
setelah mendengar penjelasan Felmina sepertinya aku mulai mengerti apa yang terjadi. Felmina dan ayah nya tinggal berdua setelah ibu nya meninggal saat melahirkannya, mereka adalah orang biasa dan tidak memiliki gelar apapun, jadi mereka tidak memiliki nama keluarga.
anak dan ayah itu hidup sederhana di sebuah rumah kecil. Felmina bilang bahwa ayah sering mengunjungi ayahnya saat masih hidup. setelah ayah Felmina meninggal, ayahku mengadopsinya dan memberikan nama Rosefield kepadanya.
Felmina juga tidak mengetahui hubungan antara ayah ku dan ayah nya, jadi dia tidak bisa menjelaskannya.
aku masih meminum teh panas dengan anggun sambil mendengarkan penjelasan dari Felmina. aku juga mengeluarkan camilan kue kering yang aku buat dulu di Alterion, kue ini memiliki rasa yang enak dan memberikan buff untuk menambah stamina.
kue kering itu terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukurannya tepat satu gigitan.
Felmina selesai bercerita dan menatapku dengan agak takut-takut. sepertinya aku terkesan sedang melakukan interogasi kepada tawanan perang, maaf Felmina, aku tidak bermaksud.
aku meletakkan cangkir teh di atas tatakan yang terletak di meja, lalu berdiri dan menghampiri Felmina. dia nampak takut saat aku mendekatinya. apa wajahku terlihat jahat?
Filia:"apa aku seperti penjahat?. jangan takut, sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Rosefield dan kamu sekarang adalah adikku"
aku menepuk bagian atas kepala gadis kecil itu lalu berkata sambil tersenyum dan terkesan ramah. bukannya buruk jika kamu menakuti calon adikmu?!. jadi sebaiknya meninggalkan kesan yang ramah supaya dia tidak merasa takut di keluarga yang baru.
Felmina:"n, nona Filia?"
Felmina menatapku dengan tampang yang terkejut dan berbicara dengan takut-takut. keadaan Hati gadis kecil itu begitu rapuh dan aku harus berhati-hati memperlakukannya.
sekarang aku sudah memiliki adik yang manis, aku harus menjaganya dengan baik.
Filia:"jangan memanggilku Nona!. sekarang kamu adalah adikku, jadi panggil dengan sebutan kakak!"
Felmina nampak ragu-ragu tapi di tengah-tengah desakan ku, pada akhirnya dia mau melakukannya.
Felmina:"k, kakak."
apa ini?....apa ini!!!. ada sesuatu yang melonjak di dalam hatiku. jadi seperti ini saat ada yang memanggilmu kakak. perasaan ini sungguh menyenangkan.
Filia:"panggil lagi!"
Felmina:"k,kakak"
Filia:"lagi!"
Felmina:"kakak"
Filia:"lagi..!"
Felmina:"kakak.!!"
ugh...inilah rasanya menjadi seorang kakak perempuan. setelah puas mendengarkan panggilan Kakak dari Felmina, aku memeluknya tanpa sadar. dengan panggilan berulang itu, Felmina sepertinya mulai menghilangkan keraguannya terhadapku.
aku memeluknya sambil berkata di dekat telinganya..
Filia:"mulai sekarang kakak mu ini akan melindungi mu!"
Felmina:"t, terima kasih"
Felmina mulai meneteskan air mata dan menangis di pelukan ku. perasaan gadis kecil yang di tinggalkan oleh orang tuanya pasti akan merasa sedih dan takut. hanya ayahnya yang dia miliki dan pada akhirnya, ayahnya pergi meninggalkannya untuk selamanya.
hal seperti itu terlalu berat untuk di tanggung oleh seorang anak seusianya. dia menangis mungkin karena hatinya yang tegang selama ini menjadi tenang dan menemukan sandaran yang tepat.
Filia:"jangan menangis!. nanti jika ada yang melihat, mereka akan mengira kalau aku mengganggumu!"
Felmina:"ma..maaf kakak"
Felmina melepaskan diri dari pelukanku lalu mengusap air matanya dengan ke dua tangan kecilnya. dia mencoba tersenyum ke arahku.
Filia:"baiklah. sekarang duduklah!"
aku memberi isyarat supaya Felmina duduk di kursi dekat dengan yang tadi aku gunakan. aku dan Felmina duduk berdekatan dan Ilma menuangkan teh merah kepada Felmina sambil tersenyum lembut dan nampak profesional.
aku memperhatikan bahwa cara Felmina meminum teh sepertinya sudah seperti para bangsawan tapi agak canggung.
Felmina:"kamu mengetahui etiket bangsawan dengan baik!"
Felmina:"i, iya... satu Minggu yang lalu tuan Rosefield membawa saya ke tempat pelatihan etiket kebangsawanan lalu setelah itu saya di bawa ke rumah ini"
jadi seperti itu, pantas saja. pelatihan etiket kebangsawanan adalah tempat dimana para bangsawan baru akan di latih untuk memahami etiket yang di perlukan bagi seorang bangsawan.
bagi kami anak bangsawan, kami akan di latih sejak kecil oleh guru pribadi di rumah, jadi tidak perlu untuk pergi ke tempat pelatihan seperti itu.
Filia:"tapi sepertinya agak aneh jika kamu memanggilnya sebagai tuan Rosefield. sekarang kita adalah keluarga, jadi bagaimana jika memanggil dengan sebutan 'ayah'?".
Felmina:"A, AYAH..!!"
Filia:"tidak perlu terkejut seperti itu. bagaimana jika nanti kita coba?"
aku ingin tahu bagaimana ekspresi ayah saat Felmina memanggilnya dengan sebutan 'ayah'.
tapi untuk ibu.... sepertinya setelah kejadian seperti itu, sebaiknya di tunda dulu. kita tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran ibu. kan?!.
kami berbicara cukup lama di dalam gazebo, Ilma juga ikut bergabung dalam obrolan ini. sepertinya Felmina mulai akrab dengan Ilma, tapi apa-apaan itu, Ilma hanya membicarakan tentangku dengan bangga seperti membicarakan prestasinya.
di tengah percakapan kami, ibu dan ayah berjalan ke luar dari ruangan dan menghampiri kami. ayah berjalan agak lebih di depan daripada ibu. saat aku memperhatikan ibu, ibu juga memperhatikanku lalu memalingkan wajahnya dan ada semburat merah muda di pipi nya.
ibu yang biasanya terlihat tegas hari ini bisa terlihat seperti gadis kecil yang pemalu. sisi lain dari ibu akhirnya terungkap....
Rovell:"ehemm... sepertinya kalian sudah akrab"
ayah sepertinya juga memperhatikan sikap ibu dan berdehem dengan semburat merah muda di wajahnya. ahhhh.... aku melihat musim semi anak muda. ayah, ibu, tolong jangan cekik putrimu ini dengan merah muda Yang ada di mana-mana.
ibu melupakan rasa malunya lalu berjalan dan memeluk Felmina sambil meminta maaf.
Harnas:"maaf sudah menakuti mu!"
Felmina:"t, tidak nyonya... tolong jangan meminta maaf"
sepertinya Felmina terkejut dengan perlakuan yang tiba-tiba.
ibu melepas pelukannya lalu menatapnya dan tersenyum.
Harnas:"kamu bisa memanggilku ibu."
ibu langsung mengatakannya dan menatapku. seperti sebelumnya, Felmina dengan agak canggung memanggil 'ibu'. ayah juga tidak mau kalah dan juga meminta Felmina menyebutnya ayah. dua orang dewasa yang serius dan di hormati di hari kerja, sekarang terlihat seperti pasangan muda yang baru merasakan musim semi. ayah dan ibu bergabung dengan ku dan kami berbicara dan tertawa di gazebo hingga langit mulai memerah. batu cahaya yang di letakkan di taman dan gazebo mulai menyala dan menerangi malam.
kebanyakan yang di tanyakan ibu adalah, apakah aku baik-baik saja karena serangan tadi. ibu benar-benar ketakutan saat melihat serangannya yang mengarah ke arahku.
Filia:"ibu... apa ibu tidak mau mengetahui kenapa aku berubah sekarang?"
benar, aku sudah berubah. dari rambut, sikap dan kemampuan sihir ku. Filia yang dulu tidak bisa menggunakan sihir.
setelah mendengar pertanyaan ku, ibu menatapku lalu tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk membelai pipiku.
Harnas:"apa itu penting?... Filia adalah Filia, kamu tetap bayi kecil ibu"
ungkapan itu benar-benar membuatku merasa tenang dan sangat bersyukur karena mendapatkan orang tua seperti ini.
Rovell:"jika kamu tidak menjelaskannya, maka ayah dan ibu juga tidak akan bertanya"
sambil menyeruput teh ayah juga menambahkan. mereka berdua tanpa keraguan sedikitpun kepada anaknya.
Filia:"sebenarnya saat kecelakaan itu terjadi, tanpa sengaja karena ketakutan, energi sihir di dalam tubuhku melonjak. saya terluka parah waktu itu, tapi karena sihir yang bangkit saya terselamatkan dan luka-lukanya sembuh dengan cepat"
dengan penuh perhatian, ayah dan ibu bahkan Ilma mendengarkan ceritaku dengan serius. maafkan aku karena harus membuat kebohongan seperti ini. tapi, ini demi menghilangkan kecurigaan dari kalian. aku harus merahasiakan kematian pemilik asli. aku tidak mau melihat kalian berdua bersedih.
mendengar apa yang aku katakan, ibu mengangguk dan tampak merenungkan sesuatu.
Harnas:"sepertinya kekuatan magis mu bangkit karena kamu merasa dalam bahaya, dan perubahan warna rambutmu mungkin di pengaruhi oleh jumlah mana yang besar di dalam tubuhmu yang membangkitkan garis keturunanmu."
itu kesimpulan yang bagus ibu. sepertinya hal itu sangat mungkin, mungkin saja saat aku berpindah dengan atribut game yang aku miliki, itu juga membawa perubahan kepada tubuh ini.
Rovell:"ya itu bisa terjadi,. lagipula ayah dulu juga membangkitkan energi magis saat dalam bahaya di perjalanan ayah sebagai seorang petualang"
Harnas:"sudahlah. lupakan masalah ini... ibu tidak tahan lagi saat membayangkan kamu terluka, ibu sudah melihat bekas gaun hancur yang kamu kenakan saat kecelakaan. ibu benar-benar bersyukur karena kekuatan magis mu bisa bangkit saat seperti itu"
jadi seperti itu, ibu sepertinya sudah melihat gaun hancur yang di bawa oleh Eden.
karena hawa dingin di taman, kami masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan pembicaraan..
(akhir dari chapter ini)