lainnya langsung meluap menjadi air mata. aku tidak bisa menahan tangis dan mulai terisak.
Filia:"ayah, ibu.. maaf karena waktu itu, aku hanya bisa merepotkan kalian"
aku mempererat pelukanku ke arah mereka berdua.
"tidak apa-apa sayang. sekarang kamu bukan anak yang lemah, sekarang kamu menjadi anak yang kuat. kamu tidak perlu lagi bersedih, sekarang kamu bisa tinggal selamanya bersama kami"
"itu benar sayang. berhentilah disini dan tinggal bersama kami'
aku ingin menjawab iya, tapi tiba-tiba aku teringat ayah dan ibuku yang berada di Regalia Kingdom. sekarang aku bukan Filia yang dulu. bohong rasanya jika aku tidak mau tinggal, tapi masaku sebagai Filia Ankerman sudah berakhir, sekarang aku adalah Filia Rosefield.
Filia:"maaf ayah, ibu... aku tidak bisa. ada orang lain yang perlu aku lindungi di dunia yang lain"
aku segera melangkah dan melewati kedua bayangan itu, dan melanjutkan menuju cahaya. saat aku melewati ayah dan ibu, mereka berdua berubah menjadi sebuah bayangan hitam yang sama gelapnya dengan lingkungan sekitar. mereka hampir tidak terlihat di dalam kegelapan ini, tapi aku masih bisa melihat mata merah menyala mereka.
aku berhenti menggunakan mataku untuk melihat, tapi aku menyebarkan kekuatan mental di sekitar. saat kekuatan mental meluas, aku bisa melihat dan merasakan lingkungan sekitar dengan jelas. kedua makhluk bayangan itu bergerak dengan cepat ke arahku.
tapi sebelum mereka bisa mendekat, aku mengembunkan kekuatan mental menjadi tombak transparan yang terbang dengan cepat menuju kedua bayangan itu. tanpa bisa bereaksi, kedua bayangan itu tertembus oleh tombak mental dan menghilang setelah teriakan yang memilukan hati.
inilah kenapa aku merasa seperti sudah familiar dengan tempat ini. keberadaan «Shadow Devil» itu menegaskan tebakanku. shadow devil adalah makhluk serangan tipe mental, mereka tidak dapat di bunuh menggunakan kekuatan fisik ataupun skill fisik. satu-satunya cara untuk membunuh mereka adalah dengan menyerang mereka menggunakan serangan tipe mental.
hanya ada satu tempat dimana shadow devil berada, yakni adalah lorong jiwa hantu. lorong jiwa hantu adalah jalan menuju dunia kegelapan, tempat berakhirnya jiwa «Helheim». di dalam game Alterion, Helheim termasuk ke dalam salah satu dari sembilan dunia yang di topang oleh pohon raksasa yggdrasil. yggdrasil sendiri adalah sisa-sisa dari benih pohon origin, dan mewarisi sebagian kecil dari kekuatan Origin setelah origin hancur.
aku sendiri pernah mengunjungi ke sembilan dunia hanya demi berburu monster summon yang menjadi jiwa dari sembilan dunia itu. itu berarti, monster summon itu tidak dapat muncul dua kali, setelah monster dari jiwa dunia berhasil di taklukan, maka tidak akan muncul jiwa dunia lagi di dunia yang sama. jadi sembilan dunia hanya memiliki sembilan jiwa dunia.
bukan berarti jika kita menaklukan monster itu kita bisa menguasai dunia di sana, tapi monster itu hanya sebagai simbol khusus setiap dunia. sebagai seorang kolektor, aku tidak mungkin melepaskan barang langka, kan?!.
jadi demi monster itu, aku menjelajahi sembilan dunia untuk memburu mereka, tapi sayang, aku hanya berhasil menaklukan tujuh dari sembilan monster. sisanya sudah di taklukan oleh orang lain. sebelum aku bisa merebutnya, aku sudah mati duluan.
yah, karena aku pernah kesini dan cukup mengenal tempat ini, jadi aku rasa ini bukan hal yang sulit. aku mulai menggerakkan kekuatan mental ku untuk mengamuk dan membuat kekacauan di lorong jiwa ini. setelah serangan mental yang tidak ada hentinya, ruang hitam ini perlahan retak dan hancur seperti kaca. tempat ini kemudian di gantikan dengan sebuah lorong batu dengan berbagai relief yang di terangi oleh cahaya ungu yang redup.
sembilan dunia yggdrasil ada di dunia ini, apakah dunia alternatif yang lain juga ada?, mungkin kita harus mencari waktu lain untuk memeriksa hal itu. secara garis besar, dunia yang aku huni sekarang, sebagai Filia Rosefield, memiliki kesamaan dengan Alterion, kecuali penggunaan mana mereka yang berbeda. entah berapa banyak lagi misteri yang tersimpan di dunia ini...
aku berjalan menyusuri lorong itu dan terus maju menuju cahaya. setelah beberapa saat, aku berada tepat di depan cahaya sebuah bola cahaya yang sebesar rumah berlantai dua. cahaya ini berwarna merah redup. saat aku menyentuh bola cahaya, permukaan bola cahaya itu bergelombang seperti air.
aku memasukkan tanganku seperti memasukkanya ke dalam bak berisi air. tiba-tiba daya hisap yang kuat menarikku masuk ke dalam. visiku tertutup oleh cahaya yang menyilaukan. aku menutup mataku untuk menghindari dibutakan oleh cahaya terang.
taklama kemudian, aku berusaha membuka mataku secara perlahan. cahaya terang tadi sudah menghilang di gantikan oleh lingkungan yang aku kenal. aku berdiri di sebuah tanah kosong berbatu. lingkungan sekitar gelap dan suram, hanya di terangi oleh bulan merah darah yang tergantung tinggi di angkasa, seakan mata setan menatap kita dan memberikan rasa penekanan yang kuat.
cahaya merah darah yang redup di pantulkan oleh batu-batu tajam yang menjulang tinggi ke angkasa, seakan menantang langit dan ingin merobeknya. tempat ini begitu tandus dan mengerikan, hanya ada batu dan angin dingin yang menerpa kulit. di kejauhan, aku melihat aliran sungai yang memantulkan cahaya bulan hingga tampak seperti aliran darah yang pekat dan mengerikan.
ini benar-benar Helheim, tanah yang di tinggalkan, tempat bersemayamnya jiwa.
aku melangkahkan kakiku dan menapaki jalan berbatu yang sangat tandus. entah apa yang terjadi, aku merasa jika aku ingin keluar dari sini, maka aku bisa menemukan jawabannya di dunia ini...
aku tidak sabar, petualangan seperti apa yang menungguku di depan sana?.
(akhir dari chapter ini)
terima kasih dukungannya, dan selamat menikmati. jika kurang puas, kalian bisa memberikan saran, supaya hasilnya akan lebih baik di masa depan. ok, see you next time ;)