Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 40: Mulai Tes



akademi ini sangat besar dan di kelilingi oleh dinding yang megah, bahkan tidak berlebihan jika menyebutnya kastil. bangunannya berwarna putih bersih dengan jalan lebar di bagian depan yang dilapisi menggunakan batu putih, sehingga jika dilihat dari luar terkesan bersih dan indah.



kawasan akademi di kelilingi oleh dinding tinggi yang tebal. jalan masuk satu-satunya adalah gerbang yang di jaga oleh para kesatria. saat kereta kami melewati gerbang, yang aku lihat adalah halaman yang luas dengan taman di sisi kanan dan kiri. kereta kami berhenti di halaman yang luas bersama dengan kereta yang lain. entah kenapa aku merasa bahwa kami menjadi pusat perhatian segera setelah turun dari kereta, bahkan akan ada beberapa bangsawan yang berbicara dengan sopan pada Sebas. mungkin para bangsawan itu mencoba untuk memupuk hubungan dengan keluarga Rosefield, jadi aku akan mengabaikannya saja.


hah... memang sulit untuk menemukan hubungan murni di kalangan bangsawan tanpa harus memikirkan keuntungan masing-masing. itulah kenapa anak keturunan bangsawan di anggap berharga, karena dengan menikahkan anak mereka ke keluarga bangsawan yang lain, mereka juga akan mendapatkan relasi dan dukungan dari keluarga itu. aku rasa ini seperti menjual anak-anak mereka demi keuntungan tanpa mempedulikan perasaan dari pihak lain.


praktek seperti itu sangat wajar di kalangan bangsawan, dan biasanya anak perempuan yang paling sering menderita karena di anggap sebagai alat oleh orangtuanya sendiri demi mendapatkan keuntungan pribadi. bagi perempuan bangsawan konsep cinta adalah omong kosong. selama kamu menikah, kamu akan mencintai.


Sebas hanya berbicara kepada mereka lalu pergi setelah beberapa kata-kata sopan. biar bagaimanapun mereka adalah bangsawan, jadi sikap harus tetap di jaga. senyum dengan sopan lalu pergi.


Sebas menuntunku untuk ke sebuah bangunan besar dengan tangga lebar sebagai jalannya. ada cukup banyak anak tangga hingga kamu bisa kelelahan hanya dengan melihatnya.


kami datang ke sebuah lobi yang indah dan di sambut oleh seorang perempuan yang mengenakan jubah penyihir berwarna putih dengan tiga garis merah di bagian lengan kirinya dia juga berkacamata dengan rambut di kuncir kuda. rambutnya berwarna coklat gelap.


"selamat datang. saya adalah Flute Nightingale dari kelas S tahun ke-tiga, saya akan mengantarkan anda ke tempat pengujian"


jika aku ingat dengan benar, Nightingale adalah keluarga Marquis Nightingale. mereka adalah keluarga penyihir terkemuka di negeri ini dan tidak jarang Keluarga mereka menghasilkan ahli sihir yang telah banyak berjasa pada negara.


Filia:"senang bertemu dengan anda nona Nightingale. saya Filia Rosefield. mohon bantuannya"


Flute:"o, oh... sungguh tidak terduga. saya tidak mengira bisa bertemu dengan putri Duke yang misterius"


Filia:"eh, misterius?"


Flute:"itu benar, karena belum ada yang secara langsung melihat tuan putri bahkan di pesta-pesta yang di adakan oleh para bangsawan, putri tidak pernah berpartisipasi. ada yang mengatakan bahwa sang putri adalah sosok yang menakjubkan di usia muda. saat pertama saya mendengarnya, saya kurang percaya, tapi setelah melihat langsung saya rasa mereka masih menjatuhkan harga diri anda putri"


Filia:"terimakasih atas pujiannya. saya sungguh merasa tersanjung"


agh... semua pujian itu membuatku malu. bahkan sebelum aku di terima di akademi, ceritaku sudah menyebar. aku memiliki perasaan bahwa tahun-tahun akademiku tidak akan semulus yang aku bayangkan.


setelah beberapa pujian yang hampir membuatku muntah, akhirnya aku di antar ke tempat pengujian. kami harus melewati lorong panjang yang indah dengan berbagai ruangan di samping kiri dan kanan.


kali ini hanya aku dan Flute yang pergi, sementara Sebas dan yang lainnya, mereka harus menunggu di suatu tempat entah dimana.


setelah berjalan beberapa saat, akhirnya aku berhenti si depan sebuah pintu kayu besar yang di pernis coklat.


Flute:"tes pertama adalah tes tertulis. dalam tes ini para siswa akan di uji pengetahuan mereka mengenai sihir dan yang lainnya. jadi, semoga berhasil!"


Filia:"terima kasih senior"


Flute:"sama-sama"


aku segera memasuki ruangan. di bagian dalam sangat mirip dengan pengaturan kelas pada umumnya. ada beberapa deret meja dan kursi yang di susun semakin kebelakang akan semakin tinggi. mirip dengan gambar yang sering aku lihat, bedanya semuanya terbuat dari kayu dan bukan layar transparan yang terhubung dengan super komputer.



tak lama menunggu, anak-anak yang lain sudah datang satu persatu hingga semua tempat duduk yang tersedia terisi. ada beberapa anak yang memulai percakapan dan membicarakan tentang berbagai hal yang identik dengan bangsawan, seperti pesta dansa atau yang lainnya. topik seperti itu sangat tidak menarik untukku.


sepertinya entah kenapa anak-anak itu hanya melirikku sesaat lalu mengalihkan perhatian mereka. apa ada yang aneh dengan wajahku?.


Filia:"hey... apa menurutmu ada yang aneh dengan wajahku?"


aku bertanya dengan lembut kepada anak perempuan yang tertunduk di sebelahku. setiap meja hanya berisi dua anak, dan anak perempuan ini kebetulan duduk di di sebelahku.


saat aku bertanya kepadanya, dia mengangkat kepalanya. dilihat dari ekspresi nya sepertinya dia adalah anak yang pemalu.


"t, tidak".


syukurlah jika tidak ada yang aneh. akan sangat memalukan jika ada sesuatu di wajahku. aku sebenarnya ingin berbicara lebih banyak dengan anak itu, tapi tiba-tiba pintu terbuka dan seorang lelaki tua dengan berpakaian penyihir masuk ke dalam ruangan sambil membawa setumpuk kertas di tangannya.


"saya Aldrin Pasha. kalian bisa memanggilku Professor Aldrin atau Mr. Aldrin. saya akan menjadi pengawas dalam tes pertama kali ini"


setelah pengenalan dirinya selesai, Mr. Aldrin melambaikan tongkat sihir yang ada di tangannya dan membuat kertas-kertas yang ada di tumpukan itu melayang dan mendarat di depan masing-masing siswa.


Aldrin:"waktu kalian adalah dua balikan pasir untuk menyelesaikan semua pertanyaan yang ada di kertas itu"


aku melihat isi pertanyaan yang ada di kertas itu. setelah memeriksanya, aku yakin bahwa aku akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan benar.


setiap lembar berisi sekitar dua puluh pertanyaan, isinya adalah tentang dasar-dasar sihir dan seni beladiri, pengertian mana, dan lain sebagainya. bagiku ini adalah hal yang sepele, lagi pula aku sering menggunakan sihir. seperti yang pernah aku katakan, di Alterion jika kamu ingin mempelajari sihir ataupun skill yang lainnya, kamu perlu mempelajari segala nya dan segala asal-usul dari fenomena itu.


aku memperhatikan sekeliling dan menemukan ada beberapa siswa yang nampak kebingungan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan sederhana ini. sepertinya mereka kurang belajar.


aku mampu mengerjakannya dengan lancar tanpa kesulitan karena pertanyaannya adalah pengetahuan dasar. karena aku sudah menyelesaikan semua pertanyaan, aku hanya bermain dengan jari-jari ku sambil menunggu waktu habis. aku juga memperhatikan anak perempuan yang duduk di sebelahku, dia nampaknya tenang dan mampu mengerjakan pertanyaan-pertanyaan itu, meskipun kadang-kadang dia akan terlihat kesulitan.


akhirnya waktu dua jam sudah berakhir, kertas-kertas itu kembali melayang ke arah Mr Aldrin. karena waktu sudah selesai kami semua di izinkan untuk keluar dan mengikuti tes selanjutnya. saat aku keluar dari ruangan, aku melihat kelompok anak lain yang memasuki ruangan. apa tes nya di bagi menjadi beberapa bagian yang bergiliran?. kurasa begitu.


segera, kami di tuntun untuk pindah ke sebuah bangunan yang berbeda. ruangannya luas dan mirip seperti sebuah aula besar dengan banyak boneka kayu. boneka-boneka itu mirip seperti target latihan.


disana sudah menunggu seorang perempuan membawa papan penilai dan pena di tangannya. perempuan itu memiliki wajah cantik dan tempramen lembut. dia mengenakan jubah penyihir. menurutku dia mirip seperti kakak perempuan yang baik.


"saya Elen Reze, kalian bisa memanggilku Mrs. Elen. saya akan menjadi penilai dalam kemampuan sihir kalian hari ini. nama yang di panggil bisa maju ke depan dan memperlihatkan sihirnya"


aku penasaran akan seperti apa sihir yang telah di kuasai oleh anak yang lain. apakah akan ada sihir yang unik?. aghh.... aku sangat menantikannya.


(akhir dari chapter ini)