Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 60: Anak Aneh



meskipun aku sudah keluar dari dalam lorong jiwa, tapi tempat ini juga tidak memiliki indera waktu. disini hanya ada malam tanpa datang siang. tujuanku terus berjalan adalah untuk menemukan sebuah kota pemain. dulu di dalam game, terdapat sebuah kota hantu yang di khususkan untuk para pemain, bisa disebut kalau itu adalah sebagai zona aman di dunia ini. tapi aku juga kurang yakin dengan keberadaan kota hantu, aku datang ke kota hantu sewaktu di dalam game, tapi apakah dunia ini memiliki hal yang sama seperti di dalam game?!.


meskipun kurang yakin, tapi hanya itu satu-satunya tujuan yang ada. aku tidak tahu harus kemana jika ternyata dunia ini sangat berbeda dari sewaktu di Alterion. mungkin aku hanya bisa terus menjelajah tanpa tahu kemana dan seberapa lama. apalagi tanpa map sistem, aku hanya bisa berjalan secara acak ke arah tertentu.


aku terus berjalan sambil menyebarkan energi mentalku ke lingkungan sekitar dengan sangat halus dan hati-hati sebagai pengganti map sistem. aku harus selalu waspada di dunia sepeti ini. di Regalia Kingdom aku belum melihat makhluk yang sampai pada Tier dua, tapi menurut yang aku ketahui sewaktu di Alterion, di dunia ini terdapat makhluk yang jauh lebih kuat. bahkan tidak menutup kemungkinan jika ada makhluk Tier lima atau Tier enam.


meskipun aku menggunakan semua kekuatanku, aku yang hanya sebagai Tier empat Ancestor, aku tidak akan sanggup melawan keberadaan seperti itu. bahkan jika aku bisa lari, itu adalah keuntungan yang sangat besar.


kakiku terus melangkah di tanah tandus dan berbatu, sampai aku melihat sebuah hutan di bawah tebing yang sangat curam. meskipun itu adalah hutan, tapi yang aku lihat bukanlah pemandangan hijau yang subur, melainkan hutan dengan pohon-pohon besar dengan dahan mati yang runcing seperti cakar setan. hutan itu di belah oleh sebuah sungai besar berwarna merah karena pantulan cahaya bulan.


kabut merah samar menutupi lantai hutan yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan beracun. suasana hutan mati dan latar belakang bulan berdarah, pemandangan ini entah kenapa mengingatkanku pada film horor. aku memandang ke langit yang merah dan perlahan menutup mataku, mencium aroma berdarah di udara.


darah?, kenapa tiba-tiba ada aroma berdarah?. aku langsung membuka mataku dan memperhatikan lingkungan sekitar. tempat ini masih begitu hening dan tenang, tapi kenapa ada aroma berdarah yang menyebar di udara?!. aku tidak berani menyebarkan kekuatan mentalku lagi. aku langsung menghentikan penyebarannya dan perlahan berjalan menuju aroma berdarah di udara.


"AGHhhh.... t, tolong....!!"


"cepat!!, lari..!!"


GRAOOOO.....


"t, tidak... ahhh.."


aku berjalan sangat jauh hanya untuk mengikuti aroma berdarah yang terhanyut di udara bersama dengan angin. entah karena statusku atau karena sudah terbiasa dengan aroma berdarah di Alterion, aku menjadi sangat sensitif terhadap aroma darah. semakin dekat aku menuju aroma berdarah, aku mulai mendengar suara teriakan dan Auman seekor monster.


aku perlahan mendekati asal suara itu. sesampainya di sebuah tebing berbatu, aku melihat sekawanan orang yang di bantai oleh monster. mereka berlari dan berteriak dengan panik, tapi tidak peduli seberapa keras orang-orang itu mencoba, mereka tetap mengalami pembantaian satu persatu dengan cepat hingga orang terakhir, yang seorang lelaki botak berotot di robek oleh monster itu hingga seluruh organ dan darah terciprat ke segala arah. manusia di sini tidak memiliki perbedaan pasti dengan manusia biasa. hanya saja mereka memiliki sebuah tanduk yang menonjol dari tengah dahinya. saat mereka mati, akan ada sebuah bayangan yang muncul dan lenyap di udara tipis. karena ini tempat bersemayamnya jiwa, jadi aku rasa jiwa mereka akan terlihat saat mereka mati di dunia ini. itu karena tidak ada tempat lagi untuk pergi bagi jiwa-jiwa itu.


melihat berbagai macam mayat dengan kondisi yang tragis, aku sama sekali tidak merasakan apapun selain agak jijik. aku juga tidak memiliki perasaan simpati sedikitpun kepada orang mati, terutama pria botak itu. aku melihat dia melemparkan seorang gadis kecil ke arah monster itu supaya dia bisa melarikan diri, jadi aku tidak memiliki cukup hati untuk mengasihani sampah sepertinya. yah, tapi jika mereka masih hidup, aku mungkin mau mengulurkan tangan untuk membantu, tapi mereka sudah mati. tidak ada gunanya aku melawan monster itu tanpa tujuan. membalaskan dendam?, memangnya apa hubungannya denganku. bahkan aku tidak mengenal orang-orang itu. aku tidak seperti pahlawan yang bodoh dan naif. aku tidak mau melawan monster tanpa tujuan hanya demi mayat yang tidak aku kenal.


saat aku mencoba untuk berbalik, aku melihat monster itu menuju ke sudut tebing batu. aku melihat seorang mayat perempuan yang telungkup di sana dengan bagian punggungnya yang sudah robek oleh cakar tajam monster itu. apa monster itu akan mulai makan?. tidak, tunggu...!


meskipun samar, aku bisa melihat bahwa orang itu masih bergerak. tanpa pikir panjang, aku langsung melompat dan meluncurkan serangan tombak energi mental ke arah monster itu. seperti menyadari seranganku, monster itu langsung terbang ke udara. aku melompat ke arah mayat itu dan melindunginya di belakangku. aku tidak akan menyerang jika tidak memiliki kepastian untuk memenangkan pertarungan.


GRAOOO...!!


monster itu menjerit keras di udara. dia mendarat sekitar jarak sepuluh meter dariku dan memamerkan taringnya. monster itu memiliki tubuh seperti manusia setinggi tiga meter dengan badan yang kekar, hanya saja kedua tangannya telah di gantikan oleh sepasang sayap kelelawar. saat mendarat, sayap itu terlipat seperti sayap wyvern dan berubah menyerupai lengan panjang dengan cakar yang tajam. kepalanya mirip seperti gabungan antara manusia dan kelelawar dengan mulut lebar penuh dengan taring. kulitnya berwarna kehijauan, yang tampak kontras dengan lingkungan sekitar. tubuhnya di lumuri dengan darah dari korban pembantaian yang baru saja dia lakukan.


«Terror Bat» monster Tier dua yang memiliki tiga skill bertarung. monster ini tergolong susah untuk di bunuh oleh pemain dengan Tier yang sama, selain karena kemampuannya untuk terbang, monster ini juga memiliki kelincahan yang mencengangkan. terror bat merupakan monster yang unik di dunia ini, ini karena monster ini berbasis jiwa. bahkan makhluk hidup yang ada di dunia ini termasuk berbasis jiwa. meskipun mereka memiliki darah dan daging, tapi itu hanya terbatas di dunia ini, jika mereka pergi dari dunia ini, mereka hanya akan berupa jiwa tanpa tubuh.


inilah skill pertama yang di miliki oleh terror bat, «Soul Terror » skill ini dapat menyebabkan serangan mental dan membuat orang yang terkena mengalami pusing untuk sesaat, sehingga dia menghentikan semua tindakannya. skill ini sangat menguntungkan untuk Terror bat, itu karena dia memiliki kecepatan dan kelincahan, sehingga dia bisa melakukan serangan instan kill terhadap lawannya.


karena serangan itu tidak berpengaruh padaku, aku langsung melompat dan memotong sayap kiri monster itu. cipratan darah menodai tanah yang gelap.


GRAOOO...


raungan memilukan monster itu bergema di tengah sepinya hutan ini. setelah tebasan itu, aku tidak akan memberi kesempatan kepada monster itu untuk menutup mulutnya. aku langsung mengayunkan pedang itu dan menebas lehernya hingga terpisah dari tubuhnya. darah menyembur seperti air mancur dan mengenai tubuhku.


huh... akhirnya selesai juga. meskipun monster itu lemah, tapi menggunakan kekuatan mental untuk menyerang sangat melelahkan. tapi bukan tanpa keuntungan, semakin sering kita menggunakan kekuatan mental, maka itu juga akan meningkatkan kontrol kita terhadapnya. inilah salah satu keistimewaan dunia ini, di dunia ini para pemain dapat melatih kemampuan jiwa mereka dan memperkuatnya.


aku menghampiri mayat monster itu dan menusuk bagian perutnya. perlahan, aku merobek bagian perutnya hingga darah dan cairan lain yang tidak aku kenal tumpah dari sana. setelah sobekan cukup dalam, aku berjongkok dan mengobrak-abrik isi perutnya. aku mendapati sebuah benda keras dari dalam dan menariknya keluar.


di tanganku, selain darah dan cairan aneh yang bau, disana juga ada sebuah belati dengan panjang keseluruhan 13 inci. belati itu memiliki sarung berwarna coklat kehitaman dengan hiasan berwarna perak. ini adalah item drop yang langka. meskipun soul weapon ini hanya Epic class item level 160, tapi drop item yang berupa weapon sangat langka di dunia ini.


di dunia ini tidak bisa menggunakan item lain selain soul item. itu karena pemain yang masuk ke dunia ini berupa jiwa, mereka akan meninggalkan tubuh mereka di benua utama. oleh kerena itu, semua peralatan yang tersimpan atau di gunakan akan tetap berada di tubuh utama, kecuali soul item. selain soul item, yang bisa di gunakan di tempat ini adalah Legendary item ataupun Divine item. kedua kelas item itu telah melampaui ruang, jadi tidak masalah menggunakannya di tempat ini.


selain tidak bisa menggunakan senjata biasa, aku juga tidak bisa menggunakan serangan sihir disini, aku hanya bisa menggunakan serangan mental. itulah keuntungan monster di dunia ini, saat aku tidak bisa menggunakan sihir, mereka bisa dengan mudah menggunakannya. itu di sebut sebagai batasan dunia, batasan dunia akan menguntungkan makhluk asli dan merugikan penyintas.


tanpa membersihkan diri, aku berjalan mendekati tubuh wanita itu. setelah membalik tubuhnya, aku melihat wanita itu tersenyum ke arahku dengan sudut mulutnya yang memiliki bekas darah. aku meletakkan perempuan itu di pangkuanku, di sebelah perempuan itu ada seorang anak perempuan kecil yang tidak sadarkan diri. nampaknya wanita ini melindungi anaknya dari cakar monster itu. sungguh, kebaikan seorang ibu yang mengorbankan nyawa demi melindungi anaknya. aku sangat menghormati orang seperti itu...


"t, terima kasih.... t, tolong jaga anak saya... saya mohon.."


dia berkata dengan lemah kepadaku, sebelum dia mengatakan lebih banyak, dia terbatuk bersama dengan darah yang di muntahkan. dia sudah meninggal...


aku meletakkan mayat itu dan melirik ke anak kecil yang tidak sadarkan diri. anak itu berusia sekitar tiga tahun dengan rambut hitam pendek dan telinga runcing, kulitnya juga kecoklatan. dia memiliki satu tanduk di tengah dahinya. namun, saat aku memperhatikannya, di wajah sebelah kanan dan di tanduknya terdapat rune berwarna merah keemasan. ini adalah pertama kali aku melihat yang seperti ini, bahkan aku belum pernah mendengarnya.


aku menyentuh rune itu dan wajah anak itu mengernyit, perlahan dia membuka matanya dengan linglung lalu segera bangun dengan ketakutan....


(akhir dari chapter ini)


maaf agak terlambat.... aku ketiduran setelah mengurus beberapa hal..


aku harap tidak terlalu mengecewakan kalian.


ok, see you next time ;)