
(sudut pandang Filia)
aku menikmati ekspresi terkejut dari orang-orang itu. aku membayangkan, bagaimana jika aku mengeluarkan kapal perang Tier epic, bukankah rahang mereka bisa terjatuh!?. aku memimpin mereka untuk menaiki Aether. meskipun Aether bukanlah kapal perang terbaik yang aku miliki, tapi Aether adalah yang paling sesuai untuk saat ini.
sebenarnya aku merasa sedikit berlebihan untuk mengeluarkan kapal Tier silver, tapi aku tidak memiliki yang lebih rendah daripada ini. yah, aku punya beberapa ratus dengan Tier Iron, tapi ukurannya terlalu kecil untuk di gunakan bersama orang-orang dari Dragonis Kingdom itu. jadi aku menggunakan kapal Tier silver. meskipun Tier silver, tapi kelangkaannya tidak kalah dengan epic Tier weapons.
darimana aku mendapatkannya?, beberapa aku mendapatkannya dengan membeli atau hadiah dari quest dan sebagian besar, tentu saja perampokan. kadang-kadang saat aku sedang melakukan PK, mereka menjatuhkan item lain selain dari yang aku inginkan. jadi, aku menyimpan item-item itu untuk aku gunakan sendiri.
selain kapal perang, aku juga memiliki satu kastil udara berukuran besar. untuk kastil udara, mereka di bagi menjadi ukuran kecil, sedang, besar, dan super besar. ukuran kecil sendiri mungkin luasnya sebesar dua kali ibu kota Regulus, jadi kastil yang aku miliki cukup besar untuk menampung sebuah negara.
oke, kita bahas itu untuk di lain waktu. sekarang, untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan saat bernegosiasi, aku harus menunjukkan sebuah keunggulan. aku memimpin mereka menuju ruang takhta yang ada di kapal ini. sebenarnya itu adalah ruang komando, tapi aku mengubahnya menjadi ruang takhta dan memindahkan ruang komando ke area kontrol.
saat mendekati ruangan, aku di sambut oleh dua kesatria NPC Tier dua, setidaknya begitu, tapi saat aku memperhatikan dengan seksama, merek benar-benar menjadi makhluk hidup biologis. sepertinya aku harus memperlakukan mereka layaknya makhluk hidup, aku yakin sekarang mereka juga memiliki perasaan seperti manusia. bagaimana aku tahu?, aku bisa merasakan fluktuasi mana yang di pengaruhi oleh suasana hati mereka. entah karena ucapanku atau apa, tapi mereka merasa senang saat aku menyapa mereka.
aku langsung memasuki ruang takhta, disana sudah terdapat banyak maid. ya, banyak. aku memanggil setidaknya 74 maid. kapal ini bisa memuat lebih dari enam ribu orang tanpa masalah, jadi untuk membantu pelayanan aku juga memanggil cukup banyak maid. sewaktu di dalam game, mereka adalah NPC Tier silver yang aku jadikan pelayan. selain memanggil beberapa maid, aku juga memanggil lima ratus kesatria NPC milikku. selain untuk menjaga keamanan dan persiapan bahaya, aku juga menggunakan mereka untuk membantu pengoperasian kapal perang ini.
"selamat datang kembali Yang Mulia"
mereka menyambutku selayaknya seorang penguasa. aku memang menulis skrip seperti itu saat mereka masih NPC. mereka akan menganggapku sebagai tuannya dan mereka akan mencurahkan semua kesetiaannya kepadaku. meskipun begitu, karena di dunia ini sudah tidak ada batasan sistem dan NPC terlah menjadi makhluk hidup yang sesungguhnya, jadi aku harus berhati-hati saat memperlakukan mereka. aku tidak bisa menjamin kesetiaan mereka tanpa adanya batasan sistem, bisa saja di masa depan mereka akan mengkhianatiku.
Filia:"terima kasih karena sudah memenuhi panggilanku"
"apa yang anda katakan yang mulia, memenuhi panggilan anda adalah sebuah kehormatan bagi kami"
seorang wanita tinggi dengan armor hitam pekat berjalan dan menjawab ku. armor hitamnya bisa menunjukkan keindahan lekuk tubuhnya dengan sempurna.
⟨⟨dengan rambutnya yang hitam legam bagaikan langit malam, dia tampak sangat anggun dan menawan. wajahnya menunjukkan kelembutan yang menenangkan setiap orang yang memperhatikannya, tapi di balik senyum lembut bagaikan Dewi itu, tersimpan sebuah kekejaman hingga ke tulang-tulangnya.
kekejaman dan haus darah adalah jati dirinya yang sebenarnya, pembantaian adalah hobinya, dan kematian adalah hiburannya. dialah mimpi buruk yang menikmati darah dan teriakan, serta keputusasaan. pemimpin ras Aracnoid, ras monster yang menebarkan teror dan pembantaian di setiap langkahnya. dia hanyalah anak yang di tinggalkan dan di abaikan, tapi dia mendapatkan kekuatan dari jurang tergelap dan terdalam. keinginannya dalam pembantaian dan balas dendam, mengubahnya menjadi iblis yang mengerikan. selama hidupnya, dia menganggap semua kehidupan adalah sampah yang tidak berharga, hingga dia di kalahkan oleh sang dewa cahaya dan terbuang ke tanah yang di tinggalkan. semua kekuatan dan kehormatannya telah di hancurkan. saat dia menerima penyerahan dan siap untuk mati, disanalah dia bertemu dengan cahaya pertama dalam hidupnya, sang tuan yang menolong dan merawatnya hingga memulihkan kekuatannya. semenjak saat itu, dia mengabdikan kesetiaan dan kehormatannya kepada tuannya, Filia⟩⟩
di belakang Arkne ada seorang gadis berambut putih dengan pakaian gotik berwarna hitam dengan dekorasi merah. dia adalah Upirina, sesuai dengan namanya, dia adalah ras Vampir Tier empat. wajahnya seperti seorang gadis pendiam dan tidak berbahaya, tapi kamu akan mengerti saat membaca deskripsinya.
⟨⟨ekspresi tenang dan stabil, penampilan yang dapat menghanyutkan dan penuh dengan tipuan. penampilannya yang cantik dan tanpa cacat adalah kelebihannya. rambutnya yang seputih salju dan lembut seperti untaian sutra, mata merah bagaikan delima. siapapun yang memandangnya, akan menganggap bahwa gadis cantik ini adalah seorang yang perlu di lindungi. tapi ketahuilah, penampilannya hanyalah sebuah bayangan yang menyembunyikan sebuah rahasia yang mengerikan.
dia adalah seorang gadis muda desa yang berharap untuk hidup bahagia, tapi dia menerima sebuah ketidakadilan dan kekerasan. dia di korbankan kepada para setan yang mengerikan. dalam genangan darah dan tubuhnya yang tercabik-cabik, dia bersumpah untuk membuat semua orang yang telah membuatnya menderita akan membayar semuanya. hati kecilnya yang murni telah di gantikan oleh kegelapan dan kekejaman. karena dendam dan kebencian, dia menyatu dengan monster haus darah yang paling mengerikan. saat jiwanya perlahan di telan, dia di selamatkan oleh sang tuan. karena balas Budi dan kebaikan yang telah di berikan oleh sang tuan, dia memberikan semua kesetiaan⟩⟩
aku memang sengaja membuat deskripsi seperti itu untuk mereka. aku tidak tahu apakah ini hobi atau sesuatu, tapi aku menyukai deskripsi yang penuh misteri. mereka berdua adalah dua dari tiga NPC Tier Legendary yang aku miliki, aku memanggil mereka untuk membuat persiapan dan membantuku. mereka adalah pelayan bukan summon beast, jadi aku bisa memanggil sebanyak mungkin yang aku inginkan asalkan aku memiliki nya.
mereka berdua menghadapku dan berlutut di depanku.
"bawahan memberi hormat kepada yang mulia"
Filia:"ya, lama tidak melihat kalian, Arkne, Upirina"
"iya yang mulia"
aku tersenyum kepada mereka dan terus berjalan menuju takhta. takhta ini bukanlah kursi biasa, tapi salah satu dari Divine item yang aku miliki. aku mengganti ke armor full plate yang lebih baik. set armor naga delapan bagian. ini merupakan set armor Tier Legendary yang aku persiapkan untuk menghadapi pertarungan selanjutnya. pertarungan selanjutnya adalah pertarungan melawan Soul Eater yang memiliki resiko tinggi, jadi aku harus mempersiapkan semuanya secara matang.
aku memerintahkan Arkne untuk mengantarkan mereka ke kamar untuk beristirahat. beberapa saat kemudian, Arkne kembali dan berlutut di depanku bersama dengan Upirina.
Filia:"berdirilah!"
"baik yang mulia"
aku memperhatikan bahwa mereka memiliki wajah yang sulit untuk di mengerti. apakah ada sesuatu?.
Filia:"ada apa?"
Arkne:"maaf jika saya kurang sopan yang mulia, tapi makhluk rendahan seperti mereka..."
Filia:"aku tahu apa yang kalian pikirkan, tapi untuk saat ini aku harap kalian tidak menyentuh mereka"
aku takut jika mereka akan melakukan sesuatu yang buruk kepada mereka. dengan sikap mereka, aku yakin jika tidak memberi mereka peringatan, mereka pasti akan melakukan sesuatu.
Upirina:"sayang sekali, padahal darah mereka terlihat segar..."
Arkne:"Upirina, jaga sikapmu dan ikuti perintah yang mulia"
Filia:"tidak apa-apa. kemarilah"
mereka berdua berjalan mendekat ke arahku. dan berdiri di samping kanan dan kiriku.
Upirina:"um... Yang Mulia, anda terlihat berbeda dari sebelumnya"
Filia:"aku menghadapai situasi yang sulit di jelaskan. tapi aku terkejut kalian masih mengenaliku"
Arkne:"meskipun penampilan anda berbeda, tapi tanda jiwa yang anda tinggalkan masih dapat kami rasakan"
Filia:"apa kalian mengingat sesuatu sebelum datang kesini?"
aku penasaran akan hal itu. apakah mereka merasakan keanehan saat berubah dari NPC menjadi makhluk biologis sejati. lagipula mereka dulunya adalah sekumpulan program yang tidak nyata.
mendengar pertanyaanku, mereka merenung sebentar. mereka tampak memikirkan sesuatu .
Arkne:"saya hanya mengingat kalau saya sedang menunggu kedatangan yang mulia di istana bulan dalam waktu yang sangat lama"
«Moon Palace» adalah nama yang aku berikan untuk kastil udara. memang, sebelum aku mati, aku mengumpulkan semua harta dan NPC yang aku miliki di Moon Palace. yah, mungkin itu adalah ucapan selamat tinggal.
penyataan Arkne membuatku bingung. sangat lama?. aku akan mencari tahu nanti. untuk sekarang sebaiknya aku mempersiapkan diri. mempersiapkan semuanya untuk menghadapi monster itu.
Filia:"Upirina, aku membutuhkan bantuanmu"
Upirina:"dengan senang hati Yang Mulia"
Upirina menjawab dengan wajah tenang dan sedikit kekanak-kanakan.
Filia:"kirim anak buahmu untuk mencari tahu keadaan di kota yang di serang oleh Soul Eater"
Upirina:"segera saya lakukan"
Upirina berbalik dan pergi. untuk mengetahui hal itu, dia tidak perlu menggunakan peta ataupun petunjuk lain, dia memiliki skill dan bawahan yang akan segera menemukan monster itu. setelah Upirina menghilang dari balik pintu, aku berbicara dengan Arkne untuk siap bertempur. sebenarnya kapal ini dapat bergerak jauh lebih cepat daripada saat ini. jika dengan kecepatan kapal udara yang terbelakang itu bisa sampai dalam tujuh hari, maka dengan kecepatan kapal ini mungkin tidak akan sampai satu hari perjalanan. aku sengaja memperlambat laju kapal ini karena aku harus melakukan banyak persiapan dan mengumpulkan data terlebih dahulu.
"kamu dilarang masuk!!"
tiba-tiba aku mendengar suara penjaga yang melarang seseorang untuk memasuki ruangan. aku penasaran siapa itu.
"t, tapi.."
suara gadis kecil yang familiar, itu adalah suara Arkne kecil. apa yang terjadi sesuatu?
Filia:"Arkne, bawa gadis itu masuk!"
Arkne:"baik"
Arkne segera bertindak dan kembali membawa seorang gadis kecil di sampingnya. gadis kecil itu adalah 'Arkne'.
Filia:"Arkne"
"ya"
mereka menjawab secara bersamaan. ini sulit karena nama mereka sama. aku juga tidak mengira bahwa hal seperti ini dapat terjadi, sekarang aku bingung harus memanggil mereka dengan cara apa.
Filia:"karena nama kalian sama, aku jadi bingung bagaimana cara memanggilnya. jadi aku akan memanggil kalian Arkne besar dan Arkne kecil"
Arkne:"iya Yang Mulia"
Arkne:"iya kakak"
Filia:"jadi, Arkne kecil, ada apa?"
aku bertanya kepada Arkne kecil tentang tujuannya mencariku. aku sudah menyuruhnya beristirahat setelah perjalanan panjang. akan buruk baginya jika terlalu lelah.
Arkne (kecil):"sebenarnya, saya ingin memastikan sesuatu"
Filia:"apa itu...?"
Arkne (kecil):"saya merasakan perasaan yang akrab saat bertemu dengan, kak, Arkne"
Filia:"oh"
akrab?, aku bahkan ragu jika mereka pernah bertemu. jadi, darimana asal perasaan akrab yang dia miliki?.
Arkne (besar):"itu mungkin karena kamu memiliki Bloodline yang sama dengan ku"
Apa...!!!
(akhir dari chapter ini)
aku membaca komentar kalian. terimakasih atas dukungan dan sarannya.
ok, see you next time:)