
aku tidak tahu darimana pikiran itu berasal, tapi melihat ilusi jam dan lubang hitam itu, aku jadi membayangkan kekacauan ruang dan waktu seperti yang di deskripsikan dalam berbagai macam novel.
pikiran itu tidak berlama-lama, dan aku langsung berdiri kembali ke ambang pintu. nenek berdiri di sebelahku dengan tangannya yang mengepal erat.
Ilma:"apa, apa yang bisa kita lakukan... hiks...hiks.."
Ilma bertanya sambil menangis tanpa mengalihkan pandangan dari posisi kakak berada. dia seperti bertanya pada dirinya sendiri, tapi sejujurnya pertanyaan itu merupakan bentuk dari kebingungannya dalam kondisi ini. tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu. semua orang juga kebingungan dengan hal yang aneh ini.
Trainee:"aku akan mencoba...!!"
"Yang Mulia...!!"
tiba-tiba nenek mengusulkan hal itu. kesatria dari Holy Kingdom langsung ingin menyangkal, tapi sebelum kata-kata itu selesai, aku melihat kilatan ketegasan terpancar dari matanya dan langsung membungkam kesatria itu.
api hijau langsung menyala hebat dan menyelimuti tubuh nenek. api itu tidak panas, tapi memiliki vitalitas yang kuat. bersama dengan api yang menyala, lantai di bawah kaki nenek berubah menjadi hijau dan tanaman merambat mulai tumbuh. tidak ada pilihan lain bagi kami selain mundur dan melihat nenek dari jauh.
banyak tanaman merambat hijau berduri yang mulai terpintal menjadi lebih tebal, setebal paha ora dewasa, dan langsung mengarah ke ruang kosong, tapi pintalan tanaman itu langsung terpotong dan tersebar ke berbagai tempat karena pengaruh kekacauan ruang, dan mulai menua ataupun menjadi tunas karena pengaruh waktu.
meskipun begitu, tanaman yang terpotong tadi mulai bertunas lagi dengan sangat cepat. bukan hanya pangkal tanaman, tapi setiap potongannya juga menumbuhkan tunas menjadi tanaman merambat lagi. melihat dari jauh, tanaman itu terus terpotong dan terus bertunas seperti tidak ada habisnya.
setiap tanaman yang terpotong, akan menumbuhkan dua atau lebih tunas, sehingga tanaman itu mulai memenuhi ruang menjadi tanaman hijau. tapi tiba-tiba, riak ungu kembali menyebar dan mencegah semua tanaman yang akan terhubung. hanya jarak beberapa cm, setiap tunas itu seperti melalui jarak yang sangat jauh sehingga tidak dapat menjangkau satu sama lain. apakah ini adalah pelipatan ruang?. jarak yang terlihat hanya beberapa cm mungkin sebenarnya berjarak beberapa km atau bahkan lebih.
aku melihat keringat dingin menetes dari dahi nenek, tapi nenek terus mengeratkan gigi dan menyalurkan mananya secara terus menerus. jika di dunia luar mungkin tanaman yang telah di keluarkan nenek dapat memenuhi satu kota sedang, tapi di sini, tanaman nenek hanya seperti setetes air di lautan.
Felmina:"nenek...!!"
Ilma:"Yang Mulia...!!"
"Yang Mulia...!!"
nenek mulai mengeluarkan darah dari pori-pori kulitnya. darah itu seperti menggantikan keringat dan menetes membasahi pakaiannya dengan warna merah tua. aku tahu keadaan ini. ini seperti yang pernah di jelaskan oleh kakak. ini adalah keadaan seseorang langsung menyerap mana dari sekitar dan langsung menggunakannya dengan kasar. karena mana terlalu kasar dan keras Mana Vessel tidak mampu menampung mana tersebut, sehingga Mana Vessel akan pecah, dan terjadi kondisi seperti nenek saat ini.
bukan hanya aku, tapi karena Ilma juga di latih di bawah bimbingan kakak, jadi Ilma juga pasti menyadari kondisi nenek saat ini.
Felmina:"nenek berhenti. jika nenek melanjutkannya, nenek tidak akan bisa menggunakan sihir lagi di masa depan...!!."
seperti tidak mendengar perkataanku sama sekali, nenek terus mengeratkan gigi dengan keras kepala. darah mulai meluap dari sudut bibirnya dan matanya.
tiba-tiba, wajah nenek yang penuh darah memperlihatkan kebahagiaan yang luar biasa. nenek dengan semangat berteriak...
Trainee:"berhasil...!!"
mendengar apa yang nenek katakan, kami semua mengalihkan pandangan ke arah ruang angkasa. aku melihat sebuah sulur tanaman yang setebal lengan orang dewasa mulai mendekati kakak. saat ujung dari tanaman itu menyentuh film tipis yang membatasi kakak, dan menyentuh tubuhnya, tiba-tiba aliran hijau dari tanaman itu mulai di serap oleh tubuh kakak. seluruh sulur yang ada mulai memancarkan cahaya hijau yang mengalir ke arah kakak dengan cepat.
Trainee:"ugh... ini. seluruh vitalitas tanamannya di serap oleh Filia...!"
nenek memuntahkan darah dengan wajah yang sangat pucat, tapi nenek masih memiliki senyum di wajahnya. api hijau di tubuhnya mulai membakar lebih hebat, dan aliran vitalitas yang kuat terus di curahkan ke tanaman itu di serap oleh kakak.
dengan melakukan itu, nenek seperti kehilangan seluruh tenaganya. nenek berlutut di lantai yang menghijau dengan tubuh yang terlihat lemah. nafasnya kasar, tapi nenek terus berusaha untuk mempertahankan sihirnya meskipun keadaannya sudah sangat buruk.
Trainee:"aku... tidak_"
sebelum kata-kata itu selesai, nenek terjatuh dan tidak sadarkan diri di lantai. api yang di tubuhnya padam, dan tanamannya mulai mengering dengan cepat. pada akhirnya seluruh tanaman yang ada di ruang itu menjadi abu dan tersebar di kehampaan. seluruh proses hanya memakan waktu kurang dari 30 detik yang sangat cepat.
Felmina:"Nenek.. apa nenek baik-baik saja!?... hiks... hiks..."
tanpa banyak berfikir, kami semua mencoba membantu nenek, tapi saat aku menyentuhnya, tubuhnya terasa dingin dan nafasnya sangat lemah. aku benar-benar tidak tahu apa yang bisa aku lakukan. mungkin jika kakak, dia akan bisa melakukan sesuatu.
Trak...!!
sebuah suara detakan jarum jam yang lebih dari jarum jam yang sebelumnya tiba-tiba bergema dari ruang yang kosong. kami semua melihat ke arah suara itu, dan mendapati bahwa jarum jam yang tadinya menunjuk waktu 12:59 sekarang waktu menunjukkan pukul 01:00.
setelah jarum jam menunjukkan jam satu tepat, riak emas dan ungu bercampur menjadi satu, membentuk sebuah lubang hitam dengan kakak sebagai pusatnya. ruang hampa yang penuh bintang terlihat berputar dan terhisap ke arah kakak berada. karena angin yang keras, aku menutup mata dan mengalihkan pandanganku dari posisi kakak berada.
aku membuka mataku, dan aku melihat bahwa ruangan kakak kembali menjadi normal seperti tidak ada yang terjadi. hanya saja kakak masih berlutut di lantai dengan darah yang masih menetes dari sudut matanya, seakan-akan darah itu menggantikan air mata. nafasnya kasar dan sia terengah-engah, keringat membasahi tubuhnya, bahkan rambutnya yang panjang dan indah telah lengket oleh keringat.
semua orang langsung menghampiri kakak, terutama Ilma yang berlari paling cepat. aku juga ingin segera berlari, tapi aku tidak bisa meninggalkan nenek yang sedang tidak sadarkan diri. entah kapan, sudah ada banyak pelayan yang naik ke lantai dua dan masih terus bertambah. mereka dengan sigap langsung membantu nenek dan kakak.
karena kondisi kakak dan nenek yang buruk, Sebas memberikan perintah supaya nenek di baringkan di ranjang kakak. awalnya para pelayan ingin membantu kakak berbaring di ranjang bersama nenek, tapi kakak memberikan isyarat dengan tangannya untuk membiarkannya duduk di tempat tidur.
huh...!!
setelah beberapa waktu berlalu, terdengar helaan nafas yang lembut dari kakak. dia perlahan mengangkat kepalanya dan melihat semua orang yang ada di ruangan ini.
Filia:"terima kasih banyak. maaf telah merepotkan kalian lagi"
kakak mengatakan itu dengan senyum lembut dan penuh permintaan maaf di wajahnya.
Ilma:"Putri..!!"
Felmina:"kakak...!!"
aku langsung memeluknya. aku bersyukur karena kakak baik-baik saja, sekaligus aku juga merasa lega. dengan kakak baik-baik saja, maka masih ada harapan dengan kondisi nenek. meskipun aku tidak tahu seberapa parah nenek, tapi melihat dari kondisinya saat ini, aku yakin bahwa keadaannya jauh dari kata baik.
aku merasakan tangan hangat yang membelai kepalaku. saat aku mengangkat kepala, aku melihat kakak yang penuh senyum. meskipun masih ada bekas darah samar di wajahnya, tapi senyumnya terlihat lembut seperti orang tidak pernah mengalami kejadian menakutkan sebelumnya.
kakak berdiri perlahan dan mengalihkan perhatiannya ke nenek yang sedang berbaring lemah di tempat tidur. aku tahu apa yang akan kakak lakukan, jadi aku melepaskan pelukanku dan membiarkan kakak berdiri menghampiri nenek di sisi lain.
kakak berhenti di samping nenek dan menghela nafas dengan sedih dan menyesal. kakak meraih tangan nenek yang pucat dan dingin, lalu sebutir air mata mulai menetes dari matanya.
Filia:"vitalitasnya sangat tipis dan luka internalnya sangat parah. perlu waktu lama untuk pulih kembali. nenek... maaf aku melukaimu lagi... maaf..!"
semua orang di ruangan ini diam. hanya sesekali suara terisak lembut dan hidung masam yang terdengar.
kakak...
kakak menghirup nafas dengan kasar, lalu perlahan mengeluarkan sebuah botol kaca dengan cairan merah darah di dalamnya. aku pernah melihat potion itu. itu adalah potion yang diminum oleh kakak sewaktu kakak terluka beberapa hari yang lalu.
saat penyumbat botol kaca itu di buka, aliran aroma yang menyegarkan seperti sebelumnya langsung menyebar dengan gila di seluruh ruangan. perlahan, kakak memiringkan botol itu ke bibir nenek yang pucat pasi. terlihat otot trakea nenek yang berkontraksi saat cairan itu mengalir di tenggorokannya.
selang beberapa detik, api hijau naik dari tubuh nenek. api itu menjadi semakin tebal dan tebal. kulit nenek yang semula pucat, kini mulai mendapatkan kembali warnanya secara perlahan.
saat itulah kejadian yang tidak di duga terjadi. tiba-tiba angin bertiup di dalam ruangan. api yang ada di tubuh nenek mulai bergoyang dengan kuat. udara dingin dari luar langsung masuk ke dalam ruangan karena jendela yang terbuka secara tiba-tiba.
Ilma:"mana yang padat..."
Ilma mengatakan itu. aku kemudian menyadari bahwa angin ini adalah manifestasi dari mana yang berkumpul dari segala arah dengan cepat. itu wajar jika Ilma lebih menyadari daripada aku. itu karena aku kurang peka terhadap mana, itulah kenapa aku menjadi pengguna pedang, bukannya penyihir. setidaknya itu yang di katakan kakak.
yang lebih aku perhatikan adalah raut wajah kakak yang luar biasa. kebahagiaan dan keterkejutan terlihat jelas di wajahnya.
kakak segera mengeluarkan berbagai hal entah dari mana. pertama, kakak mengeluarkan delapan kristal hijau seukuran telapak tangan orang dewasa, dan satu kristal zamrud yang dua kali lebih besar dari kristal hijau sebelumnya. kemudian kakak mengeluarkan sebuah wadah berbentuk trofi yang seperti terbuat dari kaca biru muda transparan yang tingginya sekitar 50cm. di permukaan wadah itu memiliki ukiran naga dari legenda barat dan ukiran prasasti lainnya yang sangat rumit. selain ukiran prasasti, di beberapa bagian permukaannya juga terdapat berbagai karakter rune yang di ukir dengan tinta emas. dari permukaannya yang transparan, aku bisa melihat isi di dalamnya. di dalamnya terdapat cairan merah gelap kental seperti cairan darah.
selain itu, kakak segera mengambil sebuah kuas yang berwarna putih murni dengan kilau perak. di bagian gagang kuas itu juga di ukir dengan berbagai karakter rune yang sangat rumit.
Filia:"menyingkir...!"
mendengar kakak, tidak ada yang berani menentang. semuanya segera menyingkir dari sekitar ranjang dan memperhatikan kakak dari pinggir ruangan. melihat semua orang menyingkir, kakak membuka tutup wadah itu. seketika, tekanan yang mengerikan segera menghantam kami. pelayang yang tidak mampu menahan tekanan itu langsung berlutut di lantai.
bayangan kepala naga yang ganas segera mengembun di atas wadah itu, tapi kakak segera melambaikan tangannya dan bayangan ilusif naga itu juga menghilang seperti kabut.
kakak langsung mencelupkan ujung kuas itu ke cairan merah itu, dan segera mengoleskannya di lantai. kakak menggambar lingkaran besar dengan ranjang sebagai pusatnya. lingkaran itu terdiri dari beberapa lapisan. di bagian tengahnya terdapat sebuah gambar bintang delapan sudut. di dalam lingkaran, kakak juga mengukir berbagai karakter rune yang rumit dan rapi.
delapan kristal hijau itu di letakkan di setiap sudut bintang dan kristal zamrud itu melayang di atas tubuh nenek.
kakak menutup mata dan mulai melantunkan sebuah mantra yang belum pernah aku dengar.
"menghancurkan tulang dan daging, mengorbankan diri demi sesuatu yang lebih berharga. kebahagiaan dan kehancuran hanyalah sebuah kata bagi mereka yang percaya, kematian dan kehidupan hanyalah ujian yang di berikan oleh sang kuasa. kuatkan jiwa demi menembus alam para dewa, formasi delapan samsara... BENTUK...!!"
setelah mantra panjang yang di bacakan oleh kakak berakhir, lingkaran sihir yang di gambar menggunakan darah itu mulai bercahaya bersama dengan ke sembilan kristal. darah itu tidak bercahaya merah, tapi bercahaya hijau dan penuh kehidupan.
delapan permata hijau itu tiba-tiba mengeluarkan tanaman merambat hijau subur dan menjalar untuk melilit tubuh nenek di tempat tidur. perlahan, tubuh nenek terbungkus oleh tanaman merambat hijau yang berkilau itu menjadi seperti sebuah kepompong. saat kepompong hijau terbentuk sepenuhnya, kristal zamrud yang melayang di atas nenek langsung mengeluarkan aura hijau dan mengalir ke arah kepompong. api hijau langsung naik di atas kepompong saat menerima aura hijau dari kristal zamrud itu, seperti api yang terkena bahan bakar.
Filia:"sekarang kita hanya bisa menunggu..."
(akhir dari chapter ini)
selamat menunaikan ibadah puasa bagi mereka yang menjalankan...see you next time;)