
Filia:"Bloodline yang sama?"
Arrkne:"benar, saya bisa merasakannya dengan jelas. selain itu, di wajahnya terdapat Totem kuno Aracnoid. jika anak ini bisa berkembang lebih lanjut, maka mencapai Tier lima bukanlah masalah"
ini sangat mengejutkan. tanpa diduga, ternyata aku memungut sebuah berlian mentah yang berharga. meskipun dia cuma sampai di Tier lima, tapi Tier lima juga merupakan pembangkit listrik yang langka dan keberadaan yang berdiri di puncak, selain Tier enam dewa tentunya.
Filia:"kalau begitu, bisakah kamu menjadikannya muridmu?, dia adalah bagian dari kita"
Arkne:"sesuai keinginan anda Yang Mulia"
Filia:"terima kasih Arkne"
Arkne:"hamba tidak layak untuk menerimanya Yang Mulia"
aku penasaran, apakah skrip yang aku tulis terlalu berlebihan!?. sepertinya mereka terlalu menganggap kata-kataku terlalu berat.
Filia:"Arkne kecil, kamu harus beristirahat sekarang, aku mau membicarakan sesuatu dengan Arkne"
Arkne (kecil):"iya kakak, saya permisi dulu"
Arkne kecil segera meninggalkan ruangan dan hanya meninggalkanku bersama dengan Arkne. selain kami berdua, didalam ruangan ini juga terdapat dua maid yang berdiri di dekat jendela kapal.
Filia:"nah, sekarang kita hanya perlu menunggu kabar dari Upirina. aku tidak tahu musuh seperti apa yang akan kita hadapi, tapi sebaiknya kamu mempersiapkan diri sebaik mungkin. kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk"
Arkne:"baik yang mulia. untuk pertarungan, haruskah saya menggunakan «Juuchi Yosamu»...?"
Juuchi Yosamu?. mungkin terlalu berlebihan untuk segera mengeluarkannya. setidaknya biarkan senjata itu beristirahat di gudang harta Moon Palace untuk saat ini.
Filia:"tidak, tidak perlu, tapi kamu bisa menggunakan «Höll axt» untuk mempersiapkan diri"
Arkne:"baik, saya mengerti"
setelah memberikan instruksi kepada Arkne, aku juga mulai mempersiapkan diri. dua belas kartu dengan bagian belakang berwarna hitam dan motif emas melayang di depanku. bagian depan kartu terdapat gambar yang berbeda-beda, tapi memiliki kesamaan, yakni setiap gambar adalah armor dan senjata yang berwarna emas atau perak. ini merupakan salah satu koleksiku yang aku dapatkan dengan susah payah dan menghabiskan banyak uang serta waktu. «Twelve Constellation Armor Set», set armor Tier Epic ini sudah termasuk dengan senjata yang berpasangan dengan armor, jadi tidak perlu senjata tambahan. Meskipun ini merupakan Epic set, tapi jika bisa terkumpul semuanya, kemampuannya tidak akan lebih lemah dari item Tier Legendary kelas menengah.
sepertinya persiapanku sudah matang. karena semua persiapanku sudah selesai, sepertinya tidak masalah jika aku bersantai sambil menunggu informasi dari Upirina.
Filia:"Stella, undang para tamu kita untuk makan bersama, dan Rhea, beritahu kepada pelayan lain untuk segera mempersiapkan semuanya".
"baik Yang Mulia"
Stella dan Rhea adalah dua maid yang dari tadi berdiri di dekat jendela untuk bersiap jika aku membutuhkan sesuatu. bisa di katakan, mereka adalah maid yang mengepalai Maid yang lain. mereka biasanya menerima perintahku dan mengatur pekerjaan dari maid yang lainnya.
Arkne:"apakah anda yakin untuk mengundang mereka Yang Mulia?"
Filia:"ya, aku akan mengundang mereka. oh, jika tidak ada orang luar, kamu bisa memanggilku dengan Filia saja"
sebenarnya aku merasa sedikit kurang nyaman saat mereka memanggilku yang mulia. saat di Alterion mungkin mereka hanya akan mengikuti skrip, tapi karena mereka sekarang adalah makhluk biologis yang buat, aku rasa mereka tidak akan masalah jika keluar dari skrip.
Arkne:"s, saya tidak berani Yang Mulia"
Arkne langsung berlutut di lantai. ya ampun, bagaimana bisa dia bersikap terlalu berlebihan seperti itu!?. aku berjalan mendekatinya dan menyentuh pipinya dengan lembut.
Filia:"apa yang kamu katakan?, bukankah kita adalah keluarga?. tidak masalah jika kamu memanggilku Filia".
Arkne:"Yang Mulia.... s, saya mengerti, tapi saya tidak bisa melakukannya"
Filia:"huh... kalau begitu kamu bisa memanggilku sesukamu. ayo kita pergi ke ruang makan"
aku berjalan dan mengajak Arkne yang masih berlutut di tanah. dia segera berdiri dan mengikutiku menuju ruang makan yang tidak terlalu jauh, mungkin hanya beberapa puluh meter dari ruang takhta. sesampainya di sana, meja panjang yang bisa memuat sembilan puluh sembilan orang itu belum terisi satupun. putri dari Dragonis Kingdom dan bawahannya masih berdiri dan tidak duduk.
Filia:"kenapa kalian tidak duduk?"
aku mengatakan itu sambil duduk di kursi khusus yang ada di ujung meja dan menghadap ke dua baris kursi di kiri dan kanan meja.
Aneria:"tapi kami..."
Filia:"tidak masalah nona Aneria. lagipula saya mengundang kalian untuk makan sekaligus berdiskusi tentang monster itu"
yah, aku tahu tradisi bangsawan. seperti di mansion of Rosefield, para kesatria dan pelayan tidak bisa duduk di meja yang sama dengan majikannya.
Aneria:"s, saya mengerti"
meskipun agak ragu-ragu, nona Aneria duduk di kursi barisan kanan diikuti oleh kesatrianya yang duduk di kursi barisan kiri. setiap barisan berisi empat puluh sembilan kursi dengan satu kursi khusus yang aku tempati. saat semuanya sudah mengambil posisi, puluhan maid datang sambil membawa hidangan di atas troley. hidangan datang secara bergiliran dan di sediakan di atas meja. berbagai hidangan mulai dari daging dan sayur mayur tertata rapi dengan penuh warna yang menggugah selera. daging-daging masih mengepulkan asap yang membawa aroma nikmat. bagian atas daging disirami oleh saus berkilau yang melelehkan air liur bagi yang melihatnya.
ekspresi mereka sungguh memuaskan. apa sekarang aku sudah sombong?, yah, kurasa tidak masalah. aku juga memperhatikan bahwa selain melihat makanan yang tersaji, para kesatria itu juga kadang-kadang melirik ke arah para maid yang menyajikan makanan. sebenarnya ada yang melirik ke arah Arkne, tapi mereka tidak berani menatapnya terlalu lama karena Arkne berdiri tepat di sampingku.
Filia:"silahkan dinikmati"
tanpa banyak basa-basi, semua mulai menikmati makanan masing-masing. aku juga mulai mengambil dan memakan beberapa hidangan.
ruang makan yang luas ini menjadi sangat meriah, berbeda dengan suasana makan bangsawan yang biasanya. mungkin karena para kesatria bergabung, jadi suasananya menjadi seperti ini.
Aneria:"makanannya sangat lezat, saya belum pernah merasakan yang seperti ini"
Arkne (kecil):"ini sangat enak.."
"enak sekali"
"luar biasa"
aku mendengar banyak pujian dari para kesatria dan yang lainnya tentang makanan yang disediakan. makanan ini memang enak, bahkan mungkin lebih enak daripada yang aku buat sendiri. lagipula level skill memasak mereka lebih tinggi dariku, jadi apa yang bisa ku perbuat!?.
hidangan di atas meja tidak perlu waktu lama untuk habis. setelah meja di bereskan, maid menyajikan wine dalam gelas. tapi, sepertinya ada yang salah.
Filia:"kenapa... aku susu?"
Rhea:"minuman beralkohol tidak baik untuk anda Yang Mulia"
Filia:"a, aku mengerti"
tapi bisakah setidaknya kalian menyediakan air putih!?.
Filia:"ehemm... mari bahas masalah tentang monster. saya telah mengirim bawahan saya untuk menyelidikinya, jadi sebelum informasi berhasil kami dapatkan, saya tidak menyarankan untuk mengambil tindakan secara gegabah".
Aneria:"saya mengerti. saya akan membuat persiapan yang matang terlebih dahulu sambil menunggu informasi dari anda"
Filia:"saya_"
"Yang Mulia..."
sebelum aku selesai berbicara, Arkne berbisik di telingaku. dia memberitahukan bahwa Upirina telah mendapatkan informasi.
Filia:"apakah dia sudah kembali?"
Arkne:"tidak Yang Mulia, dia masih berada di perjalanan menuju lokasi monster itu, tapi bawahannya yang telah dia kirim berhasil mendapatkan informasi dan bisa di kirim segera"
nampaknya Upirina memerintahkan bawahannya untuk pergi terlebih dahulu dan mencari informasi. informasi itu di kirim oleh bawahan Upirina melalui telepati. Upirina memiliki skill yang dapat berbagi pengelihatan dan pendengaran dari bawahnya, jadi meskipun bawahnya yang pergi, itu tidak ada bedanya dengan dia yang pergi sendiri. salain itu, Upirina juga memasangkan alat perekam di tubuh bawahannya supaya informasi itu dapat di kirim kemari.
Filia:"perintahkan Upirina untuk segera mengirimkan informasinya dan tampilkan informasi di layar setelah itu dikirim"
Aneria:"nona Filia, apa yang terjadi?"
karena aku dan Arkne berbicara secara bisik-bisik, jadi yang lain di ruangan itu tidak dapat mendengarkan apa yang kami bicarakan.
Filia:"bawahan yang saya kirim telah mendapatkan informasi. saya akan segera membagikan informasi itu kepada kalian"
meja makan yang awalnya terlihat putih bersih seperti granit berubah menjadi warna biru dan bercahaya. diatas meja muncul rekaman holografik yang menunjukkan gambar kota secara tiga dimensi.
dari gambar terlihat bahwa itu adalah kota dengan dinding tinggi yang tebal, tapi dinding itu sudah runtuh sebagian. di sekeliling kota, terdapat banyak sekali monster-monster yang berkeliaran keluar masuk dari dinding kota yang telah hancur. bagian dalam kota telah menjadi reruntuhan dengan banyak sisa darah dan puing-puing dari rumah serta bangunan yang dulu terdapat di kota itu. kondisi kota benar-benar memprihatinkan, bisa di katakan bahwa kota itu telah menjadi reruntuhan.
daripada memperhatikan lingkungan kota yang hancur, aku lebih memperhatikan monster-monster yang berkeliaran di kota itu. jumlah mereka ada ratusan, bahkan ribuan. ada beberapa ratus yang merupakan Tier dua dan beberapa ekor monster Tier tiga. tapi yang aneh adalah monster-monster itu bercampur antara karnivora dan herbivora. jika perkiraanku benar, monster-monster ini di kendalikan oleh Soul Eater.
untuk apa Soul Eater mengendalikan monster-monster ini?. segera, jawaban yang aku inginkan muncul. di bagian tengah kota, aku melihat sebuah telur hitam oval besar seukuran rumah tiga lantai. di bagian bawah telur itu seperti banyak akar hitam menjijikkan yang menyangga telur itu supaya tetap berdiri. jadi Soul Eater mengendalikan monster itu untuk melindunginya selama proses evolusi!?.
Aneria:"a, apa ini?"
Filia:"Soul Eater akan melakukan evolusi, dia mengendalikan monster-monster itu untuk melindunginya"
Aneria:"l, lalu, bagaimana cara kita untuk melewati monster-monster itu dan mengalahkan soul Eater?"
wajah para Kesatria itu terlihat putus asa. yah, itu wajar jika mereka putus asa melihat keadaan seperti ini.
Filia:"aku tidak khawatir dengan monster-monster kecil itu, tapi yang membuatku khawatir adalah Soul Eater itu sendiri"
(akhir dari chapter ini)
agak kurang nyaman jika membiarkan bagian ini kosong, jadi aku mengisi seadanya. ya, selamat menikmati hidangannya. see you next time;)