
Lidia:"maaf tuan, tolong jangan membuat keributan, disini sedang ada pembicaraan penting..!"
nona Lidia nampak sangat tidak puas dengan kedatangan tiba-tiba bangsawan ini.
"b, berani kamu mempertanyakan seorang bangsawan"
aku sedikit terkejut dengan kedatangan tamu yang tak diundang ini. ya, meskipun ini bukan pembicaraan penting, tapi sangat tidak sopan menerobos saat ada pembicaraan pribadi, terutama di ruang VIP. aku tidak tahu apakah dia terlalu sombong atau terlalu bodoh.
nenek yang duduk di sampingku juga memiliki ekspresi yang berubah menjadi gelap dan menakutkan setelah mendengar jawaban sombong dari pria kurus pengikut bangsawan itu. nenek benar-benar marah, kan?. aku memegang tangan nenek yang siap untuk merapalkan mantra sihir. oh nenek, jika nenek melakukannya di sini, akan terjadi masalah besar. terutama lawan kita adalah bangsawan.
bukannya aku takut terhadap bangsawan, secara logis posisi bangsawan ku lebih tinggi daripada yang lain, tapi jika nenek yang seorang bangsawan dari negara lain melakukan penyerangan terhadap bangsawan setempat, itu bisa di artikan sebagai pernyataan berperang, jadi sebaiknya aku menghentikan nenek sebelum hal yang lebih merepotkan terjadi.
nenek menatapku dan aku membalas tatapannya dengan senyuman. serahkan semua ini padaku nenek. seperti memahami makna dari senyumanku, ekspresi nenek yang berubah gelap telah kembali tenang. nenek tersenyum tipis dan kembali menyesap tehnya.
"putri, tolong tetap di belakang"
salah satu dari ke empat kesatria itu berteriak dengan panik saat aku berjalan melewati mereka. mungkin mereka khawatir jika bangsawan itu melakukan sesuatu yang dapat merugikan ku.
Filia:"tidak apa-apa, turunkan senjata kalian"
"t, tapi..."
Filia:"tidak apa-apa"
karena aku berhasil menyakinkan mereka, para kesatria langsung menyarungkan kembali pedang mereka. meskipun mungkin mereka sudah yakin, tapi mereka masih memasang wajah mengintimidasi terhadap bangsawan itu.
Filia:"jika saya boleh tahu, siapa tuan ini?"
"apa kamu bodoh?, kamu tidak mengetahui Baron Durkis?"
bukan bangsawan itu yang menjawab, tapi pengikut kurus yang dari tadi bertingkah sombong dan menyebalkan. apakah kamu yang seorang bangsawan?
Filia:"oh, mungkinkah tuan ini adalah Baron Durkis?"
"a, apa?, t, tidak. saya adalah pengikut Baron Durkis. nama saya_"
Filia:"aku tidak memerlukan nama seekor anjing. kamu hanya seorang pengikut dan bersikap sangat sombong di hadapanku?"
aku benar-benar membenci sikap orang ini sejak awal. saat aku melihat sikapnya yang arogan dan ekspresi wajahnya yang sombong, jika aku tidak mengingat identitasku sebagai seorang bangsawan, aku benar-benar ingin memukulnya sesekali.
pengikut itu tampak sangat terkejut dan membuka mulutnya lebar-lebar. setelah beberapa saat, orang itu tampak marah dan berteriak ke arahku. dengan air liur yang muncrat kemana-mana. jika tidak ada Barrier tipis yang melindungi ku, aku yakin aku akan basah dengan air liurnya.
"a, apa!!!. beraninya seorang pedagang rendahan sepertimu bersikap tidak hormat kepadaku. apa kamu mau kehilangan kepalamu?!"
pedagang?, apa orang itu tidak mengenali lambang keluarga Rosefield yang di ukir di baju kesatria itu?. tidak mungkin ada orang di negeri ini yang tidak mengenal House of Rosefield. kecuali....
Filia:"tangkap dan lumpuhkan dia!"
"baik!!"
tanpa pikir panjang, aku langsung memerintahkan kesatria, untuk segera menangkap orang itu. para kesatria yang sudah tidak sabar dari tadi, langsung bertindak dengan cepat. sebelum pengikut itu bereaksi, dia sudah di jatuhkan ke lantai dan tangannya di tahan ke belakang.
"a, apa kamu tahu siapa aku?, aku punya saudara yang bekerja sebagai kesatria keluarga Rosefield. apa kamu pedagang rendahan masih berani menyentuhku?"
Filia:"apa aku peduli"
aku mengalihkan pandanganku ke bangsawan gemuk itu. saat aku melihatnya, aku juga menggunakan aura intimidasi dan aura beku level rendah. seketika udara di dalam ruangan turun dengan cepat dan lapisan es tipis terbentuk di lantai dan dinding.
menghadapi aura intimidasi yang aku keluarkan, bangsawan itu langsung berlutut dengan wajah biru dan keringat yang mengalir deras. aku juga mencium aroma sesuatu yang sudah aku kenal. aromanya sangat samar, tapi denganku yang sudah berada di Alterion selama bertahun-tahun, aku bisa mengenali aroma ini di manapun.
Filia:"orang dengan nama keluarga Durkis, aku tidak tahu apakah kamu bodoh atau terlalu sombong, tapi perbuatanmu tidak bisa di maafkan"
Durkis:"p, putri Rosefield, s, saya tidak bersalah dalam hal ini. ini semua adalah tindakan bawahan yang bertindak seenaknya. t, tolong ampuni nyawa anjing ini"
sepertinya dia lebih cerdas daripada pengikutnya yang bodoh, tapi sikapnya yang berani mengorbankan rekan demi keselamatannya sendiri adalah sampah diantara para sampah. inilah salah satu sikap kotor para bangsawan, mereka rela mengorbankan apapun demi keuntungan pribadi. dasar makhluk menjijikkan.
Durkis:"t, tidak. i, itu_"
Filia:"cukup!!. aku tidak mau mendengar ocehanmu yang tidak penting. lagi pula kamu bukan cuma akan di hukum karena masalah itu, tapi..."
Bang...!!
tanpa menyelesaikan kata-kataku, aku berjalan perlahan mendekatinya. setelah sampai di dekatnya, aku menendangnya dengan keras hingga dia terbaring tidak berdaya. aku membungkuk dan mengambil sebuah kantung kain yang di sembunyikan di bawah pakaiannya di bagian dada. menjijikkan.
Filia:"tapi karena ini. ambil...!!"
aku berdiri dan berkata kepada kesatria yang terpaku dengan bodoh, lalu menyerahkan kantung kain itu ke arahnya. kantung itu berwarna coklat dan ukurannya cukup kecil untuk di genggam anak-anak di tangannya tanpa terlihat.
"b, baik"
kesatria itu langsung kembali sadar dan dengan segera mengambil kantung kain itu dari tanganku dengan hati-hati.
Filia:"periksa!"
dengan segera, kesatria itu membuka kantung kecil itu dan wajahnya sangat terkejut. dia membeku untuk beberapa saat lalu wajahnya penuh dengan kemarahan dan kebencian saat menatap bangsawan itu.
Trainee:"apa yang ada di dalamnya?"
nenek bertanya setelah memperhatikan perubahan pada ekspresi dari kesatria itu. bukan hanya nenek, tapi semua yang ada di ruangan itu juga penasaran. kesatria itu menghembuskan nafas berusaha untuk menenangkan kembali kondisinya, lalu menjawab dengan hormat kepada nenek.
"dengan penuh hormat yang mulia, sesuatu yang ada di dalamnya adalah.... adalah Blue Dust"
"APA!!!"
teriakan serempak terdengar di ruangan itu setelah mendengar jawaban dari kesatria itu. ya, itu benar. benda yang ada di dalamnya adalah Blue Dust. meskipun kualitasnya lebih rendah daripada yang ada di Alterion, tapi ini memang Blue Dust yang di gunakan untuk membuat monster menggila.
blue dust memiliki aroma khas yang mirip seperti darah tapi bercampur dengan aroma yang lain. meskipun aroma ini samar bagi manusia, tapi aroma ini sangat kuat bagi beast. jika ada beast yang menghirup aromanya, dia akan menggila dan menyerang apapun di sekitarnya. dulu saat di Alterion, blue dust di gunakan oleh red Players untuk membunuh dan merampok Players lain. yah, aku juga kadang menggunakannya.
blue dust pertama kali di gunakan oleh salah satu dark guild untuk menjatuhkan salah satu kota NPC besar dengan menggunakan beast yang menggila. blue dust yang mereka ciptakan mampu untuk menarik dan membuat gila beast great mythic rank dengan title. great mythic dengan title adalah monster Tier empat puncak yang jauh lebih kuat dari monster great mythic biasa. akan sangat tidak mungkin bagi Player dengan Tier yang sama untuk satu lawan satu, kecuali mereka menggunakan persenjataan setidaknya beberapa potong item legendaris, jadi bisa di bayangkan betapa kuatnya mereka.
tapi, blue dust yang ini standarnya jauh lebih rendah daripada di Alterion. mungkin ini di sebabkan oleh bahannya yang tidak berkualitas atau cara pembuatan yang salah. tapi meskipun begitu, blue dust ini masih dapat menarik monster level rendah dalam jumlah besar. hal ini akan sangat membahayakan orang lain. dengan bubuk ini, sebuah desa bahkan kota berukuran sedang dapat di jatuhkan dengan pasukan beast yang menggila karena bubuk ini. karena beast yang menggila hanya akan menyerang siapapun selain kawanan itu, maka pembantaian penduduk tidak dapat di hindari.
bukan hanya itu yang membuatku marah. pemilik tubuh ini juga tewas karena blue dust, di tambah dengan laporan Eden, aku mengira bahwa dia adalah pelaku yang memperjualbelikan barang terlarang ini kepada para bandit, sehingga membuat pemilik tubuh ini mengalami kecelakaan dan kematian.
bajingan...!!. bajingan ini tidak bisa di maafkan. aku akan membunuhnya di sini dan membuat jiwa pemilik asli tenang. dan meskipun aku salah, orang ini masih bersalah untuk memperdagangkan barang terlarang yang dapat merugikan banyak orang, jadi aku akan membunuhnya.
perlahan, pedang es tajam terbentuk di tanganku. es berwarna biru itu memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang. asap putih dingin perlahan turun dari bilah es itu ke lantai karena perbedaan suhu udara dan membekukannya.
saking dinginnya, bahkan udara seakan membeku seperti di kutub. orang ini harus mati, harus mati. aku tidak bisa memaafkannya, aku harus membunuhnya. dia yang telah menyebabkan aku mati, dia yang telah membuatku menderita. dia harus mati.
aku perlahan mengangkat bilah es itu ke udara dan bersiap untuk memotong bajingan menjijikkan ini. aku harus membunuhnya.
"Berhenti...!!
saat aku mengayunkan senjata itu ke bawah dan bersiap untuk memotongnya, tiba-tiba sebuah lapisan cahaya perisai emas muncul di antara tubuh orang itu dan bilah es yang akan memotongnya. perisai cahaya itu berhasil menahan seranganku. aku ingin melihat, siapa orang yang berani menghentikan ku. aku melihat seorang laki-laki berambut pirang dengan jubah mewahnya berdiri di depan pintu dan terengah-engah. di belakangnya ada sekitar tujuh kesatria yang mengenakan baju besi emas.
Filia:"kenapa kamu menghentikan ku?"
kenapa menghentikan ku?, aku ingin membunuh bajingan ini. dia harus mati.
setelah itu tanganku yang memegang bilah es dingin itu merasa sedikit hangat. aku melihat bahwa ada sebuah tangan yang memegang tanganku. tangan itu memiliki lapisan es tipis di atasnya dan terlihat pucat karena kedinginan.
Trainee:"k, kembalikan Filia"
(akhir dari chapter ini)
maaf yang sudah menunggu update, dan terima kasih atas dukungannya.