Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 25: Magic Fusion



aku berpindah dari tempat duduk ku semula dan pergi duduk dengan Aria. tadi saat aku memanggilnya, sepertinya Aria akan merasa tidak nyaman jika duduk bersama dengan ayah dan ibu, jadi aku akan berpindah tempat duduk dan duduk dengannya.


Filia:"Aria. ada apa?. bukannya kita pernah makan bersama?"


Aria tampak agak aneh saat dekat dengan ku, dia nampak berusaha bersikap formal terhadapku. bukannya waktu itu dia hanya nampak seperti gadis pemalu?!.


Aria:"i, itu, waktu itu saya tidak tahu bahwa anda adalah bangsawan j, jadi..."


jadi karena itu. padahal aku sama sekali tidak keberatan jika dia bersikap seperti bisa saja, aku bahkan mungkin akan lebih senang saat dia memperlakukanku seperti orang biasa yang se usiannya atau mungkin sebagai kakak perempuan.


Filia:"biarpun begitu, tapi aku akan lebih senang jika kamu memperlakukan ku seperti orang biasa saja. sangat tidak nyaman jika selalu di perlakukan seperti seorang bangsawan. apa lagi saat bertemu dengan orang-orang. mereka akan selalu mencoba bersikap formal dan menyanjungmu".


Aria:"saya tidak menyangka bahwa putri bisa berbicara menggunakan bahasa seperti itu"


sepertinya caraku untuk membuat Aria terbiasa denganku berhasil. jika aku bicara menggunakan bahasa sehari-hari pasti Aria akan merasa lebih nyaman saat dia ingin berbicara denganku.


Filia:"hahaha... jangan memanggilku putri. kamu bisa memanggilku Filia. lagipula aku juga ingin berteman dengan mu"


aku tertawa kecil sambil menutup mulutku dengan anggun. akan dianggap sangat tidak sopan jika seorang gadis bangsawan tertawa lepas tanpa menutupinya kan?!.


Aria:"t, teman!!"


Aria sepertinya terkejut?. apa ada yang aneh saat aku mengajaknya berteman?.


Filia:"apa kamu tidak mau?"


Aria:"t,tidak..bukan, tapi, anu..."


Filia:"baiklah kalau begitu. sekarang kita adalah teman"


"Aria..!!"


tiba-tiba ada seseorang paman yang masuk dengan terburu-buru dan berteriak memanggil Aria. paman itu nampak panik dan segera berlari menuju mejaku tanpa memperhatikan sekitar.


Aria langsung berdiri dari kursinya dengan cepat untuk menyambut paman itu. paman itu memakai armor kulit sederhana dan beberapa pisau di pinggangnya.


Aria:"Pama Gaze, ada apa?"


Aria bertanya dengan tergesa-gesa dan wajahnya juga ikut menjadi panik. apa ada sesuatu yang buruk terjadi?.


Gaze:"ibumu. dia_"


sebelum perkataan orang yang di sebut Gaze itu selesai, Aria langsung lari meninggalkannya dengan terburu-buru. meskipun sebentar aku bisa melihat bahwa Aria berlari sambil menangis. aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada ibunya, aku tidak bisa membiarkan nya begitu saja, jika bisa aku ingin menolongnya.


Filia:"ayah, ibu. saya akan pergi dulu mengejar Aria. ayah dan ibu bisa kembali ke mansion"


aku juga segera berdiri dan ingin mengikuti Aria, tapi tidak mungkin mengajak ayah dan ibu kan?!. jadi aku ingin meminta izin terlebih dahulu.


Harnas:"ibu akan ikut dengan mu!. sayang, kamu kembali dulu"


Rovell:"baiklah. kalian berhati-hati"


ibu mengangguk dan segera pergi bersamaku. aku menggenggam tangan ibu dan menggunakan ⟨⟨Acceleration⟩⟩ untuk mengejar Aria. meskipun Aria adalah gadis kecil dia bisa berlari dengan cepat.


kami segera menyusul Aria dan mengikutinya menuju sebuah rumah kecil yang cukup buruk. rumah ini bobrok dan penuh dengan retakan serta lubang di dindingnya.


Aria berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil ibunya. kami juga memasuki rumah itu setelah Aria. di dalam cukup bersih dan cerah karena cahaya matahari yang menyusup dari celah-celah dinding dan atap yang berlubang.


Aria menangis di sebelah tempat tidur sambil memegangi tangan pucat seorang wanita yang berbaring dengan mata tertutup dan kulit yang pucat.


Aria:"ibu!!... ibu!!.. bangun!!"


Aria terus memanggil ibunya sambil menangis dengan sangat sedih. ini pemandangan yang sangat menyedihkan, bahkan ibu sampai memalingkan wajahnya saat melihat pemandangan seperti ini.


aku berjalan mendekat dan menepuk bahu Aria yang terduduk di lantai. meskipun wanita yang terbaring di tempat tidur itu menutup matanya, aku mengetahui bahwa dia belum meninggal. hanya saja detak jantung dan nafasnya sangat lemah.


aku melihat kondisinya dan dari data status yang bisa aku ketahui, wanita ini mengalami penyumbatan pembuluh darah di otaknya, selain itu dia juga mengalami cedera tulang punggung yang menyebabkannya mengalami kelumpuhan.


banyak pembuluh darahnya yang mengalami penyumbatan dari sisa luka yang pernah di alami di masa lalu. sepertinya di masa lalu wanita ini mengalami luka dalam yang parah karena benturan benda tumpul di bagian dada.


beberapa tulang rusuknya juga patah dan melukai bagian paru-paru. mungkin karena pengobatan di dunia ini yang kurang berkembang sehingga luka seperti ini belum bisa di atasi.


aku bisa dengan mudah mengobati semua lukannya, hanya saja kita masih perlu menghilangkan pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak terlebih dahulu.


Filia:"ibumu akan baik-baik saja"


aku berusaha menenangkan Aria dan menghampiri ibunya yang sedang koma di tempat tidur.


aku meletakkan tangan ku di atas kepalannya dan secara perlahan, bola air berwarna bening keemasan mulai muncul dan memasuki tubuh wanita itu melalui pori-pori kulit.


aku terus menyuntikkan mana dan memfokuskan semua konsentrasi ku untuk mengendalikan air itu. air itu merupakan Fusion magic dengan menggabungkan Magic Healing dan Water Healing. air akan mengalir di seluruh pembuluh darah dan akan menghancurkan darah beku yang menyumbat pembuluh darah hingga seukuran molekul kemudian membawanya menembus pembuluh darah.


efek healing akan bekerja dan memperbaiki semua luka yang di lalui oleh aliran air itu. baik cedera lama dan baru akan di bersihkan dan kemudian di sembuhkan oleh Heaven Dew sehingga kembali seperti semula. penyembuhan seperti ini lebih baik di gunakan untuk mengobati luka supaya tidak terjadi gejala sisa dari cedera dalam.


bukannya mudah untuk menggunakan Magic Fusion, aku harus mempertahankan keseimbangan antara kedua jenis sihir hingga mereka menyatu sempurna. setelah itu harus terus mempertahankan suplai mana untuk mengendalikan gerakan dari sihir tersebut.


setelah itu kita harus mengendalikan gerakan aliran Heaven Dew di seluruh pembuluh darah dengan hati-hati supaya tidak merusak pembuluh tersebut. kalian bisa membayangkan betapa sulitnya mengendalikan gerakan aliran Heaven Dew di seluruh pembuluh darah manusia yang sangat rumit dan jumlahnya yang tak terhitung tanpa merusaknya.


selain konsentrasi dan stamina, itu juga memerlukan aliran mana yang stabil dan konstan.


sekitar lima belas menit kemudian cairan bening keemasan keluar melalui pori-pori kulit dari seluruh tubuh dan membawa cairan berwarna hitam kemerahan dan keunguan. itu adalah kotoran sekaligus darah beku yang dihancurkan seukuran atom kemudian di angkut keluar tubuh menggunakan Heaven Dew.


Filia:"tolong carikan wadah yang bisa di gunakan untuk menampung air".


Aria nampak melihat sesuatu yang luar biasa dan dia baru sadar dari linglung setelah mendengar perintahku.


Gaze:"biar saya saja yang mengambilnya".


sebelum Aria sempat bertindak, paman yang bernama Gaze langsung menawarkan diri. aku bahkan tidak tahu kapan paman ini sampai disini. selain dia, Ilma dan Eli juga sudah berdiri dengan tenang di belakang ibu.


Gaze segera pergi ke luar ruangan dan mengambil sebuah ember kayu usang dari luar. aku menggunakan ember itu untuk menampung air kotor yang sedang melayang di atas tangan ku.


setelah melakukan semua itu aku melakukan langkah berikutnya. aku menggunakan ⟨⟨Reconstruction⟩⟩ untuk mengembalikan tulang-tulang yang rusak dan tidak pada posisi yang seharusnya.


mungkin jika orang biasa akan kehabisan mana mereka saat ini, tapi aku baru menggunakan kurang dari satu persen dari semua mana yang aku punya, hanya saja itu berbeda untuk Stamina dan Konsentrasi. kedua atribut tersembunyi ini sudah di gunakan sekitar sepuluh persen.


sepertinya tubuh ini memang terlalu lemah. semakin lemah tubuh maka akan semakin boros penggunaan stamina dan konsentrasinya. mungkin akan lebih baik jika aku memperkuat tubuh ini dengan berolahraga fisik.


bahkan di Alterion para pemain harus meningkatkan fisik mereka di dunia nyata untuk dapat meningkatkan stamina dan konsentrasi mereka.


selesai melakukan semua itu, aku mengambil sebuah botol kaca yang indah dengan cairan berwarna merah di dalamnya. ini adalah


⟨⟨HP Potion⟩⟩ berkualitas tinggi yang dapat mengembalikan kehilangan darah.



aku menyerahkan potion itu kepada Aria supaya dia memberikannya kepada ibunya.


Filia:"berikan ini kepada ibumu".


Aria:"putri... saya sangat berterima kasih, terima kasih banyak, terima kasih"


Gaze:"saya juga mengucapkan terima kasih kepada putri"


Aria terus-menerus mengucapkan terima kasih kepada ku sambil tersenyum tapi air matanya terus mengalir.


Filia:"tidak apa. oh,dan Aria, tolong panggil saja aku Filia"


Aria:"nona Filia"


Aria nampak sangat senang dan tersenyum manis. memang tidak ada yang bisa menyembuhkan kelelahan daripada senyuman dari gadis yang manis. Aria segera meminumkan potion itu ke ibunya, perlahan kulit yang pucat tadi mulai berwarna seperti kulit orang normal yang sehat.


Filia:"ibumu akan segera sadar. setelah sadar kamu harus membiarkan ibumu beristirahat selama beberapa hari dan secara perlahan bantu dia untuk mengembalikan kekuatan fisiknya seperti semula"


Aria:"terima kasih nona Filia. saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih kepada anda"


Filia:"bagaimana jika kamu menemaniku masuk ke akademi?"


itulah tujuanku sebenarnya, aku ingin Aria pergi ke akademi bersamaku. aku memiliki kesan yang baik tentangnya dan lagi, mungkin dia dan ibunya akan mau membantuku untuk merawat anak-anak dari daerah kumuh itu.


Aria:"t,tapi saya hanyalah rakyat biasa. saya tidak mungkin memiliki biaya untuk pergi ke akademi kerajaan"


Harnas:"akademi akan di gratiskan untuk anak dari seorang kesatria. jika aku tidak salah menebak, ibumu adalah Rogis. salah satu kesatria kerajaan yang pensiun karena terluka. jika dia sudah sembuh, aku tidak keberatan menerimanya kembali"


Aria:"b,benarkah?. jadi saya bisa pergi ke akademi?"


Gaze:"benarkah itu?"


Aria dan paman Gaze nampaknya sangat bersemangat saat membicarakan soal akademi. yah, itu juga akan membantuku. akan lebih mudah bersosialisasi jika ada orang yang kamu kenal disana.


"Aria!"


(akhir dari chapter ini)