Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 101: Arena



entah karena aku berkeliling dengan pangeran Elion atau apa, tapi di sepanjang perjalanan aku menuai banyak perhatian dari anak-anak yang lewat. awalnya aku ingin melanjutkan perjalanan berkeliling ini dengan putri Sophia, tapi putri Sophia memiliki sesuatu yang harus dilakukan di tempat penelitian sihir. aku baru tahu bahwa putri Sophia akan bergabung dengan kelompok penelitian sihir, jadi tadi sepertinya aku merepotkannya. apa boleh buat, aku hanya bisa menerima tawaran dari pangeran Elion.


meskipun ini adalah dunia fantasi, jangan terlalu berharap untuk bertemu gadis bertelinga kucing di akademi ini. untuk ras Beastman, mereka tinggal di benua Grifion. lebih tepatnya di sebuah negara yang bernama Gischens Federation. negara ini terdiri dari beberapa negara lain dengan ras Beastman yang berbeda. setidaknya ada delapan negara yang membentuk Gischens Federation.


jarak benua Grifion dengan Erasion lebih dekat dari pada benua Lixia, tempat tinggal para Elf dan peri dengan benua Erasion. umumnya sangat langka menemui Beastman di akademi ini jika tidak ada acara khusus atupun pertukaran pelajar. yah, berharap saja suatu saat akan bertemu.


sepanjang perjalanan, pangeran menjelaskan dan menjelaskan dan memberitahuku banyak hal mengenai akademi ini. seperti contohnya, siswa dari kelas yang lebih rendah dapat menantang siswa dengan kelas yang lebih tinggi jika mereka tidak terima dengan posisi mereka.


sepertinya saat aku tidak menghadiri akademi terjadi banyak tantangan untuk kelas S. hanya saja saat aku bisa masuk ke akademi, nampaknya tantangan itu sudah berakhir dan tidak ada penantang lagi untuk kelas S. kelas S menerima sebanyak tujuh belas tantangan dan tidak menerima satupun kekalahan. sejak saat itu, tidak ada lagi yang menantang posisi anak yang berada di kelas S. hanya saja di kelas A dan di bawahnya masih sering terjadi beberapa tantangan.


sambil mendengar cerita dari pangeran, aku tanpa sadar sampai di taman yang pernah aku lihat dari koridor saat berjalan bersama ibu. sampai disini aku mendapatkan lebih banyak perhatian dari anak-anak yang sedang menikmati waktu istirahat mereka di taman. mereka tidak memperhatikan ku, kan!?. pasti begitu. mereka memperhatikan pangeran, bukan aku. iya, pasti begitu.


meskipun aku merasa agak canggung, tapi melihat wajah pangeran, sepertinya dia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian. aku hanya bisa mencoba mengalihkan pikiranku dan melanjutkan berkeliling.


Elion:"saya dengar, anda akan tinggal di asrama. apakah itu benar, nona Filia?"


Filia:"iya, itu benar. saya tidak mau setiap hari harus menaiki kereta kuda selama dua balikan pasir kemari. lebih baik waktu perjalanan dua balikan pasir perjalanan dihabiskan untuk melatih diri. jadi saya lebih memilih tinggal di asrama".


Elion:"saya tidak mengira bahwa hal itulah yang menjadi alasannya. anda benar-benar rajin".


dibilang rajin sebenarnya tidak juga. aku hanya ingin tubuh ini menjadi lebih kuat dan aku bisa melakukan lebih banyak hal. lagi pula, aku baru saja menerobos dua Tier secara langsung. jadi aku harus segera menstabilkan kondisi tubuhku supaya tidak akan meninggalkan sisa negatif dan mencegahku untuk meningkatkan lebih jauh di masa depan.


kenapa aku bisa langsung menerobos ke Tier dua dari seorang Zero!?. itu mudah. setelah mengalahkan Soul Eater waktu itu sepertinya semua Experience poinnya diberikan ke tubuh ini. Exp dari monster Tier lima itu bukan main-main. karena itu bisa langsung meningkatkan seorang Player zero sampai lebih dari tiga ratus level.


sebenarnya untuk menaikkan Tier tidak hanya harus memiliki level max (200), tapi juga harus memenuhi beberapa persyaratan lainnya. seperti, jika kamu mau menaikkan dari zero ke Tier satu, kamu harus meningkatkan kontrol mana dan kekuatan jiwa ke standar Tier satu. begitupun seterusnya.


tapi kerena aku sudah pernah menaikkan tubuh hingga ke puncak Tier empat, maka aku bisa melakukan terobosan dengan muda. bahkan sekarang jiwaku berada di Tier lima. penerobosan akan semudah membuat batu menembus tirai air yang tipis.


setelah berjalan beberapa saat lagi, pangeran menghentikan langkahnya di depan sebuah bangunan. bangunan ini memiliki dinding putih dan atap abu-abu. bangunannya setinggi tiga lantai dan memanjang sejauh beberapa puluh meter. setidaknya akan ada ratusan kamar di dalamnya. di dinding terdapat banyak jendela besar bergaya Perancis. sangat mencerminkan sebuah bagian kastil bangsawan.


Elion:"ini adalah bangunan asrama perempuan".


jadi disini aku akan tinggal. bangunannya tidak buruk. aku bisa tinggal ditempat ini dengan nyaman. sayangnya di dunia ini tidak ada game yang bisa aku mainkan.


Filia:"tempat ini tidak buruk"


Elion:"apakah anda akan masuk?"


Filia:"saya rasa tidak untuk saat ini. saya belum memiliki kartu pengenal siswa, jadi saya tidak akan di izinkan memasuki asrama. setidaknya saya harus menunggu hingga saya mendapatkan kartu siswa".


Elion:"saya tidak menduga bahwa anda mengetahui peraturan itu, nona Filia"


Filia:"yah, saya mengetahuinya dari ibu Arsh tentang ini"


sebelumnya aku merengek kepada ibu untuk mengizinkanku langsung tinggal di asrama. akhirnya ibu melarangku dan memberitahuku tentang peraturan ini. lagi pula aku masih harus kembali ke mansion untuk mempersiapkan beberapa hal. terutama aku harus mengajak Ilma untuk menemaniku di akademi.


aku dan pangeran mengunjungi beberapa tempat lagi dan akhirnya aku harus segera kembali ke kelas karena pelajaran yang selanjutnya akan segera di mulai. jika aku tidak salah, pelajaran yang selanjutnya adalah praktik, jadi aku harus pergi bersama dengan yang lainnya ke arena pertarungan.


aku sampai di kelas dan melihat anak-anak yang lain mulai bersiap-siap untuk pergi ke arena.


"putri..!"


"putri...!"


"..."


aku berbalik menyapa mereka dan memperhatikan bahwa di dalam ruangan hanya terdapat anak perempuan. akhirnya aku menghampiri seorang anak perempuan yang terlihat berasal dari keluarga biasa. anak itu mengenakan armor kulit ringan yang sangat sederhana dan sebuah pedang pendek di pinggangnya. dilihat dari kondisi sarung pedangnya, itu terlihat sudah usang.


Filia:"permisi..."


"i, iya"


anak perempuan itu mencoba untuk melakukan etiket kebangsawanan, tapi sangat canggung dan kaku. sikapnya yang seperti itu menjadi bahan tertawaan oleh beberapa putri bangsawan yang ada di sekitarnya. meskipun para anak bangsawan itu tertawa dan berbicara pelan, tapi aku bisa mendengar penghinaan mereka dengan kelas. yah, itu bukan penghinaan yang terlalu berlebihan. itu lebih seperti melakukan kritik terhadap gerakan anak yang kaku itu.


aku bisa melihat wajah anak itu yang memerah dan malu. meskipun para anak bangsawan itu tidak melakukan penghinaan yang keras, tepi tetap saja itu memalukan.


"m, maaf"


Filia:"tidak apa. aku tidak terlalu peduli. siapa namamu?"


aku juga ingin berkenalan dengan lebih banyak orang. aku tidak peduli dengan latar belakang ataupun kedudukan mereka. bahkan jika itu adalah keluarga kerajaan tapi menyinggungku, aku tidak keberatan untuk membuatnya menderita. sebaliknya, meskipun dia adalah anak yang miskin tapi menurutku baik, aku bisa memupuk hubungan dekat dengan mereka.


"s, saya Stern"


Filia:"nama yang bagus"


"putri Filia, kita harus segera pergi ke arena. apakah anda mau pergi bersama?"


seorang anak perempuan yang mengenakan baju pelindung kulit bertanya padaku dengan sopan. etiket kebangsawanannya tepat dan terlihat halus. meskipun dia juga mengenakan armor kulit, tapi armor itu jauh berbeda dengan yang di kenakan Stern. armor yang di kenakan gadis ini lebih halus dan indah. bisa di katakan bahwa ini adalah produk mewah. jika aku ingat dengan benar, anak perempuan ini merupakan anak tertua dari Marquess Diamant. Rose Diamant. keluarga Diamant merupakan salah satu keluarga kuat dengan wilayah yang kaya karena tambang mereka.


Filia:"kehormatan bagi saya, nona Rose"


kami sudah berkenalan dan memutuskan untuk memanggil nama satu sama lain sebelumnya. akhirnya kami pergi bersama dengan yang lain. dari kelompok ini, sepertinya hanya aku yang tidak mengenakan pakaian pelindung. yah, aku tidak memiliki pakaian pelindung kelas rendah seperti mereka. bukan maksudku sombong, tapi pakaian pelindung yang aku miliki setidaknya adalah kelas puncak.


benar. sepertinya di dalam kelompok ini aku tidak melihat Liris. apakah dia sudah pergi ke arena terlebih dahulu?. jika memang seperti itu, aku bisa menemuinya nanti di arena. aku ingin bertanya lebih banyak tentang Holy Kingdom.


karena area akademi ini sangat luas, perlu waktu beberapa saat untuk berjalan dan sampai di arena. arena ini terletak terpisah dengan kompleks gedung akademi. letaknya agak jauh dari gedung ajar. setidaknya beberapa ratus meter. meskipun agak jauh, arena ini selalu sangat ramai.


hal seperti itu di sebabkan karena para siswa akan banyak menguji hasil latihan mereka disini. cara menguji yang paling baik adalah bertarung atau bersaing dengan anak lain, jadi arena akan selalu ramai.


arena ini dari luar sekilas mirip dengan koloseum, hanya saja terlihat jauh lebih mewah dan besar. saat masuk, ada banyak jalur dengan tujuan yang berbeda. ada jalur yang menuju berbagai macam ruangan dan ada juga jalur yang menuju ke kursi penonton. di sekitar lorong masuk terdapat banyak kursi yang terlihat seperti ruang tunggu. banyak anak laki-laki yang saling berbicara dan memamerkan senjata mereka. aku heran, dimanapun itu, anak laki-laki selalu menyukai senjata. apa ada yang istimewa dengan senjata!?.


selain anak laki-laki, aku juga melihat instruktur Alison dan Liris yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu. saat aku berjalan mendekat dan menyapa, mereka juga membalas sapaan ku dengan sopan. mau bagaimanapun, tingkat bangsawan selalu ada.


Filia:"apakah saya menggangu?"


Alison:"tidak, putri. sama sekali tidak menggangu"


instruktur Alison menjawab ku sambil tersenyum lembut seperti seorang paman yang baik. nampak dari ekspresinya, sepertinya aku memang tidak menggangu.


Alison:"putri, sepertinya anda tidak bisa mengikuti pelajaran praktik hari ini"


Filia:"ada apa?, apakah ada masalah?"


aku agak terkejut saat mendengar hal itu dari instruktur Alison. apa yang terjadi...


(akhir dari chapter ini)


see you next time:)