Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 14: Malam penuh harmoni



parcakapan Kami tidak berlangsung lama, seorang pelayan datang dan dengan hormat membungkuk kepada ibuku sambil melaporkan sesuatu.


"dia adalah pelayan wanita dengan rambut abu-abu pendek, wajahnya mirip dengan An. dia adalah sepupu dari An, namanya adalah Mein.


Mein:"nyonya. komandan dan Ilma telah tiba"


Harnas:"baik, suruh mereka masuk!"


Mein:"baik nyonya"


Mein memberikan hormat lagi sebelum berbalik dan pergi keluar. sekitar lima menit kemudian, dia kembali bersama dengan Ilma dan Eden.


Eden langsung berlutut bersama dengan Ilma.


Eden:"hamba menghadap. nyonya"


Harnas:"berdiri!"


ibuku menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dan dengan anggun memotong sepotong daging di piring dan memakannya secara perlahan. untuk sementara ruangan itu sunyi tanpa ada yang berbicara, setelah makanan di piring habis ibu mengelap bibirnya dengan sapu tangan dan mulai berbicara.


Harnas:"bicara tentang hasilnya!"


Eden:"baik nyonya. tidak jauh dari tempat kejadian, kami menemukan Blue Dust. selain itu tidak jauh dari sana terdapat gua yang menjadi markas bandit tidak lama ini. saat kami menemukan mereka, mereka membicarakan tentang debu biru ini. ternyata mereka menggunakannya untuk merampok para pedagang dengan menggunakan monster, kemudian setelah mereka melihat bahwa monster dikalahkan mereka mundur dan bersembunyi di dalam gua".


Harnas:"jadi seringnya laporan tentang penyerangan monster di sekitar ibukota akhir-akhir ini karena ulah mereka!"


ibu berhenti sebentar menundukkan kepalanya sambil merenungkan sesuatu.


Blue Dust adalah sebuah obat berbentuk bubuk halus dengan warna biru kristal. ini merupakan salah satu obat terlarang di seluruh kerajaan, mungkin mirip dengan Narkoba. jika ada yang memperjual belikan Blue Dust maka dia akan di jatuhi hukuman berat.


serbuk biru dapat menyebabkan monster menjadi menggila dan akan menyerang orang-orang di sekitarnya.


Harnas:"dari mana mereka mendapatkan benda itu?"


Eden:"untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan Nyonya. menurut yang para bandit itu katakan, mereka mendapatkannya dari seseorang bertopeng dan di bertubuh gemuk".


Harnas:"lanjutkan penyelidikan!. aku ingin mendapat hasilnya sesegera mungkin!"


Eden:"baik nyonya"


Harnas:"pergilah"


Eden dan Ilma berdiri. Eden memberi hormat lalu berbalik dan pergi meninggalkan Ilma.


ibu menatap Ilma sambil memberikan senyuman dan berkata.


Harnas:"sulit bagimu"


Ilma:"t,tidak, tidak nyonya. melakukan tugas seperti ini adalah kewajiban saya. tapi.... tapi saya merindukan pekerjaan saya mengurus Nona"


ah... Ilma, kenapa kamu mengucapkan kata-kata seperti itu!. memalukan sekali huh...


Ilma memang selalu bersamaku, jadi wajar untuk membentuk kepribadian seperti ini. meski begitu, hal itu cukup memalukan bagiku yang belum terbiasa.


bagaimana Dangan tanggapan ibu?. ya, seperti biasa, hanya tersenyum dan mengangguk.


Harnas:"kalau begitu segera bersihkan dirimu dan kembali ke tugas awalmu!"


Ilma:"baik nyonya"


Filia:"tunggu ibu. Ilma sudah melakukan tugas yang berat dan baru saja mengalami perjalanan jauh. untuk saat ini biarkan Ilma istirahat terlebih dahulu"


biar bagaimanapun, Ilma adalah manusia biasa, seorang gadis kecil biasa sudah melakukan banyak kerja keras, selain itu menurut ingatan pemilik tubuh ini, Ilma selalu baik kepada nya. kurasa tidak masalah jika mendapatkan istirahat sejenak kan?!.


Harnas:"baiklah kamu yang memutuskan semuanya"


Filia:"terima kasih ibu"


menjual wajah manis dengan senyum yang menawan. hal itu adalah senjata terbaik untuk ibuku. seperti yang di harapkan, ibuku tersenyum dengan bahagian, berdiri lalu memelukku.


Harnas:"ah.... Filia ku memang yang terbaik!!"


wajah tegas dan anggun nya tergantikan dengan wajah dan senyum konyol. berlebihan...ibu selalu melakukan ini bahkan tanpa memperhatikan sekitar. ibu... bisakah setidaknya menjaga kehormatan mu sendiri?


aku berusaha mengingatkan ibu, tapi karena itu ibu, jadi lupakan saja.


Harnas:"biarkan saja dia."


aku memperhatikan wajah Elion yang tersenyum canggung di sisi yang berseberangan. ibu melepas ku dan menghela nafas.


Harnas:"sayang. ibu harus kembali dulu ke istana dan menyelesaikan beberapa hal"


Filia:"iya ibu".


selain ibu, pangeran juga mengikuti di belakangnya. mereka berjalan bersama beberapa ajudan yang sudah menunggu di luar ruangan sejak awal.


Jors dan An serta pelayan lainnya juga kembali ke tugas masing-masing setelah membereskan makanan yang ada di atas meja. saat ini hanya tersisa aku dan Ilma di ruangan.


Filia:"Ilma. kamu bisa istirahat hari ini"


Ilma:"tidak, saya tidak memerlukannya nona!"


penolakan yang tegas. aku tidak mengira dia akan memiliki keberanian untuk menolak.


Filia:"kamu sudah bekerja keras dan lagi, besok kamu harus membantuku dengan beberapa tugas. kamu besok akan bekerja lebih keras"


Ilma:"tapi nona_"


Filia:"jangan keras kepala!"


Ilma:"baik nona"


Ilma pergi untuk membersihkan diri. sejujurnya aku merasa agak bosan tanpa melakukan apapun, untuk urusan anak-anak sudah di rencanakan dengan baik tinggal eksekusi rencana pada esok hari. karena rencana ini agak besar dan aku belum mengetahui banyak hal tentang ibu kota ini, jadi sebaiknya besok aku akan meminta bantuan dari Ilma.


meski di bilang istirahat, Ilma tetap mengikutiku dan membantuku melakukan hal-hal kecil seperti, membuatkan teh atau pun mengambilkan buku yang ingin aku baca. apa ini istirahat?. bukankah ini tetap bekerja seperti biasa?. terserah lah, lagi pula aku tidak mengerti pikiran para workaholic ini.


aku berganti gaun yang lebih cocok untuk suasana, duduk di balkon lantai dua sambil menikmati teh dan melihat matahari yang perlahan semakin rendah. membuat langit biru menjadi keemasan yang indah. burung-burung kembali dari keseharian mereka, menunggu malam dengan tenang di antara ranting dan dahan.


langit emas bagaikan di negeri peri mulai memudar digantikan dengan semburat kemerahan bagaikan ditaburi dengan delima.


malam yang tenang menandakan berakhirnya hari. tapi bukan gelap dan sepi yang ada, melainkan langit yang indah dengan taburan bintang dan bulan yang membentuk sebuah harmoni dan simfoni musim semi.


ke empat bulan bersinar dengan indah, memancarkan cahaya perak yang lembut. cahayanya di pantulkan oleh air kolam di bawah ku, cahaya perak itu memberikan sentuhan kilau pada kolam bagaikan berlian dan permata.


entah kenapa hatiku berdebar saat melihat bulan yang menggantung di langit. keindahan mereka mengingatkan ku dengan bumi, meski di bumi hanya ada satu bulan, tapi perasaan ini sangat akrab dan familiar.


huh.....


aku menghela nafas lalu menundukkan kepalaku, sepertinya Ilma menyadari perasaan ku tapi dia hanya diam dan tidak melakukan apapun. aku kagum dengan sikapnya dan cara dia memberikan pengertian.


perlahan aku mulai berdiri, berjalan menuju pembatas di balkon dan menyaksikan langit yang indah itu. mengeluarkan biola dari dalam storage, biola ini di dapatkan dari event gacha di dalam Alterion. biola ini memiliki efek memberikan buff kepada teman dan debuff kepada lawan. efeknya tergantung pada lagu yang di mainkan, efek nya dapat di gunakan ataupun di ubah menjadi biola biasa.


biola ini memiliki warna perak yang indah dan saat di keluar kan, itu memantulkan cahaya bulan di langit, memberi kesan kesucian yang tidak terkatakan.


biola ini tidak akan berguna bagi orang yang tidak bisa bermain musik, jadi untuk memainkannya, kamu harus belajar bermain biola di dunia nyata terlebih dahulu.


aku berdiri di sana memegang biola dan bow, memandangi bulan lalu meletakkan dagu dan rahang kecil ku di atas chinrest. perlahan menutup mata kemudian memposisikan jari-jari tangan kiri ku di atas string yang tepat.


perlahan menggesekkan bow di atas string dan membuat suara yang berirama dan indah. yang aku mainkan adalah Zigeunerweisen yang ditulis pada 1878 oleh komponis Spanyol pablo de sarasate. aku memainkannya dengan tempo yang agak lebih lambat dari yang seharusnya.


alunan yang indah bergema di seluruh mansion, ditemani dengan cahaya bulan dan harmoni bersama malam.



hanya ilusiku atau memang tiba-tiba angin malam yang lembut bertiup dan membelai setiap helaian rambutku. daun-daun dan bunga bergoyang seperti memberiku semangat dengan keluh kesah di hati ku. perlahan, air mata mulai menetes karena terinfeksi oleh alunan musik di tambah dengan ingatanku mengenai orang tuaku yang ada di bumi.


aku hanya mengharapkan kebahagiaan mereka. disini aku sudah mendapatkan kehidupan baru, aku harap kalian akan memulai kehidupan yang indah di sana dan penuh kebahagiaan.


ayah, ibu, aku tidak akan pernah melupakan mu. semoga angin membawa alunan musik ini dan mengatakan perasaan ku kepada kalian.


(akhir dari chapter ini)


update lagi nanti sore:)