Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 94: Elixir Dan Trobosan



aku memperhatikan lingkungan yang terlihat sepi. ada perasaan aneh yang membuatku tidak nyaman. kemana semua orang?.


aku mencoba bangkit dari tempat tidur, tapi tiba-tiba, aku merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhku. meskipun tidak sesakit saat pertarungan dengan Soul Eater, tapi ini benar-benar sakit.


ugh.... uhukk....uhukk... (batuk)


aku terbatuk dan di tenggorokanku terasa sedikit manis karena darah yang di muntahkan. nyeri dan rasa sakit, dadaku seperti di tusuk oleh bilah belati yang dingin. perlahan, aku menenangkan diri dan menyebarkan energi mental untuk memeriksa tubuhku secara perlahan.


huh... jadi seperti itu. 80% dari seluruh Mana Vessel di tubuhku telah rusak dan terputus. masih sangat beruntung bahwa cedera Mana Vessel itu tidak mempengaruhi empat pembuluh mana utama, jika tidak aku mungkin bisa mengucapkan selamat tinggal pada sihir.


brak...!!


saat aku sedang memikirkan itu, aku mendengar sesuatu yang jatuh. disana aku melihat seorang pelayan yang menatap ku dengan mata yang berkaca-kaca, dan baskom air yang jatuh di atasnya. entah kenapa pemandangan ini begitu familiar.


Filia:"ha_"


sebelum aku bisa mengucapkan sepatah katapun, maid itu langsung berbalik dan lari keluar dari ruanganku. apa yang terjadi?. aku melihat keluar jendela dan melihat bahwa langit sudah gelap. tiga buah bulan bergantung di langit seperti tiga raja yang merajai gelapnya malam, dengan di temani oleh taburan bintang-bintang yang memancarkan cahayanya seperti para kesatria yang memancarkan kilauannya. memberikan rasa kehidupan dan kedamaian di tengah kesepian malam.


taklama setelah maid itu pergi, dan saat aku sedang memandangi bulan diluar dari tempat tidur, aku mendengar langkah kaki yang terburu-buru berlari ke arah kamarku. suara itu semakin dekat, dan muncul seorang wanita tinggi dengan rambut ungu gelap. matanya yang ungu dan memantulkan cahaya bulan, berkilau seperti batu ametis. wanita itu terengah-engah dan melihatku dengan mata yang berkaca-kaca. mungkin dia sedang memikirkan sesuatu dan langkahnya untuk mendekatiku tiba-tiba berhenti.


Filia:"kepala sekolah?"


benar. dia adalah kepala sekolah Arsh Guillotine yang pernah aku temui di akademi. saat itu dia sedang bersama dengan ibu, tapi kali ini sepertinya berbeda. oh, dia tidak memakai kaca mata yang elegan itu.


Arsh:"a, akhirnya kamu sadar. kamu benar-benar membuat orang khawatir"


kepala sekolah berbicara seperti itu sambil sesekali mengalihkan perhatiannya. dia seperti menghindari kontak mata denganku. sebelum aku bisa menjawab, banyak langkah kaki yang sama-sama terburu-buru. kemudian sosok-sosok yang memiliki suara langkah kaki itu terlihat di ambang pintu. nenek, Felmina, dan di belakang mereka ada bibi Rogis, Aria, maid yang tadi, An, dan Sebas. tapi dari semua orang, aku sama sekali tidak melihat kehadiran Ilma.


Felmina:"kakak...!!"


Felmina berlari ke arahku, tapi sebelum dia memelukku, dia berhenti di samping ranjang.


Felmina:"apakah kakak baru aja berdarah?"


aku mengikuti pandangan Felmina dan melihat darah di selimutku. oh, ini darah yang keluar saat terbatuk tadi. aku bahkan sudah melupakannya jika Felmina tidak mengingatkanku. dan beruntung karena ada darah ini, Felmina tidak jadi memelukku. jika dia memelukku, rasa sakit di seluruh tubuhku mungkin akan semakin parah.


Filia:"oh,.. itu tadi darah dari luka dalam".


nenek dan yang lainnya juga mendekat dan menatapku dengan prihatin. ada bekas air mata di pipi semua orang, tapi wajah mereka tersenyum kepadaku.


nenek mendekat dan menepuk kepalaku. dia dengan lembut berkata...


Trainee:"sayang. syukurlah kamu sudah sadar"


Filia:"iya, apa nenek baik-baik saja?"


aku melihat tangan nenek yang masih mengenakan perban. sepertinya nenek memang mengalami luka yang cukup parah.


Trainee:"iya, ini hanya luka kecil. dengan sedikit sihir, ini bisa di sembuhkan dengan sempurna"


Filia:"m, maafkan aku".


Trainee:"tidak apa-apa. oh ya, apakah kamu lapar?, kamu sudah tertidur selama lima hari"


lima hari?. kemudian aku menyadari bahwa ada perbedaan waktu antara di dunia ini dan Helheim. menurut perhitungan, setidaknya perbandingannya adalah 1:10. dimana satu hari di sini sama dengan sepuluh hari di Helheim.


Filia:"saya tidak menyangka... ugh.."


saat aku mencoba untuk menggerakkan tubuhku, rasa sakit yang menusuk kembali mengejutkanku.


Trainee:"sayang...!!"


Filia:"tidak apa-apa nenek. saya hanya merasa seluruh tubuh terasa sangat sakit"


aku melihat wajah nenek dan yang lainnya menjadi sulit. aku tidak mengerti apa yang terjadi, jadi aku mengajukan pertanyaan kepada nenek.


Filia:"ada apa nenek?"


Trainee:"sebenarnya.... sebenarnya dokter istana mengatakan... mengatakan bahwa kamu tidak akan bisa menggunakan sihir lagi"


nenek mengatakan itu dengan kesulitan dan kesedihan yang terlihat jelas di matanya, tapi meskipun begitu, ekspresi yang paling jelas adalah kekhawatiran. yah, aku tidak menyalahkan dokter yang memberikan diagnosis seperti itu. setelah memahami dan mengetahui tingkat sihir dan pengobatan di dunia ini yang masih sangat terbelakang, aku bisa mengerti kenapa dokter itu memberikan diagnosis seperti ini.


dengan pengetahuan mereka tentang sihir yang jauh tertinggal dari Alterion, maka sangat mustahil untuk menyembuhkan cedera parah, terutama cedera Mana Vessel seperti ini yang masih sangat mustahil bagi mereka. apalagi jika hampir dari 80% Mana Vessel telah rusak.


Filia:"yah, saya tahu. dengan hampir 80% Mana Vessel yang rusak, akan sangat mustahil untuk menggunakan sihir secara normal. dan untuk memulihkannya, cara biasa tidak akan mampu untuk menyembuhkan kerusakan itu"


suasana menjadi lebih muram dan banyak yang menundukkan kepala dengan sedih. sekarang aku benar-benar memahami betapa mereka menghargai ku. bukan hanya ayah dan ibu, nenek dan Felmina, tapi semua orang di mansion ini juga menyayangiku. sungguh kehidupan ke dua yang penuh dengan berkah.


Filia:"tapi, saya tahu bagaimana cara untuk menyembuhkannya"


"benarkah..!?"


mereka dengan serempak bertanya ke arahku dengan wajah penuh harap. yang terluka adalah aku, kenapa yang penuh harap adalah kalian. aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan mereka. pikiranku bergerak dan mengeluarkan sebuah botol potion dengan cairan merah seperti darah di dalamnya.


[Elixir of Life: (Legendary)


(sekali pakai)


dapat membangkitkan dari kematian atau menghilangkan semua efek negatif dan semua jenis kerusakan dari tubuh. Elixir ini hanya dapat di gunakan sekali setiap 24 jam. setelah mengkonsumsi, jika untuk kebangkitan: orang yang di bangkitkan tidak akan membawa efek negatif sisa dari pertempuran (-Exp, -Lv, -Item & equipment)]


Elixir ini menggunakan berbagai macam bahan berharga saat pembuatannya. selain itu, tingkat keberhasilan untuk menyuling Elixir tingkat ini hanya di bawah 3%. maka dari itu, aku tidak bisa mengeluarkannya dengan mudah. selain menggunakan anggrek darah dan hati naga kayu yang terkenal memiliki drop rate yang sangat rendah dan langkah, bahan-bahan lainnya juga tidak mudah untuk di temukan, bahkan saat masih di Alterion.


Trainee:"s, sayang... i, ini..."


Filia:"ini di sebut sebagai Elixir of Life. meskipun sangat kuat, tapi bahan yang di butuhkan untuk membuatnya adalah kerja keras hanya untuk mengumpulkan salah satu dari mereka"


untuk mengumpulkan bahannya, aku harus menjelajahi tanah terlarang dan menyerang berbagai macam Guild. beruntung aku memiliki pulau terbang, kalau tidak guild-guild itu akan bersatu dan memberikan serangan balasan kepadaku. yah, setelah aku mendapatkan resep untuk membuatnya, aku benar-benar membuat banyak kerusuhan di sana-sini hanya untuk mencari bahan-baha nya. agak nostalgia saat aku mengingatnya.


aku memandangi Elixir itu dan membuka tutupnya. saat tutup di buka, bahkan aromanya dapat membuat tubuh yang lelah kembali segar tanpa harus beristirahat. pikiran yang agak tegang juga mulai santai. aku melihat bahwa semua yang ada di ruangan itu menghirup nafas dalam-dalam dan berusaha untuk menyerap semua aroma itu untuk diri mereka sendiri.


Trainee:"sungguh aura kehidupan yang kuat"


aku menempelkan mulut botol itu ke bibirku dan meneguk cairan merah yang ada di dalamnya. rasanya manis dan memiliki aroma yang mirip seperti anggur bercampur dengan stroberi. perasaan dingin dan menyegarkan langsung turun dari tenggorokanku dan menjalar ke setiap sel yang ada di tubuhku. sambil merasakan penyembuhan yang di bawa, aku juga menerapkan sihir fusi seperti yang pernah aku lakukan kepada bibi Rogis. hanya saja kali ini aku menggunakannya untuk diriku sendiri.


bola air emas melayang di depanku dan langsung masuk ke tubuhku melalui celah-celah pori yang ada di permukaan kuli. masuk dan menembus setiap pembuluh darah. sebenarnya ini sangat menyakitkan. rasanya seperti di tusuk oleh ribuan jarum yang tak terlihat. bersama dengan Elixir, air fusi itu juga mengalir di setiap pembuluh darah dan menghilangkan sumbatan karena pembekuan darah.


setelah merasa semua sumbatan telah di bersihkan, cairan fusi itu keluar bersama dengan noda hitam. rasa dingin dari Elixir di gantikan oleh rasa panas yang terus merayap dalam kulit. aku langsung mengedarkan seluruh mana dan membimbing energi itu.


seperti ada ribuan semut yang merayap di tubuhku, aku merasakan geli dan juga gatal. itu adalah efek dari seluruh Mana Vessel yang mulai di sembuhkan. sebenarnya tidak perlu menggunakan sihir fusi untuk menghilangkan penyumbatan, tapi dengan menghilangkan penyumbatan aliran darah, maka Elixir itu akan lebih cepat terserap oleh tubuh dan langsung menyembuhkan area luka.


mana yang tadinya terhambat sekarang mulai beroperasi secara normal, bahkan mungkin lebih baik dari sebelumnya. aku terus memanipulasi mana dan merasakan sensasi penyembuhan. mana semakin jenuh dan semakin kuat. karena aku adalah Tier empat puncak, kontrol atas mana sudah sangat baik, hanya saja tubuh ini agak kaku. setelah membiasakan dengan kontrol mana, tubuh ini mulai semakin halus dan halus.


mana bukan hanya mengalir di Mana Vessel, tapi mulai menyebar dan memberikan nutrisi ke setiap sel. aku merasakan kebahagian dari setiap sel yang mendapatkan tonik mana ini. perasaan menyegarkan dan sangat halus. terobosan... ini adalah terobosan Tier dua...


aku tidak menyangka bahwa cedera itu juga akan membawa berkah seperti ini. sekarang tubuh ini sudah menerobos ke Tier dua...


aku membuka mata dan melihat ekspresi terkejut semua orang...


(akhir dari chapter ini)


jika ada kesalahan pengetikan mohon untuk segera melapor.


satu lagi nanti malam. mungkin...


see you next time.