
Hatiku sama sekali tidak bisa tenang. Meskipun kereta kuda Pegasus bisa terbang sangat cepat, tapi menurutku itu masih terlalu lambat.
Filia:"Mendarat sekarang!."
Kusir kuda segera mengendalikan pegasus untuk mendarat di sebuah tanah kosong yang di tutupi salju. Tanah ini begitu luas dan kosong, mungkin ini bekas perkebunan yang tidak aktif selama musim dingin.
«Sylph»
Langit abu-abu seakan retak seperti kaca, menunjukkan sebuah lorong gelap yang berputar. Sebuah kilatan cahaya putih keluar dari kegelapan tak berujung itu, menunjukkan sosoknya yang sangat mengesankan.
Panjang mencapai lima puluh meter dengan bentuk agak pipih dan menajam di bagian depan. Seluruh tubuh di pernis putih dengan aksen perak dan emas. Yang paling jelas, di lambung bawah kapal itu terdapat sebuah lambang bulan sabit dan burung Phoenix yang agung.
Ini adalah kapal perang luar angkasa edisi terbatas. Meskipun berukuran jauh lebih kecil daripada pesawat perang pada umumnya, tapi kapal perang ini di lengkapi dengan berbagai teknologi yang sangat canggih. Kapal ini tidak di jual secara umum, tapi harus di beli melalui lelang dengan jumlah yang sangat terbatas.
Aku tahu bahwa ini akan banyak mengejutkan mereka, tapi aku tidak bisa berfikir terlalu banyak. Mungkin jika aku menggunakan Summon beast, mereka tidak akan merasa terlalu aneh, tapi ini adalah kapal perang luar angkasa canggih yang belum pernah terlihat.
Namun, aku masih memilih kapal perang ini daripada summon beast meskipun harus membongkar beberapa rahasia. Alasannya sangat sederhana, bagaimana bisa aku mencari seseorang di jalan jika aku menggunakan kecepatan yang sangat tinggi. Mungkin mereka akan terlewat dan aku tidak bisa menemukan mereka.
Tapi dengan kapal perang ini yang di bekali dengan berbagai instrumen pendeteksi canggih, maka aku bisa menemukan mereka meskipun masuk dalam mode penerbangan berkecepatan tinggi.
Jarak antara ibu kota dan perbatasan hampir dua puluh ribu kilometer yang memerlukan waktu hingga setengah bulan perjalanan menggunakan kereta kuda. Dalam jarak seperti itu, akan mustahil mencapainya dalam waktu singkat tanpa terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Kapal itu perlahan mengurangi ketinggiannya, dan membuka pintu palka di bagian belakang.
Filia:"Ayo masuk."
Meskipun mereka nampak bingung, mereka tetap mengikutiku tanpa banyak bicara. Kereta kuda Pegasus juga ikut masuk ke dalam ruang khusus yang di sediakan di dalam kapal. Bagaimanapun, kapal ini bisa muat hingga dua ratus orang dan muatan kargo yang cukup banyak, jadi tidak masalah untuk menampung semua orang beserta kerta kuda.
Begitu masuk, dinding logam perak yang solid segera menyambut kami. Beberapa robot bersenjata di letakkan dalam tabung kaca di sepanjang lorong. Cahaya biru terus berkelebat di jalur yang telah di sediakan di sepanjang dinding, yang merupakan aliran energi yang di distribusikan ke seluruh bagian kapal.
Aku sudah terbiasa dengan hal itu, tapi mereka yang belum pernah melihatnya pasti akan terkejut dan penasaran, tidak terkecuali untuk Stern dan yang lainnya.
Tidak ada waktu bagiku untuk menikmati pemandangan ini. Aku segera berjalan lurus menuju ke ruang kontrol utama kapal perang. Ruang kontrol ini sangat luas dan memiliki dua belas kursi awak serta satu kursi komandan utama. Aku duduk di kursi komandan dan segera mengaktifkan semua mekanisme kapal perang.
[Tanda jiwa terdeteksi.... Selamat datang Yang Mulia Filia_]
Sebuah suara perempuan mekanis datang dari layar utama kapal perang. Dia adalah Ai utama kapal ini yang membantu mengontrol kapal perang. Aku hanya menjawab ringan dan memberi perintah pada Frey.
Filia:"Frey, ambil alih Ai kapal dan segera melakukan penerbangan berkecepatan tinggi sesuai jalur yang telah di tentukan."
Frey:"Oke~"
Frey langsung berubah menjadi bola cahaya dan masuk ke dalam dinding kapal. Sistem kontrol kapal segera di ambil alih oleh Frey dan membuat seluruh kapal menjadi tubuhnya sendiri.
Frey:"Pengambilan alih sukses Desu~... Memulai akses izin tingkat dua."
Suara Frey bergema di ruang kontrol pesawat. Sebuah gambar wanita tinggi dengan rambut panjang segera di tampilkan dalam bentuk hologram tiga dimensi di ruang pengemudi. Proyeksi itu berdiri menghadap ke layar utama dan memantau seluruh statistik kapal perang.
Dia adalah AI utama yang tugasnya telah di ambil alih oleh Frey. Meskipun tugasnya sebagai AI utama di ambil alih, tapi dia tidak di nonaktifkan, sebaliknya dia akan menjadi asisten yang memantau keadaan seluruh kapal perang dan mengambil alih pekerjaan seluruh kru pengendali utama kapal perang.
Filia:"Kalian bisa mengambil tempat duduk di ruang kontrol utama atau pergi ke ruang beristirahat kru."
Mereka tidak banyak bicara dan langsung mengambil tempat duduk di antara kedua belas kursi kosong. Banyak peralatan elektronik yang sangat canggih di depan mereka. Meskipun nampak penasaran, tapi mereka tidak berani menyentuh.
Secara total, kapal ini memiliki sekitar seratus kru pembantu dan dua belas kru pengendali kapal yang bertugas di ruang kontrol utama. Jadi, ruang istirahat dan ruang berkumpul kru seperti kafetaria sebenarnya sangat luas, tapi mereka lebih memilih untuk tetap berada di ruang kontrol bersamaku. Yah aku tidak keberatan, lagi pula seluruh fungsi telah di ambil alih oleh Frey dan AI kapal.
Setelah persiapan selesai, kapal mulai melakukan akselerasi secara terus menerus hingga mencapai kecepatan Mach sembilan. Untuk menghilangkan g force, kapal ini telah di bekali dengan mesin anti gravitasi yang dapat mengabaikan gravitasi di permukaan sebuah planet atau benda angkasa lainnya.
Tentu saja bukan hanya kapal ini, tapi seluruh kapal perang Moon Palace selalu di lengkapi dengan mesin anti gravitasi.
Pendorong roket berkecepatan tinggi segera menyemburkan api biru yang membelah langit abu-abu, seperti ekor komet yang menyala-nyala. Kapal ini sebenarnya bisa langsung menggunakan kelipatan ruang, tapi karena tujuanku untuk mencari seseorang, jadi kapal ini hanya di izinkan untuk terbang di sepanjang jalur yang mungkin di lalui oleh ayah dan ibu.
Selama perjalanan, layar besar terus menerus menampilkan berbagai parameter keadaan kapal dan juga hasil deteksi kapal perang di sepanjang perjalanan. Banyak gambar monster dan berbagai binatang buas yang muncul di layar beserta data dan perkiraan kekuatannya. Namun karena kapal perang terbang sangat cepat, semua data itu hanya di tampilkan sepersekian detik sebelum di gantikan oleh data yang lain.
Jika itu bukan komputer super kuantum, aku ragu apakah komputer lain mampu melakukan perhitungan data sebanyak itu dalam waktu kurang dari sepermili detik.
Dengan kecepatan Mach sembilan dan deteksi yang sangat menyeluruh tentang lingkungan sekitar, otak komputer perlu melakukan perhitungan yang sangat padat dan cepat, jika tidak, maka mungkin untuk melewatkan data yang berakibat besar.
Perjalanan ini mungkin memakan waktu sekitar dua jam, tapi itu sudah cukup. Di sepanjang perjalanan ini, tidak ada yang bisa di lihat. Semua pemandangan hanya akan berlalu sekejap mata tanpa bisa dinikmati.
Frey:"Tuan, ditemukan jejak pertarungan tiga ribu kilometer di depan."
Segera setelah kata-kata Frey keluar, pesawat segera melakukan deselerasi secara bertahap hingga akhirnya berhenti di atas area yang di duga bekas pertempuran. Jika kita mengabaikan hutan yang hancur di sisi kanan dan kiri jalan, serta lubang besar ratusan meter seperti sisa ledakan, tidak ada yang aneh di tempat ini.
Semuanya sudah di tutupi salju yang tebal dan tidak ada sisa tubuh yang bisa dilihat. Mungkin sisa pertempuran itu telah tertutup oleh badai salju tadi malam yang hampir menghapus semua jejaknya.
Filia:"Turunkan drone."
Pintu palka di samping kapal terbuka dan sebuah bola putih keluar dari dalam kapal perang. Drone itu mengeluarkan cahaya biru dari lensa depan untuk mendeteksi apa yang tertutup di balik salju. Segera, proyeksi tiga dimensi segera muncul di ruang kontrol, menunjukan semua yang berada di balik tumpukan salju.
Drone itu mengeluarkan semacam tentakel logam dan menusuk tepat ke arah salah satu bangkai monster untuk mengambil sampel.
Filia:"Firstia, tampilkan data!."
[Ya, Yang Mulia.]
Firstia adalah nama untuk AI kapal ini. Dia segera berkedip dan layar biru transparan segera di proyeksikan di depanku. Menurut apa yang tercatat dalam layar, bangkai binatang buas ini mati sekitar enam sampai delapan jam yang lalu dan paling lama adalah sepuluh jam, dengan kata lain monster-monster itu mati sesaat setelah badai.
Komputer tidak bisa mencatat kapan kematian itu terjadi secara tepat karena bangkai yang di temukan benar-benar sudah di bekukan oleh suhu dingin. Cukup sulit untuk mengetahui waktu tepatnya tanpa penyelidikan lebih lanjut. Tapi itu tidak penting, mengetahui bahwa monster-monster itu mati dalam waktu dekat, itu sudah cukup buatku.
Ini adalah yang paling aku khawatirkan.
[Saat ini drone sedang mencoba untuk menyisir seluruh lokasi dan belum di temukan sisa-sisa manusia_]
Filia:"Hmmm... Lanjutkan."
Meskipun drone belum menemukan sisa-sisa manusia, tapi itu tidak membuatku tenang sama sekali.
Beberapa saat kemudian, ada sebuah notifikasi bahwa drone menemukan sesuatu yang baru. Dari proyeksi tiga dimensi, di sana terlihat sebuah perisai dan beberapa jenis senjata yang terkubur salju. Di permukaan perisai dan senjata itu masih ada bekas darah yang membeku dan bekas cakaran yang dalam.
Melihat itu, aku tidak bisa untuk tidak mengencangkan pegangan kursi lebih kuat lagi. Tidak, tidak bisa seperti ini. Ini masih terlalu lambat.
Filia:"Kirimkan lebih banyak drone untuk menyisir seluruh sisa pertempuran dalam radius lima kilometer!."
Frey:"Perintah di terima."
Hanya dalam beberapa saat, ratusan bangkai monster dan beast dari berbagai jenis mulai di temukan di bawah tumpukan salju. Selain bangkai monster, ada dua tubuh manusia yang di temukan.
Filia:"Angkat tubuh manusia itu ke dalam kapal."
Frey:"Di terima."
Ini sangat aneh. Aku akan memaklumi jika semua bangkai yang di temukan hanyalah bangkai dari satu jenis monster seperti bangkai serigala yang memang bergerombol, tapi ini, dari ratusan bangkai monster yang di temukan, semuanya terdiri dari berbagai jenis monster yang berbeda termasuk ogre dan goblin.
Ini tidak pernah terjadi. Monster biasanya tidak akan bekerja sama dengan ras monster lain tanpa adanya kondisi tertentu yang mempengaruhi mereka.
Secara total, dari seluruh penjelajahan drone, di temukan tiga tubuh manusia yang telah membeku di bawah es. Ketiga mayat itu di angkut ke ruang medis untuk di autopsi.
Aku secara pribadi pergi ke ruang medis untuk melihat ketiga mayat itu. Kondisi mereka bertiga sangat mengenaskan. Selain berbagai luka bekas pertarungan, mereka menderita luka berat yang menjadi penyebab kematian mereka. Salah satu dari mereka mendapatkan cakaran di perut hingga membuat organ dalamnya terkoyak, satu lagi terkena gigitan di leher belakang hingga mematahkan tulang servikal nya, dan yang terakhir adalah yang paling parah. Dia menderita berbagai luka cakaran dan tusukan, serta kehilangan tangan kanannya karena pertarungan. Selain karena organ dalam yang rusak parah, dia juga tewas karena kehabisan darah.
Dari bekas luka yang mereka alami dan dari sisa mayat monster itu, aku dapat membayangkan betapa tragis pertarungan itu. Jika itu waktu normal, mayat mereka mungkin akan di makan oleh binatang buas. Tapi beruntung bahwa mereka bertarung di tengah badai, jadi tidak ada monster yang sempat memakan tubuh mereka.
Dilihat dari sisa armor yang mereka kenakan, mereka adalah kesatria kerajaan. Salah satu dari ketiga mayat itu mengenakan armor perak dan memiliki jubah merah di punggungnya yang menandakan posisinya di ketentaraan tidak terlalu rendah.
Tapi yang menarik perhatianku adalah sebuah emblem yang di sematkan di dada kesatria berjubah. Itu adalah emblem dari keluarga Rosefield yang menandakan bahwa kesatria ini adalah kesatria milik keluarga Rosefield.
Ini sekali lagi menambah kekhawatiranku. Namun beruntung bahwa setelah mencari sekian lama, hanya ada tiga yang di temukan yang menandakan bahwa ayah dan ibu masih baik-baik saja untuk saat ini.
Aku menduga bahwa mereka terjebak badai dan bertemu dengan gerombolan monster ini. Namun karena lingkungan yang tidak menguntungkan dan kalah dalam jumlah, ayah dan ibu harus melarikan diri dari kawanan monster ini.
Tapi ini hanya kesimpulan sementara. Aku tidak bisa menyimpulkan semudah itu tanpa jejak yang jelas. Lagi pula, gerombolan monster ini sangat aneh.
Melarikan diri dari pertarungan dan meninggalkan rekannya, itu sama sekali tidak mirip dengan ibu. Aku yakin masih ada sesuatu yang belum aku ketahui.
Filia:"Lanjutkan perjalanan!."
Kapal perang kembali berakselerasi. Tapi kali ini, kapal Sylph hanya berakselerasi dengan kecepatan Mach satu karena jaraknya sudah tidak terlalu jauh.
Frey:"Tuan, Sensor pendeteksi menangkap tanda-tanda kehidupan lemah di depan, apakah kita perlu memeriksanya?."
Filia:"Ya."
Dari layar proyeksi, terlihat seorang kesatria yang terduduk di bawah pohon sambil menyandarkan punggungnya ke batang pohon. Sebagian besar tubuhnya sudah tertutup oleh salju yang tebal.
Drone segera diturunkan dan membawa orang itu ke ruang medis. Sebagian besar bagian tubuhnya terkena nekrosis parah dan tidak mungkin untuk di selamatkan. Tapi, teknologi medis yang terdapat di Sylph sudah sangat canggih hingga ke tingkat sel. Jadi, meskipun luka ini sangat mengerikan, aku yakin untuk bisa menyembuhkannya. Bahkan jika itu tidak berhasil, aku masih memiliki sihir tingkat tinggi yang bisa membantunya.
Selain terkena nekrosis dan kedinginan, orang ini juga memiliki sejumlah besar luka di tubuhnya. Robot medis segera menginjeksikan nutrisi ke dalam tubuh kesatria itu melalui jarum infus. Mereka melakukan perawatan kepada sel-sel tubuh yang mati dan akhirnya mengunakan DNA nya untuk membuat kloning untuk di cangkokan ke bagian tubuh yang rusak.
Jika itu normal, seharusnya orang ini sudah mati sejak beberapa jam yang lalu karena kehilangan banyak darah dan terkena suhu dingin yang parah. Tapi, sepertinya dia menggunakan kesadaran terakhirnya untuk melapisi tubuhnya dengan mana untuk menghambat kerusakan.
Beruntung dia bertemu denganku, jika tidak, mungkin dia hanya akan menjadi mayat beku.
Tidak menunggu orang itu sadar, aku kembali memerintahkan Frey supaya melanjutkan perjalanan.
Filia:"Sebas, apakah ada kota terdekat dari sini?."
Sebastian:"Ya, Putri. Menurut yang saya tahu, ada sebuah kota yang di sebut sebagai kota Haruhara yang di bangun setelah kemenangan kerajaan dalam perang dataran Haruhara. Ada kemungkinan besar bahwa tuan dan nyonya akan mundur ke tempat itu dan menghindari kejaran monster."
Meskipun suara Sebas terdengar tenang, tapi aku bisa merasakan kepanikan dan ke khawatiran Sebas untuk ayah dan ibu. Lagi pula Sebas sudah lama bekerja untuk mereka dan dia juga orang yang sangat setia.
Filia:"Jangan khawatir, ayah dan ibu pasti baik-baik saja. Ya, pasti baik-baik saja."
Aku mengatakan itu kepada Sebas sebenarnya juga untuk menyakinkan diriku sendiri dan menghentikan kekhawatiranku.
.....
Kota Haruhara...
Harnas:"Bagaimana keadaan saat ini?."
Rovell:"Tidak optimis. Meskipun monster-monster itu mundur untuk sementara, tapi gelombang selanjutnya akan segera tiba."
Ini adalah mimpi buruk yang tidak pernah ingin aku alami. Banyak kesatria ku yang berguguran di bawah cakar monster-monster menjijikkan itu.
Aku pasti akan membalaskan dendam mereka, pasti...
(Akhir dari chapter ini.)