
Tanpa memperhatikan ibu yang masih tertidur di sampingku, aku langsung turun ke lantai satu. Di lantai satu banyak pelayan yang sibuk membereskan sisa pesta semalam, dan menyiapkan kebutuhan pagi.
"Putri, anda sudah bangun?."
Filia:"Ya."
Aku duduk dan menutup mataku di sofa untuk berkomunikasi dengan Ilma.
Filia:"Ceritakan lebih lanjut."
Menurut Ilma, kelompok itu akan menjalankan sebuah rencana setelah mereka menerima barang yang akan di kirim dari Euriga Teokrasi. Meskipun aku memiliki mata-mata di dalam organisasi itu, tapi aku tidak bisa mengetahui langkah selanjutnya.
Mata-mata yang aku maksud adalah orang-orang yang pernah aku lihat di rumah coklat. Awalnya mereka sangat sulit untuk di tanya, tapi setelah Ilma menginterogasi mereka selama semalaman, mereka akhirnya menyerah dan rela menjadi mata-mata untuk masuk ke dalam organisasi itu.
Tapi meskipun demikian, mereka awalnya hanyalah anggota tingkat rendah menengah, jadi mereka tidak mendapat berita secara lengkap. Mereka tidak tahu apa yang akan di kirim dari Euriga Teokrasi. Tugas mereka hanyalah menerima benda itu dan menyerahkannya kepada salah satu bangsawan di ibu kota yang menjadi anggota mereka.
Mata-mata itu juga tidak mengetahui langkah apa selanjutnya sebelum menerima perintah dari atas. Menurut apa yang mereka katakan, rencana ini sangat rahasia dan hanya di ketahui oleh beberapa orang eselon atas dalam organisasi itu saja. Yang di ketahui oleh anggota yang lain hanyalah, bahwa mereka memiliki tugas, dan harus menjalankan tugas itu.
Filia:"Aku mengerti. Kalau begitu, kamu segera kembali. Aku akan meminta shadow untuk melanjutkan tugasmu."
"Saya mengerti!."
Komunikasi segera terputus. Aku pergi kembali ke lantai dua untuk membersihkan diri, lalu kembali lagi untuk sarapan. Saat aku turun ke lantai satu lagi, di meja makan sudah ada ayah, ibu, dan mama.
Filia:"Selamat pagi, ayah, mama, ibu!."
"Selamat pagi!." 3x
Aku mengambil kursi dan duduk. Kami tidak segera makan, tapi mengobrol beberapa saat sambil menunggu Felmina. Seperti biasa, Felmina selalu bangun terlambat.
Felmina:"Selamat pagi, kakak, ayah, ibu pertama dan kedua. Hoamm...!"
Ilma turun dari lantai dua dengan mengenakan gaun putih biru yang sederhana dan mudah bergerak. Tidak seperti orang lain, Felmina selalu menyapaku terlebih dahu daripada ayah. Jika bangsawan lain mungkin akan merasa hal itu aneh, tapi kami semua yang ada di sini sudah terbiasa dengan hal itu.
Meskipun sudah mandi dan siap sarapan, Felmina masih terlihat lelah dan kesulitan untuk membuka matanya. Rurui yang ada di belakan Felmina hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Filia:"Apa yang terjadi dengan Felmina?."
Rurui:"Maaf Putri, tadi malam nona tidak bisa tidur hingga menjelang pagi karena melatih beberapa gerakan yang anda ajarkan."
Anak ini. Bagaimana bisa dia lupa tidur karena hal seperti itu?!. Dengan kekuatannya saat ini, dia masih sangat membutuhkan tidur selayaknya orang lain. Terlebih lagi, tubuhnya masih anak-anak, jadi dia membutuhkan lebih banyak tidur untuk membatu pertumbuhannya.
Filia:"Felmina, hari ini kamu harus tidur. Nanti sore, aku akan menemanimu berlatih."
Felmina:"Tapi kak, aku masih harus mengikuti beberapa les pagi ini."
Rovell:"Tidak apa. Aku akan menghubungi Baroness Suisen supaya tidak perlu datang ke mansion hari ini."
Filia:"Ya ayah."
Sebenarnya aku berencana untuk melatih Ilma teknik pedang yang cocok untuknya pagi ini. Tapi melihat bahwa kondisi Felmina yang tidak memungkinkan untuk berlatih, jadi aku hanya bisa menundanya hingga nanti sore setelah Felmina cukup beristirahat.
Setelah selesai sarapan, semua orang segera pergi untuk urusan masing-masing. Ayah dan mama pergi ke istana, sementara ibu masih harus di rumah hari ini. Ibu akan kembali ke akademi beberapa hari kemudian setelah menghadiri beberapa pesta anggota keluarga bangsawan di kota.
Aku pergi ke lapangan latihan kesatria di pagi hari. Saat aku datang, prajurit yang berjaga sedang menguap, terlihat masih mengantuk. Begitu melihatku, kedua prajurit itu berdiri tegak dan menyambutku. Aku hanya mengangguk dan melewati mereka.
Berbeda dari para prajurit, Eden dan para kesatria lainnya sudah berlatih dengan penuh semangat di lapangan latihan. Suara teriakan kesatria-kesatria itu bergema di seluruh lapangan, berusaha untuk membakar semangat mereka dan menghilangkan kantuk yang masih tersisa.
Filia:"Kerja keras untuk kalian!."
Aku mendatangi dan menyapa mereka. Melihatku, mereka segera menghentikan latihannya untuk berlutut di hadapanku.
"Terima kasih atas kepedulian anda, Putri."
Filia:"Tidak perlu terlalu sopan. Lanjutkan pelatihan kalian!."
"Ya, Putri!."
Aku mengangguk lalu meninggalkan mereka. Aku berjalan ke sudut lapangan yang lain dan mulai berlatih pedang.
.....
Di dasar sebuah ngarai yang luas dan gelap, seekor naga bumi sedang memakan bangkai monster yang telah dia buru. Dasar ngarai itu juga di penuhi oleh kabut tebal yang membuat visi menjadi sangat terbatas. Seperti merasakan sesuatu, naga bumi itu mendongak dan melihat sekeliling. Naga bumi itu setinggi delapan meter saat berdiri tegak dan memiliki panjang sekitar dua puluh meter. Tubuhnya berwarna hijau gelap dan kasar seperti kulit reptil pada umumnya. Bentuk dari naga bumi itu mirip dengan Spinosaurus, hanya saja di punggungnya bukanlah layar besar, melainkan Taji tulang yang tajam. Di setiap Taji tulang terdapat pola yang menyala dengan warna hijau terang, membuatnya terlihat mencolok di dataran yang berkabut.
Kaki depan dari naga bumi itu juga terlihat kuat dengan otot-otot padat, serta cakar tajam yang menyayat hati. Bentuk anatomi tangannya hampir mirip dengan tangan manusia, tapi naga bumi memiliki empat jari dan tangannya memiliki Taji tulang di beberapa bagian, yang membuatnya terlihat ganas dan tirani.
Setelah memperhatikan beberapa saat, area sekitar monster itu sangat tenang karena tidak ada monster lain yang berani mendekati wilayah naga bumi. Naga bumi adalah ras monster seperti reptil darat yang memiliki pembuluh darah naga dan mewarisi sedikit karekteristik dari naga.
Hanya saja darah naga dalam tubuh mereka terlalu tipis, sehingga mereka tidak bisa memiliki kekuatan dari seekor naga. Meskipun demikian, darah naga yang tipis sudah membuat tubuh mereka tiga kali lebih kuat dari monster lain yang setingkat dengannya. Selain itu, darah naga pada tubuh mereka juga membuat naga bumi memiliki aura naga yang membuat monster lainnya menjadi ketakutan.
Naga bumi itu terus melihat sekitar hingga dia yakin bahwa tidak ada siapapun di sekitar yang mungkin bisa membahayakannya. Jangan mengira bahwa naga bumi yang mewarisi darah naga tidak memiliki musuh. Darah naga pada naga bumi dapat menjadi tonik untuk merangsang evolusi lebih jauh dari monster yang memakannya. Jadi, meskipun kuat, banyak monster yang cukup berani ingin membunuh dan memakannya supaya mereka mendapatkan darah naga pada tubuh naga bumi dan membuat mereka berevolusi atau memurnikan garis keturunan kuno mereka.
Tentu saja monster-monster umum tidak berani mendekati naga bumi. Hanya monster yang berada dia tas rata-rata yang berani memburu naga bumi.
Naga bumi itu kembali menundukkan kepalanya untuk memakan bangkai binatang buas yang sudah setengah habis itu. Aroma darah segar monster memenuhi ngarai berkabut yang sunyi.
Namun di sudut yang tidak di perhatikan oleh naga bumi, tiba-tiba empat pupil vertikal berwarna emas menyala di antara kabut.
Gerr...!
Dengan Geraman rendah, bibir monster itu sedikit terangkat, menunjukkan taring predator yang tajam. Perlahan, sosok itu tenggelam ke dalam kabut dan menghilang sepenuhnya.
Monster itu merendahkan tubuhnya dan mulai mendekati naga bumi secara perlahan. Setiap langkah yang di ambil oleh monster itu sangat ringan dan tanpa suara. Saat naga bumi melirik ke arahnya, monster itu akan diam di tempat seperti membeku tanpa gerakan dan aura sedikitpun.
Caranya bersembunyi dan dengan bantuan kabut yang menutupinya, monster itu bisa bersembunyi dengan sangat sempurna dari perhatian naga bumi yang sangat waspada.
Monster itu kembali mendekati naga bumi saat naga bumi tidak memperhatikannya.
Pada jarak sekitar dua ratus meter, naga bumi tiba-tiba melihat ke arah monster itu. Mata hijau menyala naga bumi itu menunjukkan kemarahan yang ekstrim.
Grooo...!
Naga bumi mengeluarkan geraman mengancam dari tenggorokannya. Otot-otot seluruh tubuhnya mulai berkontraksi, menandakan bahwa dia sedang dalam kondisi siaga dan siap bertarung kapanpun. Garis-garis hijau rumit di permukaan Taji mulai berkedip-kedip dengan sangat berirama. Cahaya hijau itu mengalir seperti cairan Radium di dalam gelap.
Merasa bahwa naga bumi telah menyadari keberadaannya, monster itu mulai mengencangkan otot-otot kaki belakangnya. Monster itu langsung menerkam ke arah naga bumi dengan sangat cepat.
Graooo....!
Kedua kaki depannya terentang dan menunjukkan cakar tajamnya yang berkilau. Kaki belakang yang sangat kuat memberikan daya dorong yang sangat besar terhadap monster itu sehingga monster itu menerkam ke arah naga bumi dengan sangat cepat seperti proyektil peluru.
Naga bumi juga menanggapi serangan dari monster itu. Naga bumi memutar tubuhnya dan mengayunkan ekornya yang panjang dengan sekuat tenaga.
Ekor yang sangat kuat itu terayun seperti cambuk raksasa yang langsung mengenai dada monster itu.
Bang...!
Ledakan...!
Tubuh monster itu terlempar ke dinding tebing vertikal di salah satu sisi ngarai. Dinding tebing yang sangat keras itu langsung retak dan runtuh menimpa tubuh monster itu.
Monster itu terbaring di reruntuhan batu sambil mengerang. Jika itu monster normal, maka tubuhnya sudah berubah menjadi daging cincang saat ini, tapi tubuh monster itu sangat kuat sehingga mampu menahan dampak dari serangan naga bumi yang sangat brutal.
Monster itu berdiri secara perlahan dari tumpukan batu dan kerikil. Itu adalah monster berbentuk Panther. Seluruh tubuhnya di tutupi oleh rambut hitam pekat seperti tinta. Di bagian kepala terdapat empat buah mata emas yang menyala dalam gelap.
Dilihat dari penampilan dan ukuran tubuhnya, Monster itu sudah membangkitkan garis keturunan leluhur kunonya. Hanya saja darah yang dia bangkitkan masih sangat tipis dan tercemar. Jika dia berhasil membunuh naga bumi, maka darahnya akan sekali lagi di murnikan dan dia akan mendapatkan peningkatan kualitatif yang sangat besar.
Grooo..!
Kedua monster itu saling berhadapan dan mengerang, mencoba untuk mengancam satu sama lain. Monster macan itu berjalan perlahan mengelilingi naga bumi, dia berusaha untuk mencari kelemahan naga bumi itu sebelum menyerang.
Pandangan naga bumi juga terus mengikuti pergerakan dari monster macan itu dengan sangat teliti, bersiap menyambut serangan kapanpun.
Kebuntuan seperti itu berlangsung selama beberapa saat. Mungkin karena kesabarannya sudah habis, naga bumi itu mengabaikan pertahanannya dan langsung berlari ke arah monster macan.
Dia membuka mulutnya sambil berlari, berusaha untuk menggigit macan itu. Macam itu menghindari mulut naga bumi dengan cara melompat ke samping. Tapi tiba-tiba, naga bumi itu mengayunkan cakar depannya, menghantam tubuh monster itu dan melemparkannya ke samping.
Monster yang terkena pukulan itu melebarkan keempat kakinya dan berusaha tetap berdiri mempertahankan keseimbangan. Keempat kakinya membuat jejak yang panjang di tanah. Bekas kuku di keempat kakinya tercetak dalam di tanah yang padat.
Meskipun cakar naga bumi itu sangat tajam, tapi pertahanan rambut pada monster itu juga sangat kuat. Cakar naga itu hanya meninggalkan jejak goresan kecil di dada monster itu yang sama sekali tidak membahayakannya.
Namun goresan itu berhasil merangsang tirani monster Panther itu. Seluruh tubuhnya di selimuti oleh cahaya hitam yang sedikit transparan. Cakar, rambut, dan taring monster Panther itu menjadi gelap. Rambut pada tubuhnya menjadi seperti jarum-jarum baja hitam yang berkilau.
Cakar serta taring yang awalnya berwarna putih mutiara, kini berubah menjadi hitam seperti terbuat dari logam hitam yang solid. Bentuk tubuhnya berubah menjadi lebih ramping, tapi otot-ototnya menjadi lebih padat.
Seluruh statistik monster itu melonjak dengan gila. Awalnya kekuatan monster macan itu ada di bawah naga bumi, namun setelah aura tirani pada tubuhnya terangsang, saat ini baik kekuatan ataupun pertahanannya telah melampaui naga bumi dengan selisih yang cukup besar.
Otot-otot kaki belakangnya kembali mengencang. Monster itu berlari dengan sangat cepat ke arah naga bumi. Saat naga bumi mengayunkan ekornya yang panjang untuk menyambut monster itu, monster Panther itu melompat dan berlari di dinding ngarai. Ekor naga bumi panjang, tapi tidak sepanjang itu. Jadi saat ingin menyerang monster panther hitam dengan ekornya, dia harus memutar tubuhnya dan menunjukkan punggungnya kepada monster panther. Insting berburu monster panther itu tidak membiarkan dirinya kehilangan kesempatan ini. Cakar-cakarnya yang keras dan tajam menembus ke dalam dinding tebing yang keras, membuatnya bisa berlari di permukaan vertikal dengan stabil.
Bom...!
Ekor naga bumi yang kuat menghantam dinding tebing dan membuat dinding yang sangat keras itu hancur. Meskipun monster itu berhasil menghindari dampak langsung dari ekor itu, tapi bongkahan batu yang besar berhasil menghalanginya untuk terus bergerak maju.
Monster itu sangat lincah dan cepat. Dia melompat-lompat di antara bebatuan besar yang berjatuhan dari dinding tebing. Dia berhasil menerobos tirai batu yang berjatuhan dan menerkam bagian punggung dari naga bumi.
Cakar yang keras dan tajam menembus ke bagian belakang naga bumi. Tapi itu hanya luka kulit bagi naga bumi. Namun tujuan dari cakar itu bukanlah untuk melukai naga bumi, tapi hanya untuk menstabilkan sosok panther itu supaya tidak terjatuh dari punggung naga bumi.
Monster panther itu menunjukkan taringnya hitamnya yang berkilau seperti logam, dia mengincar celah di antara setiap Taji tulang dan mengigit bagian itu. Punggung naga bumi yang di lindungi oleh kulit yang tebal dan sangat kuat berhasil di tembus oleh taring panther hitam.
Graooo...!
Rasa sakit yang tajam dari punggungnya, membuat naga bumi itu meraung kesakitan. Darah mulai keluar dari punggung naga bumi itu. Naga bumi berusaha untuk menjatuhkan panther hitam, namun bagian punggung adalah bagian yang tidak bisa di jangkau oleh naga bumi, jadi naga bumi hanya bisa mengayunkan tubuhnya dan membenturkan tubuhnya ke Diding tebing yang keras di sampingnya. Tapi cakar dan taring panther menembus jauh ke dalam kulit naga bumi, bagaimana bisa panther hitam jatuh hanya dengan cara seperti itu?.
Menyadari hal itu, naga bumi berhenti meronta. Pola-pola cahaya pada setiap Taji tulang berhenti berkedip dan menjadi cahaya yang stabil. Naga bumi menunduk ke tanah, lalu...
Graooo....!
Bomm...!
Cahaya pada tubuhnya meledak, membuat gelombang kejut yang sangat besar dan menerbangkan Panther hitam. Panther hitam itu terlempar sejauh beberapa ratus meter. Dia menggelengkan kepalanya karena pusing terkena gelombang kejut.
Graoo...!
Naga bumi meraung dengan marah. Meskipun berhasil di jatuhkan dari punggung naga bumi, tapi di mulut panther itu ada sepotong besar daging yang terkoyak. Karena rasa sakit yang dialami, naga Bomi mulai menjadi lebih tirani.
Panther hitam itu tidak segera melanjutkan serangannya, tapi terus berdiri di tempatnya dan mengunyah sepotong daging dari naga bumi. Setelah daging naga bumi itu di telah, cahaya hitam pada tubuhnya menjadi semakin makmur. Tubuhnya mulai membengkak lebih besar dan lebih kuat.
Cahaya hitam pada tubuh panther membentuk sosok leluhur panther yang terlihat ganas, menyelimuti tubuh panther itu. Garis-garis emas halus muncul pada tubuh panther hitam, menandakan bahwa darahnya di murnikan sekali lagi.
Merasakan kekuatan di tubuhnya, panther hitam itu menjadi lebih serakah terhadap darah naga bumi. Dia melihat naga bumi yang meraung di kejauhan.
Cahaya hijau menyelimuti naga bumi itu, membuat gelombang energi di sekitar menjadi mengamuk. Kerikil dan debu terangkat ke udara dan terlempar ke kejauhan karena gelombang energi.
Kabut di dasar ngarai sudah lama tertiup ke kejauhan karena pertarungan dari dua monster itu. Aura naga bumi terus meningkat. Tubuhnya mulai tumbuh lebih besar hingga panjang sekitar tiga puluh meter.
Taji-taji tulang di tubuhnya menjadi lebih solid dan kuat. Kulit naga bumi yang semula kasar seperti reptil, kini telah di tutupi oleh sisik naga berwarna hijau zamrud. Di setiap sisik hijau terdapat pola yang saling terhubung satu sama lain, membuat tubuh naga bumi itu seperti di tutupi oleh pola yang sangat misterius. Pola-pola itu terus berkedip dengan cahaya hijau yang mencolok.
Krak... Krak...!
Kratt... Krat...!
Suara tulang dan otot yang memadat terdengar sangat jelas di lembah itu. Tubuh naga bumi menjadi lebih besar, padat,dan kuat. Setelah beberapa saat, naga bumi meraung keras ke angkasa, membuat gelombang kejut besar. Monster-monster sejauh beberapa mil langsung melarikan diri setelah mendengar raungan naga bumi.
Panther hitam itu tiba-tiba merasakan ancaman yang sangat besar dari naga bumi. Namun keserakahan berhasil mengalahkan ketakutannya. Di meraung ke arah naga bumi dan mulai menyerang.
Pasir besi hitam di area sekita melayang ke arah panther hitam dan terus melayang di sekitar tubuhnya. Panther hitam itu berlari ke arah naga bumi dan melompat ke arahnya.
Pasir besi hitam berkumpul di cakarnya dan membuat cakarnya menjadi lebih kuat dan panjang. Pada jarak sekitar tiga meter dari naga bumi, tiba-tiba muncul kristal hijau dari dalam tanah, membentuk dinding besar yang menghalangi panther hitam.
Panther hitam itu dengan terpaksa menghentikan serangannya dan berlari mundur.
Graoo...!
Dengan raungan naga bumi, dinding kristal hijau itu pecah menjadi serpihan dan langsung menembak dengan sangat cepat ke arah panther hitam. Pasir besi di sekitar panther hitam membentuk dinding besi untuk menghalangi proyektil kristal itu supaya tidak mengenai tubuhnya.
Dentang... Dentang...!
Suara benturan logam yang nyaring terdengar di ngarai yang dalam itu. Meskipun dinding besi di depan panther hitam itu sangat kuat, tapi di depan serangan naga bumi yang sangat brutal, dinding itu mulai menunjukkan celah ratakan. Tidak menunggu dinding hancur, naga bumi berlari dengan cepat ke arah panther hitam. Dia mengayunkan ekornya yang jauh lebih kuat dari sebelumnya ke arah dinding besi yang menghalanginya.
Bom...!
Dinding besi itu hancur dan panther hitam ikut terlempar ke kejauhan akibat dampak yang sangat kuat dari ekor naga bumi.
Panther segera berdiri dan saling berhadapan dengan naga bumi.
Namun yang tidak mereka perhatikan, tidak jauh dari tempat mereka bertarung, ada sesosok Manusi yang bergelantungan di tebing dan memperhatikan mereka dengan mata ungu seperti ametis. Tangan kiri dari sosok manusia itu ditutupi oleh sisik hitam yang berkilau. Tangan kirinya menembus jauh ke dinding tebing yang membuatnya bisa terus bergelantungan di dinding tebing.
Tangan kanan sosok itu adalah tangan normal yang memegang sebuah tongkat logam berkarat yang entah dia dapatkan dari mana.
Kedua monster itu tidak memperhatikan sosok yang mengawasi mereka dan terus bertarung. Pertarungan itu sudah berlangsung selama beberapa jam dan kedua sosok monster itu sudah sama-sama terluka.
Panther hitam yang mulai lemah karena kehilangan banyak darah masih mencoba berdiri menghadapi naga bumi. Pasir besi hitam menutupi lukanya dan mencegah pendarahan lebih lanjut.
Panther hitam meraung ke arah naga bumi dan berlari liar. Pasir besi juga menyerbu ke arah naga bumi seperti badai pasir hitam, menghalangi pandangan dari naga bumi.
Mengahadapi badai pasir hitam, naga bumi itu harus terpaksa menutup matanya, namun beberapa pasir hitam masih terhirup ke paru-parunya. Panther hitam itu tiba tepat di depan naga bumi dan melancarkan serangannya. Cakar depan yang sudah di lapisi oleh pasir besi hitam menjadi lebih panjang dan kuat, menggaruk dalam ke wajah naga bumi itu.
Bekas luka yang panjang dan dalam langsung membuat darah naga bumi mengalir deras. Daging merah terekspos ke udara, membuat naga bumi menjerit kesakitan.
Naga bumi itu mengayunkan kepalanya dan mengenai panther hitam, membuat panther hitam terlempar menjauh dari naga bumi. Naga bumi sangat marah dan tirani di darahnya menjadi semakin makmur.
Tanaman merambat hijau menembus tanah dan mengikat panther hitam. Tanaman itu tidak seperti tanaman berkayu normal, tapi seluruh batang dan daun tanaman itu terbentuk dari kristal hijau transparan.
Duri-duri kristal yang tajam dari tanaman itu menusuk jauh ke dalam tubuh panther hitam, membuat panther hitam meraung kesakitan. Naga bumi yang tirani itu mengayunkan cakarnya dan menghantam tubuh panther hitam yang terikat oleh tanaman, membuat tubuh panther hitam itu terlempar ke udara.
Seluruh pola hijau pada tenggorokan dan naga bumi itu menjadi lebih cerah. Energi hijau terus berkumpul di mulut naga bumi. Saat energi itu menjadi semakin jenuh dan padat, naga bumi menutup mulutnya dan mengarahkannya ke panther hitam yang masih di udara.
Semburan cahaya hijau yang sangat panjang menembus kegelapan ngarai, langsung menghantam tubuh panther hitam.
Saat panther hitam itu terjatuh ke tahan, sebagian tubuhnya sudah menghilang, tapi karena vitalitas yang sangat kuat, panther hitam masih bisa bertahan hidup. Dia memberikan raungan rendah ke arah naga bumi.
Pada saat itu, naga bumi meraung kesakitan dan darah di muntahkan dari mulut dan hidungnya. Pasir besi yang masuk ke dalam luka dan masuk ke organ dalamnya telah membuat kerusuhan besar, membuat organ dalam naga bumi tercabik-cabik.
Setelah serangan itu, panther hitam berbaring tidak bergerak dan mati. Meskipun serangan itu hanya sesaat, tapi kerusakan yang di timbulkan bagi naga bumi adalah kerusakan yang besar karena melukai daging dan organ dalamnya.
Tubuh naga bumi itu mulai menyusut dan berbaring lemah di tanah. Sosok manusia yang telah lama mengawasi mereka akhirnya bergerak...
(Akhir dari chapter ini.)
Maafkan aku akhir-akhir ini jarang update. Nenek buyut ku yang berusia 114 tahun sakit, jadi aku tidak bisa update karena harus ke rumah nenek. Selain itu, pak de ku baru saja menjalani operasi mata karena kecelakaan di tempat kerja... Sekali lagi aku harus minta maaf.