Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 162: Gudang Harta.



Tidak ada kata-kata dari kedua belah pihak sebelum mulai bertarung. Begitu Nanite Fighter itu terbentuk, mereka segera mengangkat senjata dan langsung menyerang ke arah kami. Langkah kaki mereka yang berat, membuat lantai sedikit bergetar.


Serangan pertama datang dari Nanite Fighter dengan senjata kapal besar yang langsung di ayunkan ke arah kami. Kapak besar yang di ayunkan dengan sangat cepat membuat suara bersiul di udara.


Bang... Dentang...!!.


Serangan itu di tunjukkan tepat ke arah Arkne. Tanpa banyak usaha, Arkne mengayunkan Halberd di tangannya untuk menangkis serangan itu. Benturan keras menghasilkan suara berdentum yang memekakkan telinga. Gelombang kejut yang dahsyat membuat rambut dan beberapa kain di armor Arkne berkibar liar.


Hua...!


Nanite Fighter itu terlempar jauh ke belakang dan menabrak empat Nanite Fighter yang berada di belangnya karena perbedaan kekuatan yang besar antara Nanite Fighter itu dan Arkne.


Arkne:"Bergerak!."


"Ya!."


Para kesatria langsung bergerak dengan cepat untuk menghalau Nanite Fighter yang tersisa. Nanite Fighter itu setidaknya memiliki kekuatan Tier tiga, yang membuat ke empat kesatria Tier empat mengalami kesulitan untuk menahan mereka semua. Meskipun demikian, mereka berhasil merobohkan beberapa dan mendaratkan serangan pada Nanite Fighter itu hingga memberikan bekas luka yang mengerikan.


Namun seperti yang di ketahui, begitu Nanite Fighter itu terluka, bagian logam itu meleleh seperti lumpur kental dan kembali menyatu untuk menutup luka kemudian mengeras kembali seperti semula, seakan tidak pernah ada yang terjadi.


Arkne mengayunkan Halberd nya dengan sangat keras ke arah lima Nanite Fighter yang mengelilinginya. Halberd hitam pekat Arkne di selimuti oleh udara abu-abu yang suram. Begitu Halberd mengenai kelima Nanite Fighter itu, mereka langsung hancur berantakan menjadi serpihan-serpihan kecil yang tak terhitung jumlahnya dan tersebar di lantai.


Ada bagian yang sekecil kedelai dan ada juga serpihan yang sebesar dua kali telapak tangan orang dewasa. Dari serpihan-serpihan itu dapat dilihat sebuah karat merah kecoklatan yang menyebar di permukaan logam yang telah tersebar ke lantai.


Beberapa saat kemudian, serpihan-serpihan logam di lantai itu mencair dan bergerak ke satu titik tertentu untuk menyusun ulang struktur tubuh Nanite Fighter. Meskipun demikian, bagian logam yang sepenuhnya telah berkarat telah hancur menjadi debu dan tidak dapat di selamatkan lagi. Alhasil, Nanite Fighter yang terbentuk menjadi tidak sempurna dengan beberapa bagian yang kurang atau menjadi ukuran yang sedikit lebih kecil.


Namun sesaat kemudian, dinding ruangan ini mengeluarkan cairan logam perak abu-abu lagi dan menyatu dengan Nanite Fighter yang tidak lengkap itu untuk mengisi kekosongan.


Seluruh proses hanya berlangsung selama tiga detik. Dalam kurun waktu tersebut, Arkne dan yang lainnya telah menghancurkan puluhan Nanite Fighter, namun mereka terus bangkit kembali. Bahkan banyak Nanite Fighter yang terkorosi oleh karat dan kehilangan beberapa bagian yang akan di isi ulang oleh robot nano yang keluar dari dinding.


Bahkan saat Arkne mengeluarkan skill yang menghancurkan semua Nanite Fighter dalam sekali serang, dinding itu terus mengeluarkan banyak nano robot seperti banjir yang akan langsung membentuk individu Nanite Fighter yang baru.


Ini membuktikan bahwa persediaan Nano robot mereka sangat besar, atau di balik dinding itu merupakan area produksi robot nano masal yang akan terus mensuplai kekurangan nano robot di area pertarungan.


Namun, baik yang pertama atau yang kedua, mereka pasti memiliki batas atas. Baik mereka kehabisan stok nano robot atau mereka akan kehabisan bahan untuk memproduksi nano robot yang baru. Singkatnya, jika cara ini terus berlanjut, maka persediaan mereka pasti akan habis sedikit demi sedikit.


Cara ini berhasil, tapi terlalu lambat. Aku sama sekali tidak tahu seberapa besar persediaan yang di siapkan oleh mantan pemilik bangunan ini, tapi jika cara ini terus berlanjut, kami akan kehabisan tenaga terlebih dahulu sebelum mengalahkan semua Nanite Fighter itu. Apalagi aku menemukan bahwa mana kami terus di hisap oleh dinding ruang itu sedikit demi sedikit. Mana dan HP yang telah hilang sama sekali tidak dapat di isi ulang di tempat ini tanpa potion.


Mana dan hp masih sepele karena bisa menggunakan potion, begitupun dengan stamina yang dapat di pulihkan dengan berbagai cara, tapi yang paling bermasalah adalah tingkat konsentrasi yang terus menurun karena pertarungan yang berlarut-larut.


Sebagai jiwa Tier lima, aku bisa melakukan pertarungan tanpa henti yang sangat intens selama lebih dari satu bulan, tapi di dalam ruangan ini, aku hanya bisa bertahan mungkin tujuh sampai delapan hari.


Sebuah serangan pedang besar berayun secara horizontal ke arahku dengan membawa suara udara yang robek. Karena tubuhku yang kecil, aku menghindari serangan seperti itu dengan menunduk lalu melancarkan serangan balasan dan langsung menebas kaki Nanite Fighter itu. Setelah kakinya terpotong dan kehilangan keseimbangan, aku melancarkan dua serangan lagi dengan cara menebas secara vertikal dan horizontal ke arah tubuh monster itu, sehingga tubuhnya di bagi menjadi empat bagian.


Satu Nanite Fighter tumbang untuk sementara, tapi segera setelah yang satu tumbang, Nanite Fighter yang lain akan segera melakukan serangan yang lain. Serangan seperti itu terus datang secara bertubi-tubi dan semakin menguras konsentrasi kami, terutama untuk kesatria Tier empat yang ikut bersamaku.


Tidak, tidak bisa terus seperti ini. Dimana, dimana inti Nanite itu berada..Aku sudah memotong seluruh bagian dan bahwa meledakkan tubuh Nanite Fighter yang tak terhitung jumlahnya, tapi aku tetap tidak bisa menemukan inti dari Nanite Fighter itu.


Inti dari Nanite Fighter itu hanya sebesar ujung jari telunjuk anak kecil, jadi meskipun Nanite Fighter itu terpotong dan di ledakkan, akan cukup sulit untuk mencarinya. Aku hanya bisa menebas dan meledakkan dengan mentalitas mencoba keberuntungan untuk bisa menebas intinya, tapi sejauh ini, aku tidak menemukan inti dari Nanite Fighter itu.


«Omniscient Eye»


Seketika, pandangan di depanku berubah. Omniscient eye bisa memiliki sangat banyak fungsi, saat aku menggunakan fungsi tembus pandang, aku tidak bisa melihat inti di dalam tubuh Nanite Fighter itu.


Tidak ada inti?!. Tidak, itu tidak mungkin. Setiap robot nano apapun harus memiliki inti untuk bisa mensuplai energi dan untuk menjadi inti program dari sebuah Nanite Fighter yang berguna mengatur susunan dari miliaran robot nano yang terpisah menjadi suatu susunan sebuah Nanite Fighter individu.


Jika tanpa itu, akan sangat sulit untuk miliaran nano robot bergabung dan membentuk sebuah Nanite Fighter dengan sendirinya. Sebuah nano robot hanya berukuran sebesar sebuah sel, jadi tidak akan cukup ruang untuk menambahkan banyak fungsi, maka dari itu, dalam sebuah robot nano, biasanya seorang mekanik hanya menambahkan fungsi pergerakan dan berbagai fungsi penerimaan serta pemrosesan data. Jangan mengira bahwa tiga fungsi itu sangat sedikit, tapi ketiga fungsi itu akan tersusun dari berbagai macam komponen dan program rumit yang akan sangat banyak, seperti: Penerimaan gelombang elektromagnetik, penerima data, dan lain-lain. Dengan fungsi seperti itu maka wajar akan sangat banyak jika di bandingkan dengan ruang yang ada dalam sebuah nano robot.


Tentu saja ketiga fungsi itu hanyalah fungsi dasar, dan tidak akan cukup untuk mengontrol robot nano sepenuhnya. Karena fungsi seperti itu tidak akan cukup, jadi para mekanik akan membuat fungsi lainnya di dalam sebuah organ khusus yang terpisah, yang di sebut sebagai inti. Inti akan terus memberikan perintah dengan bentuk gelombang khusus yang akan di terima oleh robot nano untuk melakukan tugas tertentu.


Selain itu, robot nano yang sangat kecil juga akan membuat energi yang bisa di masukkan ke dalamnya juga sangat terbatas. Fungsi dari inti tersebut juga untuk terus mensuplai energi ke seluruh robot nano dengan cara merubah listrik menjadi radiasi elektromagnetik dan memancarkannya ke seluruh robot nano yang akan menerima transmisi radiasi elektromagnetik itu dan merubahnya kembali menjadi energi listrik. Jadi,keberadaan inti di sini sangatlah penting bagi sebuah robot nano.


Aku tidak percaya jika mereka akan menemukan cara baru untuk mengontrol robot nano tanpa inti. Maka dari itu, aku menggunakan mataku untuk melihat segala jenis energi.


Aku melihat sebua gelombang energi biru yang berdenyut secara teratur di udara seperti detak jantung yang akan di terima oleh Nanite Fighter itu. Denyut itu berasal dari dinding ruangan ini. Siapa yang menduga hal seperti ini.


Mereka tidak memasang inti itu langsung di tubuh Nanite Fighter, tapi justru mereka memasang inti itu di dinding ruangan dan mentransmisikan gelombang energi melalui udara. Ya, ini adalah cara yang sangat cerdik. Jika aku tidak memiliki Omniscient eye, maka mungkin aku akan sangat kesulitan untuk menemukan hal itu.


Ini memang cerdik, tapi juga memiliki kekurangan tersendiri. Dengan inti yang tertanam di dinding, maka Nanite Fighter itu juga hanya bisa beraktifitas di sekitar ruangan ini. Dengan kata lain, jarak jangkauan aktifitas mereka akan sangat terbatas. Yah, lagi pula Nanite Fighter ini hanya di gunakan untuk menjaga area ruang harta Karun, jadi kekurangan itu tidak akan menjadi masalah besar karena para Nanite Fighter itu hanya harus beraktivitas di ruang lingkup yang kecil.


Sial, jika sister Argen ada di sini, mungkin dia akan menyadari mekanisme seperti itu lebih cepat. Bagaimanapun, dia adalah seorang mekanik yang sangat hebat.


Filia:"Arkne, serang dinding-dinding itu, di sanalah inti itu berada."


Arkne:"Baik."


Aku langsung memberikan perintah serangan kepada Arkne supaya tidak membuang lebih banyak waktu lagi. Arkne segera melaksanakan perintahku. Dia memegang Halberd itu dengan dua tangan. Kabut abu-abu aneh segera menyelimuti Halberd itu dan membentuk banyak kepala mengerikan yang menjerit seakan tersiksa.


Suara-suara jeritan yang menusuk telinga datang dari kepala-kepala itu, membuat orang merasa kedinginan dari dasar hatinya.


«Abyss Aura»


Arkne mengayunkan Halberd itu di depannya. Aura abu-abu itu melesat membentuk bulan sabit ke arah dinding itu di barengi dengan suara menusuk telinga yang tajam.


Bang...!


Sebuah ledakan keras langsung terdengar. Asap abu-abu itu langsung menembus dinding dan menciptakan celah besar sepanjang sepuluh meter yang mengerikan. Tidak hanya itu, aura abu-abu itu langsung menyebar ke seluruh bagian dinding dan membuat dinding itu berkarat sedikit demi sedikit. Seakan dinding itu di rambati oleh jamur yang menyebar dengan sangat cepat.


Sra sra sra.....!


Suara petir berderak yang menakutkan datang dari Arkne. Halberd itu sekarang ditutupi oleh petir yang terus berkelebat sangat padat dan sesekali menyambar lantai, membuat bekas hangus merah meleleh di lantai logam.


«Lightning Abyss»


Petir hitam itu mengelilingi seluruh Halberd menjadi semakin ganas. Arkne mengencangkan otot tangan dan pinggangnya, membentuk postur melempar lembing.


Bang...!


Suara ledakan sonik terdengar saat Halberd itu di lemparkan. Hanya sepersekian detik, Halberd itu menghujam keras ke arah dinding dengan sangat keras.


Bang...!!


Ledakan keras terdengar. Begitu Halberd itu mengenai dinding, kawah besar segera terbentuk di dinding seakan meteor menghantam. Kilat dan halilintar langsung mengamuk dan merambat di seluruh dinding berkarat itu, menghancurkan seluruh dinding, lantai, dan langit-langit tempat ini, membuat seluruh ruangan menjadi sangat kacau dengan halilintar yang mengamuk.


Setelah amukan petir itu berhenti, kerusakan berat terjadi di seluruh ruangan. Dinding yang berkarat dan sangat rapuh jatuh sedikit demi sedikit ke lantai. Di balik dinding itu terdapat banyak sekali inti yang telah berasap karena terkena sambaran petir. Hanya core Tier tiga,sangat wajar bahwa itu akan hancur jika terkena serangan dari Tier lima seperti Arkne.


Setelah ruangan ini di hancurkan, sebuah pintu terbuka di salah satu dinding. Di balik pintu itu terdapat sebuah ruangan yang cerah di penuhi dengan cahaya.


Filia:"Kirimkan orang ke tempat ini untuk mengangkut dan meneliti sisa-sisa dari Nanite Fighter itu. Benda itu akan berguna bagi kita."


Arkne:"Dimengerti, Yang Mulia."


Saat ruangan ini telah di hancurkan, komunikasi ke dunia luar kembali bisa di hubungkan. Tidak menunggu Arkne selesai melakukan panggilan, aku memimpin empat kesatria yang lain masuk ke ruang penyimpanan.


Di dalam ruangan ini terdapat banyak sekali rak-rak kaca. Di atas rak-rak kaca itu terdapat banyak sekali bola-bola kaca kecil sebesar bola golf. Di dalam bola itu terdapat miniatur senjata dan item yang berkilau.


Ini adalah salah satu bentuk penyimpanan. Ruang penyimpanan dan storage dapat diperluas, tapi akan tetap memiliki batas atas. Untuk menambah kapasita yang dapat di simpan di dalamnya, selain memperluas ruang, para pemain akan menyimpan item itu di sebuah wadah khusus terlebih dahulu.


Seperti milikku, aku menyimpan benda-benda itu dalam bentuk kartu yang akan lebih rapi dan mudah di gunakan.


Di ujung ruangan, aku melihat sebuah platform tinggi dengan lima potong peralatan yang berkilau. Kelima potong item itu terdiri dari sebuah pedang emas, satu set armor merah gelap, sebuah liontin hitam berbentuk mata, sebuah gulungan kulit coklat kekuningan, dan sebuah buku dengan sampul putih. Semua item itu merupakan item Legendary yang merupakan peringkat tertinggi di ruangan ini.


Aku tidak perlu memeriksa benda apa ini, aku langsung memasukkan semuanya ke dalam storage milikku.


Setelah pencarian lebih lanjut, tidak ada ruangan tersembunyi lain di tempat ini, dengan kata lain, ini merupakan satu-satunya gudang penyimpanan dari guild ini.


Meskipun demikian, aku sudah mendapatkan ratusan potong item dengan yang terendah adalah tingkat langka sementara yang tertinggi adalah kelima potong item Tier Legendary. Aku juga tidak berharap untuk mendapatkan sepotong Divine Item, apalagi divine item itu sangat-sangat langka keberadaannya. Aku sudah puas dengan apa yang aku dapatkan sejauh ini. Bahkan ini mungkin jauh lebih baik dari apa yang aku harapkan.


Aku hanya menghabiskan sekitar dua jam di dalam ruangan ini. Saat aku keluar, ruangan tempat Nanite Fighter yang telah sangat berantakan sebelumnya telah di bersihin oleh beberapa orang.


Mereka mengangkut semua yang ada di ruangan ini, termasuk apapun di balik dinding. Seperti yang aku duga sebelumnya, di balik dinding yang paling dalam terdapat ruang penyimpanan nano robot yang tidak aktif..Saat orang-orang ku mengumpulkannya, setidaknya seluruh nano robot yang tersimpan dapat di gunakan untuk mengisi puluhan kolam renang berukuran besar.


"Yang Mulia!"


Filia:"Lanjutkan bekerja."


Mereka menyapaku di tengah-tengah pekerjaan mereka. Aku hanya mengangguk sambil menanggapi sapaan mereka. Aku tidak banyak menghabiskan waktu di ruangan ini. Saat aku datang ke tengah kota, aku melihat bahwa pintu menuju ruang penyimpanan tuan kota telah terbuka. Tidak ada jebakan saat aku masuk ke dalamnya.


Di bawah tanah ini terdapat dua ruangan yang sangat besar. Ruangan pertama berisi banyak buku dan catatan yang menumpuk debu


Mungkin karena formasi pelindung di ruangan ini sehingga kertas di dalamnya bisa tetap awet selama miliaran tahun.


Filia:"Ambil dan periksa semua catatan itu. Kirim hasilnya kepadaku setelah semuanya selesai di teliti."


"Sesuai keinginan anda, Yang Mulia."


Ruangan pertama mungkin hanya berisi buku dan catatan, tapi ruangan ke dua penuh dengan emas dan harta Karun. Tepatnya banyak koin emas Alterion yang menumpuk seperti gunung. Terdapat rak-rak kaca yang menyimpan berbagai item dan gulungan yang terlihat sangat berharga.


Filia:"Pilah dan pindahkan semua item ini ke gudang Moon Palace."


Aku berjalan dan mengidentifikasi beberapa gulungan di dalam lemari kaca. Salah satu gulungan berhasil menarik perhatianku. Saat aku mengambil dan membukanya, di dalam gulungan itu tercatat cara untuk membuat Eclipse cannon yang selama ini aku cari. Dengan hal ini, kekuatan Moon Palace akan meningkat lagi.


Dan bahkan, mungkin aku bisa menciptakan kota di daratan ini. Aku memang sudah menguasai dua negara, tapi akan lebih baik jika aku memiliki kota sendiri.


Tidak mungkin aku membuat Moon Palace mendarat di bumi dan membiarkan semua orang untuk datang dan berkunjung. Aku hanya bisa membuat kota baru di daratan, meskipun ini adalah rencana yang besar, tapi dengan sumber daya dan kekuatan di tanganku saat ini, aku yakin bahwa aku akan segera dapat mewujudkannya.


Aku ingin membuat sebuah kota yang akan menjadi pusat perdagangan, pendidikan, pengetahuan, dan teknologi di masa depan. Dengan membaut kota baru itu, mungkin aku bisa menyerap lebih banyak bakat dari berbagai tempat. Membuat sebuah kota yang di impikan oleh semua orang dan membuat kota yang akan menjadi suar bagi perkembangan sebuah peradaban.


Ini adalah rencana yang panjang, aku akan berjalan perlahan untuk mewujudkannya...


(Akhir dari chapter ini.)


Like, komen, dan share jika menurut kalian layak untuk di baca oleh orang lain. Dengan begitu, author akan semakin semangat update.