
monster-monster itu tampaknya menyadari kehadiranku, mereka mendongak dan mengaum dengan keras.
Arkne:"serangga-serangga yang menjijikkan"
Upirina:"jika sister Selene ada disini, monster-monster itu akan lenyap seketika"
Filia:"apa kalian ingin aku memanggil Selene?"
"tidak...!!"
mereka berteriak secara bersamaan. aku tahu bahwa mereka akan takut kepada Selene.
GRAOOO...!!!
Filia:"monster-monster itu benar-benar berisik"
Arkne:"akan segera kami bereskan Yang Mulia"
aku tetap di udara dan melihat Arkne dan Upirina yang menukik dengan cepat ke bawah. lautan monster itu semakin menggila saat melihat Arkne dan Upirina turun kebawah. saat mereka mendarat di tanah, debu mengepul ke udara karena dampak benturan dari Arkne dan Upirina.
Arkne:"serangga seperti kalian berani berteriak kepada Yang Mulia. terimalah kematian yang paling menyakitkan"
kapak hitam legam muncul di tangan Arkne. saat kapak hitam itu muncul, jeritan dan teriakan yang seperti berasal dari dunia bawah menggema di seluruh tempat, kabut hitam mengelilingi kapak besar itu, jeritan dan teriakan ribuan arwah yang serak dan saling tumpang tindih membuat hati orang-orang yang mendengarnya merasakan nyeri dan ketakutan.
item Legendaris kelas atas «Höll axt». senjata itu adalah salah satu dari sepuluh Legendary item yang paling di cari oleh berserker dalam Alterion. kemampuannya yang dapat mengisi kembali HP pengguna saat membunuh musuh, membuat item itu sangat baik jika di gunakan untuk bertarung melawan musuh dengan jumlah yang banyak.
kawanan monster datang seperti tsunami dan berlari ke arah Arkne dan Upirina. saat monster berjarak sekitar lima meter dari mereka, monster-monster itu melancarkan berbagai macam serangan dengan kekuatan yang besar.
Arkne:"sebanyak apapun kalian, kalian tetaplah... SERANGGA...!!"
Arkne berteriak dan mengayunkan kapak itu dengan satu tangan, tapi meskipun hanya dengan satu tangan, kecepatannya dalam mengayunkan kapak besar itu sangat cepat. segera, setelah kapak itu di ayunkan, kabut hitam yang mengelilinginya melonjak dan menerjang ke arah monster-monster itu seperti ombak besar. jika dilihat lebih jelas, di dalam gelombang kabut hitam itu, terdiri dari jutaan wajah tengkorak yang terbentuk dari kabut dan mengaum ke arah kawanan monster seperti jutaan iblis yang kelaparan.
kabut hitam yang mengerikan di tambah dengan pemandangan langit merah darah, membuat kejadian ini seakan Asura telah datang ke dunia fana. saat kabut hitam bertabrakan dengan kawanan monster, monster-monster yang berada dalam jangkauan serangan berteriak kesakitan. kulit-kulit monster itu mulai mengelupas kemudian di ikuti oleh daging yang mulai menghilang, hingga akhirnya tulang-tulangnya berubah menjadi abu yang tersebar dan terbawa oleh angin seperti tulang yang dibakar. ribuan monster baik dari monster biasa maupun Tier dua dan tiga, semuanya lenyap seketika.
aku melihat semua pemandangan ini dengan jelas saat aku memperhatikan dari atas. kekuatan dari senjata legendaris benar-benar mengerikan. yang Arkne keluarkan barusan adalah skill dari senjatanya. skill itu merupakan skill AOE yang akan menyerang semua target di depannya dalam bentuk kipas.
dari sekian banyak monster, hampir sepertiganya telah lenyap tanpa menyisakan apapun kecuali item drop di tanah. seharusnya aku perlu membedah monster-monster itu untuk mendapatkan item dropnya, tapi karena mereka musnah bahkan hingga tulang-tulangnya tidak bersisa, jadi Item-item itu hanya tergeletak di tanah. pemandangan ini benar-benar mirip seperti saat grinding di Alterion, kecuali perasaan yang diberikan benar-benar nyata.
aura hitam yang mengelilingi Arkne menjadi lebih padat dan mengembun menjadi sosok tengkorak raksasa setinggi tujuh meter atau lebih. tengkorak itu agak ilusif seperti bayangan iblis bermata merah menyala. aku mengalihkan perhatianku dari Arkne ke arah Upirina.
aku melihat Upirina juga tidak mau kalah dari Arkne. matanya berubah menjadi merah berdarah dan bayangan lima pasang sayap merah darah yang agak ilusif keluar dari punggungnya. dia melompat ke udara dan melayang di tengah-tengah kerumunan monster. tiba-tiba, area melingkar seluas lebih dari lima ratus meter dengan Upirina sebagai pusatnya mulai terdistorsi. bayangan di dalam area terlihat melengkung karena distorsi udara. ini adalah efek dari domain, tapi domain ini hanya akan dirasakan dan dilihat oleh orang yang berada dalam area jangkauan. jika mereka diluar area efek, mereka hanya akan melihat seperti lingkungan yang terdistorsi seperti saat udara panas.
aku hanya melihat bahwa monster-monster yang masuk ke dalam area domain, mereka berlutut ke tanah dan menggeram pelan sesaat kemudian, monster-monster itu meledak menjadi genangan darah seperti balon berisi air yang pecah. daging dan organ yang hancur menodai tanah dan terpencar ke segala arah. tidak peduli seberapa kuat monster itu, mereka semua menjadi genangan darah tanpa terkecuali. tidak berhenti disitu, darah para monster yang telah mati itu terangkat dari tanah dan mengelilingi Upirina.
darah-darah itu berpisah dan membentuk tetesan-tetesan merah seukuran ibu jari yang terus melayang dan bergoyang di sekitar tubuhnya. saat ada monster yang mendekat, gumpalan-gumpalan darah itu memadat dan berubah menjadi ribuan pisau tajam berwarna merah darah. pisau yang dibentuk oleh darah itu menyerang monster-monster yang memasuki area tanpa bisa dihindari. perlahan tapi pasti, darah yang mengelilingi Upirina menjadi semakin banyak dan padat. inilah domain milik Upirina, «Death Blood Field».
aku juga memperhatikan bahwa dari sekian banyak monster, yang terkuat adalah Tier tiga, aku sama sekali tidak melihat monster Tier empat. aku jadi ragu apakah Soul Eater sedang berevolusi menjadi Tier lima. seharusnya jika dia adalah Tier empat, dia dapat mengontrol satu atau dua monster yang setingkat dengannya, tapi saat ini aku tidak melihat satupun monster Tier empat.
yang membuatku lebih bingung adalah, monster yang berada di Tier tiga terlalu banyak jika hanya di kendalikan oleh Soul Eater Tier tiga. setidaknya jumlah monster Tier tiga yang aku lihat saat ini mencapai tujuh ekor dengan tiga ekor dari mereka telah di hancurkan oleh Upirina dan Arkne. seperti yang aku katakan sebelumnya, Soul Eater hanya dapat mengontrol satu atau dua monster dengan tingkat yang sama, tapi yang aku lihat saat ini, dia mengontrol lebih dari tiga kali lipat dari yang seharusnya. aku tidak bisa menemukan penjelasan yang logis tentang ini.
GRAOOOO...!!!
saat aku memikirkan hal itu, aku melihat bahwa pola pergerakan monster-monster yang ada di bawah mulai berubah. empat monster Tier tiga yang tersisa mengaum ke udara. setelah aumannya, monster yang lainnya mulai mundur ke arah telur raksasa hitam di tengah kota. sesaat kemudian, suara hentakan kaki dari monster-monster raksasa yang berlari bersama seakan mengguncang dunia. kabut debu yang tebal terlihat dari kejauhan dan menuju ke arah kota. apakah monster Tier tiga itu mendapat perintah dari Soul Eater dan mencari bantuan. hehehe.... nampaknya Soul Eater mulai merasa terancam dengan keberadaan kami.
Filia:"segera lenyapkan para pengganggu itu!"
"baik Yang Mulia"
aku segera memberikan perintah kepada Arkne dan Upirina untuk segera menghabisi kawanan monster itu. kali ini mereka tidak menggunakan skill atau keterampilan lain, mereka hanya menggunakan teknik bertarung dan kekuatan kasar untuk maju dan menyerang kawanan monster dengan berbagai ukuran itu. dua orang yang terlihat seperti bintik kecil mulai bertabrakan dengan ribuan monster yang marah.
hahahaha....
aku mendengar tawa dari Arkne yang gila. dia melakukan pembantaian terhadap monster dengan kapaknya. di punggungnya muncul delapan kaki laba-laba berwarna hitam pekat dengan ujung tajam seperti sabit. setiap monster yang terkena kaki itu, mereka akan tersayat dan di potong-potong menjadi gumpalan daging. darah merah menodai armor hitam dan wajahnya yang cantik. meskipun matanya tertutup oleh kain, tapi dia seperti bisa melihat dari segala arah, semua serangan yang ditujukan kepadanya dapat ditangani dengan mudah, bahkan dia sempat meluncurkan serangan balasan yang sangat cepat dan akurat, sehingga itu menjadi serangan instan kill.
pemandangan disisi Upirina juga tidak kalah menakjubkan, dia terjun di antara monster-monster itu dan melakukan pembunuhan masal. darah yang mengelilingi menjadi sangat padat dan semakin padat. dia bisa menciptakan berbagai senjata tajam dari darah yang mengelilingi. saat ada monster yang menyerangnya, darah itu akan berubah menjadi perisai yang melindunginya. tangannya juga di lapisi oleh darah dan membentuk kuku merah yang panjang. dia memotong dan menembus musuhnya menggunakan cakarnya yang tajam dan kuat.
entah berapa lama, mayat-mayat monster yang tak terhitung jumlahnya mengelilingi Arkne dan Upirina. medan perang yang penuh darah dan menakutkan bagai tanah kematian, aroma anyir darah mengepul ke udara dan membuat ruang isi perut bergejolak. siapapun yang belum terbiasa dengan pemandangan seperti ini, mereka akan kehilangan kesadaran dan bahkan mengalami mimpi buruk sepanjang hidupnya.
meskipun sudah sangat banyak monster yang dibunuh oleh Arkne dan Upirina, jumlah monster-monster itu masih sangat banyak, tapi setelah mengalami pertempuran yang intens seperti itu, Arkne dan Upirina masih terus bertarung tanpa terlihat kelelahan, bahkan Arkne terlihat semakin menikmati pembantaian yang dia lakukan.
waktu terus berjalan dan jumlah monster semakin menyusut. mayat ratusan ribu bahkan mungkin jutaan, tersebar di seluruh medan perang ini. dinding kota yang tersisa telah berubah menjadi reruntuhan yang sesungguhnya, diinjak dan ditabrak oleh banyak monster hingga rata dengan tanah.
Filia:"percepat...!!"
"baik"
mendengar perintahku, Arkne dan Upirina mulai menggunakan skill untuk lebih cepat membunuh monster-monster yang tersisa. karena jumlah Monster semakin menipis, monster Tier tiga tadi mengaum kembali dan memerintahkan semua nya untuk mundur dan berkumpul bersama di sekeliling Soul Eater.
setelah ratusan ribu monster yang tersisa berkumpul di sekitar Soul Eater, tiba-tiba sulur-sulur hitam yang tak terhitung jumlahnya keluar dari pangkal penyangga telur dan menusuk ke arah monster-monster itu. bahkan monster Tier tiga tidak lepas dari serangan itu. monster-monster yang tertusuk menjerit, tapi jeritan itu hanya berlangsung sementara dan tubuh mereka mulai meledak menjadi kabut berdarah. darah-darah itu diserap oleh sulur-sulur hitam dan memasuki bagian dalam telur.
Filia:"dia akan bangun"
(akhir dari chapter ini)
seharusnya aku update dua chapter kemarin, tapi saat berolahraga di sore hari, ibu jariku terluka, jadi aku membatalkan rencana itu.
maaf kalau curhat, tapi aku harap kalian bisa memaklumi jika ada salah pengetikan. ok, see you next time:)