
kami masuk dan melanjutkan pembicaraan di ruang keluarga. kami mendapatkan tambahan beberapa orang lagi dan ruangan menjadi sangat ramai. yang datang adalah paman ku... ehem.. sang raja dan putra mahkota serta pelayan pribadinya, oh dan pelayan pribadi ayah serta ibu.
semua yang ada di ruangan berjumlah sebelas orang termasuk lima pelayan pribadi. para pelayan pribadi termasuk Ilma tetap berdiri di belakang kursi majikan masing-masing sambil melayani jika tuan mereka membutuhkan sesuatu.
aku, Felmina, ayah, ibu, paman Leonis, dan pangeran Elion duduk dan mengisi masing-masing kursi yang tersedia.
aku tidak tahu apa yang akan paman lakukan dengan datang di malam hari. dari semua orang hanya Felmina yang nampak gugup, mungkin barisan seperti ini terlalu menakutkan bagi nya. Felmina yang dulunya rakyat biasa tiba-tiba masuk ke dalam kalangan kelas atas seperti ini tentu akan sedikit tidak terbiasa. para kalangan atas yang dulu di pandang tinggi hari ini berkumpul bersama seperti sebuah keluarga.
Leonis:"aku datang hari ini untuk ikut merayakan kedatangan anggota keluarga baru"
jadi itu tujuan paman datang kemari, paman datang untuk menyambut kedatangan Felmina. sepertinya ayah sudah membicarakan hal ini dengan raja. lagipula mereka sepupu.
Rovell:"bukannya kamu hanya ingin melarikan diri dari tugas?!"
Leonis:"apa maksudmu.... aku datang untuk menyambut keponakan baru ku".
ibu hanya tersenyum melihat perbincangan antara ayah dan paman tanpa mengatakan apapun. tak lama kemudian ada banyak maid yang berjalan dari dapur dengan nampan di tangannya. jors juga mengikuti dan memperkenalkan berbagai hidangan.
tentu saja aku tahu hidangan apa itu. itu adalah hidangan yang aku ajarkan saat itu termasuk iga sapi asam manis, ayam panggang barbeque dan steak daging.
Jors tidak segera pergi, tapi menunggu pendapat dengan penuh harap.
Leonis:"enak sekali!"
paman Leonis memakan sepotong steak daging dan berseru dengan gembira, selain paman semua memakan nya dengan bahagia sementara aku hanya memperhatikan mereka.
nampaknya Jors menunggu pendapat pribadi dariku, bukan cuma jors tapi juga para koki lain yang datang setelahnya. paman dan yang lainnya juga memperhatikan ada sesuatu dan menatapku. menjadi perhatian semua orang seperti ini benar-benar membuatku agak gugup.
aku mengambil sepotong daging dan memasukkannya ke dalam mulut lalu mengunyahnya secara perlahan.
Filia:"enak!"
setelah aku mengatakan itu terdengar helaan nafas lega dan sorakan pelan dari para koki dan Jors.
Jors terlihat puas dengan hasilnya dan kemudian berjalan kembali ke dapur bersama para koki yang lain dengan wajah yang gembira.
Leonis:"sepertinya mereka berharap pendapat darimu keponakan!"
sebelum aku menjawab, pangeran yang duduk di sebelah paman menjawab terlebih dahulu sambil memotong daging.
Elion:"karena nona Filia lah yang mengajarkan semua resep di sini".
paman, Felmina, dan ayah menunjukkan ekspresi terkejut dan luar biasa, sementara ibu menunjukkan ekspresi bangga seperti semuanya adalah miliknya sendiri.
Leonis:"benarkah?!... itu luar biasa!"
Rovell:"sejak kapan?".
Harnas:"tentu saja. aku sudah memakannya terlebih dahulu daripada kalian".
kebanggan ibu langsung menjulang tinggi ke langit. sebenarnya aku juga senang mendapatkan pujian dari orang lain, tapi aku tidak akan sombong karena sebuah keberhasilan.
selesai menyantap makanan, sekarang makanan yang tersisa di bawa kembali ke dapur dan ini juga waktunya bagi para pelayan makan, jadi pelayan pribadi juga ikut ke dapur untuk makan malam.
malam semakin larut, namun di dalam ruangan justru semakin meriah karena pangeran yang mainkan piano yang ada di sudut ruangan.
aku tidak tahu lagu apa yang sedang di mainkan, mungkin ini adalah lagu yang ada di dunia ini. lagunya indah, tapi masih belum bisa menandingi masterpiece yang ada di bumi.
lantunan suara piano bergema di seluruh mansion, selesai memainkan piano pangeran berdiri lalu membungkuk memberi hormat. tepuk tangan meriah dari maid yang ikut melihat terdengar. apresiasi seperti ini memang layak untuknya.
Rovell:"luar biasa. sepertinya kemampuan pangeran sudah meningkat pesat".
kebanggan jelas tertulis di wajah paman. setiap orang tua pasti akan bangga dengan keberhasilan anak mereka.
Harnas:"bagus. tapi, itu masih belum sebanding dengan permainan biola anakku"
tunggu, kapan ibu mendengar aku bermain biola?. Filia yang dulu tidak memiliki bakat dalam musik. Ilma memperhatikan ekspresi ku dan memberiku bisikan pelan.
Ilma:"saat anda bermain biola di balkon dan kemudian tertidur di pelukan saya. saat itu nyonya ada di balik pintu dan membawa anda ke ranjang nona"
apa?.. bahkan aku tidak menyadarinya saat itu. jadi ibu memperhatikan saat aku menangis saat itu?!.
Filia:"i, ibu... biola dan piano tidak sama"
Harnas:"lalu bagaimana dengan mencoba bermain piano juga?".
bermain piano?. aku sudah lama tidak bermain piano. karena tubuhku yang lemah, aku bahkan tidak pergi ke sekolah dan memiliki banyak waktu luang. karena itu juga aku memilih untuk mengikuti banyak les, termasuk berbagai jenis alat musik.
setelah aku memikirkannya, aku jadi tertarik untuk bermain piano. aku maju dan berjalan ke arah piano.
aku tidak memperhatikan orang lain, aku hanya memperhatikan piano dan melupakan segala sesuatu yang lain. aku duduk dengan lembut dan perlahan menyentuh setiap tuts piano. merasakan sensasi sentuhan yang familiar.
perlahan jari-jari ku menari di atas tuts dan menghasilkan suara yang merdu dan berirama. melantun dengan indah di tengah sepinya malam. ruangan itu menjadi tenang seketika dan hanya suara piano yang terdengar.
lagu yang aku mainkan adalah Mariage d'amour. Mariage d'amour (Marriage of Love) adalah bagian dari musik piano solo Prancis, disusun oleh Paul de Senneville pada tahun 1979, dan pertama kali dibawakan oleh pianis Richard Clayderman dari albumnya Lettre Ma Mère pada tahun 1979.
di abad ke 22, lagu ini masih tersimpan dengan baik bersama banyak lagu klasik lain dari komponis terkenal. lagu-lagu itu tersimpan dengan rapi di album kenangan dunia.
banyak akademi musik yang tetap mengajarkan lagu klasik dari berbagai penjuru dunia.
malam yang tenang dengan lantunan piano yang indah, membentuk satu-kesatuan yang padu dan menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya. aku sendiri tenggelam ke dalam lantunan musik piano dan kesadaran ku sepenuhnya terkonsentrasi pada piano.
jari-jari tangan ku terus berpindah dan menari dengan lincah di atas tuts dengan sendirinya. sekitar sebelas atau dua belasan menit kemudian, permainan piano berakhir. aku menghirup nafas panjang lalu berdiri, berbalik dan memberi hormat pada orang-orang yang menonton.
pemandangan hening sejenak lalu terdengar tepuk tangan yang sangat meriah bahkan dari balik pintu. sepertinya karena mendengar permainan piano, para pelayan lain yang ada di mansion mereka berkumpul di luar ruangan untuk ikut menikmati kesenangan.
Leonis:"luar biasa.... sungguh permainan yang indah".
Harnas:"itu luar biasa sayang... hebat!"
Elion:"nona Filia luar biasa!"
berbagai macam pujian dan kekaguman terus terlempar ke arahku. rangkaian pujian ini benar-benar membuatku merasa malu. aku segera pergi dan datang kepada ibuku, ibu menyambut ku dengan pelukan hangat, sementara ayah menepuk kepalaku dengan kepuasan di wajahnya.
Rovell:"itu tadi luar biasa sayang... lagu apa yang kamu mainkan?. aku belum pernah mendengarnya"
aku sedikit bingung. bagaimana aku akan menjawab pertanyaan ini?.
Filia:"judulnya adalah Mariage d'amour. yang di ciptakan oleh Paul de senneville dan Olivier Toussaint. saya melihatnya di sebuah buku di rumah Duchy of Rosefield, tapi saya lupa judul bukunya".
Rovell:"itu wajar. dengan banyaknya buku yang di kumpulkan ayah dari berbagai tempat, itu wajar untuk melupakannya. tapi kamu bisa mengingat lagu itu, itu luar biasa".
aku menjadi pusat perhatian. hingga saat malam semakin larut dan hampir tengah malam, semuanya mulai bubar dan paman serta pangeran kembali ke istana bersama pelayan pribadinya dan di kawal oleh pengawal yang sejak tadi menunggu di luar.
aku juga kembali ke kamar ku. aku juga mengajak Felmina untuk tidur di kamarku, mungkin karena sudah larut dan lelah, Felmina langsung tertidur dengan cepat. wajah kecil itu begitu manis saat tidur.
meskipun aku sebenarnya tidak butuh tidur, tapi rasa lelah di jiwaku perlu di obati dengan tidur. aku mengeluarkan boneka beruang besar, lebih besar dari tubuhku. boneka beruang ini adalah senjata perang saat di kendalikan oleh Puppet Master. tapi saat tidak di gunakan untuk bertarung, ini adalah boneka biasa.
aku memeluk boneka itu dan tertidur di samping Felmina, karena melihat wajahnya yang masih memiliki lemak bayi, tanpa sadar aku menyentuh pipinya yang agak gemuk lalu memperbaiki posisiku dan tertidur.
(akhir dari chapter ini)