
setelah Felmina mendapatkan ketenangannya, aku hanya perlu memberikan instruksi selanjutnya dan membimbingnya untuk mengontrol mana dalam tubuhnya.
Filia:"sekarang kamu coba untuk merasakan mana yang ada di dalam tubuhmu!. setelah kamu merasakannya, kamu harus membimbing mana itu untuk beredar ke seluruh bagian tubuhmu melalui mana Vessel secara perlahan"
aku menggunakan «Sixth Sense» untuk melihat aliran mana yang ada di tubuh Felmina. sixth sense merupakan tahap pertama dari evolusi «Omniscient Eyes». Omniscient Eyes memiliki tiga tahap evolusi, tahap pertama adalah Sixth Sense yang memiliki kemampuan dapat melihat aliran mana tanpa terhalang bahkan mana yang tersebar di udara.
tahap ke dua Seventh sense, pada evolusi ini, Omniscient Eyes mampu melihat 360⁰ dan dapat melihat tembus melalui benda padat, sekaligus masih membawa kemampuan perubahan pertama yang di perkuat.
perubahan terakhir disebut Eighth Sense. saat Omniscient Eyes sampai pada perubahan ketiga ini, Omniscient Eyes akan memperoleh kemampuan memprediksi masa depan dan kemampuan yang telah di dapatkan pada perubahan pertama dan kedua akan diperkuat hingga dua kali lipat.
Skill Omniscient Eyes merupakan salah satu Unique Skill pemain, setiap pemain akan mendapatkan Unique Skill mereka masing-masing dan akan kecil kemungkinannya jika dua pemain mendapatkan unique skill yang sama.
saat aku melihat tubuh Felmina, dia mulai mengedarkan mana ke seluruh tubuhnya, meskipun masih belum bisa mengedarkannya secara lancar, bahkan kadang-kadang alirannya akan kacau atau berhenti di setengah jalan.
Filia:"kamu harus fokus dan mengedarkan manamu secara stabil"
Felmina:"ini sangat sulit"
Filia:"kamu pasti bisa, teruslah melatihnya"
aku membiarkan Felmina konsentrasi dengan latihannya dan berbalik untuk melihat Ilma dan Rurui yang sedang memperhatikan Felmina dari belakangku. setelah aku berbalik menghadap mereka, mereka menatapku dengan kosong dan terkejut.
Filia:"ada apa?"
Rurui:"m, mata.."
Filia:"mata??"
Ilma:"putri, pupil mata anda menjadi berwarna merah"
oh. bahkan aku lupa bahwa saat menggunakan Omniscient Eyes warna mata akan berubah sesuai dengan layer yang di gunakan. tahap pertama merah, tahap ke dua emas, dan tahap ketiga biru, sementara jika menggunakan Omniscient Eyes secara lengkap, maka pupil mata akan berubah warna menjadi emas dengan aura merah dan biru.
Filia:"ini karena pengaruh penggunaan skill, jadi jangan khawatir".
Ilma:"um. baik putri"
Filia:"aku akan memulai latihan untuk kalian berdua. untuk Rurui, kamu akan melakukan persis sama dengan Felmina, sementara Ilma, aku ingin kamu menutup mata dan mencoba merasakan lingkungan sekitarmu"
Ilma dan Rurui:"baik putri"
aku membiarkan Rurui untuk berlatih sama seperti Ilma. awalnya dia memang mengalami kesulitan, tapi setelah beberapa saat, kontrolnya terhadap mana menjadi sedikit lebih halus daripada Felmina dan mana eksternal mulai berkumpul di sekitarnya. mana yang berkumpul mirip dengan percikan api jika di lihat menggunakan Omniscient Eyes, ini menandakan bahwa, mana yang berkumpul merupakan mana tipe api.
aku mengalihkan perhatianku dari Rurui dan memperhatikan Ilma.
Filia:"coba rasakan keadaan sekitarmu"
setelah sekitar lima menit, aku merasakan sebaran energi mental yang berpusat dari Ilma. meskipun sebaran energi mental itu lemah, tapi itu cukup stabil bagi yang baru di bangkitkan.
Filia:"bagaimana Ilma?"
Ilma:"saya samar-samar bisa merasakan keadaan sekitar dan sepertinya saya melihat bayangan"
Filia:"bagus sekali Ilma. sekarang coba fokuskan pikiranmu kepada bayangan-bayangan yang kamu lihat!"
Ilma:"b, baik putri"
aku bisa merasakan bahwa sebaran energi mental Ilma menjadi semakin padat dan sebentar lagi akan bangkit sepenuhnya.
Ilma:"s, saya bisa melihat putri dan yang lainnya dalam benak saya"
Filia:"bagus Ilma. kamu hampir membangkitkan kekuatan mental mu"
Ilma:"saya bisa merasakan ada sesuatu yang mengelilingi saya"
Filia:"hebat Ilma. lanjutkan"
ini adalah proses awal kebangkitan kemampuan mental. saat proses pembangkitan kemampuan mental, maka orang yang membangkitkannya dapat menggambarkan lingkungan sekitarnya di benaknya. kemudian, kemungkinan sesuatu yang mengelilingi Ilma adalah mana yang tanpa sengaja berkumpul saat pembangkitan kemampuan mental.
Ilma:"s, saya bisa merasakan banyak orang yang mendekat. kesatria?".
aku memperhatikan para kesatria yang menghentikan latihannya dan mendekati kami. mereka nampaknya merasakan sesuatu dan datang menghampiri kami untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Eden:"saya merasakan bahwa konsentrasi mana di sini menjadi lebih padat"
Filia:"ya. sebentar lagi kamu akan melihat sesuatu yang bagus"
setelah mengatakan itu, aku tidak lagi memperhatikan Eden dan para kesatria yang lainnya, tapi aku kembali memperhatikan Ilma yang sedang bermeditasi di tanah.
Filia:"sekarang kamu bisa membuka matamu Ilma"
Ilma:"baik"
setelah Ilma membuka matanya, energi mental yang padat langsung tersebar ke sekitar. pupil Ilma yang semula coklat kehitaman berubah menjadi ungu seperti Ametis.
Eden:"i, ini... apa ini?. saya merasa ada sebuah tekanan yang kuat saat menatap matanya"
tapi itu segera menghilang dan mata Ilma segera kembali seperti semula. aku melihat Ilma memegangi kepalanya. sepertinya dia sedikit pusing setelah kehabisan energi mental.
aku segera pergi dan mendukung Ilma yang hampir terjatuh saat mencoba berdiri. Ilma satu kepala lebih tinggi dariku.
Filia:"tidak apa-apa. itu hal yang wajar. aku akan mengajarimu cara mengontrolnya lain kali, untuk saat ini sebaiknya kamu beristirahat terlebih dahulu"
Eden:"biar saya bantu putri"
Filia:"terima kasih Eden. tolong antarkan Ilma untuk beristirahat"
Eden:"baik putri"
Ilma:"s, saya baik-baik saja. saya masih_"
Ilma mencoba melepaskan diri dari Eden dan alhasil dia hampir terjatuh karena masih merasakan efek pusing dari kehabisan energi mental.
Filia:"lihat!. kamu harus istirahat sekarang"
Ilma:"tapi_"
Filia:"kamu hanya akan merepotkanku jika memaksakan diri"
Ilma:"b, baik putri"
Eden segera membawa Ilma ke mansion untuk beristirahat.
Felmina:"kakak. apa yang terjadi dengan Ilma?"
Felmina dan Rurui juga menghentikan latihan mereka setelah merasakan ada sesuatu yang terjadi.
Filia:"dia kehabisan energi mental. aku mengetahui bahwa Ilma memiliki bakat dalam tipe mental, jadi aku membantunya untuk membangkitkan energi mentalnya"
Felmina:"apa itu tipe mental?"
Filia:"itu adalah..."
aku menjelaskan kepada Felmina tentang apa itu tipe mental. bukan hanya Felmina dan Rurui yang mendengarkan, tapi para kesatria juga ikut mendengarkan dengan cermat apa yang aku katakan.
Rurui:"jadi, jika ada orang yang bisa mengendalikan energi mental, maka orang itu dapat membunuh orang lain secara rahasia tanpa meninggalkan jejak?"
Filia:"jika dia tipe serangan maka dia bisa melakukan itu, tapi jika dia tipe sensor, maka dia akan menjadi mata-mata sekaligus pengintai yang baik, kecuali dia mempelajari Martial Art. jika dia mempelajari Martial Art, dia bisa menjadi petarung yang handal"
"sangat mengerikan. bukankah itu bakat yang menantang?!"
"aku berharap tidak akan pernah bertemu musuh seperti itu"
"iya. akan sangat mengerikan jika kamu bahkan mati tanpa mengetahui bagaimana caranya kamu mati"
ada berbagai seruan dari para kesatria yang mengungkapkan kengerian mereka terhadap tipe mental. yah, tapi melihat sejauh ini, sepertinya belum ada yang membangkitkan energi mental mereka. jika sudah ada, tidak mungkin para kesatria yang sudah kenyang dengan pertarungan akan merasa asing dengan tipe mental. kan?!.
Felmina:"lalu bagaimana dengan mu kak?. apakah kamu juga tipe mental?"
Filia:"iya. aku juga tipe mental"
Felmina:"tipe apa?"
Filia:"kamu akan mengetahuinya nanti"
aku adalah tipe mental ke tiga, yaitu tipe bencana. tipe bencana seperti tipe mental gabungan dari dua tipe mental yang lainnya. karena memiliki tipe mental inilah sehingga aku memiliki Omniscient Eyes. sebenarnya tipe bencana tidak memiliki nama resmi, tipe bencana hanya sebutan yang di berikan oleh para pemain kepada kemampuan tipe mental ini.
Rurui:"lalu putri, tipe mental apa yang dimiliki oleh Ilma?"
Filia:"dia merupakan tipe sensor"
Felmina:"sayang sekali. jika dia tipe serangan, maka kakak akan mendapatkan pengawal yang sempurna"
Filia:"apa yang kamu katakan!. sejak kapan kakak mu ini memerlukan perlindungan?!"
Felmina:"kak. tolong jangan mencubit pipiku. bagaimana kalau nanti bengkak?!".
Filia:"maka kamu akan seperti bayi beruang dengan pipi gemuk"
itu benar. Ilma memang tipe sensor yang lebih cocok sebagai suport. jika Ilma tipe serangan, maka saat pembangkitan energi mental para kesatria akan merasakan serangan mental yang akan membuat kepala mereka sakit atau pusing.
Filia:"meskipun dia tipe sensor, dia memiliki bakat dalam mempelajari Martial Art. dengan kemapuan sensornya, dia justru akan mampu melindungiku dengan baik karena bisa mengetahui lingkungan sekitar, bahkan jika dia sudah bisa mengendalikannya, dia dapat merasakan aura kebencian"
Felmina:"jadi begitu. lalu, bagaimana denganku kak?"
Filia:"sayang sekali. kamu tidak memiliki bakat dalam sihir, tapi kamu memiliki bakat dalam mempelajari Martial Art yang lebih baik dari Ilma. sementara Rurui, dia memiliki bakat yang tinggi dalam sihir api"
Felmina:"benarkah?. sayang sekali, tapi setidaknya aku masih memiliki bakat dalam mempelajari Martial Art"
aku mengira bahwa Felmina akan merasa tertekan karena tidak memiliki bakat dalam hal sihir, tapi sepertinya dia dapat menerimanya dengan mudah, bahkan tampaknya tidak merasa menyesal sama sekali.
Filia:"kita akan melanjutkan latihannya lain kali. untuk saat ini kalian bisa beristirahat terlebih dahulu".
aku mengakhiri sesi latihan hari ini dan segera menyuruh Felmina dan Rurui beristirahat. meskipun latihan hari ini tidak lama, tapi latihan hari ini cukup menguras tenaga.
(akhir dari chapter ini)