
pesta berakhir sekitar tengah malam dengan banyak tawa dan kegembiraan. mungkin karena terlalu lelah, Felmina juga tertidur di sofa dengan wajah bayi yang manis.
melihat wajahnya, tanganku tidak sabar untuk bergerak dan menggosoknya. aku menyentuh pipi yang penuh dengan lemak bayi yang sedikit gemuk dan lembut. yang membuat tanganku enggan melepaskan pipi Felmina karena saat aku menyentuhnya, perasaan lembut dari pipinya jauh lebih lembut daripada puding karamel yang pernah aku makan. perasaan ini sangat menyenangkan.
Arsh:"sayang, apakah besok kamu akan pergi ke akademi?"
Filia:"pergi. lagi pula, besok saya juga harus mulai pindah dan tinggal di asrama."
Arsh:"hah... entah kenapa kamu mau meninggalkan kenyamanan rumah dan memilih tinggal di akademi."
Filia:"apakah akademi tidak nyaman?."
Arsh:"bukan seperti itu, tapi bukankah lebih nyaman berada di rumah?."
ibu menjawab ku sambil menekan hidungku.
Filia:"ya. tapi, mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba menikmati masa menjadi siswa dengan sepenuh hati, lagi pula saya merasa sedikit kesepian jika ada di rumah."
ibu dan ayah tidak akan pulang sebelum musim dingin berakhir, nenek akan segera kembali ke Holy Kingdom sebelum musim dingin benar-benar datang. kalau tidak salah, lusa nenek sudah akan berangkat. untuk Felmina, lupakan saja. pada musim dingin seperti ini, Felmina akan mendapatkan bimbingan di rumah setidaknya dua kali lipat dari biasanya. pastinya tidak akan ada waktu untuk bersantai.
tapi alasan yang utama adalah supaya aku bisa melatih tubuhku dengan lebih bebas. akan sulit melatih tubuhku di sekitar mansion. aku bisa, tapi tidak akan sebebas itu jika di mansion.terutama setelah aku menjadi Tier saat ini. tentu saja latihan yang di butuhkan harus lebih intensif dan berat daripada di awal.
dan dengan tinggal di asrama, aku bisa menyusup keluar dan berlatih di alam bebas tanpa di ketahui oleh orang lain. tidak peduli seketat apapun penjagaan di akademi, tentunya akan tetap lebih mudah di tembus daripada di mansion.
Arsh:"entah kenapa kamu menjadi keras Kapala seperti Nana. baiklah kalau begitu, besok pagi ibu akan menjemputmu dan kita bisa pergi ke Akademi bersama."
Filia:"iya...!"
Arsh:"sekarang kamu harus istirahat terlebih dahulu."
Filia:"iya, selamat malam, ibu...!"
aku menjawab sambil lari menaiki tangga menuju ke lantai kedua. aku sedikit menoleh ke belakang dan melihat ibu yang tersenyum lembut di belakang. meskipun ibu masih belum pernah memiliki anak, tapi aku bisa melihat senyum keibuan darinya. senyum itu mirip dengan senyum ibu kepadaku. senyum yang lembut dan tulus.
sampai di kamar, aku hanya berbaring dan merenungkan apa yang telah terjadi selama ini. meskipun belum terlalu lama di dunia ini, aku sudah menumbuhkan rasa memiliki yang kuat. ada keluarga, teman-teman, dan banyak orang baik di dunia ini.
Filia:"Frey, apakah kamu bisa mendeteksi di mana embrio yang menghilang itu berada?."
poff...!!
dengan letupan pelan, seorang peri kecil yang bersemangat keluar dari kehampaan dengan pose yang tidak mau aku sebutkan.
Frey:"lapor kepada tuan rumah. saya tidak bisa merasakan keberadaan embrio yang menghilang.... Desu~"
jika memang seperti itu, hanya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. kemungkinan pertama: bahwa embrio berada di luar jangkauan deteksi Frey.
kemungkinan yang kedua: bahwa embrio itu telah di hancurkan.
tidak peduli yang mana, sepertinya tidak akan mungkin untuk menemukannya kembali. tapi jika itu adalah kemungkinan yang pertama, maka sepertinya teleportasi dari mata ruang melemparkannya keluar dari dunia ini. itu karena deteksi Frey, selama embrio masih berada di dunia yang sama, maka itu akan dapat di deteksi, karena embrio itu sendiri merupakan bagian dari program Frey. bisa di katakan bahwa embrio adalah bagian dari tubuh Frey.
jadi, jika memang embrio itu tidak terdeteksi karena di luar jangkauan, itu berarti bahwa embrio itu tersesat di luar dunia ini. mungkin bisa saja itu terlempar di ruang angkasa atau tersesat di planet yang lain. berharap saja bahwa penerimanya bukanlah orang jahat.
Filia:"ok, terima kasih Frey."
Frey:"yoke....!!"
Filia:"oh ya, tolong tampilkan semua daftar material yang kita miliki."
Frey:"siap Desu~"
tiba-tiba banyak kartu holografik yang muncul di hadapan ku. setiap kartu menampilkan data dan gambar dari setiap material yang aku miliki. setidaknya ada ratusan ribu jenis material yang muncul di hadapanku. meskipun terdengar sangat banyak, tapi ini hanyalah milik pribadi, bukan perbendaharaan guild. jika masuk ke perbendaharaan guild, setidaknya dapat menemukan lebih dari jutaan material kelas menengah ke atas.
kamu tahu, dulu guild kami yang hanya berisi lima member merupakan salah satu dari tujuh guild pendosa. The Seven Sinners Guild adalah daftar guild yang merupakan Black Guild dengan karakteristik tertentu yang telah di akui dan berada di daftar puncak. kami masuk untuk mengisi nama Greed atau Avaritia.
kami mendapatkan nama Avaritia karena sifat guild kami merupakan guild pengumpul. semua member kami merupakan pengumpul benda atau aku harus menyebutnya sebagai kolektor. tidak peduli apa yang kami inginkan, kami harus mendapatkannya meskipun kami harus menggunakan cara yang sangat buruk.
(jika kalian tertarik, mungkin di lain kesempatan aku bakal menjelaskan lebih lanjut di chapter tambahan.)
tapi meskipun begitu, kami tidak serta merta menjarah semuanya. biasanya itu hanya apa yang kami inginkan. dan setiap member memiliki keinginan masing-masing. untukku, aku hanya mengumpulkan item langka dan item series. dan ada member guild kami yang hanya tertarik untuk mengumpulkan jenis material langka. jadi seperti itulah kenapa kami di sebut Avaritia.
aku melihat daftar item yang melimpah di depanku satu persatu. kenapa aku melakukannya?, aku tidak bisa tidur, jadi aku melakukan ini hanya untuk menghabiskan waktu. selain itu, aku bingung hadiah apa yang harus aku persiapkan untuk ulang tahun sang ratu di musim dingin ini.
aku mendengar bahwa sang ratu merupakan salah satu Arcmage kerajaan ini selain ayah, jadi aku harus memikirkan sesuatu yang sesuai untuknya. sesuatu yang sesuai untuk latar belakang sebagai ratu, tapi juga harus cocok dengan profesi sebagai Arcmage. untuk memenuhi kedua syarat itu, aku juga harus menemukan material yang cocok.
setelah memilih beberapa material, aku menyisihkan sebagian material itu untuk aku gunakan membuat hadiah bagi sang ratu.
emm...?
entah berapa lama aku asik dalam memilih material, tiba-tiba aku terkejut dengan cahaya matahari keemasan yang menyelinap melalui celah tirai dan jatuh di wajahku.
aku berjalan ke arah jendela dan membuka tirai. aku benar-benar tidak menyadari bahwa matahari telah terbit. saat aku membuka jendela, hawa dingin langsung menyapa tubuhku. udara beku di pagi hari terasa agak pahit saat masuk ke dalam hidung.
aku melihat bahwa di bawah matahari keemasan yang indah, terdapat selimut salju putih bersih yang menutupi seluruh taman. menyajikan pemandangan seakan mansion ini berdiri di atas awan putih di langit.
di ranting-ranting pohon dan di bibir jendela, menggantung stalaktit yang terbentuk dari tetesan es yang membeku. ujung tajamnya berkilau seperti pedang, tapi bercahaya seperti permata. meskipun udara sangat dingin, masih ada beberapa binatang yang beraktifitas di taman, seperti sekelompok burung biru yang beterbangan dan berkicau merdu seperti menyanyikan datangnya awal musim dingin.
tok...tok...tok...!!
saat aku mengagumi pemandangan yang tersaji di depanku, aku mendengar bahwa pintu kamarku di ketuk dari luar.
Filia:"masuk...!"
saat pintu terbuka, aku melihat Ilma yang membawa nampan berisi segelas susu dan roti. selain Ilma ada juga ibu yang masuk setelah Ilma.
Ilma:"ini adalah sarapan anda, Putri."
Filia:"ya, kamu bisa meletakkannya di meja dulu. aku akan membersihkan diri."
Arsh:"sayang, apakah kamu ingin ibu membantumu?."
aku langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. maaf jika aku berendam agak lama. bagaimanapun sangat nyaman untuk berendam air hangat di musim dingin seperti ini.
meskipun aku enggan untuk keluar dari bak air panas, tapi karena ibu sedang menunggu, jadi aku harus segera bersiap.
Ilma:"Putri, apakah anda perlu saya bawakan pakaian ganti?."
Ilma berbicara dari balik pintu, bertanya apakah perlu untuk membawakan pakaian ganti.
oh benar, sebelum itu, aku perlu menjelaskan bahwa kamar mandi di bagi menjadi dua bagian. bagian terdalam berisi bak mandi yang luas, bagian satunya yang langsung berbatasan dengan kamarku, adalah tempat untuk berganti pakaian.
Filia:"tidak, aku sudah menyiapkannya, tapi aku perlu bantuan mu untuk menata rambut."
Ilma:"saya mengerti."
aku mengeringkan diri dan mengenakan setelan Lolita dengan rok berenda bertingkat. seluruh setelan di dominasi oleh warna putih dengan ornamen berwarna biru Aquamarine.
setelah itu, aku juga melapisinya dengan jubah tebal berwarna putih di luar, tapi berwarna biru di dalam yang serasi dengan warna gaun yang aku kenakan. di bagian pinggir leher di tutupi menggunakan bulu binatang putih bersih yang lembut.
baik di ujung bawah jubah ataupun di ujung bawah gaun berwarna biru yang lebih gelap dengan motif kepingan salju berwarna putih dengan berbagai ukuran. setiap aspek menambahkan kesan musim dingin yang kental di atasnya.
aku melihat diriku di cermin besar di ruang ganti. aku malu mengakuinya, tapi aku terlihat cukup baik dengan pakaian seperti ini. lihat mata besar yang berkilau itu, rambut perak holografik, bibir kecil merah muda yang halus dan lembut seperti bunga Plum di musim dingin. sungguh.... Tunggu. kenapa aku merasa terlalu narsis dengan diriku sendiri?!.
Arsh:"sayang, bolehkah ibu masuk?."
aku membuang pikiranku yang narsis dengan diri sendiri dan membuka pintu supaya ibu bisa masuk ke ruang ganti. aku memperhatikan bahwa ada kilatan yang sedikit tidak sabar di mata ibu. di tangan kanannya ibu memegang sebuah sisir rambut berwarna perak dengan ukiran bunga mawar emas di atasnya.
Filia:"ibu, silahkan masuk."
begitu masuk, ibu langsung menyuruhku duduk di depan kaca. ibu menyisir rambutku dengan lembut sambil menyunggingkan senyum di sudut mulutnya.
Arsh:"sayang, rambutmu begitu indah dan halus."
Filia:"mungkin karena saya menggunakan produk perawatan rambut alami."
Arsh:"oh, aku penasaran. biasakan ibu melihatnya?."
Filia:"tentu."
aku mengeluarkan sebuah botol kristal bening yang indah dari dalam storage. di dalam botol terdapat cairan putih seperti susu.
Arsh:"apakah ini?."
Filia:"benar. jika ibu tertarik, ibu bisa memilikinya."
dari pantulan kaca, aku bisa melihat mata ungu ibu yang berkilau.
Arsh:"tidak. bagaiman bisa ibu menerima hal seperti ini."
Filia:"tidak apa. saya bisa membuatnya lagi."
ada warna kejutan yang melintas di wajah ibu setelah mendengar apa yang aku katakan.
Arsh:"bisakah kamu benar-benar membuatnya sendiri?."
Filia:"itu tidak sulit hanya perlu tiga tangkai Tridax Daisy white leaf, satu tetes getah lidah buaya putih, tiga tetes madu lebah iblis purnama, dan lima sendok makan air."
Arsh:"aku tidak tahu bahan apa itu, tapi apa kamu yakin ingin memberikan ini kepada ibu?."
Filia:"iya. ibu bisa memilikinya."
selama ini aku melihat bahwa produk untuk perawan kulit dan produk kecantikan lainnya memiliki banyak peminat dan pasar yang besar, jadi aku berencana untuk membuat beberapa produk uji coba dan jika hasilnya baik, aku akan menjualnya di toko milikku.
sudah lebih dari tiga menit ibu menyisir rambutku di depan cermin, dan melihat dari ekspresinya, sepertinya ibu belum memiliki niat untuk mengakhirinya.
Filia:"ibu, bukankah kita akan terlambat?."
Arsh:"sebentar lagi. ibu masih ingin menyisir rambutmu."
Filia:"jika ibu terus menyisirnya, saya bisa botak."
Arsh:"Ahh!!. benarkah?!. maafkan ibu sayang."
ibu langsung melepaskan rambutku dengan cepat seperti tangannya tersengat oleh arus listrik. sebenarnya aku hanya bercanda, tapi sepertinya ibu menanggapinya dengan sangat serius.
Filia:"ibu, saya hanya bercanda. tapi sekarang kita harus segera berangkat."
akhirnya setelah beberapa percakapan lagi, aku berhasil membujuk ibu untuk berangkat ke akademi. aku masih duduk satu kereta dengan ibu. di belakang kereta kami, ada empat kereta angkutan barang dan dua kereta penumpang yang di kendarai oleh Sebas, Ilma dan beberapa pelayan lainnya yang akan membantuku menata asrama.
jalan yang di aspal menggunakan batu terlihat sangat bersih tanpa salju sedikitpun karena sudah di bersihkan sejak pagi buta. hanya di pinggir jalan yang masih terselimuti oleh salju putih yang bersih.
dari jendela kereta,aku bisa melihat beberapa wajah malas yang berlalu-lalang di trotoar. beberapa petualang dengan armor tipis juga terlihat memasuki toko pakaian dan keluar sambil mengenakan mantel yang mungkin di beli di toko pakaian itu.
dari jendela-jendela rumah dan penginapan aku bisa melihat beberapa orang yang meminum minuman hangat di gelas mereka sambil tersenyum menatap keramaian pagi. hah... beberapa orang itu benar-benar santai.
sampai di depan akademi, aku bisa melihat beberapa orang yang menggunakan sekop dan sihir untuk membersihkan lingkungan akademi dari salju putih.
banyak tanaman yang telah layu karena suhu dingin dari salju. meskipun ada penghalang di akademi, tapi penghalang itu di matikan supaya salju yang masuk ke dalam area akademi tidak cepat mencair dan membuat banjir, jadi tanaman di taman dan sekitar lingkungan akademi langsung layu dan membeku karena suhu dingin yang tiba-tiba.
lingkungan sekolah menjadi agak sepi karena libur dan banyak siswa yang tinggal di rumah. hanya ada beberapa siswa yang sibuk karena suatu alasan saat ini. mereka juga mengenakan mantel tebal dan berlari di sekitar akademi. bukan hanya siswa yang seusia denganku, ada banyak siswa dewasa yang aku lihat. itu karena akademi ini memiliki beberapa tingkatan. mulai dari dasar 9-11 tahun, menengah 12-14, dan atas 15-17 tahun. jadi wajar jika aku bisa melihat siswa yang lebih dewasa.
aku turun dari kereta dan melihat bangunan akademi yang megah. aku hanya bisa menghela nafas dingin dan berfikir:
apakah kehidupan akademi akan menyenangkan seperti yang aku bayangkan?!.
(akhir dari chapter ini)
update lagi besok. see you next time:)