
Menurut dari dimensi luas yang di tampilkan pada proyeksi 3D, penggalian akan memakan waktu yang lama. Bahkan jika yang dapat di tampilkan dalam proyeksi hanya permukaan saja, tapi area yang tercakup sangat luas. Dengan demikian, untuk dapat menggali dan mengindentifikasi seluruh reruntuhan ini di perkirakan tidak kurang dari setengah tahun, itupun dengan menggunakan peralatan tercanggih yang saat ini di miliki oleh Moon Palace.
Tentu saja sebenarnya waktunya bisa dipersingkat. Hanya saja, jika ingin cepat, maka aku harus mengabaikan banyak detail yang mungkin di temukan. Dan hal itulah yang tidak ingin aku lihat.
Hanya permukaan saja, sudah dapat menemukan senjata yang berharga, siapa yang tahu apa yang terlewat jika aku memerintahkan penggalian secara terburu-buru.
Penggalian yang lama tidak hanya tidak membuatku kecewa, justru hal itu membuatku sangat bahagia. Lamanya waktu di karenakan area yang rumit dan luas, hal itu memperkuat dugaanku bahwa reruntuhan ini dulunya adalah sebuah kota kuno yang lengkap.
12 Miliar tahun. Seberapa lama itu. Aku tidak tahu dari zaman mana itu, tapi aku menduga bahwa itu adalah zaman yang sangat kuno, dan bahkan mungkin itu peninggalan dari zaman ke dua atau lebih lama lagi. Tapi karena tidak ada penanda waktu yang pasti, untuk saat ini aku tidak bisa mengetahui dari zaman mana itu. Aku hanya bisa menunggu hasil dari penelitian para arkeolog dan ilmuwan bawahanku untuk melakukan identifikasi.
Setelah mengawasi proyeksi yang tidak lengkap ini, aku keluar tenda dan ikut dalam penggalian. Pakaianku telah berganti menjadi pakaian yang mudah untuk bergerak dan tidak mudah kotor.
Area penggalian sudah sangat berubah setelah orang-orangku mengambil alih. Di sekitar area penggalian terdapat banyak instrumen canggih dan pencahayaan yang sangat terang untuk memastikan bahwa para peneliti yang bekerja tidak melewatkan petunjuk apapun.
"Yang Mulia!."
Begitu aku datang, seorang arkeolog perempuan goblin yang sedikit lebih pendek dariku dengan kulit agak kehijauan langsung menyapaku. Namanya adalah Caterin, meskipun dia goblin, tapi dia memiliki kemampuan yang sangat baik, bisa di katakan bahwa dalam tim ini, dia adalah seorang arkeolog terbaik ke dua setelah Efilias.
Filia:"Apa yang kamu temukan?."
Aku berjongkok dan melihat hal yang di gali oleh Caterin. Dia menggali dalam lubang yang cukup dalam. Ada semacam susunan batu seperti parit di bawah selebar sekitar 12m yang tersusun atas banyak batu persegi coklat. Susunan itu sudah di sapu oleh Caterin menggunakan kuas kecil di tangannya.
Caterin:"Saya menemukan sebuah susunan batu, Yang Mulia. Dari sisa endapan tanah yang di deteksi dari instrumen, diperkirakan bahwa ini dulunya merupakan sisa saluran air yang telah mengering."
Filia:"Oh. Apa lagi?."
Caterin tidak langsung menjawab, tapi dia berfikir untuk beberapa saat sebelum mulai menjawab.
Caterin:"Menilai dari zat sisa yang terkandung di dalamnya, diperkirakan bahwa saluran air ini telah mengering setidaknya selama 130-135 ribu tahu yang lalu. Selain itu, ini bukanlah saluran air limbah, melainkan saluran air bersih yang di angkut dari pegunungan. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa dulu terdapat sumber air pegunungan yang cukup besar hingga mampu menyediakan air untuk tempat sebesar ini."
135 ribu tahu?!. Bukankah tempat ini seharusnya sisa dari 12 Miliar tahun yang lalu?!. Aku menanyakan pertanyaan itu kepada Caterin.
Caterin:"Air yang mengalir memang mengering sekitar waktu itu, tapi dinding batu ini terbuat dari Panerit, yang di perkirakan di tambang beberapa ribu tahu setelahnya. Menurut perkiraan awal kami saat ini, mungkin kota ini berusia sekitar 500-700 ribu tahun yang lalu. Tapi kita masih perlu beberapa tes lagi untuk menentukan secara pasti, jadi kita masih harus menunggu beberapa saat sebelum hasilnya keluar."
Meskipun begitu, bukankah itu masih sangat jauh dari 12 Miliar tahun?!. Atau mungkin, hanya meriam ini yang merupakan peninggalan dari 12 Miliar tahun lalu?. Jika memang demikian, maka tidak akan banyak yang bisa di temukan di kota ini. Meskipun mungkin akan memiliki beberapa catatan sejarah, tapi nilainya akan sangat berkurang.
Filia:"Hmm... Kerja bagus, aku menunggu hasil selanjutnya."
Caterin:"Saya tidak akan mengecewakan anda, Yang Mulia."
Ya, setidaknya banyak bangunan di sisa reruntuhan ini yang di bangun menggunakan beberapa material yang cukup sulit untuk di dapat.
Salah satunya adalah Panerit ini. Dalam Alterion, Panerit merupakan salah satu bebatuan alam yang cukup mahal dan hanya dapat terbentuk di lingkungan tertentu. Meskipun Panerit hanya material kualitas biasa, dan paling tinggi hanya bisa sampai tingkat atas, tapi karakteristik yang awet itulah yang di cari.
Panerit dapat menjadi semakin kokoh seiring berjalannya waktu, terutama jika Panerit itu terkubur di dalam tanah. Cara kerjanya mirip dengan fosil. Saat tulang belulang yang mati terkubur lama di dalam tanah dengan kondisi tertentu, partikel tanah akan meresap ke dalam celah-celah tulang belulang dan akhirnya menyatu menjadi fosil yang membantu.
Namun perbedaan dengan proses pengerasan Panerit adalah, bahwa Panerit tidak perlu kondisi khusus. Sifat mineralnya sendiri yang akan menyerap partikel tanah dan membuat dirinya sendiri menjadi semakin padat seiring berjalannya waktu. Hal itulah yang menyebabkan Panerit banyak di cari sebagai bahan membuat fondasi dari berbagai bangunan.
Mungkin setelah penggalian ini berakhir, aku dapat mengangkut material yang masih bisa di gunakan untuk keperluan lain. Dengan cara ini, aku akan tetap mendapatkan sedikit keuntungan.
Aku meninggalkan Caterin dan lanjut untuk memeriksa yang lain. Aku melihat banyak pekerja yang mulai bekerja dengan lebih teratur di bawah komando Efilias.
Tapi, karena penggalian baru berlangsung beberapa jam, belum banyak sisa-sisa reruntuhan baru yang di gali. Para peneliti itu belum melanjutkan penggalian karena masih banyak sisa-sisa yang telah di gali oleh para pekerja Xuan Ming sebelumnya dan belum di identifikasi. Jadi para peneliti itu saat ini lebih memprioritaskan pada sisa-sisa yang telah di gali dan menunda penggalian baru.
Aku tidak ingin menganggu pekerjaan mereka. Aku hanya berkeliling dan melihat-lihat. Tentu saja aku juga sangat tertarik terhadap arkeologi, jadi aku juga ikut belajar dari para peneliti ini.
Waktu berjalan begitu cepat saat kami menikmatinya. Tanpa sadar, aku sudah tenggelam dalam penggalian ini selama sekitar 10 jam. Aku tidak akan sadar jika Arkne tidak datang dan memintaku untuk makan malam.
Filia:"Baiklah, waktu berjalan sangat cepat. Sebaiknya kita istirahat dulu, jangan terlalu memaksakan diri, penggalian ini akan memakan waktu yang sangat panjang."
Aku menggunakan resonansi udara supaya suaraku dapat di dengar oleh semua orang yang masih asik dengan penelitian mereka. Mendengar apa yang aku katakan, mereka semua mengangkat kepala dan menyetujui perintahku.
Tentu saja bukan hanya para peneliti itu. Para pekerja penggalian juga akan bergabung bersama. Lagi pula aku sudah memerintahkan supaya pelayan menyiapkan makanan yang cukup untuk semua orang.
Aku bukan iblis yang akan mengekploitasi para pekerja tanpa pandang bulu, ok!. Aku juga mengizinkan para pekerja itu untuk pulang dan beristirahat. Dalam waktu mereka, ini saat ini sudah menunjukkan waktu malam hari, jadi biarkan mereka pulang dan berkumpul lagi dengan keluarga mereka. Hal ini juga baik untuk menjaga kesehatan mental para pekerja supaya mereka dapat memberikan hasil yang paling maksimal.
Bangku dan meja panjang sederhana yang baru di buat menggunakan kayu, berjejer rapi di sebuah tanah lapang yang luas, membentuk kafetaria sederhana.
Biasanya mereka akan menunggu untuk makanan di bagikan, tapi kali ini aku merubah sistem pembagian makanan itu. Aku membiarkan para pekerja membawa nampan makanan yang telah di sediakan dan berbaris untuk mengantri dan memilih makanan mereka sendiri.
Melihat bangunan besar yang penuh dengan makanan, banyak pekerja yang berbaris merasa bingung. Mereka menoleh ke kanan dan ke kiri karena bingung dengan apa yang mereka lakukan.
"Yang pertama!."
Petugas kafetaria berteriak untuk memanggil orang di antrian pertama, sekaligus menandai bahwa makanan bisa di ambil.
Baris pertama adalah seorang orc setinggi dua meter dengan tubuh yang berotot. Dia adalah salah satu ahli Eprigrafi yang sangat handal. Keberadaannya sangat di perlukan dalam proyek ini demi mengungkap apa yang terjadi di reruntuhan ini.
Dia berjalan maju dan melirik menu yang tersedia. Tentu saja para pekerja Moon Palace sudah terbiasa dengan sistem kafetaria ini. Lagi pula di Moon Palace sistem kafetaria seperti memang sudah di gunakan sejak awal.
"Satu mangkuk mie besar dengan taburan bawang goreng di atasnya."
"Ok."
Petugas kafetaria itu adalah seorang maid muda yang sangat bersemangat dengan rambut pirang dan wajah yang halus. Di Moon Palace, dia biasanya akan bertanggung jawab untuk mengurus kafetaria, jadi kali ini aku menyuruhnya untuk menyajikan makanan sederhana untuk para pekerja.
Satu baskom mie... Oh, maksudku satu mangkuk besar mie segera di letakkan di atas nampan.
"Apa kamu akan minum Sesuatu?."
"Air mineral."
Setelah memesan apa yang dia inginkan, dia langsung pergi untuk mencari tempat duduk dan mulai makan. Membayar?. Tidak, tidak. Aku menggratiskan semua makanan di kafetaria ini untuk para pekerja. Tentu saja jika mereka ingin tambah, mereka harus membayar sendiri. Meskipun aku tidak kekurangan uang, tapi uang di Alterion di anggap uang kuno yang berharga di dunia ini, jadi aku membutuhkan uang yang umum beredar di pasaran.
Antrian terus berjalan hingga tiba waktunya bagi para pekerja pribumi ini mengambil makanan.
"Ini, ini semua gratis?!".
"Benar-benar bisa makan apapun?."
Banyak pekerja yang merasa heran dan terkejut. Pada awalnya, mereka di pekerjakan di tempat ini dengan bayaran yang sangat minimum dan hanya mendapatkan sekali makan setiap hari. Itu pun mereka hanya akan di beri sepotong roti kasar yang sulit untuk di telan. Wajar jika mereka terkejut dengan kafetaria yang aku sediakan.
"Tentu saja, semua bisa di pesan, tapi setiap orang hanya dibatasi dengan tiga jenis hidangan. Semuanya gratis, tapi jika ada yang ingin tambah, kalian harus membayar sendiri."
Setelah beberapa penjelasan dari petugas kafetaria, para pekerja sedikit atau kurang, mereka mengerti. Banyak yang memesan makanan dan minuman untuk di bawa pulang dan di berikan kepada keluarganya yang berada di rumah.
Aku tidak akan melarang hal seperti itu, apa lagi itu adalah hal mereka sendiri. Tapi banyak juga yang memakannya di tempat dan membeli lagi untuk di bawa pulang.
Meskipun harganya mulai dari 5 limp hingga 20 limp, mereka masih bisa membayarnya dengan uang mereka.
Limp adalah mata uang di tempat ini. Bentuknya seperti koin tembaga dengan gambar lambang negara di atasnya. Ukurannya kecil dan ada lubang melingkar di bagian tengah. Mata uang ini di ukir dengan nominal mulai dari 1 hingga sepuluh limp.
Namun aku merasa bahwa upah itu terlalu kecil, jadi aku menaikkan hingga 5 limp setiap hari. Jadi harga makanan di kafetaria cukup terjangkau.
Aku makan di dalam tenda dengan hidangan yang sudah di sediakan oleh pelayan. Selesai makan, aku melihat para pekerja yang mulai bubar untuk pulang ke rumah masing-masing dan kembali lagi di esok hari. Hanya ada beberapa prajurit penjaga yang masih berdiri di tembok kota dan di dekat gerbang, menyaksikan setiap pekerja yang mulai meninggalkan lokasi penggalian.
Meskipun para pekerja itu pergi, para peneliti dan arkeolog itu seperti orang gila. Mereka terus bekerja dengan sangat bahagia, apa lagi ada bahan penelitian di depan mereka, bagaimana mungkin mereka mau membuang waktu untuk beristirahat?!. Mereka benar-benar gila kerja.
.....
Singkat waktu, sepuluh hari telah berlalu. Dengan efisiensi dari para pekerja dan peneliti yang jauh meningkat daripada yang sebelumnya, progres penggalian ini telah sangat meningkat.
Dalam sepuluh hari ini, banyak penemuan baru yang telah berhasil di identifikasi oleh para peneliti. Salah satunya adalah perkiraan usia kota ini yang sebenarnya yakni sekitar 800 ribu tahun dan telah di tinggalkan selama kurang lebih 500 ribu tahun yang lalu.
Mungkin karena terjadi suatu perubahan iklim atau kondisi tertentu, secara perlahan kota ini terkubur oleh pasir dan semakin lama, banyak pohon yang tumbuh di atasnya sehingga menjadi hutan seperti saat ini, sebelum akhirnya di temukan secara tidak sengaja oleh orang-orang Xuan Ming saat mereka ingin membuka tanah yang akan di jadikan kota baru.
Di temukan juga banyak prasasti dan pernak-pernik yang terbuat dari berbagai macam logam berharga di tempat ini. Selain itu ada beberapa bangunan yang utuh yang di duga sebagai kuil untuk penyembahan para dewa.
Di dinding kuil itu terdapat bahasa dan tulisan kuno yang berisi cerita tentang dewa dan sejarah kota ini. Di katakan bahwa kota ini dulunya adalah danau yang mengering dan akhirnya di buat kota di atasnya.
Kota yang sangat maju dan merupakan salah satu pusat pemerintahan di dalam kerajaan kuno. Banyak bangunan besar dan mewah yang di bangun di kota ini dari bahan yang berharga. Kota ini sangat makmur, dapat di lihat dari bangunan dan arsitekturnya, terutama bangunan utama di tengah kota. Dan karena suatu sebab, kota ini pada akhirnya di tinggalkan oleh penduduknya.
Untuk saat ini, penyebab di tinggalkanya kota ini masih dalam penyelidikan. Tapi yang menarik adalah, bahwa kota ini pernah mengalami gelombang binatang buas yang sangat kuat. Mereka mencatatnya sebagai perang iblis.
Langit terbelah, awan terbakar, dan lautan meluap membanjiri seluruh daratan. Orang tinggi yang memegang petir di antara jari-jari dan menginjak angin di bawah kakinya, mengusir iblis dari tanah kelahiran.
Dari bahasa kuno, makna "Orang tinggi" di dalam kata-kata ini memiliki makna sebagai orang yang kuat dan berkuasa. Dan iblis, menurut seperti yang tergambar di relief, itu adalah binatang buas dari Helheim. Aku bisa mengenali spesies binatang itu hanya dengan sekilas.
Di antaranya ada «Soul Singer» dan «Soul Slayer» Yang merupakan hantu Tier 4. Biasanya kedua monster itu akan menyerupai bentuk wanita cantik dengan tubuh setengah transparan. Tapi ciri yang paling mencolok adalah, mereka memiliki tubuh setengah lipan dan tubuh setengah lintah yang tidak di miliki oleh monster lain.
Selain kedua jenis monster itu, ada sangat banyak monster Tier rendah lainnya
Namun dalam relief itu, di gambarkan bahwa penduduk kota ini berhasil menang dengan bantuan dari "Orang tinggi" itu dan dengan bantuan dari senjata pertahanan kota. Jadi gelombang binatang buas itu bukanlah penyebab dari kota ini di tinggalkan.
Yang membuatku tertarik adalah, dimana senjata pertahanan kota itu di dapatkan?. Dalam banyak petunjuk yang di temukan oleh para peneliti, sama sekali tidak ada petunjuk yang jelas tentang dimana dan bagaimana senjata meriam itu di dapatkan, seakan meriam itu sudah ada di sana sejak awal.
Aku duduk di kapal udara yang di jadikan sebagai lab sementara oleh para peneliti dan arkeolog Moon Palace. Aku tidak akan begitu bosan hanya dengan duduk-duduk, saat ini aku sedang membaca hasil laporan penelitian terbaru yang di temukan di kota itu.
Filia:"Jelaskan bagian ini."
Aku menunjuk ke salah satu lembar laporan yang berisi data dan gambar dari penggalian.
Efilias:"Baik, Yang Mulia. Untuk mengetahui kebenaran bahwa dulu ini adalah danau yang mengering saat kami melakukan penggalian, kami juga memeriksa tanah di bawahnya. Di kedalaman sekitar 20m, terdapat endapan lumpur kuno yang membenarkan cerita tersebut. Dari mineral dalam endapan tersebut, danau itu telah mengering setidaknya sekitar satu abad sebelum kota itu terbentuk."
Filia:"Lanjutkan."
Efilias:"Dari berbagai data yang berhasil kami kumpulkan, akhirnya kami mengetahui bahwa danau itu terbentuk antara 5-6 juta tahun, dan memiliki luas setidaknya 90km² dengan kedalaman tidak kurang dari 100m. Kami mencoba untuk melakukan penggalian yang lebih lanjut untuk mencari fosil atau spesimen yang pernah hidup di danau itu."
Filia:"Lalu apa yang kalian temukan?."
Efilias:"Kami menemukan fosil dari «Slow Greed» Yang di perkirakan mati sekitar 1 juta tahun yang lalu. Tapi, bentuk kerangka dari Slow Greed ini sedikit berbeda dari apa yang kita kenal, Yang Mulia. Seakan, mereka telah melakukan evolusi."
Aku melihat sebuah gambar batu yang di atasnya terdapat fosil tulang belulang yang lengkap dari seekor makhluk.
Efilias:"Tolong lihat, Yang Mulia."
Efilias mengoperasikan sebuah panel komputer dan di meja tiba-tiba muncul sebuah gambar holografik 3 dimensi yang menunjukkan gambar seekor makhluk seperti buaya dengan empat mata dan dorsal keras di punggungnya yang memanjang hingga ke ekor. Tapi itu juga memiliki perbedaan kelas dengan buaya, tempat yang seharusnya kaki berubah menjadi sirip tebal berotot dan moncongnya juga berbeda.
Setelah gambar monster itu muncul, Efilias mengoperasikan gambar itu dengan tangannya untuk mengatur posisi dan ukuran gambar.
Efilias:"Mereka menumbuhkan organ baru di bagian moncongnya yang sangat sensitif terhadap gelombang listrik. Selain itu, insangnya memiliki lapisan khusus yang mencegah lumpur masuk ke dalam saluran pernapasannya. Selain itu, bagian moncongnya juga lebih panjang dan tipis yang sangat berguna untuk menggali mangsa di dasar air berlumpur. Dalam evolusi ini, saya dapat memastikan bahwa danau ini merupakan danau yang berlumpur. Daripada danau, tempat ini lebih cocok untuk di sebut sebagai rawa."
Penjelasan itu juga membuktikan bahwa monster dari Alterion juga dapat berevolusi sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya dalam jangka waktu tertentu. Tapi aku tidak bisa menentukan waktu evolusi itu tanpa penelitian yang lebih lanjut.
Filia:"Apa kamu tahu kenapa danau ini mengering?."
Gambar proyeksi berubah menjadi gambar lanskap peta danau, lengkap dengan perbandingan ukuran dan kedalaman.
Efilias:" Dari penelitian kami, saya mengetahui bahwa danau ini tidak memiliki sirkulasi air yang dapat mendukung ukurannya."
Filia:"Maksudmu danau ini hanyalah sebuah lubang cekung yang terisi air?."
Efilias:"Itu benar, Yang Mulia. Satu-satunya sumber mata air yang mengisi danau ini berasal dari tempat yang sama dari sumber mata air yang di gunakan oleh kota ini, namun sekarang sumber mata air itu telah menjadi semakin kecil dan tidak cukup hingga akhirnya membuat danau tersebut mengering. Karena suhu di Helheim selalu rendah, jadi proses penguapan air menjadi sangat minim dan kebanyakan air menghilang karena di serap oleh tanah di bawahnya."
Aku memahami semua data yang di sampaikan oleh Efilias. Singkatnya, danau ini adalah danau berlumpur yang mengering. Setelah mengering, lumpur di danau mulai mengeras dan mengubur monster yang tidak bisa ke darat. Semakin lama, cekungan danau mulai terisi lumpur dari air hujan dan terus seperti itu hingga bekas danau secara perlahan terkubur dan menghilang.
Setelah bekas danau benar-benar stabil, ada orang yang membangun kota di atasnya dan terbentuklah reruntuhan saat ini.
Bagaimana orang-orang itu tahu bahwa dulu di tempat ini ada danau?.
Jawabannya sederhana. Meskipun danau itu mengering, tapi danau itu tetap mengumpulkan air hujan, namun air hujan yang terakumulasi di danau itu semakin dangkal dan tidak bisa bertahan lama, hingga akhirnya benar-benar mengering. Sebelum danau itu mengering sepenuhnya, dapat di pastikan bahwa sudah ada kerajaan kuno yang menguasai wilayah danau itu.
Sambil mendengarkan Efilias menjelaskan, aku juga melihat tumpukan data yang ada di depanku dengan serius. Hingga pada halaman terakhir, aku menjadi sangat tertarik.
Filia:"Jelaskan bagian ini."
Efilias melihat bagian yang aku tunjukkan dan mulai menjelaskan.
Efilias:"Dari bagian dasar danau, saya menemukan lapisan tanah baru. Yang mengejutkan saya, ada lapisan mineral Eteritium yang sangat tua, sekitar 10-11 Miliar tahun, hampir sama dengan usia Helheim."
Bang...!
Itu dia...!
Aku berdiri dengan keras dan tanpa sadar menghentakkan tanganku dengan keras ke permukaan meja hingga gambar holografik bergetar.
Efilias:"Yang Mulia?."
Efilias terkejut dan banyak peneliti lain di ruangan itu yang mengangkat kepala mereka untuk melihatku.
Filia:"Lakukan penggalian lebih lanjut hingga ke lapisan tanah di bawah bekas danau purba."
(Akhir dari chapter ini.)
Hampir kembali ke akademi. Hah... Aku tidak menyangka bahwa bagian cerita Helheim akan menjadi sangat panjang.
Saran, like, dan komen ya. Jika ada ketidakpuasan atau pemikiran yang berbeda, bisa langsung di diskusikan di kolom komentar, aku akan dengan senang hati menanggapi.
...(づ ̄3 ̄)づ╭~