
tanpa menunggu lama, aku mendengar banyak langkah kaki yang menuruni tangga kayu. anak-anak itu turun dengan di pimpin oleh dua orang maid berambut coklat kemerahan, yang satu berambut panjang dan yang satu pendek.
wajah kedua maid itu tampak serupa, mereka mirip seperti anak kembar. usia mereka juga sama, sekitar awal dua puluhan tahun. apa mereka saudara kembar?. sampai di depanku, mereka memimpin untuk membungkuk hormat ke arahku.
setelah beberapa etiket kebangsawanan, maid dan anak-anak itu berdiri dengan barisan yang rapi di depanku. aku memperhatikan bahwa mereka terlihat jauh lebih baik daripada sebelumnya. anak-anak itu mengenakan pakaian yang terlihat baru, berbeda seperti saat pertama kali aku melihat mereka dengan pakaian kotor dan compang-camping itu.
yah, meskipun itu bisa di sebut dengan baju baru, tapi karena model dan warnanya yang monoton, serta bahannya yang agak kasar. mereka tetap terlihat seperti anak-anak orang miskin. bukannya aku menghina, tapi aku memang kurang puas dengan budaya berpakaian di sini. bahkan untuk pakaian bangsawan pun, model anak-anak dan orang dewasa juga mirip. andai saja aku tidak memberikan beberapa gaun kepada Felmina, dia pasti juga akan mengenakan pakaian yang biasa saja, daya tariknya sebagai anak-anak akan berkurang banyak.
tapi, jika aku perhatikan, anak-anak itu memiliki penampilan yang sempurna. gadis-gadis kecil yang lucu dan anak-anak perempuan yang manis. hanya perlu sedikit di poles, mereka pasti akan menjadi perhiasan yang sempurna.
Filia:"Lira, bagaimana keadaan kalian?".
Lira adalah anak perempuan yang aku temui pertama kali. awalnya dia memiliki pakaian compang-camping yang kotor, dan penampilannya yang kotor serta berantakan, tapi setelah sedikit perbaikan, aku melihat penampilannya yang cantik dan pesona kepolosan dari seorang gadis. dia berusia lebih tua daripada aku saat ini.
Lira:"terima kasih kepada kepada tuan, karena kebaikannya, kami mendapatkan kehidupan yang baik akhir-akhir ini"
laporan yang seperti profesional, penampilan yang baik dan nampak terlatih. meskipun sedikit kaku, tapi mereka sepertinya belajar dengan baik. mungkin ini karena kemampuan mengajar yang baik dari pembimbingnya atau kerena kemampuan belajar yang luar biasa dari Lira. hanya dalam beberapa hari dia sudah memiliki kemampuan seperti itu.
Filia:"bagus kalau begitu. nah, hari ini aku akan mengajak kalian pergi ke suatu tempat"
Lira:"baik tuan"
Felmina:"tapi kakak, sepertinya keretanya tidak cukup. apa perlu untuk menyewa kereta?"
Filia:"tidak, kita akan melanjutkan dengan berjalan kaki, lagi pula aku juga ingin menikmati pemandangan kota"
Felmina:"tapi, apa nenek tidak masalah?"
Trainee:"nenek juga tidak masalah. sepertinya akan menyenangkan"
kami keluar dari penginapan dan berjalan di sekitar kota, sebenarnya karena lokasi ini tidak jauh dari guild perdagangan, jadi aku berencana untuk mengajak anak-anak itu pergi ke sana. aku ingin memesan beberapa pakaian untuk anak-anak ini. sambil berjalan, aku juga bisa menikmati pemandangan kota yang tidak bisa aku nikmati saat bepergian menggunakan kereta kuda.
di perjalanan aku juga mengetahui, bahwa ke dua maid itu memang kembar. yang berambut panjang adalah kakak, dia bernama Silva, sementara yang adik berambut pendek, dia bernama Mare.
mereka berasal dari negara kecil tingkat ke dua. dulu mereka pernah menjadi pelayan dari keluarga bangsawan, tapi kerena suatu alasan keluarga bangsawan itu di hancurkan setelah raja baru di angkat.
satu lagi karena kekejaman politik. aku yakin kenapa keluarga bangsawan itu di hancurkan. itu mungkin karena mereka berada di partai oposisi dengan penguasa. biasanya saat pewarisan takhta, para bangsawan akan mendukung salah satu pangeran untuk naik ke tampuk kekuasaan, mereka berusaha untuk menggagalkan pangeran atau pewaris yang lain demi pewaris yang mereka dukung.
jika pewaris yang mereka dukung berhasil naik takhta, maka mereka akan mendapatkan dukungan dari raja selanjutnya, tapi jika gagal, mereka akan di anggap sebagai pihak penentang oleh pewaris yang berhasil naik takhta. sebenarnya tidak semua akan bernasib seperti keluarga bangsawan itu, tapi jika pewaris yang mereka lawan adalah orang yang ambisius, orang yang tidak mau pemerintahannya di campuri oleh pihak oposisi, maka yang terjadi adalah pembersihan politik. penguasa yang baru akan menumpas semua partai oposisi demi memantapkan kekuasaan mereka. yah, seperti yang aku katakan di awal, politik itu kejam.
sepertinya karena pembersihan itu pula sehingga negeri itu di Landa perang saudara dan terjadi kerusuhan di mana. saat kerusuhan di negeri itu menjadi semakin parah, kedua saudara kembar itu pergi dari negara mereka dan pindah ke sini.
mendengarkan cerita mereka yang penuh petualangan membuatku merasa senang. yah, meskipun agak memilukan, tapi cerita mereka bagus. mungkin aku bisa menulis cerita mereka dan menjadikannya sebuah novel.
tanpa terasa kami sudah sampai di depan Guild Perdagangan yang ramai. sangat ramai sampai-sampai aku kesulitan berjalan. untungnya ada kesatria yang membukakan jalan untukku, jadi ini banyak mempermudah.
anak-anak itu nampak senang dan penasaran dengan berbagai hal. mereka melihat sekeliling tanpa mempedulikan pandangan orang lain. anak-anak yang polos. itulah yang aku pikirkan.
aku segera berjalan menuju meja resepsionis dan menyatakan niatku datang kemari. karena mungkin resepsionis itu mengetahui identitasku, dia langsung mengantarkan ku ke ruang VIP bersama nenek dan Felmina. sementara Ilma dan Rurui, aku memerintahkan mereka untuk menjaga anak-anak.
"maaf putri, tapi ketua sedang membicarakan sesuatu dengan beberapa pedagang, jadi maaf jika putri harus menunggu untuk sementara waktu"
kami harus menunggu selama beberapa menit sebelum nona Lidia datang ke ruangan. dia berpakaian seperti biasa, hanya saja dia nampak lelah.
Lidia:"maaf karena membuat putri harus menunggu"
aku bisa memahami kalau nona Lidia pasti sedang sibuk saat ini.
Filia:"saya juga harus meminta maaf karena menggangu saat waktu sibuk"
Lidia:"t, tidak, saya tidak merasa terganggu sedikitpun. ini...?"
nona Lidia mengalihkan pandangannya ke nenekku yang sejak tadi hanya diam sambil menikmati teh yang di sediakan. apa nenek benar-benar menyukai teh, seingatku nenek selalu minum teh.
Trainee:"saya Trainee Zilveren"
perkenalan sederhana dari nenek membuat pelayan dan nona Lidia membatu tanpa bisa berkata-kata. aku tidak terkejut jika nona Lidia mengetahui identitas nenek yang sebenarnya, lagi pula sebagai ketua Guild Perdagangan, dia harus mengurus perdagangan dari berbagai tempat.
Lidia:"t, tolong maafkan saya karena tidak mengenali anda yang mulia"
nona Lidia langsung berlutut di lantai dengan satu kaki. itu merupakan bentuk penghormatan kepada penguasa tertinggi oleh rakyat biasa. meskipun nona Lidia adalah ketua Guild Perdagangan, tapi dia tidak memiliki posisi sebagai bangsawan, jadi dia tetap hanya rakyat biasa.
Trainee:"bangun!. hari ini aku datang hanya sebagai nenek dari cucuku, aku tidak memerlukan penghormatan yang berlebihan"
Lidia:"b, baik"
nona Lidia langsung berdiri mengikuti perintah nenek, lalu duduk setelah mendapatkan izin. nona Lidia menghirup nafas panjang dan melihatku.
Filia:"saya datang hanya untuk memesan beberapa pakaian untuk anak-anak"
aku tidak mau membuang-buang waktu, apa lagi saat ini nona Lidia pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi mari kita percepat dan segera menyelesaikannya.
mendengar apa tujuanku datang ke sini, nona Lidia terlihat agak bingung.
Lidia:"bukankah seharusnya ada pembuat pakaian khusus untuk keluarga Duke?"
Filia:"itu bukan pakaian untukku, tapi untuk anak-anak yang menunggu di lobi. aku ingin memesankan pakaian pelayan dan juga pakaian sehari-hari untuk mereka"
Lidia:"jadi seperti itu. maka kita perlu untuk melakukan pengukuran terlebih dahulu sebelum bisa memesannya kepada penjahit. lalu, apakah ada standar khusus untuk pakaiannya putri?"
Filia:"tidak perlu terlalu khusus, cukup kain yang baik dan nyaman di kenakan"
nona Lidia mencatat beberapa hal dalam sebuah buku. dia mendengarkan ucapanku dengan seksama, lalu mencatat beberapa hal yang penting.
Filia:"juga pastikan bahwa penjahitannya rapi, lalu pastikan penjahitnya adalah orang yang berpengalaman. sudah, itu saja"
Lidia:"baik, saya pasti tidak akan mengecewakan anda"
Filia:"untuk biaya dan detailnya, nanti anda bisa bicara dengan Sebastian"
Lidia:"kalau begitu, haruskah kita melakukan pengukuran terhadap anak-anak itu terlebih dahulu?"
Filia:"saya akan merepotkan Anda nona Lidia"
Lidia:"tidak, anda_"
"tuan, anda tidak boleh masuk, ahhh.."
"MINGGIR....!!!"
tiba-tiba aku mendengar suara keributan di luar ruangan kami. aku mendengar suara seorang wanita yang mencoba menghentikan seseorang untuk memasuki ruangan.
BANG...!!
suara keras karena pintu di buka secara paksa dari luar. seseorang menerobos masuk ke dalam ruangan, kesatria yang dari tadi menjaga di dekatku langsung menghunus pedang dan membentuk pagar hidup untuk melindungi kami.
aku melihat seorang pria gemuk dengan kumis memanjang dan wajah yang seperti katak. perutnya buncit seperti balon. dari pakaiannya sepertinya dia adalah seorang bangsawan atau pedagang kaya. dia juga di dampingi oleh seorang prajurit dengan armor kulit yang agak buruk. selain seorang prajurit, dia juga di dampingi oleh seorang pria kurus yang memiliki gigi seperti tikus dan memakai topi yang aneh.
"a, apa k, kalian berani mengarahkan senjata kalian pada seorang bangsawan?!"
meskipun ketakutan dan berkeringat dingin, tapi pria kurus yang mengikuti pria gemuk itu masih berteriak kepada kesatria dengan tidak puas.
argh.... sepertinya akan ada masalah lagi..
(akhir dari chapter ini)
terima kasih karena sudah membaca. tunggu update selanjutnya, ya! ;)