Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 181: Treasure Land



Dengan di lapisi oleh api putih, aku terus tenggelam ke kedalaman magma yang panas. Sebenarnya dengan suhu yang hanya seperti ini, armor saja sudah cukup untuk melindungi tubuhku. Tapi, yang membuatku khawatir adalah aura api merah hitam ini yang sangat ganas.


Aku hanya bisa mengisolasi tubuhku dengan api Phoenix supaya aura nyala itu tidak langsung membakar ke tubuhku. Meskipun demikian, dinding api Phoenix di luar terus menerus terkikis oleh api merah hitam itu. Karena itu, aku perlu membuat banyak lapisan dan terus memperbaharui lapisan supaya tidak terbakar habis sebelum aku sampai di dasar danau.


Peta tiga dimensi terus muncul di kepalaku, menunjukkan seluruh bentuk dan kedalaman danau. Setidaknya, saat ini aku sudah menyelam lebih dari empat ratus meter ke dasar danau.


Jangan mengira bahwa ini mudah. Massa magma di tempat ini lebih dari lima kali lipat daripada massa jenis magma di bumi dulu. Selain itu, ukurannya yang puluhan kali lebih besar dari Jupiter, menyebabkan gravitasi di planet ini juga sangat mengerikan. Dengan semua faktor itu, dapat di bayangkan seberapa besar tekanan hidrostatis yang aku terima saat ini.


Namun, karena manusia dan makhluk hidup di daratan utama memang terlahir sangat kuat sejak awal, jadi semua faktor itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh.


Mungkin kalian akan mengira, dengan massa jenis dan gravitasi yang besar di planet ini magma akan menjadi sangat padat. Seharusnya itu benar, tapi karena suhu magma juga sangat tinggi, maka tingkat ekspansinya juga sangat tinggi.


Semakin dalam menyelam, tekanan yang aku rasakan menjadi semakin besar. Tidak ada yang bisa di lihat dalam penyelaman ini. Aku hanya bisa melihat api putih yang mengelilingiku dan aku hanya bisa menentukan arah dengan memperhatikan peta sistem tiga dimensi.


Aku pergi mengikuti aura nyala yang bisa aku rasakan. Semakin dalam, aura nyala itu menjadi semakin kuat dan kuat. Dasar danau magma ini sekitar satu kilometer. Sampai di dasar, peta sistem menunjukkan sebuah bintik hitam yang cukup besar di dasar. Dari sanalah aura nyala itu berasal.


Saat aku mendekati bintik hitam, aura nyala di sini benar-benar sangat kuat. Api Phoenix di tubuhku terbakar sangat cepat dan aku hanya bisa membuat lapisan yang lebih tebal dan kuat.


Setelah aku memperhatikan bintik hitam yang di proyeksikan oleh peta, aku menyadari bahwa ini adalah semacam retakan ruang. Ini bukan retakan ruang yang menuju ke daratan atau semesta lain, tapi ini adalah ruang kecil yang menyembunyikan sesuatu di baliknya, mirip dengan ruang yang menyimpan pulau terbang. Hanya saja, ruang ini jauh lebih lemah.


Sebenarnya apa yang tersembunyi di dalam ruang ini hingga memiliki aura nyala yang sangat mengerikan?!. Bahkan hanya rembesan dari auranya saja sudah bisa membuat danau lava yang sangat besar.


Aku melihat retakan ruang itu cukup lama hingga aku memberanikan diri dan masuk ke dalam retakan ruang. Sangat berbeda dari yang aku harapkan. Aku mengira bahwa seluruh ruang ini akan berisi magma yang mendidih, tapi ternyata ruang ini adalah sebuah hutan hijau dan Padang rumput yang luas.


Karena aura nyala di tempat ini tidak menyebar dan hanya melewati langit atas, maka di bagian daratan, tempat ini memiliki suhu normal seperti di dunia luar. Sehingga, tanaman dan makhluk hidup lain dapat hidup di tempat ini.


Ruang ini sendiri sangat luas hingga aku tidak bisa melihat ujungnya. Di Padang rumput, banyak bunga-bunga luar yang bermekaran. Yang langsung menarik perhatianku adalah sebuah gunung berapi yang sangat besar di kejauhan. Dari gunung berapi itulah aura nyala yang sangat panas berasal.


Perlahan, aku mendarat di atas rerumputan hijau dan aroma Padang rumput segera masuk ke dalam hidungku. Angin sepoi-sepoi yang lembut membuat rambutku berkibar dan aku bisa merasa sangat nyaman di tempat ini.


Ini benar-benar sangat indah. Aku berjalan beberapa langkah dan memperhatikan sebuah jamur dengan tudung berwarna hitam pekat di bawah salah satu bayangan pohon yang sangat tidak mencolok. Jika aku tidak memperhatikan secara seksama, aku tidak akan pernah menyadari keberadaan jamur itu.


Aku mendekat dan menyentuh tudungnya. Begitu tudung jamur itu tersentuh, aura hitam tipis segera keluar dari bawah tudungnya.


Filia:"Jamur bayangan?!."


Aku terkejut. Jamur bayangan adalah tanaman yang di gunakan sebagai bahan utama pembuatan «Ghost Shadow Potion» yang berfungsi untuk bersembunyi. Selama pemain meminum potion ini, mereka bisa bersembunyi di bawah bayangan dan seluruh keberadaan dan aura mereka akan tersembunyi selama beberapa saat. Potion ini sangat berguna untuk bersembunyi dan melarikan diri. Selain itu, banyak pemain yang memanfaatkan potion ini untuk membuat serangan menyelinap dan mencuri.


Tentu saja ada kegunaan lain dari jamur ini. Yaitu, jamur ini bisa di gunakan untuk mengevolusikan binatang peliharaan tipe kegelapan ke tingkat selanjutnya. Namun, jamur ini hanya bermanfaat bagi binatang Tier dua ke bawah.


Evolusi di sini bukan menaikkan Tier, tapi membuat mereka menjadi eksistensi yang lebih tinggi dengan darah yang lebih murni. Sebagai contoh, Hiu hitam bisa menjadi hiu bayangan kuno yang telah punah di Alterion.


Aku dengan hati-hati menggunakan sekop kecil untuk memanen jamur itu. Setelah di panen, jamur itu akan di simpan di dalam kotak obsidian hitam yang rapat untuk mempertahankan aura bayangan di dalamnya. Selain itu, batu obsidian hitam akan memberikan nutrisi kepada jamur bayangan dan menjaganya tetap segar.


Hanya beberapa langkah aku sudah menemukan jamur seperti ini. Mungkinkah akan ada hal yang lebih baik yang bisa aku temukan di tempat ini?!.


Aku tidak terburu-buru menuju puncak gunung dan mencari nyala yang kuat itu. Aku ingin melihat apa yang bisa aku temukan. Siapa tahu aku akan menemukan sesuatu yang berharga di tempat ini.


.....


Tempat ini tidak mengecewakanku. Setelah berjalan beberapa saat, aku melihat tanaman merambat di sebuah batu hitam. Tanaman itu memiliki daun hijau muda yang segar dengan bunga putih kemerahan kecil di setiap ketiak daun.


Dari bunga itu, ada aroma manis yang tertiup bersama angin. Hanya mencium aromanya, ada ketenangan yang tidak dapat di jelaskan dalam hatiku.


«Beautiful little girl»


Gadis kecil yang manis. Tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah untuk bahan dasar pembuatan «Soul sedative powder». Bubuk ini dapat di bakar dan aroma yang di hasilkan akan membuat jiwa menjadi lebih tenang, yang sangat bermanfaat dalam pelatihan mental.


Dan bunga kecil itu dapat di seduh sebagai teh yang juga memiliki banyak manfaat. Bisa di katakan, tanaman ini sangat berharga karena dapat menutrisi dan menenangkan jiwa.


Meskipun bagian batangnya sangat bermanfaat untuk potion pemulihan jiwa, tapi aku tidak memotongnya. Aku hanya memotong beberapa daun dan bunganya. Meskipun daun sedikit lebih buruk daripada batangnya, tapi manfaatnya juga besar. Jika aku memotong batangnya, tanaman ini akan segera mati dan tidak akan pernah menumbuhkan tunas lagi. Maka dari itu, aku lebih suka mempertahankannya sebelum aku menemukan tanaman yang lain.


Ruang ini sudah sangat lama di tinggalkan dan banyak tanaman berharga di sini bisa tumbuh dengan bebas. Banyak tanaman berharga yang tumbuh dan tidak dipanen oleh siapapun, bukankah ini adalah keuntungan yang sangat besar bagiku?!!.


Memikirkan hal itu, aku menjadi sangat bersemangat. Aku mendongak ke langit dan melihat sumber pencahayaan dari ruang ini. Benar-benar tidak ada perbedaan dengan dunia luar. Langit biru dengan awan mengambang perlahan, di tambah matahari yang menggantung tinggi di langit, ini benar-benar dunia nyata.


Mungkin ini bukanlah hanya sekedar ruang, tapi ini mungkin merupakan embrio sebuah dunia yang gagal terbentuk sepenuhnya. Itulah kenapa aturan di tempat ini sangat kompleks.


Aku tidak terburu-buru untuk langsung menuju gunung. Aku lebih memilih untuk menjelajahi tempat ini terlebih dahulu.


Selain bahan obat, aku juga menemukan berbagai tanaman aneh seperti bunga dengan gigi tajam yang belum pernah aku lihat.


Matahari perlahan mulai tenggelam dan sebuah bulan mulai muncul dari balik bukit. Bulan itu berwarna Cyan yang indah.


Api perak putih segera terbakar di luar tubuhku untuk menyerap cahaya bulan Cyan di langit dan mengisi kembali seluruh kehilanganku di siang hari.


Dari Padang rumput, aku melangkah ke arah hutan yang lebat. Tiba-tiba, aku mendeteksi gerakan sejauh dua kilometer dari ku.


Dalam benakku, banyak bintik merah yang bergerak secara perlahan untuk mengelilingiku. Aku hanya perlu memfokuskan kekuatan mentalku pada salah satu titik paling cerah dan akhirnya aku melihat makhluk apa itu.


Aku sengaja untuk menyetel pengaturan map supaya hanya untuk menunjukan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyerangku. Jadi selain mereka ingin menyerangku, maka keberadaannya tidak akan di tunjukkan pada map di pikiranku.


Baru saat inilah aku menyadari bahwa di tempat ini juga banyak makhluk hidup selain tanaman. Dan mungkin, aku bahkan bisa menemukan manusia di tempat ini.Diapa yang tahu apa yang ada di dunia ini dengan aturan yang sangat lengkap?!.


Aku tidak terlalu khawatir pada binatang buas yang mengelilingi ku. Meskipun jumlah mereka cukup banyak, tapi mereka hanya berada di Tier satu.


Binatang yang mengelilingiku adalah sekelompok serigala. Aku hanya bisa mengatakan itu. Lagi pula aku belum pernah melihat monster serigala seperti mereka. Serigala-serigala itu memiliki rambut berwarna biru. Pemimpin mereka memiliki rambut berwarna Cyan seperti bulan yang tergantung di langit. Selain warna rambut yang berbeda, pemimpin mereka memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dengan mata ketiga di dahinya.


Di Alterion, aku sama sekali belum pernah melihat jenis monster serigala seperti ini. Yah, lagi pula ada jutaan jenis monster dari satu ras. Bahkan serigala sendiri memiliki sekitar Seratus ribu jenis, dan aku baru melihat sepertiganya saja. Jadi, tidak aneh jika aku belum pernah melihatnya.


Beberapa saat kemudian, semak-semak di kejauhan memiliki gerakan. Seekor serigala muncul sambil memamerkan taringnya ke arahku.


Filia:"Begitu sombong?!."


Auuu.... Grao..!


Aura merah menyelimuti tubuhku. Begitu aura merah itu muncul, monster serigala yang sangat hati-hati itu tiba-tiba berlari ke arahku seperti binatang gila.


Swoss... Splash...!!


Aku hanya mengayunkan ekor kalajengking di belakang tubuhku dan membelahnya menjadi dua bagian. Sejak awal, aku sudah berganti menjadi armor Scorpio untuk menambah kelincahan dan ketangkasan ku. Tempat ini adalah tempat yang asing. Jika aku menemukan bahaya, aku bisa lari lebih mudah setelah menggunakan armor Scorpio.


Bukan hanya monster serigala itu. Monster serigala lainnya juga terprovokasi dan menyerangku.


Filia:"Majulah dan jadi makanan dari ekorku..."


Ugh, tiba-tiba aku merasa bahwa aku menjadi orang aneh karena membicarakan ekor. Beruntung tidak ada orang lain yang mendengarkannya.


Sepasang pisau bercabang dua muncul di tanganku. Satu persatu, serigala-serigala itu jatuh di bawah pisauku. Keadaan mereka sangat tragis. Kepala dan anggota tubuh yang terpotong atau leher yang terkoyak, semua kondisi kematian yang kejam dapat dilihat di tempat ini.


Ekor di belakangku terus berayun dan menusuk atau memotong serigala yang mendekat. Selain ketajaman yang luar biasa, bagian ujung ekor juga memiliki racun yang sangat mematikan dan bisa membunuh puncak Tier dua dalam beberapa detik. Tentu saja intensitas racunnya akan meningkat tergantung dari kekuatanku.


Tubuhku di penuhi oleh cipratan darah yang lengket. Rumput di bawah kakiku sudah menjadi merah dengan kubangan kecil darah yang terkumpul menjadi satu di beberapa tempat.


Beberapa serigala mulai melarikan diri, tapi apakah aku akan membiarkannya?!.


«Bloody poison fog»


Darah yang telah ternoda racun di tanah tiba-tiba menguap dan menjadi kabut yang mengelilingi semua serigala yang mencoba melarikan diri.


Semua monster yang menghirup kabut berdarah itu berhenti seketika dan jatuh. Mulut, mata, lubang hidung, telinga, semua bagian mengalirkan darah merah dengan bau amis yang tidak normal.


Hingga serigala terakhir jatuh, aku tidak menerima luka sedikitpun. Itulah perbedaan besar antar Tier, terutama jika mereka mencoba melompati dua Tier sekaligus. Hanya satu kata untuk menggambarkan tindakan seperti itu, yaitu... Bodoh...!


Saat serigala terakhir jatuh, pemimpin serigala itu memiliki mata merah dan nampak sangat marah. Sekelompok Serigala adalah keluarga, jadi wajar jika monster yang sangat sosial seperti serigala akan memiliki emosi seperti kemarahan saat melihat anggota keluarganya terbunuh. Apalagi, serigala Tier satu memiliki kecerdasan yang tidak lebih lemah daripada manusia.


Itulah kenapa awalnya hanya satu serigala yang keluar, yaitu untuk mengujiku. Namun, karena skill provokasi, mereka menjadi gila dan menyerangku dengan sangat ceroboh.


Rambut serigala itu tiba-tiba berkibar seperti tertiup angin. Ada hembusan angin di sekitar tubuhnya.


Serigala itu berlari liar ke arahku dengan kelincahan yang sangat menakutkan. Dia berlari di antara pepohonan seperti berlari di tanah lapang, seakan pepohonan itu sama sekali tidak menghambat pergerakannya.


Elemen angin memang sangat merepotkan dalam lingkungan seperti ini. Namun, Phoenix juga mengendalikan elemen angin, jadi...


Serigala itu mengayunkan cakarnya ke arahku dengan sangat cepat. Tapi, itu adalah hal yang mudah bagiku untuk menangkisnya. Serigala elemen angin memang jauh lebih lincah dan cepat daripada monster lain yang setingkat dengannya. Tapi, itu hanya jika lawannya setingkat..


Aku menangkis cakar itu dan menghindar ke samping. Saat menghindar itulah, ekor di belakangku berayun dan langsung memotong kepala monster itu, membelah kepalanya menjadi dua.


Cipratan darah merah menyembur ke arahku. Menjijikkan...


Elemen air biru muncul di sekitarku dan membersihkan seluruh armor di tubuhku. Sisa air langsung menguap menjadi kabut.


Saat aku akan pergi, tiba-tiba aku melihat kilatan cahaya kuning di kepala pemimpin serigala yang telah terbelah menjadi dua.


Aku berjalan mendekat dan melihat darimana cahaya kuning itu berasal. Di sana, sebuah kristal kuning transparan seukuran telur terbaring di antara plasma darah. Di permukaan kristal itu memiliki motif berulir Cyan yang terus bergerak seperti angin yang berhembus.


Saat aku memegang benda itu di tanganku, aku benar-benar terkejut. Perasaan hangat dari kristal itu di transmisi kan ke telapak tanganku.


«Inheritance Crystal»


Kristal ini bukanlah kristal biasa, tapi kristal yang dapat memberikan warisan sihir dan beladiri tertentu kepada orang lain. Kristal ini merupakan syarat wajib bagi manusia untuk naik ke tier selanjutnya. Jika manusia ingin pergi dari zero ke tier satu, maka selain menaikkan level mereka hingga dua ratus, mereka juga perlu mempelajari skill Tier satu dari kristal Warisan.


Dalam waktu yang telah di tentukan, mereka harus bisa menguasai skill yang terdapat pada kristal Warisan itu. Jika gagal, maka mereka juga di anggap gagal memasuki Tier satu.


Kristal itu hanya sekali pakai. Baik berhasil atau gagal, kristal itu akan segera hancur menjadi debu setelah di gunakan. Jangn kita tidak akan ada bahaya dalam menerobos kentier satu.


Bagi manusia, menerobos Tier adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Meteka bukan hanya harus menguasai skill dalam kristal Warisan, tapi mereka juga harus melawan serta menaklukkan jiwa monster ganas yang tersisa di dalam batu kristal. Jika gagal, mereka akan kehilangan beberapa level, dan paling parah mereka akan mati karena jiwa mereka hancur.


Seorang manusia hanya bisa menggunakan kristal yang satu tingkat di atasnya. Sebagai contoh, zero hanya dapat mempelajari skill dari kristal yang di hasilkan oleh monster Tier satu.


Dan kebetulan, kristal ini adalah kristal Warisan Tier satu yang sangat sesuai untuk ayah.


Dan untuk ibu, dia tidak memerlukannya. Manusia memiliki banyak cabang ras. Setiap cabang memiliki karakteristik mereka sendiri, dan manusia yang biasa kita lihat hanyalah cabang manusia terendah karena mereka masih mempertahankan bentuk asal mereka.


Cabang yang lebih tinggi biasanya mereka telah berevolusi untuk bisa bertahan di berbagai lingkungan. Ada yang bisa bernafas di dalam air, ada yang bisa bertahan hidup di ruang hampa dan lain sebagainya. Contohnya adalah Animanids. Animanids adalah salah satuncabang dari ras manusia. Mereka tidak memiliki tubuh fisik jika mereka keluar dari Helheim.


Manusia yang hanya bisa bertahan di planet induknya adalah cabang manusia tingkat rendah.


Meskipun setiap cabang manusia memiliki bentuk fisik dan kemampuan yang berbeda-beda, tapi mereka memiliki satu kesamaan, yaitu mereka wajib menggunakan kristal Warisan untuk naik ke tier selanjutnya.


Berbeda dengan binatang buas yang memiliki warisan dalam darahnya, sehingga ras binatang buas tidak memerlukan kristal Warisan. Mereka hanya perlu memahami warisan yang tersimpan dalam darahnya, dan mempelajari warisan darah mereka. Skill warisan darah pada binatang buas biasanya di sebut sebagai Racial Skill.


Sama sepertiku yang bisa menggunakan Racial Magic yang merupakan warisan dari darah Phoenix.


Ibu juga demikian, dia adalah elf. Dalam Alterion, elf di golongkan dalam ras binatang buas bukan manusia. Hal itu terjadi karena elf terlahir dari pohon kehidupan kuno sebelum pohon itu menghilang dan mereka mulai berkembang biak seperti manusia. Sehingga, banyak yang keliru menganggap bahwa elf adalah salah satu cabang dari ras manusia.


Aku menghela nafas dan sedikit bermanfaat. Ini memang panen yang sangat baik dengan mendapatkan kristal Warisan. Tapi bukan itu yang benar-benar membuatku menjadi bersemangat.


Binatang buas yang memiliki kristal Warisan hanyalah binatang yang terlahir dan tumbuh di tempat khusus, yakni...


Treasure Land...


(Akhir dari chapter ini.)


Hari raya aku harus bepergian ke rumah beberapa kerabat yang membuatku menjadi jarang update akhir-akhir ini. Maafkan aku...