
tiba-tiba Filia mendekati bangsawan yang berlutut dengan ketakutan itu. awalnya aku mengira bahwa Filia akan memberinya hinaan, tapi yang terjadi adalah, Filia menendang tubuh gemuk orang itu hingga dia berguling-guling di lantai. dengan kekuatan yang ia gunakan, dapat di pastikan tulang-tulangnya akan retak.
aku sama sekali tidak menduga bahwa cucuku yang cantik dapat memiliki sikap kejam seperti ini. yah, sikap ini tidak jauh dari ibunya.
Filia membungkuk dan mengambil sesuatu dari tubuh bangsawan yang sudah tidak berdaya di lantai. mungkinkah cucuku juga akan bersikap seperti bandit yang mengambil barang orang lain?!. meskipun mungkin hal itu terjadi, aku tidak akan mengintervensi tindakan yang ia lakukan, itu karena aku juga sedikit kesal dengan bangsawan ini. jika bangsawan seperti ini masih ada di Holy Kingdom, maka aku sendiri yang akan membersihkannya.
Filia:"tapi karena ini. ambil...!!"
Filia berdiri dan menyerahkan kantung yang ia ambil kepada kesatria yang dari tadi terperanga oleh tindakannya. putri yang biasanya bersikap tenang dan baik hati ternyata memiliki sikap seperti ini. ini memang tidak terhindarkan.
"b, baik"
meskipun kesatria itu melihat sisi lain dari Filia, sebagai Elf yang sudah hidup ratusan tahun, aku tidak melihat ketakutan ataupun rasa jijik di sorot mata kesatria itu, justru aku melihat mata mereka yang berkilau penuh dengan tanda penghormatan untuk Filia. aku benci mengakui ini, tapi keluarga Rosefield memang berbakat untuk melatih kesatria yang loyal terhadap mereka.
kesatria itu mengambil kantung dari tangan Filia dan melihat isinya. dia nampak terkejut setelah melihat isinya. wajah kesatria itu perlahan berubah menjadi suram dan niat membunuh memancar dari dalam dirinya. apa yang ada di dalam kantung itu hingga ekspresinya berubah seperti itu?.
Trainee:"apa yang ada di dalamnya?"
aku benar-benar penasaran dengan apa yang ada di dalam kantung itu. melihat dari ekspresi kesatria itu, tidak mungkin jika benda yang ada di dalam Kentung itu berupa barang biasa. pasti ada sebab di balik ekspresinya.
"dengan penuh hormat yang mulia, sesuatu yang ada di dalamnya adalah.... adalah Blue Dust"
"APA..!!"
bukan hanya aku yang terkejut, tapi juga ketua guild perdagangan dan Felmina. aku memperhatikan bahwa gadis kecil itu menoleh ke arah pedagang yang tidak berdaya dan ekspresinya terlihat muram dan tampak marah. ekspresinya sama sekali buka ekspresi yang seharusnya di miliki anak seusianya. sepertinya dia juga mengetahui apa yang terjadi dengan Filia.
walau bagaimanapun jawaban kesatria itu merupakan suatu jawaban yang tidak aku sangka. pantas saja ekspresi kesatria itu berubah drastis seperti itu. itu karena benda terlarang yang ada di dalamnya. dan juga aku mengetahui bahwa kesatria itu adalah salah satu yang bertugas mengawal Filia saat terjadi kecelakaan.
setelah hasil penyelidikan kecelakaan itu di beritahukan kepada mereka, mereka benar-benar mengutuk orang yang menjual blue dust sehingga menyebabkan orang yang seharusnya mereka lindungi mengalami kecelakaan. sekarang orang yang membawa blue dust berada di depan mereka, bagaimana mungkin mereka tidak marah.
tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang menarik sudut pakaianku. saat aku melihat ke bawah, aku melihat bahwa Felmina lah yang menarik pakaianku. Felmina bahkan tidak menoleh ke arahku, dia terus melihat ke arah yang lain sambil memegang pakaianku dengan erat.
Felmina:"n, nenek, apa yang terjadi dengan kakak?"
wajah kecilnya nampak memiliki ketakutan dan kekhawatirannya saat bertanya padaku. aku langsung mengalihkan perhatianku menuju arah pandang Felmina. disana, aku melihat Filia yang berdiri menatap pedagang itu dan perlahan matanya berubah menjadi hitam pekat seperti jurang yang tak berdasar. pupil matanya yang dulu nampak seperti langit berbintang, kini sudah berubah menjadi kuning keemasan dengan lingkaran merah darah. pupil matanya berubah menjadi pupil vertikal yang mirip seperti mata monster.
rambutnya perlahan juga mengalami perubahan drastis. rambut yang awalnya perak dengan kilau pelangi, kini telah berubah menjadi hitam pekat yang jauh lebih gelap daripada gelapnya malam. rambut yang hitam gelap itu berkilau dengan kilau merah berdarah yang sangat menakutkan.
hanya dengan melihat penampilannya yang sekarang, aku bahkan mulai merasakan perasaan krisis yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, bahkan saat aku menghadapi demonic abyss. ketakutan ini berasal jauh dari dasar hatiku yang paling dalam. apa-apaan ini?!, penampilannya yang bagaikan peri sudah pergi dan di gantikan oleh penampilan setan yang sangat menakutkan sampai mampu mengguncang dasar hati makhluk hidup lain dan menanamkan ketakutan serta kengerian di hati mereka.
tiba-tiba mana yang mengamuk di dalam ruangan menjadi lebih tirani dan bergejolak. jika penyihir biasa ada di sini, dia sudah akan memuntahkan darah karena gejolak mana yang sangat keras dan tirani.
hanya kata 'mati' yang ia ucapkan. bahkan kata-katanya terdengar tidak jelas karena suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar berlapis-lapis dan menakutkan. ini seperti suara beberapa orang yang berbicara di saat yang bersamaan. suaranya indah, tapi siapapun yang mendengarnya akan merinding di sekujur tubuhnya.
aura membunuh yang sangat tebal dan lebat terpancar dari tubuh Filia. ini adalah aura membunuh yang benar-benar murni dan sangat tirani. karena aura membunuh ini begitu lebat, pelayan yang menemani ketua Guild Perdagangan terjatuh dan tidak sadarkan diri. untuk ketua guild, meskipun dia masih sadar, tubuhnya bergetar tak terkendali dengan wajah yang sangat ketakutan. kakiku mulai menjadi lemas, bagaimana anak seusianya memiliki aura membunuh yang begitu lebat?!. aura membunuh yang mengerikan seperti ini bahkan tidak bisa di miliki oleh veteran perang yang sudah menuai nyawa yang tak terhitung jumlahnya. tiba-tiba aku teringat dengan Felmina, aku takut jika aura membunuh seperti ini dapat merusak mentalnya.
saat aku menoleh untuk melihatnya, meskipun dia memasang wajah yang ketakutan, di seperti tidak tertekan oleh aura membunuh yang mengerikan ini. kemudian aku menyadari bahwa di sekitar tubuhnya di lapisi oleh cahaya hijau yang berasal dari liontin yang ia kenakan. item yang mampu menahan aura membunuh yang kejam ini pastilah bukan item biasa.
Trainee:"Felmina sayang, cobalah untuk memperluas cahaya hijau itu dan menyelimuti ketua guild dan yang lainnya".
Felmina:"b, baik nenek"
meskipun dia ketakutan, tapi dia melakukan apa yang aku katakan. cahaya hijau itu semakin luas hingga berdiameter 1-2 meter.
Trainee:"kalian segera mendekat dan berlindung!"
"baik"
Felmina:"n, nenek. apakah kakak akan baik-baik saja?"
Trainee:"tenang saja, nenek akan membantunya"
saat aku keluar dari kubah pelindung hijau yang di buat oleh liontin Felmina, tubuhku kembali di kejutkan dengan hawa dingin yang tiba-tiba. lantai dan dinding tiba-tiba memiliki lapisan es di atasnya. mana tipe es berkumpul dengan gila ke arah tangan dari Filia. sebagai seorang Elf, kami sangat peka terhadap mana yang ada di sekitar, sebab itulah para elf berbakat dalam sihir.
aku melihat bahwa mana tipe es itu berkumpul di tangan Filia dan mengembun menjadi pedang es yang tajam. pedang es itu berwarna biru pekat dan terlihat sangat padat. aku bisa memperkirakan kekuatan pedang es itu dari aura dingin yang di pancarkan nya. bahkan aura yang bocor dari pedang itu sudah mampu untuk membekukan makhluk hidup menjadi patung es dalam sekejap.
tidak, jika dia mengayunkan pedang itu, bukan hanya bangsawan itu yang akan mati, tapi semua orang yang ada di luar juga akan mati membeku. aku harus bisa menghentikannya.
aku berusaha untuk menggerakkan tubuhku yang sangat berat seperti timah. aku memecahkan sebuah batu berwarna putih dari cincin penyimpanan ku untuk dapat menggunakan sihir. jika aku menggunakan mana yang ada di sekitar, maka Mana Vessel yang ada di tubuhku akan mengalami kerusakan karena mana yang mengamuk ini terlalu kasar untuk di serap.
aku membuat lima lapisan perisai untuk melapisi tubuhku. aku harus menyadarkan kembali Filia. Filia sudah di kuasai oleh roh jahat dan dendam, jika aku tidak segera menyadarkannya, dia mungkin akan terluka karena mana yang mengamuk ini.
meskipun aku sudah membuat lima lapisan penghalang, tapi semakin dekat aku ke arahnya, lapisan pelindung yang aku buat membeku dan hancur lapis demi lapis karena hawa dingin yang mengerikan.
aku melihat Filia mengayunkan pedang itu ke arah bangsawan yang tidak berdaya di lantai. saat pedang itu sudah hampir memotong tubuh bangsawan itu, tiba-tiba muncul perisai cahaya emas yang menghalangi laju dari pedang es.
BANG...!!
benturan yang terjadi menyebabkan hawa dingin langsung menyebar seperti tsunami di udara. lingkungan sekitar langsung membeku dan di lapisi oleh es padat. hawa dingin yang tiba-tiba menyebar seperti ledakan itu langsung menghancurkan perisai pertahanan ku yang terakhir dan membuat lapisan kulitku membeku. jika bukan karena perisai penghalang itu, aku yakin bahwa aku akan mati menjadi patung es atau setidaknya mengalami kerusakan parah.
setelah uap es putih itu mereda, aku melihat raja Regalia Kingdom yang terengah-engah di ambang pintu. dia tidak terkena dampak dari hawa dingin itu terlalu parah karena cahaya emas yang melindunginya dan kesatria yang ada di belakangnya.
aku juga memperhatikan lingkungan sekitar yang membeku. seluruh ruangan sudah di lapisi oleh es tebal dan beruap putih. beruntung para kesatria dan juga ketua guild berada dalam lingkup cahaya hijau yang di pancarkan oleh liontin Felmina, jika tidak..... aku tidak mau membayangkannya. bahkan pelayan yang tidak sadarkan diri itu masih beruntung karena ketua guild masih memiliki kemampuan untuk membawanya masuk ke dalam kubah cahaya.
Filia:"kenapa kamu menghentikan ku?"
suara yang berlapis itu datang ke telingaku dan membuat jantungku bergetar. bahkan kulit di tanganku yang membeku tidak terasa di bandingkan ketakutan ini.
aku melirik Filia. dia menatap raja seperti tidak mengenalinya. matanya hanya menunjukkan dendam yang dalam. aku harus segera menghentikannya. jika tidak, maka sesuatu yang lebih buruk akan terjadi.
aku segera berlari ke arahnya dan memegang tangannya. kulitku yang membeku dan membiru menjadi semakin parah saat menyentuh tangannya.
Trainee:"k, kembalikan Filia"
matanya yang hanya menunjukkan dendam menatapku. tiba-tiba mata yang sangat mengerikan dan menakutkan itu perlahan memudar dan kembali seperti semula. air mata tumpah dari matanya, tapi ini bukan air mata yang aku harapkan, air mata yang menetes di gantikan dengan darah. perlahan cahaya di matanya mulai meredup dan dia memuntahkan seteguk darah.
aku memeluknya sebelum dia terjatuh ke lantai. melihat dari kondisinya, sepertinya dia mengalami kerusakan yang cukup parah di dalam tubuhnya karena mana yang mengamuk memasuki tubuhnya dan merusak Mana Vesselnya.
kenapa?, kenapa ini semua terjadi... tidak. aku mohon, bangunlah sayang. nenek tidak mau sampai ada yang terjadi padamu. apa yang harus nenek katakan kepada Harnas jika sesuatu terjadi padamu!.
darah masih menetes dari matanya yang sudah tertutup. aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan karena luka di tanganku. sial, sial....!!
Trainee:"siapa pun, cepat panggilkan terapis terbaik di negeri ini... !"
di tengah kepanikan ku, tiba-tiba ada sebuah tangan yang memancarkan cahaya keemasan di hadapanku. pemilik tangan itu adalah raja Leonis. dengan ekspresinya yang nampak kelelahan, dia merapalkan sebuah sihir untuk Filia. setelah beberapa saat, darah yang menetes dari mata Filia mulai berhenti. wajahnya yang pucat menjadi sedikit lebih baik.
selesai melakukan itu, raja Leonis menghembuskan nafas kelelahan dengan wajah yang pucat. saat akan berdiri, dia hampir terjatuh, beruntung ada kesatria yang mendukungnya.
Leonis:"sihir itu dapat menyembuhkan sebagian dari luka dalam yang dia derita"
Trainee:"t, terima kasih... saya sangat berterima kasih. Holy kingdom akan mengingat hutang ini"
syukurlah, syukurlah....
Leonis:"tidak masalah. meskipun sihir itu dapat menstabilkan lukanya, tapi..."
(akhir dari chapter ini)
selamat menikmati dan mohon dukungannya.
see you next time ;)