
selesai membersihkan diri, aku pergi ke dapur. tempat ini bersih, dinding dan lantainya dilapisi oleh ubin putih yang berkilau. disini tidak menggunakan kompor, tapi menggunakan semacam tungku tanah liat persegi besar. tungku itu memiliki sekitar sembilan lubang api, yang di gunakan sebagai bahan bakar bukanlah kayu, melainkan batu kristal merah yang dapat mengeluarkan api jika di pasok dengan mana.
ini adalah «Elemental Ore». elemental ore berbeda dengan magic ore, magic ore dapat menyerap dan menyimpan mana dari sekitarnya dan mana yang tersimpan bisa di serap oleh manusia saat keadaan kritis, sementara elemental ore hanya dapat menerima mana yang di salurkan oleh Castor untuk menghasilkan fenomena magis tertentu. selain itu elemental ore tidak dapat menyimpan mana, mana yang di salurkan oleh Castor akan langsung berubah menjadi fenomena magis.
elemental ore, sesuai namanya memiliki beberapa jenis. fire ore, light ore, wind ore, water ore, dan lightning ore. dan masing-masing di bagi menjadi tiga tingkat yakni, low, middle, dan high. untuk low itu tidak terlalu berharga dan biasanya di gunakan untuk kepentingan sehari-hari, seperti memasak dan mencuci, sementara yang middle dapat di gunakan untuk peralatan sihir pemula dan perhiasan sihir tingkat rendah.
dan untuk yang high memiliki penggunaan yang lebih luas dan perlu izin khusus. biasanya high level akan di gunakan di kemiliteran dan sebagai senjata sihir berkualitas tinggi. selain memiliki daya ledak yang besar, high level juga sangat sulit untuk di tambang bahkan beberapa tempat akan di huni oleh beast bertingkat tinggi.
di dapur terdapat banyak pelayan dan koki yang sedang sibuk menyiapkan bahan untuk membuat hidangan makan siang. meski hanya aku yang akan makan siang karena ibu dan ayah jarang pulang saat makan siang karena pekerjaan, para pelayan dan koki masih sangat serius dalam melakukan pekerjaan.
bahkan saking seriusnya, mereka tidak memperhatikan kedatanganku. sepertinya aku datang di waktu yang kurang tepat, apa aku kembali saja nanti.
aku memperhatikan sekitar. yang tidak ku duga adalah, bahwa alat memasak di sini cukup lengkap termasuk berbagai jenis wajan dan panci. semuanya terbuat dari logam.
Filia:"permisi!"
aku menarik celemek salah satu pelayan perempuan yang sedang menyiapkan sayuran untuk di masak. maid itu memiliki rambut pendek berwarna coklat. dia masih cukup muda, mungkin sekitar delapan belas atau sembilan belas tahun.
"ahh..."
dia terkejut dan memberikan teriakan yang cukup keras, setidaknya itu bisa di dengar di seluruh dapur. dapur ini sendiri cukup luas, seluas lapangan basket.
dia melihat ke bawah dan wajah nya menunjukkan ekspresi terkejut.
"Putri, sedang apa anda di sini?"
maid itu membungkuk dengan hormat dan anggun. meski dia baru saja terkejut, tapi caranya untuk menunjukkan profesionalitas nya patut di beri pujian.
Filia:"An. aku mau mencoba memasak"
"tidak. dapur terlalu berbahaya"
"bagaimana jika terjadi sesuatu dengan tuan putri!"
"benar, kita tidak bisa membiarkan hal itu!"
Kami sudah menjadi pusat perhatian sejak awal. dan sekarang setelah aku mengucapkan itu, para maid dan koki di dapur Langsung menolak bahkan tanpa mendengarkan penjelasan ku.
An:"huh.... putri, itu terlalu berbahaya. sebaiknya putri menunggu sampai hidangannya selesai"
An berlutut untuk menyamakan ketinggian dengan ku, dia bicara dengan lembut seperti seorang ibu yang sedang memberi nasehat kepada anaknya.
aku tahu kalau ini akan cukup sulit untuk menyakinkan mereka. tapi aku sudah mempersiapkannya dengan matang.
Filia:"tidak. aku akan memasak. lagi pula ada An dan yang lainnya yang akan menjagaku kan?"
keluarkan senjata terbaik loli. senyum manis dan dengan nada yang penuh kepercayaan. mari kita lihat siapa yang mampu menolak nya.
An:"ugh... batuk...tidak bisa. ini terlalu berbahaya. bagaimana jika putri terkena api atau pisau?"
tidak berhasil?. kalau begitu lanjutkan ke rencana kedua, jika aku melihat reaksi An, sepertinya tahap pertama cukup sukses.
Filia:"aku.... aku hanya ingin mencoba. apa tidak boleh?"
wajah polos dan penuh kesedihan. jika kamu masih bisa menolak ini, maka kamu bukan manusia.
An:"ugh...tapi...tapi_"
"hahahaha....."
saat An sedang ragu-ragu, terdengar suara tawa lelaki yang keras dari arah belakangnya. aku sedikit memiringkan kepalaku dan mendapati seorang lelaki tinggi dengan otot-otot yang menonjol dari balik pakaian koki putihnya. dia berusia sekitar tiga puluhan tahun, rambut pirang dengan di tutupi oleh toque putih yang tinggi.
aku selalu mengira bahwa kokinya akan seorang yang gemuk dengan perut buncit seperti yang di gambarkan pada beberapa novel dan manga, tapi ternyata ada juga koki yang tubuhnya seperti seorang binaragawan.
An:"tuan Jors. Anda membuat saya terkejut"
nama koki berotot itu adalah jors. karena dia bukan berasal dari keluarga bangsawan, jadi dia tidak memiliki nama keluarga. Jors dulu bekerja di sebuah rumah makan di desa terpencil. suatu hari dalam perjalanan ke negara tetangga ayahku mampir di desa itu untuk mengisi perbekalan. seharusnya perbekalannya tidak akan habis secepat itu. tapi karena penyergapan bandit, tenda tempat rombongan ayah terbakar dan menghanguskan sebagian besar persediaan.
saat itu ayahku mencoba makanan yang di buat Jors, ayah sepertinya menyukainya, jadi dia mengajak Jors untuk bekerja di mansion di ibukota.
Jors:"tidak masalah jika nona muda ingin mencoba. biarkan aku yang mengawasinya"
An:"tapi.."
Jors mendekat ke arahku. saat aku melihatnya dari dekat, dia terlihat sangat tinggi hingga membuat leherku sakit karena mendongak.
Jors:"izinkan saya untuk menjadi pendamping nona"
Jors melepas Toque di kepalanya dan meletakkan di dadanya sambil membungkuk dengan hormat. sepertinya aku harus mulai membiasakan diri dengan tindakan formal seperti ini di masa depan.
Filia:"suatu kehormatan bagi saya"
aku mencubit kedua ujung gaunku dan mengangkatnya dengan ringan, lalu membungkuk. melakukan etiket kebangsawanan seperti ini kadang-kadang menyenangkan.
Jors:"nona. saya tidak mampu menanggung kehormatan anda yang sebesar ini"
sepertinya etiket seperti itu bisa membuat orang panik.
Filia:"baiklah. cukup dengan formalitasnya. sekarang aku ingin memasak."
Jors:"huh... baiklah. hidangan apa yang ingin nona masak".
aku tidak menjawab dan berjalan menuju tungku dengan ketinggian sekitar 76-77cm. tapi meski begitu aku masih membutuhkan pijakan kaki supaya lebih mudah untuk memasak.
aku mengeluarkan sepotong besar daging dari storage. daging ini berwarna merah, dagingnya masih sangat segar. ini adalah daging «Silver Head Deer» salah satu monster level 180 yang memiliki daging yang lezat. di dalam game monster ini sering di buru untuk mendapatkan drop daging, jika di jual ke pemain lain harganya sekitar 3 SDC per potong. tapi tingkat drop rate nya sangat rendah.
selain itu, makanan yang di masak menggunakan daging ini akan memperoleh buff pemulihan cepat dan penguatan terhadap Wood elements.
setelah mengeluarkan daging, aku mengeluarkan saus BBQ yang aku buat di Alterion. keluarkan Grill pan dari storage, letakkan di atas tungku. kemudian siapkan berbagai bumbu tambahan yang di perlukan.
minta An yang sedang kesurupan dan bengong di belakangku untuk mengambilkan minyak, minyak disini adalah minyak nabati.
siapkan steak. Dalam mangkuk, campurkan bubuk kopi dengan bubuk cabai, gula merah, paprika, jintan, dan garam.
Baluri steak dengan campuran bubuk kopi dan bubuk cabai. Pastikan seluruh permukaan tertutup rata. Istirahatkan dalam suhu ruang selama 30 menit.
kenapa menggunakan kopi?.Khasiat kopi pada daging sama seperti rempah. Bahkan jika digabung dengan rempah lainnya dia akan bekerja lebih baik dan memberi hasil nikmat lebih baik. Tak hanya sebagai bumbu saja, kopi yang sudah diseduh mampu berperan sebagai pelunak pada daging tersebut. Biasanya daging direndam di dalam air kopi yang sudah diseduh selama 24 jam atau bisa kurang demi mendapatkan tingkat kelunakan yang cocok. tapi kali ini aku hanya menggunakannya untuk memarinasikan dagingnya.
Enzim di dalam kopi tersebut bekerja secara ajaib melunakkan daging yang akan diolah menjadi ragam masakan. Selain itu, rasa unik dari kopi akan memberi proses karamelisasi dan membuat daging menjadi garing dan crispy di bagian luarnya. Sebuah kesempurnaan aroma, rasa dan tampilan mampu dilakukan kopi pada masakan yang mengandung daging ini.
setelah daging di marinasi, mulai siapkan Grill Pan di atas tungku. setelah Grill pan siap, beri sedikit minyak ke Grill pan.
Bakar steak dengan api sedang. Balikkan steak, sampai terlihat membentuk kerak yang bagus di bagian permukaan steak dan punya tingkat kematangan medium-rare yakni sekitar 11-13 menit.
Pindahkan ke piring saji, dan istirahatkan selama 10 menit. Potong tipis steak, lalu tata di piring saji. tambahkan beberapa hiasan dari sayuran, lalu siapkan saus barbeque di wadah kecil di sebelahnya. sedikit saran, jika mau makan steak, aku menyarankan untuk memakannya terlebih dahulu tanpa menggunakan saus untuk menikmati rasa alami dagingnya.
aroma daging yang harum langsung menyebar ke seluruh ruangan. terdengar beberapa orang yang menelan ludah dengan keras. bahkan Jors yang melihat hasilnya terlihat tidak percaya dan matanya terus terpaku ke dalam piring.
Jors:"no...nona. apakah ini yang anda masak?"
Filia:"bukankan kamu melihatnya sendiri?!"
heheh. aku cukup percaya diri dengan hasil masakanku, jangan mencoba meremehkan nona muda ini.
Jors:"saya tahu. tapi... tapi masakan yang seindah ini..."
Filia:"apa kamu ingin mencicipinya?"
Jors:"eh.. tapi"
Filia:"tidak perlu tapi. lagi pula aku juga perlu pendapat dari koki yang hebat seperti mu Jors. jika makanannya cukup baik menurutmu, aku akan mengajarkan cara memasaknya"
Jors:"apa!.... nona, apa anda bersungguh-sungguh?"
Filia:"tentu. tapi aku kurang yakin dengan rasanya, jadi bantu aku menilainya"
Jors:"b, baik"
jors mengambil garpu dan perlahan mendekati piring di atas meja. koki dan karyawan lain juga menatap Jors yang mendekati piring dengan tampang serius. oee.... ini bukan penjinakan bom oke!. kenapa wajah kalian begitu serius?.
Filia:"pertama, kamu coba makan tanpa saus. itu akan mengeluarkan Umami daging yang sesungguhnya"
Jors 'um' dan menusuk sepotong daging dengan garpu di tangannya. tangannya masih gemetar saat memegang garpu, perlahan dia memasukkan daging ke dalam mulutnya dan mengunyah....
(akhir dari chapter ini)
see you next time:)