
tentu saja aku tahu apa yang mereka maksud. aku bahkan mengetahui perjanjian yang mereka buat dengan Yang Mulia. yah, meskipun tujuan mereka dengan Yang Mulia adalah sama, tapi berani mengingkari perjanjian dengan Yang Mulia... hehehe... mereka tidak tahu apa itu kata kematian sebelum mengalaminya sendiri.
aku terus melihat dan mendengarkan percakapan mereka melalui salah satu layar monitor biru transparan yang ada di depanku.
"tidak. saya sudah berjanji pada nona Filia, saya tidak bisa mengingkari janji seperti itu"
"maaf putri, tapi sebuah janji tidak akan bisa menggantikan kepentingan sebuah negara. atau anda bisa menipu mereka dan menyingkirkannya"
kesatria wanita itu terus berbicara kepada suara yang terdengar seperti orang tua itu dan berusaha menyakinkannya untuk memberi izin masuk bagi Yang Mulia. percakapan mereka semakin aku mendengarnya, amarah yang ada di hatiku semakin besar. aku ingin merobek dan membuat mereka menjadi makanan Aracnoid milikku.
Arkne:"Rhea, segera blokir semua komunikasi asing ke dunia luar"
"baik"
aku menghubungi Rhea yang saat ini sedang berada di ruang kontrol kapal untuk memblokir semua bentuk komunikasi asing keluar dari kapal. ini merupakan langkah antisipasi supaya saat ada tamu atau tawanan yang dibawa masuk ke kapal tidak dapat menghubungi dunia luar atau menjadi mata-mata. semua bentuk komunikasi asing akan diblokir, kecuali itu adalah komunikasi dengan gelombang mana yang telah terdaftar di kapal udara ini.
Upirina:"nampaknya mereka terlalu menganggap remeh Yang Mulia. aku ingin melemparkan mereka ke ruang makan merah"
meskipun wajah Upirina tetap tenang, tapi dari nada bicara dan aura membunuh yang menyebar dari tubuhnya, sekilas aku tahu bahwa dia benar-benar marah dan siap mengambil tembakan kapan saja.
Arkne:"tentu saja. bahkan kita tidak akan membiarkan mereka mati dengan mudah"
akan terlalu sederhana jika mereka mendapatkan kematian tanpa rasa sakit setelah berani mengkhianati Yang Mulia. serangga-serangga yang tidak berguna berani menantang seekor burung Phoenix.
Arkne:"Stella, bawa beberapa orang dan seret serangga-serangga menyedihkan itu ke ruang takhta!"
"apakah ada yang salah dari mereka, nyonya?"
Arkne:"kamu akan mengetahuinya nanti. pokonya, seret mereka semua kesini!"
aku hanya duduk ditempat sambil terus memantau semua aktifitas para kesatria melalui monitor. sejauh ini sudah ada sebagian bat dari drop item yang ditemukan dan di antarkan ke kapal. mereka langsung menyimpan barang-barang itu di dalam gudang untuk menunggu penilaian dari Yang Mulia. sebelum Yang Mulia sendiri yang menilai, barang-barang itu akan tetap di biarkan seperti apa adanya.
tiga puluh kesatria bersenjata lengkap dengan armor emas dan sepuluh orang maid masuk dan berjejer membentuk jalan menuju ruang takhta dengan lima belas kesatria dan lima maid di setiap sisinya.
bukan apa-apa, ini hanyalah mode keamanan terendah sekaligus untuk menunjukkan keagungan dari Yang Mulia saat ada orang asing yang di panggil untuk pergi ke ruang takhta. sebenarnya keamanan seperti ini akan di isi oleh Warrior Maid dan kesatria terpilih dari Moon Profound Phoenix Legion, tapi karena hanya ini yang ada, dan serangga itu tidak lebih kuat dari goblin kelas rendah, maka tidak ada masalah dengan hanya mengandalkan pasukan yang ada saat ini.
beberapa saat kemudian aku mendengar banyak langkah kaki dari luar pintu. aku segera berdiri di salah satu anak tangga bersama dengan Upirina dan Arene. aku melihat pintu besar itu yang terbuka lebar dan mengizinkan mereka masuk ke dalam.
wajah-wajah bingung dan tidak yakin yang mereka tunjukkan, menyiratkan dengan jelas bahwa mereka tidak tahu alasan mengapa mereka dibawa kemari.
mereka menginjak karpet merah itu dan berhenti beberapa meter dari anak tangga pertama yang menuju ke singgasana Yang Mulia.
"b, bolehkah saya tahu, untuk apa kami dibawa kemari?"
kesatria wanita itu bertanya kepadaku dengan kurang yakin. apakah makhluk-makhluk rendahan ini tidak merasa bersalah atau mereka merasa sebagai yang paling benar hingga tidak menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat!?. sungguh sangat hina.
inilah yang terjadi jika serangga-serangga itu merasa bahwa mereka adalah makhluk superior.
Arkne:"kalian para serangga sungguh memiliki wajah untuk menanyakan hal itu"
tanpa perlu membuang lebih banyak kata kepada para sampah ini, aku menunjukkan apa yang aku lihat kepada mereka. sebuah layar biru transparan berukuran cukup besar muncul di depan mereka semua. di dalam layar itu menunjukkan rekaman percakapan yang dilakukan oleh putri kesatria itu dan orang tua misterius yang menghubunginya.
rekaman terus diputar dan menunjukan semuanya selama beberapa saat. baik itu rencana untuk menyingkirkan kami atau menipu kami, semuanya terekam dengan jelas didalam Vidio itu.
"i, ini..."
setelah rekaman itu selesai, aku merasakan hawa membunuh yang lebat dan sangat kental di seluruh ruangan yang berasal dari para maid dan kesatria emas. semua serangga-serangga itu memiliki wajah yang semakin memucat, berkeringat dingin dengan deras, fluktuasi detak jantung mereka menjadi lebih cepat secara tidak normal, dan pupil mata mereka melebar. sekilas aku sudah tahu bahwa mereka merasa ketakutan.
sekarang kalian baru merasa takut?. terlambat. aku yakin meskipun aku menyiksa mereka Yang Mulia akan mengerti dengan tindakan yang aku lakukan. menyiksa mereka adalah hukuman yang ringan untuk kesalahan seperti itu.
"i, itu, itu tidak seperti itu. saya berjanji akan menyakinkan para tetua dan raja untuk menyetujuinya. saya mohon, percayalah pada saya"
Arkne:"aku tahu bahwa kamu sudah berusaha menyakinkan mereka"
"k, kalau begitu_"
Arkne:"tapi, aku juga tahu tanggapan apa yang akan kamu dapatkan. berani mencoba mengkhianati Yang Mulia adalah kesalahan yang tidak dapat dihapus dengan alasan dan opini apapun"
Upirina:"aku akan melemparkan kalian ke ruang makan merah untuk bersenang-senang"
"tidak. tolong beri saya kesempatan untuk menyakinkan mereka"
Arkne:"tidak perlu. meskipun kamu memohon, tapi semuanya sudah terlambat. sebenarnya akhir-akhir ini aku kurang bersenang-senang, jadi aku harap kalian dapat menghiburku"
aku ingin menyiksa mereka secara perlahan. menikmati ketakutan dan keputusasaan yang cocok untuk makhluk rendahan seperti mereka. aku ingin melihat mereka merangkak di tanah dan memohon ampun sepeti cacing kecil. hahahaha... seberapa menyenangkan itu.
Upirina:"meskipun mereka hanya makhluk lemah, tapi mereka memiliki darah segar"
rantai-rantai hitam keluar dari ruang kosong di sebelah kanan dan kiriku menuju ke arah para serangga menyedihkan itu. aku ingin mengikat dan bermain dengan mereka.
"cepat, lindungi kapten"
salah satu kesatria itu berteriak dan membentuk pertahanan untuk melindungi kesatria perempuan di belakang mereka. dalam formasi yang mereka buat, seorang gadis petarung berdiri di sebelah kesatria wanita itu dan melindunginya. reaksi dan keberanian yang patut dipuji, tapi dihadapan ku semua itu tidak berguna.
Arkne:"menyerahlah...!!"
rantai-rantai hitam itu meluncur ke arah mereka dengan ganas dan siap menembus tubuh mereka dengan ujung-ujungnya yang tajam seperti mata tombak. seharusnya rantai-rantai itu bisa menembus bagian tubuh mereka dan mengikatnya dengan mudah, tapi ..
Crak... Trang... (retak)
suara pecah dan benturan logam bergema dengan nyaring di seluruh ruangan. semua rantai itu hancur berkeping-keping seperti kaca saat akan menyentuh mereka. apa yang terjadi?. skill Tier empat hanya hancur seperti itu?.
aku benar-benar bingung dengan pemandangan ini. tidak pernah aku menduga bahwa skill Tier empat milikku akan dihancurkan semudah itu. aku bingung untuk sementara dan akhirnya sebuah suara bergema seperti berasal dari jiwa. suara itu seakan tidak nyata, tapi dapat di dengar oleh semua orang, suaranya indah dan merdu, meskipun begitu, suara itu mengandung paksaan dan tekanan yang kuat.
"Arkne, hentikan!"
aku melihat ke atas aula. di atas kami muncul sebuah seberkas cahaya putih lembut yang bersinar. cahaya itu terlihat suci dan dapat mengusir semua ketidakbahagiaan dan aura kejahatan.
Arkne:"sister Selene...!!"
Upirina:"sister Selene...!!"
"apa yang kalian lakukan?"
Brak...!!
suara logam yang membentur lantai membuat suara yang keras. semua kesatria tanpa terkecuali berlutut dan terjatuh ke tanah karena tekanan yang sangat kuat. bahkan kakiku terasa lemas karena aura ini. ini bukan hanya tekanan dari ranah, tapi ini juga tekanan dari hukum dunia.
Arkne:"sister, sebenarnya..."
aku menjelaskan apa yang terjadi kepada sister Selene secara jelas. aku tidak mau jika sister Selene salah paham dan memberikan tangannya.
Selene:"jadi seperti itu"
hanya dengan sebuah lirikan mata, bahkan membuat jantungku bergetar tak terkendali. aku tahu bahwa ini bukanlah keberadaan sister Selene yang sesungguhnya. ini hanyalah mekanisme keamanan yang akan aktif secara otomatis saat mendeteksi adanya serangan tanpa kehadiran Yang Mulia. meskipun saat ini Yang Mulia ada disini, tapi keadaannya Yang Mulia sedang tidak sadarkan diri, jadi keamanan itu aktif setelah mendeteksi skill ku. aku terlalu ceroboh.
hanya hawa keberadaan sister Selene sudah mampu menekan kami sampai seperti ini, apa yang akan terjadi jika sister benar-benar hadir.
Selene:"meskipun aku juga marah dengan tindakan seperti itu, tapi ini bukan hal yang bisa kamu putuskan. tunggu Yang Mulia bangun, dan untuk sementara, mereka akan menjadi tahanan"
Arkne:"b, baik sister"
aura penekanan yang dipancarkan oleh sister Selene menghilang seketika seperti udara yang cepat berlalu.
Selene:"jangan membuat masalah dan menghancurkan kapal atau aku akan meminta izin Yang Mulia dan bermain dengan kalian"
"baik sister. maafkan kami"
aku dan Upirina menjawab secara bersamaan. setelah itu, cahaya putih itu meredup bersama dengan sosok sister Selene yang menghilang seperti tidak pernah terjadi apapun. para kesatria emas kembali berdiri, sementara para serangga itu terduduk dan banyak yang tidak sadarkan diri setelah merasakan aura dari sister Selene.
Arkne:"segera bawa para serangga-serangga itu dan tahan mereka!"
"baik"
meskipun baru terpengaruh oleh aura yang sangat menakutkan itu, para kesatria emas itu segera bergerak dan mengeksekusi perintahku dengan lancar tanpa kendala.
akhirnya seluruh ruang takhta hanya tersisa aku dan Upirina serta Yang Mulia yang saat ini sedang dalam masa pemulihan. untuk Arene, dia dibawa untuk beristirahat dikamar yang telah di sediakan.
Upirina:"sungguh sangat menakutkan"
Arkne:"benar. meskipun hanya sebagian dari kekuatannya yang ada di kapal ini sebagai sistem keamanan, tapi tetap saja itu sangat mengerikan. aku tidak tahu bagaimana jika sister benar-benar dipanggil kemari"
Upirina:"Yang Mulia tidak akan memanggil Sister Selene tanpa alasan yang mendesak. saat ini sister Selene diberi tugas untuk menjaga Moon Palace, jadi sister harus selalu berada disana"
Arkne:"itu benar. sekarang kita hanya bisa menunggu Yang Mulia terbangun dan mengambil keputusan untuk semua hal ini"
hanya menunggu Yang Mulia...
(akhir dari chapter ini)
aku tidak menyangka membuat gambaran karakter Arkne yang kejam akan cukup sulit.
dua atau tiga chapter lagi dan arc Helheim akan berakhir. see you next time;)