
Dalam sekali flash, pemandangan di depanku telah berubah drastis. Tiba-tiba aku sudah duduk di sebuah kursi singgasana perak emas yang memiliki sandaran tinggi dengan ukiran burung Phoenix perak bermotif emas.
Terdapat empat singgasana lain, dengan dua di samping kiri dan dua di samping kanan. Ke empat singgasana itu memiliki ukuran yang sama, tapi dengan bentuk, warna, dan ukiran yang berbeda. Masing-masing singgasana mewakili satu dari lima member guild.
Perlu aku sebutkan. Di istana bulan ini terdapat enam ruang takhta yang berbeda. Lima ruang takhta adalah ruang takhta pribadi milik para member, dan satu merupakan ruang takhta guild yang langsung di tempati oleh kelima member.
Lima ruang takhta pribadi berawal dari perbedaan pendapat tentang dekorasi, jadi kami memutuskan untuk membuat ruang takhta masing-masing. Meskipun demikian, kami tahu bahwa akan selalu ada pertemuan dengan anggota dari guild lain atau pemain lain yang datang berkunjung. Alhasil, kami membuat ruang takhta ke enam dimana semua member berada dan akan bertemu dengan para tamu.
Terlalu berlebihan?. Tidak, tidak. Kami menyambut tamu yang datang dengan megah yang tidak berbeda dengan raja-raja dan kaisar kuno karena kami ingin menunjukkan dominasi kami kepada para tamu dan menuntut rasa hormat dari mereka.
Bukan hanya kami, tapi hampir semua guild besar akan melakukannya. Itu karena tamu yang datang bukanlah orang biasa. Tamu yang datang bisanya mereka adalah orang-orang dari perusahaan besar yang menawarkan kontrak kerja sama atau menawari iklan dengan biaya yang besar, jadi kami harus menunjukkan kelebihan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.
Di hadapanku ada lima NPC yang di selimuti oleh cahaya dan hanya menunjukkan siluet. Salah satu dari lima NPC ini adalah Selene yang di selimuti oleh cahaya putih bulan. Semua, lima NPC itu adalah perempuan yang merupakan bawahan dari lima member guild.
Sebenarnya masih ada banyak lagi NPC yang kuat di Moon Palace, tapi mereka hanya setingkat Arcne dan Upirina.
"Selamat datang, Yang Mulia."
Mereka berlima menyambutku secara bersamaan sambil berlutut dan menundukkan kepala. Aku tidak mengira bahwa «Five Generals» akan muncul di ruang takhta.
Filia:"Aku tidak menduga bahwa kalian berlima akan berkumpul bersama."
Selene:"Saya sengaja membangunkan empat saudari yang lain untuk melakukan persiapan, Yang Mulia. Saya ingin mengantisipasi seandainya musuh yang kuat di balik bayangan akan muncul dan membahayakan keselamatan Anda. Saya harap Yang Mulia dapat memaafkan kelancangan hamba."
Filia:"Aku mengerti."
Aku memandang empat lainnya dan berbicara dengan mereka.
Filia:"Maaf karena memberi perintah seenaknya pada kalian. Tapi, aku berharap kalian dapat bersiap untuk menghadapi musuh yang dapat membahayakan Moon Palace."
Bagaimanapun mereka adalah NPC di bawah perintah dari empat saudariku yang lain, jadi aku merasa sedikit tidak enak karena memberi perintah seenaknya kepada mereka.
(Saudari di sini bukanlah hubungan kerabat, tapi panggilan saudari untuk sahabat dekat yang selayaknya saudara sendiri.)
"Tolong jangan meminta maaf, Yang Mulia. Ini adalah tugas kami untuk mengikuti perintah dari lima ratu agung. Kami merasa sangat terhormat karena bisa menjalankan perintah dari anda, Yang Mulia."
"Itu benar, Yang Mulia. Dari kelima ratu agung, hanya Andalah yang bersedia kembali kepada kami. Jadi, saya mohon untuk di izinkan mengabdi kepada Anda, Yang Mulia."
Ke empat NPC yang lain mulai berbicara secara bergantian. Yah, mengingat itu, aku tidak tahu sudah berapa lama semenjak saat itu. Apakah semenjak aku memanggil Moon Palace ke dunia ini, atau memang sejak awal Moon Palace sudah di tinggalkan.
Lagi pula, masa saat dunia ini masih game dan saat ini, terpisah oleh jarak waktu yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, aku menemukan banyak peninggalan dari Alterion yang sudah terkubur dalam tanah dan sisa-sisa kehancuran masa lalu.
Mungkin Moon Palace masih tersisa hingga saat ini karena Moon Palace sendiri tersimpan dalam dimensi saku yang berbeda dengan dunia utama, jadi tidak terpengaruh oleh perubahan dari benua utama.
Memikirkan hal itu, aku jadi mulai menebak bahwa masih ada beberapa pulau terbang lain milik para pemain di dimensi saku yang tersisa. Tapi, dimensi saku tempat penyimpanan pulau terbang hanya bisa di akses oleh pemiliknya, jadi meskipun memang mungkin ada beberapa yang tersisa, aku tetap tidak bisa mengambilnya.
"Selain itu, ini adalah perintah terakhir yang di berikan oleh para penguasa."
Saat kata-kata itu berakhir, salah satu NPC yang berlutut memancarkan cahaya biru terang. Seketika, pemandangan di ruangan ini berubah. Empat kursi di samping kanan dan kiri ku yang awalnya kosong, tiba-tiba di tempati oleh empat orang lain.
Dari bagian singgasana paling kanan, duduk seorang wanita cantik berusia sekitar 17-18 tahun. Wanita itu duduk dengan menyilangkan kaki kanan di atas kaki kirinya. Postur sangat mencerminkan seorang wanita heroik dengan armor berwarna hijau kombinasi merah.
Armornya berupa armor ringan ketat dan terbuka, sehingga menunjukkan beberapa bagian kulitnya yang putih, dan kakinya yang panjang. Wanita itu memiliki rambut panjang yang berwarna merah berapi-api dan sentuhan warna hijau di ujungnya.
Wanita itu juga memiliki mata heterokromatik yang indah dengan sebelah kanan berwarna merah delima, sementara sebelah kiri berwarna hijau zamrud. Matanya tegas dan percaya diri seperti jenderal perang.
Dia adalah salah satu member guild pertama yang aku temukan. Dia menggunakan nickname:«Zaqqum».
(untuk mengetahui profil dari para member yang lebih lengkap, nanti akan ada chapter tambahan.)
Zaqqum:"Kami akan pergi dan meninggalkan kalian di sini. Meskipun kalian hanyalah NPC, tapi kami sudah menganggap kalian sebagai teman."
"Yang Mulia, kemana anda akan pergi?."
Zaqqum:"Ketempat yang jauh. Dunia yang berbeda dari dunia ini."
"Tidak bisakah kami mengikuti anda, Yang Mulia. Kami ingin selalu mengabdi kepada kelima ratu agung."
Zaqqum:"Tidak. Dunia itu bukan tempat kalian berada."
Proyeksi Sister Aqqu berhenti berbicara sampai di sini. Aku dapat melihat ekspresi kehilangan dan keengganan di wajahnya. Setelah mengatakan itu, sister Aqqu hanya duduk sambil bersandar di sandaran kursi. Matanya berkilat sedih dan bahagia, seakan melihat ke masa lalu yang jauh, mengingat kembali kenangan yang telah hilang.
Di singgasana sebelahnya, ada lagi seorang gadis bertubuh mungil yang seluruh tubuhnya di balut oleh jubah penyihir hitam dengan corak ungu. Terdapat lambang tengkorak bertanduk di jubahnya. Dia memiliki wajah melon yang menggemaskan dan penuh kebaikan. Dia terlihat sangat muda dengan tinggi badan tidak lebih dari 1,58m. Meskipun dia terlihat seperti gadis Sekolah menengah, dia sebenarnya adalah seorang mahasiswa tahun pertama. Usianya sudah menginjak 19 tahun yang merupakan member tertua di guild.
Dia terlihat seperti gadis baik yang tidak berbahaya bagi siapapun. Tapi sebenarnya, dia memiliki obsesi yang aneh terhadap Undead. Selain itu, kepribadiannya juga lebih mengarah ke seorang yang kejam. Hal itu di sebabkan karena dia pernah mengalami penculikan dan di siksa saat masih kecil oleh lawan politik ayahnya. Setelah itu, dia mengalami gangguan mental yang membuatnya menjadi memiliki kepribadian yang kejam. Tantu saja kekejaman itu hanya untuk musuh-musuhnya dan orang-orang yang dia anggap tidak baik.
Selain itu, dia selalu memasang wajah senyum murah hati yang menjadi topeng untuknya. Hanya beberapa kali kami melihatnya tersenyum tulus. Meskipun demikian, dia juga orang yang sangat baik kepada teman-teman yang baik kepadanya.
Hel:"Kalian telah melakukan tugas dengan baik selama ini. Mungkin, jika dia masih ada di sini, itulah yang akan dia katakan. huh... Lupakan saja, dia sudah pergi ke tempat yang indah."
Sister Hel berhenti sebentar dan menghela nafas. Setelah dia menarik dan menghembuskan nafas panjang, dia kembali melanjutkan.
Hel:"Kami akan pergi. Jika suatu saat ada kesempatan, mungkin salah satu dari kami akan kembali kepada kalian. Maka dari itu, kami akan menyerahkan kunci gudang guild kepada kalian. Jagalah kunci-kunci itu hingga kami atau salah satu dari kami kembali untuk mengambilnya."
Setelah kata-kata Sister Hel berakhir, proyeksi di ruangan ini juga berakhir. Ruangan segera kembali seperti semula dan hanya aku yang duduk di singgasana. Setelah melihat itu, suasana hatiku jadi tidak nyaman. Ada sedih, gelisah, bersyukur, kerinduan, dan terharu. Siapa yang sangka bahwa mereka masih akan mengingatku setelah kematian ku.
Mereka adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki selama ini.
"Yang Mulia!."
Pikiranku terbuyarkan oleh panggilan lembut dari salah satu Jenderal yang berlutut di hadapanku. Aku berusaha untuk menekan gejolak perasaan di hatiku dan melihat mereka.
Mereka berempat selain Selene, mereka mengulurkan kedua tangan mereka ke depan sambil berlutut. Di tangan mereka, tiba-tiba muncul kilatan cahaya berbagai warna. Setelah kilatan cahaya itu menghilang, di tangan mereka muncul logam berbagai macam bentuk segitiga.
Dilihat dari pola di atasnya, keempat potongan berbentuk segitiga itu, dapat di satukan dengan kunci segitiga yang saat ini berada di tanganku menjadi satu bentuk. Dan memang begitu kenyataannya. Kelima bentuk segitiga itu bisa di gabungkan membentuk segi lima.
Setiap potongan dapat di gunakan untuk membuka salah satu gudang pribadi yang cocok, dan jika di gabungkan menjadi bentuk segi lima, itu akan berubah menjadi kunci dan membuka gudang utama guild.
Bukan hanya ruang takhta yang memiliki enam, tapi gudang juga memiliki enam. Lima gudang pribadi adalah tempat penyimpanan barang-barang koleksi pribadi dari kelima member guild. Menurut standar biasa, satu gudang akan di bagi menjadi tiga tingkat, yakni: Tingkat rendah, tingkat menengah, dan tingkat tinggi. Tapi itupun tergantung dari bagaimana pemilik gudang akan mengaturnya.
Dan untuk gudang utama guild, itu adalah gudang yang kami buat yang berisi berbagai macam item yang kami dapatkan bersama. Tentu saja karena itu adalah gudang utama guild, sebagian besar item paling berharga di simpan di dalamnya. Selain item, di dalamnya juga tersimpan berbagai material berharga dan benda kenangan.
Selene:"Ini adalah empat dari lima kunci yang di percayakan kepada kami oleh para penguasa. Sekarang, karena Yang Mulia kembali, maka keempat kunci ini adalah milik anda, Yang Mulia!."
Keempat potongan di tangan mereka melayang dan berhenti di hadapanku. Aku mengulurkan tangan untuk mengambil keempat potongan itu lalu menyimpannya di storage. Dengan dapat membuka seluruh gudang, aku dapat menggunakan semua item dan material yang ada di dalamnya.
Jika ada musuh kuat lain di masa depan, sepertinya aku akan kurang khawatir dengan hal itu. Aku mengangguk kepada mereka dengan sangat serius. Ini adalah benda yang di percayakan oleh sahabatku, aku tidak mungkin menolaknya. Aku tidak tahu apakah mereka juga akan terlahir kembali di dunia ini atau tidak. Jika memang mereka terlahir kembali, aku bisa mengembalikannya kepada mereka saat aku bertemu.
Selain itu, para NPC ini sekarang adalah kehidupan yang nyata dan percaya kepadaku juga. Tidak mungkin bagiku untuk mengecewakan mereka.
Filia:"Aku akan menerima kesetiaan kalian."
"Terima kasih, Yang Mulia...!"
Aku mengangguk dengan mereka.
Filia:"Selene, ceritakan rencana selanjutnya dan kondisi kita saat ini!."
Selene menceritakan rencana yang pernah aku katakan sebelumnya.
Langkah pertama: Menyalakan lilin, artinya kami akan membuat pangeran dari kekaisaran Xuan Ming menyerang kami. Untuk melakukan itu, kami perlu membuat kesombongan Phirios yang bodoh itu menjulang dan membuatnya mendambakan harta kami.
Langkah kedua: Ngengat terbang ke api, Phirios akan membawa pasukannya menyerang kami dan kami akan memusnahkan mereka. Ini sama seperti seekor ngengat yang terbang ke api dan membakar diri.
Langkah ke tiga: Semakin terang cahaya, semakin gelap bayangan. Kami akan berjalan di cahaya dan menyembunyikan kegelapan, membuat kerajaan Xuan Ming menjadi cahaya.
ungkapan ketiga akan membuat kami menyerang kerajaan Xuan Ming dan menguasai, tapi biarkan dunia melihat kami sebagai pihak yang benar.
Cahaya: Pangeran Phirios akan menyerang kami sehingga kami tidak bersalah atas serangan balasan dan menaklukan kekaisaran Xuan Ming. Dengan begitu, kerajaan lain tidak akan menyalahkan kami dan tidak akan mengambil resiko untuk menentang kami dengan mudah. Selain itu, karena kami adalah pihak yang benar, kami akan mendapat kritik publik yang lebih sedikit.
Meskipun demikian, jika negara lain melihat negara yang tiba-tiba muncul dan memiliki kekuatan militer yang kuat, mereka mungkin akan membentuk aliansi untuk menghadapi kami. Mirip dengan sejarah perang dunia pada masa lalu. Karena negara adidaya yang lama melihat Jerman yang kala itu tergolong sebagai sebuah negara yang di anggap baru, tapi dengan kekuatan militer yang kuat, hingga mampu menaklukan negara-negara di sekitarnya. Hal itu menyebabkan negara-negara adikuasa lama itu menjadi merasa terancam hingga akhirnya mereka membentuk sekutu untuk berperang melawan Jerman.
Aku ingin sebisa mungkin menghindari hal itu, jadi kekaisaran Xuan Ming sangat penting untuk menjadi pembenaran atas penyerangan kami.
Bayangan: Kami akan secara rahasia melakukan penyelidikan dan pengawasan terhadap berbagai negara dan kekuatan-kekuatan tersembunyi untuk mempersiapkan dominasi kami di dunia ini. Hingga waktunya tepat untuk menyatakan perang, kami akan mencoba sebisa mungkin untuk bertindak Low-Peofile.
Tentu saja aku tidak akan senaif itu untuk percaya bahwa cara ini akan berhasil sepenuhnya. Tapi setidaknya, itu akan memberi kami waktu untuk mempersiapkan diri dan menstabilkan posisi kami di kekaisaran Xuan Ming.
Namun, jika negara-negara itu ingin berkomplot menyerang kami, kami juga tidak akan memberikan kelembutan kepada mereka.
"Lalu, saat ini rencana Yang Mulia sampai pada tahap ke dua. Setelah ini apakah kita akan langsung melancarkan serangan kepada mereka, Yang Mulia?."
Filia:"Tidak perlu terburu-buru. Biarkan pasukan mereka menyerang terlebih dahulu, lalu kita akan menyerang balik mereka setelah pasukan kekaisaran Xuan Ming dilenyapkan. Selain itu, kita juga bisa mengambil kesempatan ini untuk memaksa Dragonis Kingdom menyerah secepatnya."
Meskipun putri Aneria berjanji untuk segera menyerah, tapi aku tahu bahwa banyak penatua dan para bangsawan yang menolak penyerahan itu dan memilih untuk melawan. Karena itu, anggap saja ini sebagai kebaikanku untuk membantu putri Aneria.
Filia:"Segera ambil persiapan perang penuh dan kita tunggu waktu yang tepat. Waktu itu..... Akan segera datang."
"Baik, Yang Mulia.....!!"
(Akhir dari chapter ini)
Aku tidak bisa update akhir-akhir ini karena menderita sakit tipes dan sedang mengalami perawatan. Aku rasa ini sudah satu Minggu sejak aku di rawat. Aku akan update lagi setelah kondisiku lebih baik. Maafkan aku dan sabarlah menunggu update selanjutnya.