Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 45: 4 Pasukan Kesatria



kereta terus melaju di sepanjang jalan. pemandangan kota yang ramai dan semarak membuat kota ini nampak seperti penuh dengan vitalitas. ibu kota Regulus merupakan kota terbesar di negeri ini. selain sebagai pusat pemerintahan, kota ini juga sebagai pusat Perdagangan dan pertukaran budaya dari pelancong negara asing.


pemandangan yang indah dan bangunan serta jalan-jalan yang bersih ini mirip seperti kota kuno di Eropa. aku jadi ingat kalau Aku mau mengajak Felmina jalan-jalan di kota, jadi aku meminta pada ibu untuk berkeliling kota sebelum kembali ke mansion.


kereta terus berjalan berkeliling di seluruh kota untuk melihat berbagai macam bangunan dan fungsinya masing-masing. kami juga sesekali berhenti untuk membeli sesuatu atau mencicipi makanan yang di jual di pinggir jalan.


setelah puas melihat-lihat kota, itu tepat saat lonceng ke tiga berbunyi. kami kembali melanjutkan perjalanan pulang. sepertinya Felmina sedikit lelah, dia sudah tertidur di pangkuan ibu segera setelah memasuki kereta selama beberapa saat.


sampai di gerbang bangsawan, kami di hentikan oleh kesatria yang berjaga. jika itu di gerbang masuk kota, yang menjaga adalah prajurit. posisi prajurit lebih rendah daripada kesatria. hanya tempat-tempat khusus saja yang di jaga oleh kesatria.


sebenarnya aku sedikit bingung, untuk apa para kesatria itu menghentikan kami, bukankah mereka terlalu berani.


aku melihat Sebas turun dari keretanya dan menghampiri kesatria yang menghentikan kami. setelah beberapa saat berbicara, Sebas kemudian menghampiri kami dan mengetuk pintu kereta yang aku naiki. ibu membuka pintu kereta dengan tangan kirinya.


Sebastian:"nyonya. sepertinya ada orang yang mencari anda".


Harnas:"siapa?"


Sebastian:"kesatria itu mengatakan, bahwa orang yang mencari anda mengenalkan diri sebagai 'Rogis'. apakah anda ingin menemui mereka nyonya?"


Harnas:"ya. bawa mereka kemari"


Sebastian:"baik nyonya"


tak lama kemudian Sebas kembali bersama dengan seorang wanita dan juga seorang gadis kecil dengan rambut emas. sekilas aku sudah bisa mengenali kedua orang itu. mereka adalah Aria dan bibi Rogis. bibi Rogis terlihat cantik dan heroik, layaknya seorang kesatria. nampaknya bibi Rogis sudah pulih sepenuhnya.


meskipun pakaian yang di kenakannya hanyalah kain lusuh, bibi Rogis sudah bisa menampakkan aura kesatria yang kuat. dulu bibi Rogis adalah mantan kesatria kerajaan yang terlatih dan di hormati, jadi pantas dia memiliki aura seorang kesatria.


Rogis:"hormat saya Marshal"


sesampainya di depan kereta, bibi Rogis menghadap ibu dengan sopan layaknya seorang kesatria. Aria nampaknya agak bingung dengan cara bertindak seperti ini. lagi pula dia mungkin jarang berhadapan langsung dengan seorang bangsawan. setelah kebingungannya sesaat, Aria langsung bertindak mengikuti ibunya.


Harnas:"apa kamu sudah sembuh Rogis?"


Rogis:"saya sudah sembuh Marshal. saya bisa kembali ke tugas sebagai seorang kesatria"


Harnas:"bagus. kamu ikut aku ke mansion"


Rogis:"baik Marshal"


setelah mengatakan itu, ibu kembali membuat pengaturan untuk bibi Rogis dan Aria. awalnya bibi Rogis berniat untuk berjalan kaki menuju ke mansion of Rosefield, tapi ibuku mencegahnya dan memerintahkannya untuk ikut di dalam kereta bersama Sebas, sementara Aria ikut di dalam kereta yang sama dengan ku.


bibi Rogis sangat menolak hal itu, tapi di bawah desakan ibuku, dia tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa menerima pengaturan yang di berikan oleh ibuku.


setelah semuanya beres, kami melanjutkan perjalanan ke mansion setelah banyak menunda.


Filia:"Aria. besok kamu akan mengikuti tes masuk ke akademi, kan?"


sekarang bibi Rogis sudah resmi menjadi kesatria, jadi Aria seharusnya bisa ikut mendaftar ke akademi, kan?!


Aria:"s, saya rasa belum bisa untuk tahun ini"


Filia:"kenapa?"


aku sedikit terkejut dengan jawabannya. apakah Aria tidak mau masuk ke akademi atau karena alasan yang lain?. bukankah kalau orang tuanya seorang kesatria, dia bisa langsung mengikuti tes masuk?.


Harnas:"tidak semudah itu sayang. meskipun Rogis sudah kembali bertugas, tapi dia memerlukan surat resmi. mungkin sekitar lima hari".


kalau begitu Aria akan terlambat mendaftar dan harus menunggu tahun depan?. padahal tidak banyak anak yang aku kenal. aku ingin setidaknya ada beberapa anak yang sudah aku kenal.


Filia:"apa ibu tidak bisa melakukan sesuatu?"


dengan identitasnya, pastinya ibu akan bisa melakukan sesuatu bukan?!. sepertinya aku mulai memiliki jiwa seorang bangsawan yang memanfaatkan posisinya.


aku tahu kalau ibu adalah orang yang baik, tapi aku tidak menduga bahwa ibu masih memiliki rasa tanggung jawab yang besar. ibu tidak mau menjadi seperti bangsawan sampah yang memanfaatkan posisinya demi keuntungannya sendiri.


Filia:"saya rasa ibu benar. huh... sayang sekali"


Harnas:"ibu tidak bisa melakukan apapun karena itu berada di luar lingkup kekuasaan ku, tapi aku yakin ayahmu dapat melakukan hal itu dengan mudah".


ayah?. jika ayah bisa melakukan sesuatu, maka itu akan mudah untuk di atasi. ehem.... ini tidak melanggar hukum, ini hanya sedikit mengutak-atik aturan.


perjalanan sejauh dua kilometer di tempuh tanpa terasa. setibanya kami di depan mansion, ada sekolompok kesatria yang belum pernah aku lihat. tidak, setidaknya ada empat kelompok kesatria. para kesatria itu mengenakan baju besi mewah berwarna emas dan berdiri tegak di pinggir jalan bersama dengan kudanya yang memakai zirah emas, seperti menyambut kami.


salah satu dari mereka memegang kapak besar dua tangan dan mengenakan jubah merah dengan lambang pohon emas di jubah nya. aku bisa melihat wajah kesatria itu dari jendela kereta, karena dia tidak mengenakan helm yang menutupi wajahnya seperti kesatria yang lain. mungkin dia adalah pemimpin dari salah satu pasukan kesatria ini.


dia terlihat seperti paman yang tegas dengan wajah yang serius. dia memiliki janggut abu-abu yang mirip dengan warna rambutnya. dilihat dari penampilannya, dia terlihat seperti paman yang berusia di awal empat puluh tahun. baju zirah yang di kenakannya merupakan baju zirah berat yang menyembunyikan otot-otot kekarnya.


jika di Alterion, paman ini mirip dengan penampilan seorang berserker semi tank. Player jenis ini biasanya menggunakan serangan dengan STR dan DEF yang tinggi, tapi memiliki AGL dan INT yang rendah.


sebab itu para Players yang menggunakan jobs berserker sebagai jobs utamanya akan di sebut sebagai player bar-bar. meskipun begitu, berserker termasuk jobs yang populer karena bisa menggantikan tank ataupun fighter saat dua jobs itu kosong ataupun tereliminasi di awal saat menyerang ruang boss atau dungeon.


para kesatria yang berdiri dengan rapi itu lalu menundukkan kepalanya saat kereta kuda kami lewat. aku memperhatikan ekspresi ibu yang juga terlihat bingung. apa ibu juga tidak mengetahui tentang kesatria ini?. tidak, dilihat dari ekspresinya, ibu mengetahui tentang para kesatria ini, tapi ibu sepertinya agak meragukan sesuatu.


di ujung barisan kesatria emas tadi, terdapat sebuah pasukan kesatria lain yang juga mengenakan baju besi emas. hanya saja yang ini mengenakan jubah berwarna biru dan memiliki lambang singa di belakangnya. aku mengetahui kesatria yang ini, yang ini adalah kesatria istana dari Regalia Kingdom.


sebenarnya ada empat pasukan yang saling berhadapan. selain dua pasukan tadi, ada pasukan lain yang mengenakan baju zirah hitam dengan komandannya yang mengenakan jubah merah dengan lambang naga yang tidak aku ketahui asalnya.


kemudian ada pasukan lain yang menggunakan baju zirah perak dengan Eden sebagai pemimpinya. ini merupakan kesatria keluarga Rosefield.


tampilan ibu menjadi semakin serius dan serius. sepertinya ibu sudah menebak sesuatu. sampai di depan mansion, disana terparkir tujuh kereta kuda besar yang mewah. setiap bagian belakang kereta kuda itu memiliki lambang yang berbeda-beda. aku mengenali dua dari tujuh kereta itu. satu adalah milik paman sementara yang lain adalah milik ayah.


meskipun tiga dari tujuh kereta itu tidak semewah yang lainnya, setidaknya itu tidak mungkin di miliki oleh keluarga biasa. kereta-kereta itu hanya bisa di miliki oleh keluarga bangsawan.


saat kereta kami sudah berhenti, ibu membangunkan Felmina yang sedang tidur di pangkuannya. Felmina yang baru bangun langsung di kejutkan dengan pemandangan yang dia lihat dari jendela. aku memperhatikan bahwa wajah Felmina menjadi sedikit aneh saat melihat salah satu kereta dengan lambang naga terukir di bagian belakangnya.


Felmina merapikan penampilannya dan dengan cepat mengembalikan ekspresinya semula. aku tidak tahu kalau anak seusianya begitu ekspresif.


ibu membawa kami turun dari kereta dan bergegas masuk ke dalam sambil mengacuhkan sambutan dari para kesatria dan pelayan di sepanjang jalan.


kami langsung pergi ke ruang tamu. mendekati ruang tamu, ada sekolompok pelayan yang aku tidak pernah lihat di mansion ini. selain itu pakaian mereka berbeda dengan pelayan yang bekerja di mansion of Rosefield ini. apa mereka pelayan yang di bawa oleh tamu-tamu yang datang?.


melihat kami lewat, para pelayan itu menundukkan kepalanya dengan hormat. selayaknya menghormati majikan mereka. di dalam ada dua kesatria lagi yang menjaga pintu, kali ini mereka adalah kesatria keluarga Rosefield, jadi aku agak akrab dengan mereka.


kesatria:"selamat datang nyonya"


Harnas:"apa yang terjadi?"


kesatria:"itu... yang mulia ratu tua Holy kingdom, yang mulia raja Regalia Kingdom, dan pangeran pertama dari Doranggo Empire datang berkunjung"


kesatria itu melaporkan dengan hormat. mendengar laporan dari kesatria itu, wajah ibu penuh dengan kejutan dan kebingungan. aku juga bingung, bagaimana aku merasa bahwa, mansion ini seperti menjadi tempat berkumpulnya para penguasa?!.


jika itu adalah ratu tua holy kingdom, maka itu hal yang langka, tapi memiliki alasan. holy kingdom berada di benua lain dari Regalia Kingdom. dan jika yang datang adalah ratu tua, maka memiliki alasan, karena dia juga nenek ku. mungkin nenek akan berkunjung.


sementara untuk pangeran Doranggo Empire, aku tidak tahu apa yang ingin dia lakukan. aku rasa dia tidak memiliki alasan untuk datang kemari.


aku rasa akan terjadi sesuatu lagi...


(akhir dari chapter ini)


see you next time ;)


aku butuh bantuan kalian untuk memberitahuku kalau ada pengetikan yang salah.