
mana dan energi yang ada di seluruh langit tampak mengamuk dan berkumpul ke arah Moon Palace yang melayang dan menutupi langit. setelah beberapa saat, mana mulai tenang dan seluruh benua terbang telah menunjukkan wujudnya yang lengkap.
mana yang tadinya mengamuk dan ganas sekarang nampak lebih tenang dan kembali melembut. keagungan dari Moon Palace menggantikan kekosongan dan mengisinya dengan penampilannya yang mengagumkan. inilah rumah kami, Moon Palace.
aku melihat Yang Mulia menyunggingkan senyum manis disudut mulutnya. untuk beberapa saat Yang Mulia hanya memandangi Moon Palace dengan senyumnya yang cerah seperti mentari tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Filia:"arahkan kapal menuju ke Moon Palace"
Arkne:"baik Yang Mulia"
kapal udara segera melaju ke arah Moon Palace dengan kecepatan penuh. semakin dekat, aku semakin merasakan keagungan dari tempat ini. kapal ini hanya sebesar biji wijen jika dibandingkan dengan Moon Palace yang megah seperti raksasa di langit. kapal melewati cahaya pelindung tanpa hambatan apapun dan langsung masuk kedalam area dalam.
meskipun telah masuk, setidaknya kapal harus menempuh jarak sekitar satu kilometer lagi untuk benar-benar sampai di daratan. berbagai naga dan wyvern melayang-layang di udara untuk menjaga keamanan udara Moon Palace. kapal terus melaju secara perlahan dan saat kapal sampai di atas kota, tanah terbelah dan memperlihatkan pintu baja raksasa yang terbuka. ukuran dari pintu ini sangat besar, setidaknya empat kali lebih besar dari kapal ini.
kapal memasuki pintu Palka yang terbuka secara perlahan. di bagian dalam terdapat banyak tingkat-tingkat yang juga berisi kapal-kapal lain. ada yang memiliki ukuran dan desain yang sama, tapi juga ada kapal induk yang sangat besar yang dapat memuat puluhan kapal seperti ini dengan sangat mudah. selain banyak kapal-kapal, di bagian dalam terdapat banyak dwarf pekerja dan kesatria armor emas dengan jubah merah yang memegang tombak.
kapal segera mendarat di tempat yang di sediakan. para pekerja segera menghampiri kapal ini dan memeriksa kondisinya. dari wajah mereka, sepertinya mereka tidak menyadari bahwa Yang Mulia juga ikut di dalam kapal ini.
Filia:"ayo kita turun"
Arkne:"maaf Yang Mulia. bagaimana dengan para serangga-serangga itu"
Filia:"kamu bisa membawanya keruang takhta untuk menemui ku"
Arkne:"baik Yang Mulia"
Filia:"kamu sendiri yang harus membawa mereka dalam keadaan utuh... ingat, dalam keadaan utuh"
Yang Mulia menekankan kata-kata 'dalam keadaan utuh' untuk yang kedua kalinya. aku juga tahu bahwa Yang Mulia melakukan ini untuk mengingatkaku supaya tidak bersikap sembrono lagi.
tangga cahaya mulai terbentuk untuk jalan kami turun. memang bisa langsung menggunakan teleportasi untuk menurunkan orang, tapi itu akan mengurangi keagungan dari Yang Mulia. lagi pula semua orang harus melihat Yang Mulia dan memberikan penghormatan tertinggi mereka. aku melihat Yang Mulia perlahan menuruni tangga cahaya keemasan itu. pakaian yang ia gunakan telah berganti menjadi pakaian kerajaan berwarna hitam dengan sulaman Phoenix perak di tubuhnya. kalau tidak salah ingat, Yang Mulia mengatakan bahwa pakaian itu disebut Hanfu.
Yang Mulia menuruni setiap anak tangga dengan postur yang anggun dan berwibawa. semua pekerja dan para kesatria mematung untuk beberapa saat. apa yang para sampah ini lakukan..!!!
Arkne:"Hormat kepada Yang Mulia....!!!"
dengan geram, aku berteriak keras untuk menyadarkan mereka dari kebodohan. segera setelah teriakan itu, pekerja dan kesatria yang ada di tempat itu tersentak dan mengambil barisan. mereka berlutut bersamaku dan berteriak secara serempak dengan nada penuh hormat dan kebahagiaan...
"Hormat Kami Yang Mulia...!!"
Yang mulia berhenti sejenak di atas anak tangga dan memandang semuanya selama beberapa saat sambil tersenyum dan menjawab dengan suara yang lembut dan manis seperti lonceng angin.
Filia:"tidak apa. bangunlah"
"terima kasih atas kebaikan Yang Mulia!!"
mereka menjawab secara bersamaan dan bangkit dengan tertib dari posisi berlutut nya. wajah mereka menunjukkan kebahagiaan yang terlihat jelas. aku bisa mengerti perasaan mereka. entah sudah berapa lama waktu yang kami lalui untuk menunggu Yang Mulia. setelah akhirnya sang penguasa tertinggi istana bulan kembali, kebahagiaan seperti itu adalah hal yang wajar.
para pekerja dan kesatria berkumpul dan membentuk jalan bagi Yang Mulia. Yang Mulia berjalan melalui mereka dan menghilang setelah sampai di ujung barisan orang-orang yang membentuk jalan ini.
"Yang Mulia telah kembali..."
"ini adalah kabar yang sangat membahagiakan..."
...
berbagai sorakan kebahagiaan datang dari mereka. melihat Yang Mulia sudah pergi, aku berbicara pada dua orang kesatria yang sejak tadi berdiri di belakangku. mereka adalah kesatria yang berada di kapal sejak awal.
Arkne:"bawa para serangga itu kemari"
"baik...!!"
mereka menjawab secara bersamaan dan langsung bergegas menjalan kan tugas tanpa penundaan sedikitpun.
Upirina:"sister, aku akan pergi dulu"
Arkne:"ya"
Upirina langsung berubah menjadi ribuan kelelawar hitam kecil dan menghilang tanpa jejak. sepertinya Upirina akan pergi ke istana terlebih dahulu. karena aku memiliki perintah dari Yang Mulia, aku hanya bisa menunggu para serangga-serangga itu. sekitar tiga menit berlalu, beberapa kesatria datang dan membawa tahanan dengan peralatan mereka yang telah dilucuti. meskipun baju besi mereka telah dilucuti, tapi mereka masih mengenakan pakaian kasa yang buruk itu ditubuhnya. mungkin hanya wanita kesatria itu yang pakaiannya terlihat lebih baik. dia selalu di temani oleh maidnya yang tadinya merupakan seorang petarung.
setelah mereka diseret ke dek kapal, aku bisa melihat wajah mereka yang penuh dengan keterkejutan dengan mulut yang terbuka lebar. mata mereka berkeliaran dan melihat kapal-kapal yang terparkir di platform masing-masing. terutama mata mereka tertuju ke sebuah kapal raksasa berwarna putih dengan kombinasi emas di beberapa detail. kapal Tier Epic: «Horus». kapal itu sangat besar dan megah. jika seseorang berdiri di bawahnya, dia hanya terlihat seperti sebuah kelereng dihadapan seekor gajah. tentu saja karena ukurannya yang sangat besar, kapal induk itu memiliki pintu Palka khusus untuk keluar masuk. lagipula kapal induk tidak akan di mobilisasi kecuali ada operasi skala besar.
jika aku tidak membawa mereka, aku bisa langsung berteleportasi dan datang ke istana, tapi karena aku harus membawa mereka, aku hanya bisa secara perlahan mengendarai kapal kecil. kapal kecil hanya diperuntukkan sebagai transportasi, jadi mereka biasanya hanya muat untuk 4-8 orang. selain menggunakan hal-hal itu, aku juga bisa menggunakan Pegasus atau Unicorn untuk membawa kereta kuda dan berlari ke istana dengan cepat. tapi jarak dari sini menuju ke istana juga sangat jauh.
aku membawa mereka berdua keluar dari tempat ini dan melihat cahaya matahari. setelah keluar, cahaya matahari dan langit biru segera menyambut. meskipun diluar terlihat serba merah dan suram, tapi pelindung yang mengelilingi tempat ini seperti atmosfer bumi dan juga memiliki sumber cahayanya sendiri. setelah melintasi pelindung itu, bisa dikatakan bahwa kita telah masuk ke tempat yang berbeda. Moon Palace itu sendiri terisolasi oleh pelindung yang mengelilinginya.
"tempat ini sangat berbeda. langit dan semuanya sngat indah"
kesatria perempuan itu melihat sekeliling dan mengatakan pendapatnya. tentu saja sangat indah. jika mereka tahu seberapa banyak harta yang telah di keluarkan oleh Yang Mulia, kurasa mereka akan mati hanya dengan menghitung angka.
aku membawa mereka melintasi jalan-jalan yang lebar dan sepi dengan di dampingi oleh gedung-gedung yang menjulang puluhan meter ke angkasa.
"naga...!!"
"apakah itu naga..!?"
seruan keterkejutan bercampur dengan rasa takut terus disuarakan oleh mereka ketika melihat beberapa naga yang sedang terbang di atas kepala mereka.
mereka benar-benar berisik. dasar serangga rendahan. bahkan dengan hal seperti itu, haruskah terkejut sampai seakan kalian akan tersedak oleh lidah sendiri?.
aku berhenti mendengarkan teriakan kagum dan histeris mereka dan langsung memimpin mereka ke sebuah bangunan yang terlihat indah dengan kaca bening sebagai pintunya.
"kaca...!!, ini benar-benar kaca...!. dengan kecernihan seperti ini dan ukurannya, harganya tidak kurang dari sepuluh perak!"
bahkan kalian kagum dengan sebuah kaca?. aku tidak tahu seberapa rendah tingkat peradaban mereka, tapi kagum dengan sebuah kaca?, bukankah itu sudah keterlaluan!?.
sampai di dalam ruangan, aku mencari tempat duduk dan duduk menunggu.
Arkne:"segera jemput kami di area militer ke tujuh"
"komandan?. apakah anda tidak menggunakan teleportasi?"
aku menghubungi bawahanku yang terpercaya yang saat ini sedang menggantikan ku di markas militer. segera, sebuah suara perempuan yang bersemangat tersampaikan ke pikiranku melalui telepati.
Arkne:"tidak. aku sedang membawa beberapa tahanan. aku butuh kendaraan yang bisa membawa tiga puluh orang atau lebih"
"baik komandan"
beberapa saat kemudian, aku melihat sebuah kapal udara dengan bentuk yang berbeda dari kepal perang. kapal itu tertutup dengan kaca hitam.
Arkne:"ayo ikut"
aku keluar dan menghampiri kapal itu. tutup kapal itu terbuka sebagian sebagai pintu masuk. setelah aku masuk, aku disambut oleh ruangan yang luas serta kursi yang berwarna abu-abu dengan garis biru yang terlihat empuk dan nyaman. apakah ini tidak terlalu baik bagi para tawanan ini?.
tanpa lebih banyak berpikir, aku mengambil tempat duduk dan duduk.
"komandan!!"
tiga orang kesatria wanita dengan wajah yang halus dan armor perak yang menyesuaikan lekuk tubuh mereka. di bagian belakang mereka terdapat jubah merah dengan sulaman seekor Phoenix dengan bulan sabit yang di sulam menggunakan benang perak. mereka memberikan hormat kepadaku dengan hormat seorang kesatria.
Arkne:"ya"
mereka bertiga adalah anggota dari «Moon Profound Phoenix Legion». legiun kesatria ini terdiri dari lima ribu kesatria wanita yang dipilih langsung oleh Yang Mulia dengan keterampilan bertarung yang kuat. yang terlemah di antara mereka merupakan Tier tiga sementara beberapa sudah mencapai Tier empat penuh.
mereka melihat sekilas orang-orang yang disebut tawanan dengan mata dingin, lalu langsung membawa serangga-serangga itu untuk mengambil tempat duduk masing-masing. setelah semuanya beres, pintu tertutup dan atap serta lantai kendaraan ini berubah transparan sehingga yang berada di dalam dapat melihat bagian luar dengan jelas, tapi orang yang diluar tidak dapat melihat bagian dalam.
kapal melaju dengan cepat hingga pemandangan diluar terlihat kabur. jika ini adalah waktu normal, kapal akan berjalan secara perlahan sambil menikmati pemandangan diluar, tapi karena mereka adalah tahanan, kapal akan melaju secepat mungkin menuju istana.
.....
sekitar dua jam kemudian, kapal telah tiba di lingkungan istana yang menjulang tinggi dan megah. kapal mendarat dengan mantap dan para tahanan digiring untuk menemui Yang Mulia. bagian dalam istana sangat luas dan berliku-liku, jadi jika kami berjalan, akan memakan waktu sekitar beberapa jam hanya untuk sampai di ruang takhta. maka dari itu kami menggunakan gate untuk langsung sampai di depan ruang takhta. gate sendiri terlihat seperti gerbang batu abu-abu gelap dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar tiga meter. di beberapa bagian terdapat permata berwarna ungu yang berkilau. di bagian tengahnya terdapat lubang persegi yang tertutupi oleh tirai energi berwarna ungu tempat kami menyebrang.
aku memimpin mereka masuk ke dalam dan langsung berpindah tempat ke sebuah lorong dengan lebar sekitar tujuh atau delapan meter dan tinggi sepuluh meter atau lebih. dinding lorong ini berwarna putih dan cerah karena cahaya putih yang menyinari seluruh lorong. di beberapa bagian lorong terdapat patung dan ornamen berwarna emas, di bagian bawah terdapat karpet merah dengan sulaman emas yang memanjang sampai ke ujung lorong. di bagian ujung lorong terdapat pintu besar dengan lebar dua meter yang terbagi menjadi dua daun pintu, tinggi pintu itu sekitar lima meter. di bagian daun pintu kanan terdapat ukiran seorang malaikat, tapi di sebelah kiri terdapat ukiran iblis dengan tanduk.
ukiran di pintu itu seakan menceritakan tentang perang antara malaikat dan iblis. di sebelah kanan dan kiri pintu terdapat kesatria yang menjaga dengan tombak emas yang bercahaya. meskipun wajah mereka tertutup, aku tahu bahwa kesatria itu adalah wanita karena armor yang mereka kenakan sama sekali tidak menutupi bentuk lekuk tubuh yang khas.
saat aku mendekat, kedua kesatria itu sedikit membungkuk lalu meletakkan tangan mereka ke sebuah Orb yang menempel di pintu. Orb berwarna emas di sebelah kanan dan merah kehitaman di sebelah kiri. saat kedua kesatria itu memasukkan mana mereka, pintu besar itu terbelah dan terbuka ke dalam...
(akhir dari chapter ini)
aku terlalu mengantuk dan tidak bisa melanjutkan lebih panjang. maafkan aku. see you next time.