
sebenarnya menyenangkan berbicara dengan ibu seperti ini. bahkan aku hampir lupa berapa lama aku berbicara dengan ibu. meskipun kami hanya membicarakan hal-hal umum, tapi entah kenapa itu seperti menjadi bahasan yang menyenangkan.
Arsh:"oh ya sayang, apa kamu akan menghadiri acara perjamuan Yang Mulia ratu?"
tiba-tiba ibu mengungkit topik yang tidak terduga. aku pernah mendengar akan hal ini. kalau tidak salah seorang teman di kelas pernah membicarakannya dan menanyakan hal yang sama padaku. kelihatannya semua orang mengetahui hal ini.
Filia:"ibu, bisakah ibu menjelaskan perjamuan itu?"
Arsh:"benar. kamu tidak pernah menghadiri acara seperti ini. yah, ini bukan acara wajib sebelum kamu melalui acara kedewasaan, tapi biasanya anak-anak seusiamu akan menghadiri acara seperti ini untuk belajar masuk ke dalam lingkungan sosial. acara ini sendiri biasanya di adakan secara berkala oleh Yang Mulia ratu untuk menjaga hubungan antara wanita bangsawan di ibu kota"
Filia:"jadi seperti itu. tapi menurut saya, mungkin tujuan sang ratu mengadakan acara ini hanya untuk memperkuat posisi dan pengaruhnyanya di lingkungan sosial"
tidak mungkin keluarga kerajaan mengadakan acara seperti ini hanya untuk menjaga hubungan. kurasa lebih tepat jika mereka mencari keuntungan dari acara ini. keuntungan paling langsung yang bisa di dapatkan adalah pengaruhnya secara pribadi si lingkungan sosial ibu kota. meskipun terlihat damai, tapi sebenarnya kehidupan kerajaan lebih banyak persaingan. terutama persaingan antara ratu pertama dan selir yang masing-masing memperjuangkan anak mereka untuk naik tahta raja.
dengan memperkuatnya posisi mereka di lingkungan sosial, mereka juga akan memperkuat dukungan bagi anak atau pangeran yang akan mereka angkat sebagai raja. jika pangeran yang mereka dukung berhasil naik, maka mereka bisa mendapat kemuliaan bahkan tanpa berkedip.
meskipun hanya ratu dan raja yang berhak mengatakan perjamuan di istana, tapi selir biasanya akan menggunakan kedok pesta teh atau pesta lainnya untuk menarik wanita sosial lainnya dan masuk kedalam kubu mereka.
Arsh:"aku tidak tahu bahwa kamu memiliki pemahaman yang cukup dalam tentang hal seperti ini. sepertinya kamu siap untuk terjun ke dunia sosial"
ibu menatapku sambil tersenyum. aku hanya membalas senyum ibu dengan ringan sambil menyesap teh hangat di depanku. anak-anak seusiaku pada umumnya tidak akan melihat hal seperti ini. biasanya mereka hanya akan memikirkan gengsinya dan berusaha menonjolkan diri mereka dalam acara seperti ini tanpa memikirkan latar belakang di adakannya acara seperti ini. tentu saja akan ada anak-anak bangsawan seusiaku yang juga memikirkan ini. terutama mereka adalah anak bangsawan kalangan atas yang memang sudah mendapatkan pengetahuan tertentu dan mampu berfikir lebih maju dari anak-anak lainnya. yah, lagi pula anak-anak dari kalangan bangsawan kelas atas tanpa pengetahuan dan pemahaman tentang hal seperti ini sejak dini, mereka akan mudah tersingkir dari lingkungan sosial yang seperti arena gladiator ini. terutama musuh terbesar mereka adalah trik dan intrik.
Filia:"ibu terlalu memuji. hal seperti itu bisa di lihat dengan mudah tanpa memperhatikan terlalu detail"
sebenarnya keluarga Rosefield tidak terlalu memperhatikan dunia wanita sosial seperti ini. sebaliknya, keluarga Rosefield lebih masuk kedalam dunia militer. meskipun begitu, keluarga Rosefield tetap memiliki prestise tersendiri dalam lingkungan sosial. dalam lingkungan sosial biasanya keluarga Rosefield tidak terlalu aktif, justru bisanya keluarga bangsawan lain yang akan mengambil inisiatif untuk mendekati keluarga Rosefield demi mendapatkan dukungan atau sikap baik dari keluarga Rosefield. lagi pula sebagian besar kekuatan militer berada di tangan Rosefield. dengan dukungan keluarga Rosefield maka mereka akan memiliki dukungan yang kuat. jadi karena hal itu juga prestise ibu di kalangan wanita bangsawan juga cukup besar.
Arsh:"lalu bagaimana, apakah kamu mau menghadiri acara itu?"
Filia:"saya akan memikirkannya"
ibu mengangguk ringan sambil menyesap tehnya dengan anggun. meskipun ibu ke dua terlihat dingin di hari kerja, tapi dia adalah wanita yang hangat dan mudah di dekati. ayah, betapa beruntungnya kamu mendapatkan dua istri seperti ibu dan ibu ke dua.
setelah aku menghabiskan teh di dalam gelas, aku mengucapkan selamat tinggal pada ibu dan pergi melanjutkan untuk berkeliling akademi. aku tidak tinggal lebih lama karena takut mengganggu pekerjaan ibu dan membuatnya menjadi lebih sibuk.
kali ini tujuanku adalah melihat kantin yang legendaris. aku sering membaca bahwa di kantin sekolah adalah tempat dengan banyak kejadian langka dan aneh. di sanalah biasanya kejadian yang tidak terduga terjadi. dulu aku hanya bisa membaca dan mendengar cerita tentang hal itu, tapi sekarang aku bisa menginjakkan kaki di sana.
saat aku tiba di kantin, tempat ini lebih mirip dengan restoran atau kafe di Paris. mereka menyediakan tempat makan di luar ruangan dengan payung dan meja yang terpisah-pisah. setiap meja berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih satu meter. di sekeliling meja terdapat 4-5 kursi. kursi-kursi kayu itu yang di buat dengan cukup mewah dan indah.
karena musim dingin belum benar-benar tiba, jadi tempat di luar ruangan masih di gunakan. tapi, setelah musim dingin tiba, biasanya yang di gunakan hanyalah restoran dalam ruangan.
aku melewati anak-anak yang sedang asik berbincang di kursi luar dan masuk ke dalam ruangan. di dalam ruangan juga banyak anak yang makan ataupun hanya sekedar berbincang dengan anak yang lain. meskipun banyak anak, tapi melihat dari sikap dan penampilan mereka, tidak satupun dari mereka yang merupakan anak bangsawan.
tapi apa peduliku. anak bangsawan atau bukan mereka sama saja bagiku. aku melihat sekeliling dan mencari kursi yang kosong. ada beberapa meja yang kosong, dan aku memilih tempat duduk kosong yang tepat berada di dekat jendela. selain cahaya yang baik, juga udaranya lebih segar. sebelum aku duduk, seorang pelayan perempuan menghampiriku dan menanyakan apa yang ingin aku pesan. untuk saat ini, aku rasa aku hanya akan memesan teh. untuk makanan... lupakan saja. lidahku tidak cocok untuk hidangan asli di dunia ini.
aku duduk dan memeriksa berkas yang di kirimkan oleh Sebas. seperti yang diharapkan. pekerjaan Sebas benar-benar rapi dan jelas. menurut laporan yang aku baca, setelah pembangunannya selesai, masih ada sisa uang yang cukup banyak. untuk sisanya, aku rasa baik untuk dialokasikan untuk anak-anak itu.
oh?
saat membuka halaman selanjutnya, aku melihat sebuah kertas yang tidak cocok dengan isi laporan. saat aku membacanya, ternyata ini adalah surat terima kasih dari anak-anak. tanpa sadar, aku tersenyum saat membaca tulisan yang agak berantakan dan kata-kata yang naif ini. benar-benar mencerminkan anak-anak. sangat jarang anak-anak di dunia ini bisa membaca dan menulis. jadi aku memerintahkan ke dua pengasuh itu untuk mengajari mereka baca dan tulis. aku ingin mempekerjakan mereka, tentunya akan merepotkan jika mereka tidak bisa baca dan tulis.
oke, aku bukannya mengekploitasi anak-anak, tapi di dunia ini anak-anak yang bekerja merupakan hal yang wajar. lagi pula tujuanku mempekerjakan mereka supaya mereka dapat mandiri dan tidak melakukan kejahatan lagi.
selain itu... mungkin dengan melakukan ini, aku bisa menebus rasa kehilangan di duniaku yang sebelumnya. aku melihat ke luar jendela dan menyaksikan awan abu-abu yang melayang beriringan seperti kawanan domba yang mengambang.
lamunanku di buyarkan oleh suara wanita yang terbata-bata. aku menoleh dan melihat pelayan mengantarkan segelas teh dengan gelas putih polos yang sederhana. sangat kontras dengan yang biasanya aku lihat.
Filia:"terima kasih"
aku menjawabnya sambil tersenyum. saat aku sadari, ternyata aku menjadi pusat perhatian dari para pengunjung. ada banyak mata yang mengawasiku dengan tatapan heran dan bingung. tapi aku tidak terlalu memikirkannya, aku hanya meminum teh itu dan melanjutkan membaca. ternyata rasa teh nya lumayan. bahkan ini adalah teh yang baik.
Filia:"teh yang enak. dari mana teh ini berasal?"
aku menoleh ke pelayan yang ingin pergi dan memberikan pujian pada teh nya. pelayan itu nampak terkejut dan menoleh ke arahku.
"ini, ini adalah teh yang di datangkan dari kampung halaman saya"
Filia:"sepertinya aku belum pernah melihat teh ini di pasaran?"
"teh ini memang tidak di pasarkan"
pelayan itu menjawab pertanyaan ku dengan wajah yang gugup dan agak takut. sebenarnya lucu melihat ekspresinya yang seperti itu. dan melihat dari penampilannya, nampaknya dia baru berusia tiga atau empat belas tahun.
Filia:"bukankah sayang jika teh yang baik tidak di pasarkan?"
"i, itu... itu benar, ta , tapi teh kami memang tidak di kenal. kami pernah mencoba menjualnya, tapi karena tidak di kenal, jadi sulit mendapatkan pasar. sejak itu, kami berhenti mencoba menjualnya di pasaran"
yah, itu hal yang wajar. dalam perdagangan, selain kualitas yang baik, konsumen terutama lebih memilih produk yang sudah memiliki nama dan prestise sendiri di pasaran. anggap saja sebuah perusahaan mobil yang baru didirikan dengan perusahaan mobil yang telah membuat nama di pasaran. meskipun kualitasnya sama-sama bagus, tapi konsumen akan lebih memilih produk yang sudah di kenal. jadi wajar jika produk baru akan di telan oleh produk lama, kecuali bahwa mereka memiliki kampanye dan iklan yang baik.
Filia:"lalu, bagaiman jika menjualnya kepadaku. aku bisa membeli dalam jumlah besar"
"b, benarkah?!"
Filia:"itu benar. tapi aku harus melihat kualitasnya terlebih dahulu"
"t, tentu saja. n, nona?"
Filia:"kamu bisa memanggilku Filia"
"k, kalau begitu Nona Filia, saya Nima. jika yang anda katakan benar, maka saya sangat berterima kasih".
gadis itu memperkenalkan dirinya sendiri sambil membungkuk dengan hormat ke arahku. mendengar dari suaranya, sepertinya dia sangat bahagia. entah apa yang telah terjadi hingga dia sebahagia itu hanya dengan aku membeli teh nya.
Nima:"s, saya akan segera mengambilkan teh nya"
Filia:"hm, aku akan menunggu"
gadis pelayan itu berbalik dengan cepat seperti seekor kelinci. aku hanya menikmati segelas teh ini dan menunggunya. aku ingin membeli teh ini untuk di sediakan di kedai yang ingin aku buat. yah, meskipun di sebut kedai, tapi itu adalah mansion tiga lantai yang aku bangun sebelumnya.
aku hanya merasa sayang jika produk yang baik seperti teh ini akan tenggelam dan tidak ada yang tahu bahwa ada produk yang baik, jadi lebih baik aku memperkenalkannya ke publik...
(akhir dari chapter ini)
tunggu beberapa bulan lagi dan aku akan update dengan rajin. saat ini benar-benar waktu yang sibuk... maafkan aku yang tidak kompeten. see you next time:)