
Sekitar 2000 kapal kecil berukuran puluhan meter berpisah dari barisan dan menuju ke wilayah Dragonis Kingdom. Ada sisa-sisa pemberontakan yang di pimpin oleh Duke Kharel dan beberapa keluarga bangsawan di Dragonis Kingdom, jadi Yang Mulia Filia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengatasi masalah itu.
Arkne:"Yang Mulia, kenapa kita tidak langsung menggunakan warp untuk langsung menyerbu mereka?. Bukankah ini adalah kesempatan yang bagus untuk melakukan serangan kejutan?."
Yang di tanyakan oleh nona Arkne adalah pertanyaan yang membuatku penasaran juga. Bukankah akan lebih mudah mengalahkan musuh dengan teknologi yang mereka sebut warp itu?.
Filia:"Tidak. Kita akan memberi mereka waktu untuk mempersiapkan diri. Menyerang saat mereka belum siap mungkin memang menguntungkan bagi kita, namun jika pasukan mereka masih tersebar, kita akan kesulitan membersihkan sisa-sisa itu selanjutnya. Akan lebih mudah untuk menghancurkan mereka dalam sekali gerakan, jadi biarkan mereka mengumpulkan kekuatan mereka."
Itu adalah alasan yang masuk akal. Meskipun memang mungkin akan lebih sulit untuk mengalahkan mereka, tapi itu akan lebih mempersingkat waktu penghilangan perlawanan. Bayangkan, jika masih ada yang loyal terhadap Xuan Ming dan belum mati dalam perang, maka mereka akan melancarkan pemberontakan atau mempengaruhi rakyat yang dapat memperlambat proses integrasi negara.
Yang Mulia mengangkat senyum di sudut mulutnya dan berkata:
Filia:"Lagi pula, aku sudah lama tidak melakukan grinding. Jika aku tetap berdiam diri, akan sulit mengembalikan kekuatanku seperti sebelumnya."
Arkne:"Jadi seperti itu."
Nona Arkne dan yang lainnya tersenyum penuh pengertian. Sepertinya hanya aku di seluruh ruangan ini yang tidak mengetahui apa maksudnya.
Aneria:"Tapi Yang Mulia, saat ini kekaisaran Xuan Ming sedang berperang dengan Kerajaan Lurusia, saya ragu bahwa mereka akan menarik mundur pasukan mereka dari front perang di barat."
Filia:"Aku tahu itu. Itulah gunanya aku mengirimkan Argus untuk memberi mereka peringatan."
Aku tidak tahu siapa itu Argus yang di maksud oleh Yang Mulia, tapi aku dapat menyimpulkan bahwa Argus di gunakan oleh Yang Mulia untuk memberi rasa krisis kepada kekaisaran Xuan Ming. Dengan negara yang terancam, mau tidak mau mereka harus menarik pasukan mereka dari front perang di barat. Lagi pula kekaisaran Xuan Ming mengambil banyak keuntungan di front perang barat, jika mereka mendapatkan serangan dari sisi lain, keuntungan mereka akan segera jatuh ke dasar lembah.
Mungkin menarik pasukan memang akan sangat beresiko, namun jika tidak di tarik, resiko yang di tunjukkan oleh Moon Palace lebih besar dari pada kerajaan Lurusia.
Filia:"Oh benar. Putri Aneria, saya memiliki sesuatu untuk mu."
Yang Mulia melemparkan sesuatu ke arahku. Dengan refleks, aku menangkap benda yang di lemparkan oleh Yang Mulia. Ternyata benda itu semacam cincin emas dengan batu permata merah di bagian tengahnya.
Aneria:"Yang Mulia, cincin ini...?."
Filia:"Cincin itu adalah sebuah armor. Kamu hanya perlu membuat kontrak dengan cincin itu, setelah itu, putri bisa menggunakannya."
Aneria:"Kontrak?."
Filia:"Ada dua jenis kontrak, tapi yang termudah adalah kontrak darah. Kamu bisa meneteskan darah anda ke atas cincin itu."
Aku mengangguk mengerti atas apa yang di katakan oleh Yang Mulia. Aku melukai jariku dan meneteskan darah ke atas cincin. Seketika, batu permata merah itu bercahaya sangat terang sampai aku harus menutup mata supaya terhindar dari cahaya itu.
Setelah aku membuka mata, aku melihat bahwa cincin itu telah terpasang di ibu jari tangan kiri ku. Memakai cincin ini terasa sangat pas, tidak menyesakkan dan tidak terlalu longgar.
Filia:"Itu adalah «Flame Titan armor» yang merupakan Epic Tier armor. Dengan menggunakan armor itu serangan Tier empat akan sulit melukai mu."
Aneria:"Terima kasih atas kemurahan hati anda, Yang Mulia."
Filia:"Ya."
Aku hanya bisa berlutut dan berterima kasih dengan tulus Mungkin aku memang tidak tahu seberapa kuat itu Tier empat. Namun, aku bisa merasakan kemampuan armor ini setelah melakukan kontak. Meskipun kebanyakan tidak aku pahami, tapi melihat sedikit dari yang bisa aku mengerti, armor ini jelas sangat kuat. Bahkan mungkin harta Karun kerajaan bisa di anggap sampah di depan armor ini.
Filia:"Kita masih memiliki lima hari untuk sampai, jadi kamu bisa beristirahat terlebih dahulu."
Aneria:"Saya mengerti."
Yang Mulia berdiri dari kursi takhtanya dan berjalan keluar ruangan, meninggalkanku bersama dengan kelima sosok dalam siluet cahaya. Sangat tidak nyaman disini bersama dengan sosok yang luar biasa dan menakutkan, jadi lebih baik aku pergi dari tempat ini dan beristirahat.
(Kekaisaran Xuan Ming)
Istana...
"Yang Mulia kaisar, kita tidak bisa menarik pasukan di front barat. Jika kita melakukannya, Lurusia itu akan melancarkan serangan dan menerobos sisi barat."
Hah... Sebagai seorang kaisar, kejadian akhir-akhir ini benar-benar membuatku pusing. Ini semua karena aku terlalu mempercayai Vill yang mendukung usulan Phirios bodoh itu dan menggerakkan pasukan.
Kaisar:"Menteri Zhuo tidak perlu khawatir dengan hal itu. Lurusia tidak akan menyerang kita saat kita berperang dengan kekuatan asing ini."
Menteri Fang:"Itu benar. Saya yakin dengan kepribadian Raja Langries yang sangat berhati-hati, dia akan lebih memilih menjadi pengamat daripada ikut serta dalam perang ini. Karena jika dia menyerang wilayah barat saat kita berperang, dia sama saja dengan menyinggung kedua kekuatan yang sedang berperang. Apalagi kekuatan misterius itu belum di ketahui."
Ya, apa yang di pikirkan oleh menteri Fang mirip dengan apa yang aku pikirkan. Aku dan Langries sudah bertarung dalam waktu yang tidak sebentar, bagaiman mungkin aku tidak memahami orang tua itu dalam mengambil keputusan. Dia suka menjadi nelayan di perairan yang keruh, tapi saat dia tidak tahu apakah perairan itu memiliki buaya di dalamnya, dia tidak akan ceroboh memasukkan tangannya ke dalam air.
Kaisar:"Selain itu, jika kita tidak menggerakkan pasukan di sisi barat, kita mungkin akan kalah dalam perang ini. Bola mata merah di langit saat itu... Aku yakin bahwa kekuatan musuh sangat tidak terduga."
Kekaisaran benar-benar dalam kondisi yang sangat sulit. Mungkin kerajaan Lurusia tidak akan menyerang dan hanya menjadi pengamat, tapi aku yakin mereka pasti akan mempersiapkan pasukan penyerang dan menunggu perang usai, lalu melancarkan serangan kepada kami.
Jika aku menarik pasukan di barat, tidak peduli apakah kami menang atau kalah dalam perang ini, kami akan sangat menderita. Jika kita kalah dalam perang, kita akan kehilangan segalanya dan pasukan Lurusia akan menyerang dan mengambil kue panas di wilayah barat. Yah, meskipun mereka tidak bisa mengambil banyak keuntungan, tapi mereka akan dapat menguasai setidaknya sisi barat kerajaan. Tentu saja itu tergantung dengan sikap apa yang akan di berikan oleh musuh kami.
Jika kami menang dalam perang, Lurusia juga akan tetap menyerang di saat kekuatan negara kami terluka parah.
Namun, jika kami takut akan hal itu dan membiarkan pasukan barat tetap menjaga perbatasan, aku tidak yakin apakah pasukan yang ada akan cukup untuk melawan kekuatan asing itu. Mata merah di langit waktu itu sudah menunjukkan kekuatan dari musuh kami ini. Singkatnya, tidak peduli keputusan apa yang aku ambil, aku akan tetap kalah.
Menteri Zhuo:"Tidak ada jalan yang benar-benar baik dalam mengatasi masalah ini. Peperangan dalam dua front benar-benar memberi tekanan yang sangat besar pada negara kita."
Kaisar:"Huh... Ya, anda benar menteri Zhuo. Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah mencoba untuk mengurangi kerugian."
Perasaan tertekan dan tidak berdaya ini membuatku merasa sangat pusing. Peperangan ini bukan hanya menentukan nasib negara ini, tapi juga orang-orang yang ada di dalamnya. Aku mendengar dari prajurit yang telah kembali dari Medan perang melawan kekuatan misterius itu. Prajurit itu semuanya mengatakan bahwa lawan kami kali ini memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.
Lebih dari 500.000 prajurit gabungan, hanya beberapa puluh ribu yang tersisa, itupun mereka harus mengalami perawatan lebih lanjut karena gangguan jiwa. Hanya dari cerita dan keadaan prajurit itu, aku bisa menyimpulkan bahwa Medan perang saat itu pasti sangat mengerikan.
Kaisar:"Aku sudah memutuskan. Tarik mundur seluruh pasukan yang ada di wilayah barat. Kosongkan seluruh desa dan pemukiman di sepanjang jalur menuju ibu kota, racuni sumur-sumur, dan kosongkan seluruh persediaan pangan. Selain itu, siapkan 2000 prajurit untuk tinggal dan memutar ke arah belakang prajurit Lurusia melalui lembah Nara, saat prajurit Lurusia melewati sungai Rus di barat. Hancurkan jembatan dan potong jalur pasokan mereka dari garis belakang."
Menteri Fang:"Saya mengerti Yang Mulia Kaisar. Saya akan segera menjalankan tugas anda."
Kaisar:"Aku percaya padamu, Menteri Fang."
Rencana ini memang sangat beresiko dan sangat merugikan bagi kekaisaran. Dengan menjalankan rencana ini, kekaisaran akan kehilangan wilayah barat dan juga akan menyebabkan beberapa masalah lain, namun aku tidak memiliki cara lain selain menelan kerugian ini, hanya ini satu-satunya cara untuk mencegah ancaman pasukan Lurusia menyerbu ke ibu kota.
Kaisar:"Selanjutnya, aku perlu seorang jenderal yang akan memimpin seluruh pasukan kita menuju ke Medan perang."
Seorang pria muda berdiri dan mengajukan diri untuk memimpin dalam perang. Pemuda itu memiliki tubuh yang tinggi dan berwajah tampan dengan rambut panjang yang di kuncir kuda. (Gaya pendekar Tiongkok.)
Kaisar:"Zhao Yun, apakah kamu yakin akan memimpin perang ini?."
Zhao Yun:"Tolong yakinlah Yang Mulia. Saya akan membawa kejayaan bagi kekaisaran."
Meskipun Zhao Yun masih muda, tapi dia memiliki kemampuan untuk itu. Dia menjadi jenderal termuda di kekaisaran Xuan Ming dan pernah memenangkan tiga perang dengan kerajaan Lurusia di barat. Kemampuan dan pengalamannya tidak di ragukan lagi merupakan salah satu jenderal terbaik di negara ini. Dan lagi, dia adalah tunangan dari putriku.
Meskipun demikian, aku masih perlu menunjuk seseorang yang kompeten sebagai penasehatnya. Meskipun Zhao Yun berbakat dan cakap, tapi dia juga memiliki ambisi yang sangat besar sebagai pemuda, jadi aku ingin dia memiliki penasehat yang dapat mengawasi dan meredam ambisinya itu.
Kaisar:"Aku yakin dengan kemampuan Jenderal Zhao, tapi aku masih perlu menunjuk seorang penasehat yang cakap untuk membantu jenderal Zhao mengurus pasukan yang besar."
"Ayahanda Kaisar, Izinkan saya yang menjadi penasehat jenderal Zhao."
Aku cukup terkejut dengan keputusannya. Tian Che adalah putra mahkota yang telah aku tunjuk, biasanya dia akan lebih ke urusan politik, tapi hari ini, dia benar-benar mengusulkan diri untuk terjun ke Medan perang?.
Kaisar:"Tian Che, apa kamu yakin akan terjun ke Medan perang?."
Tian Che:"Saya yakin, Ayahanda. Lagi pula, saya sudah lama berteman dengan jenderal Zhao, jadi saya sudah memahami sikap jenderal Zhao yang akan mempermudah komunikasi kami."
Apa yang di katakan Tian Che memang masuk akal. Saling pengertian di antara jenderal dan penasehatnya akan lebih mempermudah dalam komunikasi dan menentukan taktik perang. Tidak ada alasan bagiku untuk menolak, jadi aku hanya akan menyetujui usulan itu.
Kaisar:"Baiklah kalau begitu,. Aku menyerahkannya kepada kalian berdua. Dan untuk menjaga keamanan kalian, aku akan memerintahkan jenderal Ming untuk melindungi kalian."
Tian Che:"Terima kasih atas pengertiannya anda, Kaisar."
Zhao Yun:"Karena semua sudah di tentukan, saya mohon izin untuk undur diri terlebih dahulu demi mempersiapkan prajurit."
Kaisar:"Ya, pergilah."
Mereka berdua menangkupkan kedua tangan mereka ke depan dan membungkuk memberi hormat kepadaku, lalu pergi bersama. Aku harap perang ini akan berjalan dengan baik dan kekaisaran akan menang. Aku ingin begitu, tapi entah kenapa, ada perasaan tidak nyaman di hatiku.
(Zhao Yun)
Halaman istana...
Hari ini adalah hari yang sangat baik. Kaisar mempercayakan ku dengan pasukan sebesar ini. Jika aku berhasil membawa kemenangan dalam perang ini, maka aku akan menjadi pahlawan besar. Dengan begitu, takhta kekaisaran akan lebih dekat ke tanganku.
Aku benar-benar harus lebih berterima kasih kepada Moon Palace itu yang telah memberikanku kesempatan seperti ini. Hahaha... Mereka akan menjadi pijakan ku untuk naik ke kursi takhta...
Tian Che:"Yun, Sepertinya perang ini akan menjadi sangat berat. Apakah kamu benar-benar yakin untuk memimpin dalam perang ini?."
Kata-kata Tian Che membuyarkanku dari pemikiran. Dia memang temanku sejak kecil, tapi jangan harap bahwa aku tidak tahu. Dia ingin menjadi penasehat ku karena dia ingin mengawasiku. Dan mungkin, dia ingin mengambil kesempatan dalam perang ini dan mengukuhkan posisinya sebagai putra mahkota.
Zhao Yun:"Tian Che, apakah kamu meragukan kemampuanku?."
Aku bertanya padanya dengan tidak puas. Siapa yang berani memandang rendah jenderal muda ini?.
Tian Che:"Tidak, bukan begitu. Tapi, aku selalu merasa bahwa perang ini tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan."
Zhao Yun:"Mungkin tidak dalam bayangan mu."
Aku tidak menyembunyikan penghinaan dalam kata-kataku kepadanya. Dia setiap hari hanya di dalam istana dan menghadapai kertas-kertas, bagaimana dia bisa membayangkan perang. Berbeda denganku yang sudah berkali-kali terjun dalam Medan perang. Mungkin perang tidak akan seperti yang dia bayangkan, tapi tidak akan jauh dari apa yang aku alami.
"Yun ge...!"
Saat aku sedang berbicara dengan Tian Che, aku mendengar suara lembut yang memanggilku dari belakang. Saat aku menoleh, aku melihat seorang gadis cantik yang berlari ke arahku. Wajahnya putih dan bersih dengan dagu tajam seperti telur angsa. Mata berkilau dan bibir pink muda yang lembut seperti kelopak bunga. Tanduk yang halus dan berkilau seperti porselen yang mahal. Dia adalah salah satu kecantikan di negeri ini, putri Xuan Yi, sekaligus dia adalah tunangan ku.
Xuan Yi:"Kakak...!"
Dia berlari ke arah kami dan memberi hormat kepada Tian Che.
Zhao Yun:"Ada apa, kenapa kamu kemari?."
Xuan Yi:"Aku mendengar bahwa kamu akan pergi berperang?."
Zhao Yun:"Itu benar."
Aku bisa melihat kesedihan di bawah kilau matanya. Meskipun aku ingin menggunakannya untuk menaiki takhta, tapi aku juga mencintainya. Melihat kesedihannya, aku tidak tahan untuk tidak menghibur.
Zhao Yun:"Yi Yi, kamu tidak perlu khawatir. Aku akan segera mengalahkan musuh-musuh itu dan membawakan kemenangan untukmu."
Xuan Yi:"Itu benar. Yun ge, kamu harus mengalahkan musuh-musuh itu dan memberi mereka pelajaran."
Zhao Yun:"Tentu saja."
Tian Che:"Kalian dua, bisakah kalian tidak menunjukkan kemesraan di depanku?!."
Xuan Yi:"Kakak, kalau begitu kamu harus segera mencari ipar yang cantik."
Tian Che:"Oh, kamu sudah berani menghina kakak mu."
Hahaha....
Perang ini, aku pasti akan memenangkannya...
(Akhir dari chapter ini)
Penjelasan singkat: Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa banyak hal dari berbagai negara, seperti: budaya dari timur dan barat tercampur.
Di dunia Alterion mirip seperti dunia nyata, dimana memiliki budaya dan tradisi yang beragam. Game Alterion sendiri sengaja di buat seperti itu supaya terlihat lebih realistis dan juga untuk memenuhi keinginan player di dalam. Bagaimanapun, game Alterion di mainkan oleh orang-orang dari seluruh dunia, jadi menyamakan beberapa tradisi dan mitologi dari setiap belahan dunia akan membuat para pemain menjadi lebih familiar.
Itulah kenapa dalam cerita ini berbagai hal dari berbagai belahan dunia tercampur.