
Lidia:"Duke dan Marshal. maafkan ketidaksopanan saya!"
Lidia langsung meminta maaf dengan sangat hormat. sebagai ketua Guild Perdagangan, aku tidak terkejut bahwa Lidia akan mengenal ayah dan ibu. bahkan mungkin mereka pernah melakukan kerja sama.
Rovell:"tidak masalah".
ayah menjawabnya dengan penuh wibawa yang pantas sebagai identitas seorang Duke.
Lidia hanya berdiri dan tidak berani duduk di depan dua raksasa di seluruh Regalia Kingdom.
Lidia baru duduk setelah ibu memberinya izin untuk duduk. aku jadi bingung. sebenarnya siapa tuan rumah disini?.
Filia:"santai saja dan mari bicarakan tentang bisnis"
Lidia:"huh... semuanya sudah siap. saya telah menemukan orang yang cocok. dia adalah Joseph, dia sudah bekerja di bidang ini selama lima tahun dan dapat di percaya"
Lidia membicarakan tentang orang yang cocok untuk mengerjakan interior yang aku minta kemarin. dia menyerahkan beberapa lembar kertas resume dari orang yang bernama Joseph ini. dari catatannya orang ini memang memiliki catatan yang baik dan dapat di percaya.
Harnas:"sepertinya kamu pernah menyelinap pergi dari mansion kan?!"
tiba-tiba hawa dingin menjalar dari tulang belakangku. aku mencium aroma masalah setelah aku pergi dari sini.
mungkin karena menyadari bahwa aku tidak mau menjawabnya, ibu berkata kepada Ilma yang berdiri di belakang sofa tanpa membalikkan tubuhnya.
Harnas:"aku yakin Ilma akan mengatakannya kepadaku dan tidak akan berbohong kan!"
Ilma:"a, anu... itu..."
Ilma menatapku lalu melihat ibu, dia ragu-ragu untuk menjawab. karena aku tidak tega melihatnya, akhirnya aku sendiri yang menjawab pertanyaan ibu.
Filia:"ibu. sebenarnya...."
aku menceritakan semua yang terjadi, termasuk sihir terbang yang aku gunakan untuk melompati pagar dan pergi ke kota sendirian.
Rovell:"APA!!.... ini semua sangat berbahaya!"
Harnas:"jadi, seperti itu. baiklah, mulai sekarang kamu akan selalu berada dalam pengawasan ibu. ibu tidak mau kamu melakukan hal yang berbahaya seperti itu. dan untuk Ilma, kamu membiarkan tuanmu melakukan hal yang berbahaya tanpa memberitahukannya kepada kami"
Ilma:"saya pantas untuk di hukum"
Filia:"tidak. ibu, ini semua salah ku. Ilma tidak melakukan apapun!".
aku tidak bisa membiarkan Ilma mendapatkan hukuman karena kesalahanku. aku tidak ingin menyeretnya dalam masalah ini.
Rovell:"kalian berdua akan menerima hukuman dan tidak akan bisa lari dari hukuman itu"
Harnas:"hukumannya akan di tentukan setelah kita kembali ke mansion"
Filia:"baiklah.."
tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menentang keputusan dari ayah dan ibu. mereka tidak akan menyakiti ku, tapi bagaimana dengan hukuman yang akan di terima oleh Ilma?. mungkin dia akan di kembalikan ke pelatihan pekerja dan aku akan mendapatkan pelayan pribadi yang baru. aku tidak ingin pelayan yang baru, aku sudah terbiasa dengan Ilma.
Harnas:"orang ini bisa di percaya"
saat aku tenggelam dalam pikiranku, ibu melihat resume itu dan memberikan pendapatnya. aku tidak akan meragukan kemampuan ibu untuk menilai seseorang.
Filia:"karena ibu sudah bilang begitu, maka saya akan menggunakan orang ini. nona Lidia, bisa tolong untuk mengatur semuanya?"
Lidia:"tentu saja"
Filia;"bagaimana dengan biayanya?"
Lidia:"setelah Joseph melihat tempat yang akan di kerjakan nya, dia mematok harga 20 emas kecil untuk tenaga kerja dan setidaknya setengahnya harus sebagai biaya awal"
persyaratan ini sama sekali tidak sulit. tapi aku mengagumi bahwa dia memiliki keberanian untuk menuntut uang muka kepada bangsawan. tentu aku tidak akan keberatan memberikannya.
Filia:"semuanya tidak masalah. biarkan mereka mulai bekerja. aku akan datang beberapa hari sekali ke tempat itu untuk melihat hasil pekerjaannya"
aku menyerahkan dua puluh keping koin emas kecil di atas meja dan mengeluarkan lagi sekeping koin Platinum.
Filia:"ini untuk membeli bahan-bahan yang di perlukan sekaligus saya meminta bantuan nona Lidia untuk mencarikan pelayan yang kompeten"
Lidia:"ini adalah pekerjaan yang mudah. apakah ada persyaratan khusus lainnya untuk pelayan?"
Filia:"pelayan itu harus menyayangi anak-anak dan pandai dalam mengajari anak-anak tentang etiket sekaligus memiliki kinerja yang baik"
sepanjang pembicaraan, ayah dan ibu hanya diam-diam memperhatikan apa yang aku lakukan. mereka tidak berusaha mencegah ataupun menghalangi apa yang ingin aku lakukan.
pembicaraan selesai. aku segera pergi ke lokasi toko yang telah aku bangun. kali ini Lidia juga mengikuti ku menggunakan kereta yang di sediakan oleh guild. sesampainya di sana, selain Ilma dan Lidia, yang lain sangat terkejut saat mengetahui bahwa bangunan besar itu adalah milikku sendiri. memang luas bangunan ini sangat kecil jika di bandingkan dengan mansion of Rosefield, tapi ini lebih besar daripada rumah milik bangsawan biasa.
di sana terdapat banyak pekerja. Lidia mengajak kami untuk bertemu seorang pria tua dengan wajah tegas dan keriput di mana-mana yang menandakan bahwa dia sudah termakan oleh waktu. usia orang itu mungkin lima puluhan dengan rambut putih dan tutup kepala kain di atasnya.
aku melakukan pembicaraan singkat dengan Joseph dan Lidia menyerahkan uang sebagai pembayaran. Lidia hanya memberikan sepuluh koin emas kecil sebagai uang muka. meskipun Joseph dapat dipercaya, tapi beginilah cara kerjanya, pertama kontraktor akan di berikan setengah dari pembayaran dan setengah lagi akan di berikan jika pekerjaannya sudah selesai.
Filia:"untuk bahan yang di butuhkan, anda bisa membicarakannya dengan guild perdagangan"
Joseph:"saya mengerti"
selesai berbicara, aku segera menyerahkan jubah hitam kepada ibu dan lainnya termasuk pelayan pribadi dan Lidia. jubah ini sebenarnya di sediakan untuk anggota party, dan jubah ini dapat menyesuaikan ukurannya sesuai dengan pemakai.
hanya Lidia yang menunjukkan wajah kebingungannya dengan jelas. meskipun tidak terlihat, ayah dan ibu juga memiliki kebingungan di mata mereka, sementara Ilma hanya memakainya dengan kepercayaan penuh.
kami meninggalkan tempat itu dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam menuju daerah kumuh.
Lidia:"putri. sepertinya jalan ini menuju daerah kumuh. apa kita melakukan kesalahan?"
Rovell:sayang. apa yang akan kita lakukan di tempat seperti ini?. ini bukanlah tempat yang baik untuk di kunjungi"
Harnas:"kita kembali saja. tempat itu tidak cocok untuk mu"
aku bisa dengan jelas merasakan kekhawatiran dari ayah dan ibu. tapi Memang di sinilah kita akan menuju, aku sudah menyuruh anak itu membawa teman-teman berkumpul di tempat itu.
Filia:"tidak. memang disinilah tujuan kita"
aku terus memimpin yang lain berjalan menuju tempat yang aku sepakati dengan anak itu. sepanjang perjalanan di daerah kumuh, ayah dan ibu tidak pernah mengendurkan tangannya dari gagang pedang di pinggangnya. sampai di sana, di tempat itu masih terdapat ubin dan dinding yang retak sisa orang yang aku pukuli waktu itu.
ada banyak sampah dimana-mana. di salah satu sudut, ada sekitar selusin anak-anak yang berkumpul dengan pakaian mereka yang lusuh dan compang-camping serta wajah dan tubuh mereka yang kotor tak terawat.
kebanyakan dari mereka adalah anak-anak perempuan berusia antara 6-12 tahun. saat kami mendekat, ada seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun dengan badan yang kurus segera berjalan mendekat ke arahku tanpa rasa takut seperti anak-anak yang lainnya. dia adalah anak yang aku temui waktu itu.
Filia:"apa hanya ini?"
"benar tuan. hanya ini yang bersedia mengikuti saya"
Filia:"kerja bagus"
aku menepuk pundaknya, lalu berjalan menuju anak-anak lain di belakangnya. mereka nampak takut dan waspada saat melihat kami datang menghampiri.
Filia:"tidak perlu takut. apa dari kalian ada yang masih memiliki orang tua?"
anak-anak itu menunduk lalu menggelengkan kepala mereka dengan lembut. anak yang lebih dewasa segera memeluk anak yang kecil sambil membisikkan 'tidak apa-apa, kami ada di sini'. sepertinya ibu juga tidak tahan melihat pemandangan seperti ini. ibu maju dan menepuk kepala salah seorang anak kecil dengan penuh perhatian. nampaknya karena tepukan itu, anak-anak lain juga mulai melonggarkan penjagaan mereka. ibu memang memiliki kekuatan magis untuk menaklukkan anak-anak.
"siapa yang membutuhkan orang tua!"
"Lun, diamlah!"
ada dua anak laki-laki yang berusia sekitar 7 atau 8 tahun. salah satu dari mereka nampak keras kepala tapi yang satunya lebih pengertian.
aku bisa mentolerir apa yang mereka katakan. hidup di tempat seperti ini tentu akan membentuk sikap yang keras, terutama pada anak-anak.
Filia:"huh... sekarang kalian akan mengikuti ku. aku akan memberikan yang aku janjikan"
"apa kamu mau menjual kami?"
anak laki-laki yang terlihat keras kepala tadi langsung berbicara dengan keras ke arahku.
Filia:"kenapa kamu berfikir seperti itu?"
"seorang yang menyembunyikan identitasnya lalu menawarkan sesuatu yang baik, apa menurutmu orang seperti itu ada?!"
nampaknya meskipun dia terlihat keras kepala, dia masih memiliki pemikiran yang matang tentang sesuatu.
Filia:"tentu saja tidak ada. aku tidak menawarkan kalian sesuatu yang baik secara gratis. kalian harus bekerja untukku"
"yah apapun itu. lagipula jika tinggal di sini terus, cepat atau lambat kami akan mati juga"
aku menyukai kepribadian anak ini. dia memiliki watak yang kuat dan mampu berfikir lebih maju dari anak-anak seusianya. dia dapat menjadi orang yang berguna jika di arahkan dengan tepat.
aku berbalik lalu berbicara dengan anak yang pernah bertemu dengan ku.
Filia:"bagaimana dengan mu?. apa kamu masih memiliki keluarga?"
"tidak. mereka sudah meninggal"
Filia:"hmm... siapa namamu?"
"Lira"
aku menganggukkan kepala, dan berjalan ke arah Lidia.
Filia:"Nona Lidia. saya ingin meminta bantuan anda untuk mencarikan akomodasi sementara untuk anak-anak ini. juga, setelah pelayan yang saya minta di temukan, perintahkan mereka untuk mengurus anak-anak!"
sambil mengatakan itu, aku juga menyerahkan 10 keping koin perak biasa dari penukaran uang waktu itu. uang itu sebagai biaya sementara untuk anak-anak, sampai toko coklat selesai di kerjakan bagian interiornya.
setelah tokonya selesai, anak-anak itu dapat tinggal di lantai tiga yang memang aku khususkan untuk tempat tinggal.
Lidia:"baik putri"
karena jumlah orang yang bertambah. kami harus menyewa kereta kuda sederhana untuk membawa anak-anak ini ke tempat akomodasi sementara mereka.
sebelum pergi. aku menyerahkan beberapa kotak kaca berisi coklat ke Lidia untuk di jual sebagai promosi toko yang akan di buka.
aku, ayah, dan ibu, serta pelayan yang mengikuti, tidak pergi bersama Lidia dan anak-anak. kami kembali ke lokasi toko dan segera pulang ke mansion menggunakan kereta kuda yang tadi kami gunakan untuk datang.
(akhir dari chapter ini)