
Tidak seperti nenek yang perlu menyiapkan kristal inti monster sebagai formasi. Untuk ibu, aku hanya perlu membuat garis formasi dari darah dan menggunakan batu cahaya bulan sebagai kristalnya. Ini sudah lebih dari cukup, apalagi giok cahaya bulan ini sudah menyerap cahaya bulan dalam waktu yang entah berapa lama sehingga Moon Force yang terkandung di dalamnya juga sangat besar.
Setelah formasi selesai, aku memerintahkan ibu untuk duduk di tengah formasi. Biarkan saja ibu menyerap cahaya bulan di langit. Dengan begitu Moon Force dalam tubuh ibu akan jenuh dan secara paksa mengaktifkan darahnya.
Cahaya bulan yang mengenai ibu berubah menjadi pita-pita berwarna cyan yang memasuki tubuhnya. Segera setelah itu, lingkaran formasi delapan samsara mulai aktif dan garis darah di giok cahaya bulan mulai bercahaya merah.
Banyak sutra Cyan yang terbentuk dari cahaya bulan mengelilingi ibu. Pemandangan itu bisa aku katakan sangat indah. Tapi, begitu cahaya bulan memasuki pori-pori di kulitnya, wajah ibu mulai mengernyit karena sakit.
Untuk nenek, meskipun tubuhnya di bentuk ulang, tapi rasa sakitnya mungkin tidak akan separah yang di rasakan ibu karena nenek memiliki api «The Essence Flame of Life» yang dapat memperbaiki setiap kerusakan di tubuh dan memberikan Life Force secara terus menerus kepada pemiliknya.
Saat pita cyan memasuki tubuh ibu, perlahan kabut merah darah melayang dari tubuhnya. Pakaian yang di kenakan ibu juga mulai ternoda oleh darah merah.
Darah itu adalah darah ibu yang sengaja di buang. Ketidakmurnian darah Elf karena darah elf mulai menipis selama bertahun-tahun. Untuk memurnikannya, maka darah elf yang sudah tidak murni harus di hilangkan dan menyisakan darah yang masih benar-benar murni.
Ini tidak sesederhana hanya menguras darah. Tapi ini adalah rekontruksi hampir seluruh tubuh. Sumsum tulang belakang yang membantu memproduksi darah merah juga perlu di rombak ulang supaya hanya menghasilkan sel darah yang paling murni.
Selain itu, pembuluh darah dan daging juga perlu di rombak supaya bisa menyesuaikan dengan darah elf yang murni, yang lebih kuat dari darah tercemar.
Sebenarnya selain penipisan esensi darah leluhur, darah elf juga semakin tercemar karena adanya pernikahan dengan ras lain seperti manusia. Alhasil, darah mereka akan tercampur.
Darah mereka akan tercampur karena darah elf tidak seganas darah Phoenix yang akan menelan darah lain untuk meningkatkan kemurniannya sendiri. Untuk kasus ku, mungkin ini hal yang langka. Aku bahkan tidak menyangka bahwa darah Phoenix juga akan mengambil karakteristik dari darah elf yang ada di dalam tubuhku.
Mungkin saja hal itu memang bisa terjadi. Alasan kenapa aku tidak tahu, karena di Alterion tidak ada yang mencoba untuk menggabungkan darah elf dan Phoenix secara bersamaan.
Permukaan tubuh ibu terus mengeluarkan darah merah dan berubah menjadi sosok berdarah yang mengerikan. Wajahnya menggigil keras karena rasa sakit. Otot-otot dan daging di seluruh tubuh mulai berkontraksi dengan keras. Suara gemeretak tulang yang di pelintir dan di patahkan terdengar sangat tajam.
Bentuk tubuh ibu terus berubah dan terpelintir. Bersama dengan itu, darah merah terus di keluarkan dari tubuhnya, seakan-akan tubuhnya di peras seperti kain basah.
Kandungan darah murni dalam tubuh ibu kurang dari satu persen dari keseluruhan darah yang ia miliki. Jadi, lebih dari 99% darahnya telah di kuras dan di keluarkan. Bisa di bayangkan betapa buruknya kondisi ibu saat ini.
Arkne:"Yang Mulia...!"
Filia:"Aku tidak apa-apa."
Aku menjawab suara Arkne yang mengkhawatirkan ku sambil menghapus air mata yang meluap tanpa aku sadari. Meskipun aku tidak merasakan rasa sakit yang di alami ibu, tapi aku bisa membayangkan seperti apa rasanya. Melihat wajah kesakitan ibu, hatiku juga ikut terluka. Tanpa aku sadari, air mata tumpah di sudut mataku.
Filia:"Bagaimana keadaan ayah?."
Arkne:"Saat ini dia sedang berkonsentrasi untuk membuka warisan dalam kristal Warisan."
Filia:"Hmmm... Kamu bisa terus mengawasi ayah, jangan sampai ada kecelakaan."
Arkne:"Dimengerti, Yang Mulia."
Beruntung bahwa ayah tidak ada di sini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika ayah sampai melihat kondisi ibu yang seperti ini?!. Pita-pita Cyan yang terbentuk dari cahaya bulan menjadi semakin banyak dan akhirnya membungkus seluruh tubuh ibu seperti kepompong. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada ibu di dalam bungkus kepompong itu.
Di dalam kepompong, seluruh tubuh ibu akan di rombak seperti nenek untuk membentuk tubuh baru yang lebih sesuai dengan darah elf murni. Aku memang tidak mengetahui seperti apa ibu di dalam kepompong, tapi aku masih bisa merasakan bahwa ibu masih baik-baik saja dan semuanya berjalan lancar.
Aku hanya perlu mengawasi supaya ibu tidak kehilangan kesadaran dan tubuhnya terbentuk secara sempurna. Yah, meskipun ibu kehilangan kesadaran, aku akan membantunya membentuk tubuh supaya tidak gagal. Aku juga pernah melakukan itu saat nenek membentuk tubuh baru.
Sebuah layar biru transparan muncul di depanku, menunjukkan keadaan ayah saat ini. Ayah sedang duduk di atas batu yang berjarak sekitar tiga kilometer dari ibu. Mereka memang sengaja di pisahkan supaya tidak mengganggu satu sama lain. Saat naik ke tier satu, ayah dan ibu akan menyerap mana yang banyak di sekitar mereka. Jika mereka berdekatan, mungkin mereka berdua akan berebut mana yang bisa membuat mana menjadi kacau. Itu bukan masalah terbesar. Masalah terbesar adalah saat mana di sekitar tempat ayah dan ibu di serap habis yang bisa membuat ayah dan ibu kekurangan pasokan mana dan membuat kemajuan mereka terganggu.
Untuk menghindari hal itu, aku sengaja memisahkan ayah dan ibu di jarak yang cukup jauh. Saat ini ayah sedang bersilah di atas batu dengan kristal Warisan yang melayang-layang di depannya. Sesaat kemudian, kristal Warisan itu bersinar dengan terang. Kristal itu hancur menjadi partikel cahaya dan mulai berkumpul di sekitar ayah hingga seluruh tubuh ayah di tutupi oleh partikel cahaya.
Ini adalah saatnya ayah untuk menghadapi ujian kenaikan Tier satu. Keberhasilan atau kegagalan, semuanya tergantung padanya. Namun, jika ayah dalam bahaya, dengan kekuatanku saat ini, aku masih bisa menolongnya. Apalagi masih ada Arkne, jadi ayah tidak akan berada dalam bahaya.
Meskipun aku dan Arkne dapat membantu ayah saat dia dalam bahaya, tapi untuk mewarisi skill dari kristal Warisan, itu semua hanya bisa bergantung pada pemahaman dan kemampuan ayah sendiri.
Filia:"Arkne, kamu bisa membantu ayah saat dia berada di keadaan yang sangat kritis. Sebelum itu terjadi, biarkan semuanya berjalan seperti apa yang seharusnya."
"Dimengerti, Yang Mulia."
Merasa bahwa semuanya sudah berjalan seperti apa yang seharusnya, aku bisa sedikit tenang. Setidaknya, tidak akan ada bahaya untuk saat ini. Kesadaran ibu juga masih tersadar dan masih sangat tangguh untuk menanggung beban perombakan ulang seluruh tubuhnya.
Aku duduk di atas batu sambil mengawasi keadaan ayah dan ibu dari proyektor. Seluruh data ayah dan ibu terus di tampilkan, termasuk kondisi mereka saat ini.
.....
Sudah lima jam berlalu. Ayah mengalami sedikit bahaya beberapa saat yang lalu yang menyebabkan seluruh tanda-tanda kehidupannya tiba-tiba menurun. Tapi, sekarang sudah baik-baik saja dan masalah itu berhasil di atasi oleh Arkne. Jiwa sisa dari binatang buas itu masih sangat ganas dan hampir melukai jiwa ayah. Namun dengan sedikit dukungan dari Arkne, ayah bisa melewati masalah itu dengan baik.
Saat ini ayah dan ibu sudah melewati bagian yang paling berbahaya dan tubuh ayah dan ibu sudah terbentuk dengan sempurna. Ayah juga sudah selesai mempelajari skill Tier satu dan saat ini tubuhnya sedang menyerap mana dengan gila-gilaan.
Keadaan ibu kurang lebih sama dengan ayah. Meskipun aku tidak bisa melihat keadaan mereka berdua, tapi aku bisa mengetahui semuanya dari data yang di tampilkan di depanku.
Mana sejauh satu kilometer dari ibu semuanya di serap dengan sangat cepat seperti spon kering yang menyerap air. Statistik ayah dan ibu juga semakin meningkat dengan cepat.
Karena masa paling berbahaya sudah berhasil di lewati, aku dan Arkne bisa sedikit lebih bersantai dan membahas apa yang akan di lakukan di masa depan. Tempat ini terlalu berharga untuk di abaikan, aku bermaksud untuk membuat pangkalan Moon Palace di tempat ini dan mengambil sumber daya berharga yang tersedia.
Tentu saja aku tidak akan mengambil sumber daya secara tidak bermoral. Aku akan mengambil sumber daya dengan tidak merusak lingkungan di sekitarnya. Lagi pula tempat ini juga sangat bagus sebagai ladang herbal, jadi akan sangat sayang jika tempat ini rusak hanya gara-gara keserakahan ku.
Arkne dan aku duduk di sebuah batu dan membahas rencana selanjutnya. Karena kordinat tempat ini sudah di kirim ke Moon Palace, jadi portal antara Moon Palace dan tempat ini bisa di buka kapan saja.
Aku bermaksud untuk membuat sebuah pangkalan di salah satu puncak gunung yang tidak aktif di kejauhan. Tempat itu berada jauh di seberang Padang rumput dan memiliki tanah yang sangat sesuai untuk penanaman herbal. Tentu saja herbal yang harus tumbuh di tempat khusus tidak bisa di tanam di tempat itu. Jadi tempat itu hanya untuk tanaman herbal yang bisa tumbuh di lingkungan normal, bukan lingkungan ekstrim.
Untuk tanaman herbal yang memerlukan lingkungan panas ekstrim, tempat di gunung berapi adalah yang paling sesuai, sementara yang dingin ekstrim, aku belum menemukannya. Tapi mengingat bahwa tempat ini begitu luas dan memiliki aturan yang lengkap, mungkin akan ada tempat dingin seperti kutub, hanya saja aku belum melihatnya. Yah, lagi pula aku bahkan belum menjelajahi seluruh hutan, bagaimana aku bisa melihat kutub?!.
Filia:"Arkne karena kamu memiliki banyak pekerjaan di Helheim, maka kamu bisa meminta yang lain untuk bertanggung jawab atas tempat ini."
Arkne:"Saya mengerti. Mungkin Intrometida cocok untuk tugas ini."
Filia:"Ya. Dia memang cocok untuk tugas ini. Terutama dia bisa memimpin penelitian di tempat ini."
Selain tanaman dan sumber daya meterial, sebenarnya aku juga mengantisipasi adanya penduduk lokal di tempat ini. Mungkin saja aku masih bisa menemukan bakat yang baik dari penduduk lokal yang bisa berguna untukku.
Selain karena Moon Palace membutuhkan banyak tenaga kerja, sebenarnya aku masih belum tahu untuk apa mengumpulkan begitu banyak orang. Tapi di masa depan aku merasa bahwa mereka akan jauh lebih berguna selain untuk mengisi kekurangan tenaga kerja di Moon Palace.
Arkne:"Jika demikian, maka saya bisa segera membangun portal di tempat ini yang akan menghubungkan Moon Palace."
Filia:"Ya."
Arkne:"Jika demikian, maka saya akan permisi."
Aku hanya mengangguk dan melihat Arkne yang segera menghilang menuju ke puncak gunung yang telah aku pilih sebagai lokasi untuk membangun pangkalan Moon Palace di tempat ini.
Sebenarnya orang-orang Moon Palace bisa pulang dan pergi dari tempat ini hanya dengan kapal luar angkasa selama kordinatnya tercatat. Tapi itu akan memakan sumber daya yang tidak perlu hanya untuk pengoperasian kapal. Jadi, Aku ingin membuat portal supaya perjalanan pulang pergi menjadi lebih mudah dan dapat mengurangi konsumsi sumber daya. Dengan adanya portal, maka Moon Palace tidak perlu menggunakan kapal luar angkasa super untuk pulang dan pergi dari dan ke tempat ini. Hanya dengan kapal luar angkasa biasa dan kapal angkut normal, maka perjalanan pulang dan pergi bisa di lakukan dengan jauh lebih mudah sehingga konsumsi sumber daya akan jauh lebih berkurang.
Jangan mengira bahwa karena Moon Palace memiliki banyak sumber daya, maka aku bisa menghambur-hamburkannya sesuka hati. Biaya untuk operasional Moon Palace sendiri juga sangat besar. Jadi, dengan sedikit menghemat sumber daya yang tidak perlu, aku bisa mengalokasikannya ke tempat lain.
Tiba-tiba aku merasa bahwa ibu berhenti menyerap mana di udara. Saat aku melihat data yang ditampilkan di layar monitor, aku melihat bahwa seluruh statistik ibu telah berhenti meningkat dan stabil di tier satu. Untuk ayah, ayah masih menyerap mana di sekitar dan datanya masih terus meningkat karena ayah belum selesai meningkat ke tier satu.
Perlahan, kepompong cahaya yang membungkus tubuh ibu mulai hancur dan menjadi partikel cahaya kecil. Saat kepompong hancur, aku bisa melihat sosok wanita tinggi dengan tubuh yang sempurna sedang melayang di antara partikel cahaya. Partikel cahaya yang tersebar itu juga mulai menyatu ke tubuh ibu.
Setelah semua partikel cahaya di serap oleh ibu, aku bisa melihat sosoknya dengan jelas. Seluruh pakaiannya telah hancur, menunjukkan kulit putih bersih dan halus. Tubuhnya memiliki lekukan yang sempurna, tidak kurang dan tidak berlebihan. Setiap tonjolan yang seharusnya ada, semuanya berada di tempat dan ukuran yang tepat. Tubuhnya sangat proporsional.
Wajahnya halus dan sangat cantik dengan alis perak seperti sulaman benang perak. Matanya tertutup dan menonjolkan bulu mata yang panjang seperti kuas lukisan. Di keningnya terdapat gambar bulan perak yang sangat rumit yang menambahkan aura suci pada ibu.
Rambut peraknya panjang tergerai seperti kain sutra perak dengan kilau cyan yang berkibar tertiup angin lembut. Telinga ibu juga telah berubah, yang awalnya seperti telinga manusia normal, kini telah menjadi telinga yang ramping dan meruncing khas telinga Elf.
Perlahan, bulu matanya berkibar ringan dan kelopak matanya mulai terangkat secara perlahan. Saat mata ibu terbuka, sepasang pupil berwarna cyan langsung menarik perhatianku.
Pandangan ibu langsung tertuju kepadaku. Saat ibu tersenyum, cahaya bulan seakan meredup dan dunia menjadi kusam. Seluruh warna seakan memudar dan bunga-bunga menunduk malu.
Aku tidak pandai dalam menggambarkan ibu saat ini. Aku hanya bisa berdiri dan melihat ibu yang perlahan melangkah ke arahku. Ibu langsung memelukku dengan erat, menenggelamkan wajahku di dadanya. Sentuhan ini membuatku merasakan kelembutan yang tiada taranya. Kulitnya benar-benar halus dan kenyal seperti agar-agar.
Aku juga menyadari bahwa tinggi badan ibu juga telah meningkat beberapa sentimeter yang membuat ibu menjadi wanita tinggi dengan kaki yang panjang.
Filia:"Ibu berhasil."
Harnas:"Iya."
Ibu memelukku lama tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Filia:"Bu, apakah ibu tidak kedinginan?."
Ibu tiba-tiba melepaskan pelukannya dan melihat tubuhnya yang tidak di tutupi oleh sehelai kain pun. Angin lembut meniup kulitnya yang terekspos ke udara.
Wajah ibu memerah seperti ceri dan langsung memeluk seluruh tubuhnya, berusaha untuk menutupi tubuhnya dengan tangan. Bagaimana itu bisa berhasil?!.
Begitu gaun itu melekat di tubuhnya, tempramen lembut seperti lotus di atas danau segera terpancar, membuat ibu seperti seorang peri yang mulia dan penuh kelembutan.
Dengan pengalaman sihir yang baik, nenek bisa langsung membentuk pakaian dari mananya. Tapi ibu, dia tidak pernah menggunakan mana eksternal dan fokus pada seni bela diri, jadi dia tidak bisa mengontrol mana eksternal untuk membentuk pakaian. Tentu saja ibu tidak bisa membentuk pakaian hanya karena ibu belum terbiasa. Jika ibu bisa membiasakannya, ibu bisa melakukan banyak hal dengan mana selain hanya membuat sebuah pakaian.
Tapi jangan mengira bahwa ibu bisa menggunakan mana seperti seorang penyihir. Ibu bisa menggunakan mana eksternal, tapi hanya di gunakan untuk memperkuat mana internalnya.
Filia:"Ibu menunduk lah."
Aku memanggil ibu yang sedang melihat pakaian di tubuhnya dengan penasaran. Mendengar panggilanku, ibu kemudian menatapku dengan bingung.
Harnas:"Ada apa sayang?."
Ibu bertanya sambil mulai menunduk ke arahku. Setelah ibu menunduk, aku mengulurkan tanganku dan menyentuh telinganya.
Ahhhh...!
Ibu terkejut dan berteriak tanpa sengaja. Seperti yang aku duga. Bukan hanya aku yang merasa bahwa telinga elf sangat sensitif, tapi ibu juga. Dengan begini, aku yakin bahwa aku tidak aneh.
Harnas:"Itu sangat mengejutkan. Jangan lakukan itu lagi!."
Aku menatap ibu yang marah dengan lucu.
Tring...
Tiba-tiba ada sebuah notifikasi di layar monitor. Saat aku melihat, ayah juga sudah berhenti menyerap mana. Seluruh data statistiknya juga sudah stabil berhenti di Tier satu.
Filia:"Ibu, ayo pergi."
Sebelum ibu sempat menanggapi, aku menarik lengannya dan terbang ke arah ayah berada. Saat kami tiba, ada sebuah batu kristal besar yang setinggi dua meter. Batu itu berwarna toska dan di kelilingi oleh angin kencang.
Saat aku dan ibu mendekat, angin itu perlahan mulai menjadi tenang dan berhenti sepenuhnya.
Krak... Retak...!
Batu kristal yang padat itu mulai retak dan hancur berkeping-keping menjadi debu di tanah. Dari kristal itu, sosok ayah melangkah secara perlahan. Pakaian di tubuhnya sudah berantakan dan banyak kotoran. Meskipun begitu, wajah ayah yang tampan dan kulit yang halus membuat semua orang mengabaikan keadaannya yang berantakan. Matanya yang biru menjadi sangat jernih seperti langit musim panas dengan semburat toska jika di lihat dari samping.
Rambutnya yang pirang pendek juga telah berubah menjadi rambut pirang panjang dan lebih seperti untaian emas yang indah. Senyumnya sangat lembut, membuat temperamennya menjadi sangat elegan.
Setiap gerakan tubuhnya seakan membawa ritme tertentu, tapi tidak merusak temperamen tangguhnya dari tempramen seorang anggota militer yang telah pergi ke Medan perang sejak lama.
Aku mendongak dan melihat ibu yang terdiam sambil menatap ayah. Begitu juga ayah, setelah melihat ibu, dia berhenti di tempat dan menatap lama ke arah ibu. Hey, aku anak kalian, masih bisakah kalian mengabaikan ku?!.
Filia:"Ehem... Aku tidak mau merusak kesenangan kalian berdua, tapi ayah, haruskah ayah mengganti pakaian terlebih dahulu?."
Selain berantakan, pakaian ayah juga menjadi agak kekecilan karena tingginya telah bertambah. Sayang sekali melihat lelaki tampan tapi pakaiannya berantakan.
Rovell:"Ehemm... Y, yah.. Kamu benar sayang."
Ayah dan ibu nampak kembali pada dunia dan terbatuk canggung. Ibu sedikit menunduk dengan semburat merah di ujung telinganya. Bagaimanapun, ibu adalah seorang wanita yang terlatih, jadi semburat merah itu hanya berlangsung sangat singkat. Jika aku tidak memperhatikannya sejak awal, maka mungkin aku akan melewatkan pemandangan itu.
Aku hanya menatap sikap ayah dan ibu sambil tersenyum.
Filia:"Ayah, duduklah."
Aku meminta ayah untuk duduk di salah satu batu. Pakaian apa yang cocok untuk ayah?. Sebenarnya pakaian bergaya bangsawan Eropa akan sangat cocok, tapi itu akan terlalu timpang dengan ibu. Jadi apa mungkin aku juga memilihkan pakaian orang-orang Han?!.
Aku memang tidak memiliki pakaian pria, tapi armor yang aku miliki bisa menyesuaikan bentuknya sehingga baik pria maupun wanita dapat memakainya. Aku memutuskan untuk memberikan armor bergaya pakaian orang Han supaya ayah bisa selaras dengan ibu.
Sebuah kartu emas muncul di tanganku. Kartu itu langsung berubah menjadi partikel cahaya dan menyelimuti tubuh ayah. Setelah cahaya meredup, ayah telah berganti pakaian dengan gaya orang Han yang memiliki warna putih dengan ornamen emas. Di jubahnya memiliki sulaman naga perak.
Bagian bahu memiliki pelindung emas yang rumit membentuk kepala naga. Pinggang di ikat dengan ikat sutra halus yang di beri ornamen emas. Bagian kepala tidak terkecuali, rambutnya yang panjang di ikat dan menyisakan beberapa helai di kedua sisi dahi yang akan memberikan kesan elegan.
Untuk melengkapi semua pakaiannya, aku memberikan sebuah mahkota kecil yang menutupi ikat rambut ayah sehingga tempramen bangsawan dapat di tonjolkan.
«Dragon Warrior Armor»
Armor ini khusus untuk para pejuang. Tapi karena ayah adalah tipe Magic Caster, maka ayah tidak akan mendapatkan bonus dari armor itu. Yah, lagi pula ini hanya untuk sementara. Aku akan membuatkan armor yang cocok nanti dari berbagai gaya.
Setelah semua selesai, aku sepertinya agak menyesal. Aku ingin membuat ayah terlihat seperti pria yang tenang dan lembut, tapi...
Ayah berdiri dan menatap ibu sambil tersenyum. Senyumnya penuh makna dan ada kenakalan di dalamnya. Dia berjalan ke arah ibu dan berbicara kepada ibu sambil tersenyum.
Rovell:"Bagaimana, apakah aku cukup baik..?."
Dengan senyumnya, ayah terlihat seperti "Serigala". Apakah karena ayah menyerap warisan dari Beast serigala sehingga dia juga ikut menjadi serigala?!.
Harnas:"Ehemm.... Singkirkan senyum serigala mu itu."
Filia:"Ayah, kamu juga perlu ini. Sekarang, tongkat ayah yang lama sudah tidak cocok lagi."
Aku menyerahkan tongkat panjang dengan kristal toska di atasnya. Kristal itu menyala dengan indah seperti bintang di malam hari.
Ayah melihat tongkat itu beberapa kali dan terlihat sangat bahagia.
«Angin yang menderu seperti deru seekor naga yang marah, melesatlah dan terbangkan semua yang menghalangi jalan mu: Storm Rage»
Angin tornado horizontal melesat ke depan dari tongkat ayah. Semua yang ada di depannya hancur tertiup angin. Batu, pohon, kerikil, semuanya berubah menjadi debu karena tercabik-cabik oleh angin yang setajam pisau. Tanah juga membentuk parit yang dalam sepanjang satu kilometer atau lebih.
Rovell:"Sangat kuat...!"
Aku juga tersenyum puas melihat ayah.
Rovell:"Bagaimana, apakah ayah hebat sekarang?!."
Ayah dengan bangga menatapku.
Filia:"Ayah sangat hebat."
Aku bertepuk tangan dan memberikan pujian pada ayah. Setelah itu, aku melangkah ke ujung tebing dan melihat Padang rumput di kejauhan.
«Wind Blade Storm Area»
Sebuah bola angin kecil muncul di tanganku. Aku melempar bola angin itu ke arah Padang rumput di kejauhan. Bola angin itu meluncur dengan sangat cepat ke arah Padang rumput dan membuat suara mendesis seperti peluit.
Saat bola angin menyentuh permukaan tanah, bola angin itu meledak dan membentuk kubah angin berdiameter lima ratus meter selama setengah jam. Saat kubah menghilang, sebuah kawah berdiameter lima ratus meter muncul.
Itu terlihat biasa saja, tapi ayah yang sensitif terhadap angin, dia tahu bahwa di dalam kubah angin itu terdapat milyaran pisau angin yang berputar dan memotong segala sesuatu yang ada di dalamnya. Kontrol seperti itu hampir mustahil di capai oleh sihir Tier satu.
Meskipun areanya tidak terlalu luas, tapi daya rusak dan hancurnya jauh lebih mengerikan dari sihir Tier satu yang ayah gunakan.
Harnas:"Sepertinya anakku masih lebih baik."
Rovell:"Yah, apa boleh buat."
Mendengar kata-kata ibu, ayah hanya tersenyum sambil mengangkat bahu. Aku melakukan ini bukan untuk menjatuhkan harga diri ayah, tapi untuk menekan kesombongannya supaya ayah tidak kehilangan keinginan untuk menjadi lebih kuat.
Ayah berjalan ke arah ibu dan seperti membisikkan sesuatu. Aku tidak tahu apa yang mereka bisikkan, jadi aku tidak terlalu peduli.
Filia:"Ayah, Ibu... Kita harus segera pergi dari sini. Jika tidak, mungkin yang lain akan khawatir. Apalagi, kita masih harus membereskan kerusakan di kota Haruhara."
Harnas:"Ya. Kita harus segera pergi."
Aku sebenarnya tidak terlalu peduli apakah yang lain khawatir atau tidak. Tapi aku mendapat panggilan dari Arkne bahwa portal yang menghubungkan Moon Palace telah siap di gunakan dan orang-orang Moon Palace bisa di pindahkan.
Ini belum waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada ayah dan ibu, jadi aku membawa mereka berdua pergi.
Aku membawa ayah dan ibu menaiki Sylph dan pergi dari ruang ini....
(Akhir dari chapter ini.)
Aku bingung bagaimana membuat pria pendamping Filia. Pria seperti apa yang cocok untuknya?.
Jika tokoh utamanya pria, maka akan mudah membuat FL nya. Tapi tokoh utama wanita, jadi agak sulit untuk menentukan MLnya. Atau mungkin, aku akan membuat Filia sendirian hingga akhir?. Aku butuh pendapat kalian.